novel ini sedang direvisi.
Menceritakan kisah Nana yang tumbuh di tengah keluarga yang berantakan.
Membuatnya hidup tanpa aturan, menjadi gadis yang liar mencari kebahagian.
Namun, suatu hari Nana harus menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki Ibu tiri. Siapa sangka Nana yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu, kini mendapatkannya dari wanita simpanan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KENAPA HARUS CANTIK DAN MASIH MUDA.
Pagi ini Amara bangun lebih awal dari biasanya, Amara ingin menyelesaikan tugas rumahnya terlebih dulu sebelum pergi untuk bekerja, namun Brian semakin mengeratkan pelukannya tidak mengizinkan Amara untuk beranjak.
"Om, Mara harus menyiapkan sarapan."
"Biar saja, mulai sekarang om mau kamu tidak usah mengerjakan pekerjaan rumah, om nggak mau kamu terlalu sibuk lalu tidak memiliki waktu untuk om." ucap Brian.
Dalam hati Amara membenarkan ucapan Brian dan benar saja pagi-pagi sekali didalam apartemennya sudah ada asisten rumah tangganya.
Amara masih mengenakan piyama tidurnya sedang duduk bersama dengan Brian di kursi meja makan, Brian mengoleskan roti selai kacang dan coklat untuk Amara.
Namun mata amara terus memperhatikan wanita cantik dan masih muda yang sekarang menjadi asisten rumah tangganya itu, "Kenapa harus wanita muda dan terlihat cantik sih," gerutu Amara dalam hati.
"Sayang," Brian memanggil Amara yang terus memperhatikan asisten rumah tangganya yang sudah mulai bekerja membersihkan rumah.
Amara menoleh kearah Brian dan menerima suapan dari Brian. Brian merasa heran dengan Amara yang terus memperhatikan sofi asisten rumah tangga yang dikirim oleh Egi.
Setelah selesai dengan sarapan Brian mandi terlebih dulu dan Amara masih duduk di kursi meja makan ditemani segelas susu coklat hangat.
Brian sudah siap dengan setelan jasnya, Brian duduk di sofa panjang depan televisi lalu Sofi berinisiatif mengambilkan sepatu milik Brian.
Amara terbelalak melihatnya dan segera menghampiri Brian duduk disampingnya, "Apakah harus mengambil sepatu juga," gerutu Amara dalam hati.
Amara terus menempel pada Brian sampai Brian berangkat bekerja, Brian memberikan satu kunci mobil untuk Amara gunakan, Amara tak mengerti apa maksud Brian pun hanya menerima dan Amara tersadar kalau dirinya tak bisa mengendarai mobil.
Brian mengecup pucuk kepala Amara terlebih dulu dan Amara mencium punggung tangan Brian setelah itu Amara menutup pintu apartemennya.
Amara memilih mandi dan membiarkan asisten rumah tangganya bekerja, Amara sangat enggan untuk bertanya pada asistennya bahkan untuk menanyakan namanya.
Selesai mandi Amara bersiap untuk ke studio sebelum kelas dimulai, Amara melihat sudah ada Tara yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Lo udah sampe sini,"
"Gue butuh banget biayanya Ra, ini mendesak," ucap Tara. Tara takut kalau Amara mengurungkan niatnya untuk membantu dirinya.
"Lo bisa nyetir mobil?" tanya Amara.
Tara mengangguk dan menjawab, "Iya,"
Kemudian Amara memberikan kunci mobilnya pada Tara, "Gue nggak bisa nyetir, lo yang bawa ya plis," rengek Amara.
"Ck, dengan senang hati," jawab Tara kemudian menerima kunci mobil tersebut.
Amara dan Tara berjalan kearah parkiran khusus apartemennya, Tara menekan-nekan tombol kunci mobil Amara untuk mencari keberadaan mobil mikik Amara.
"Tut tut," bunyi mobil Amara yang baru saja dilihatnya. Mobil barunya berwarna putih dan Amara langsung menyukai mobil tersebut, "Om tau aja warna kesukaan Mara," ucap Amara dengan tersenyum.
"Jadi lo beneran belum pernah liat mobil lo, terus om itu siapa,? Om lo?" pertanyaan demi pertanyaan Tara lontarkan demi rasa penasarannya.
"Bukan," Jawab Amara dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Terus bener lo simpanan om om?"
"Iisshh jangan sembarangan deh, om itu suami gue, kami udah nikah beberapa hari yang lalu di bogor." jawab Amara memberi penjelasan.
Amara sudah duduk di kursi samping kemudi dengan Tara yang menyetir mobilnya. "Mulai sekarang lo jadi asisten gue," ucap Amara dengan terkekeh, hidupnya kini sangat berbeda jauh saat dirinya belum mengenal Brian, Brian bagaikan dewa penolong untuk Amara.
Amara menunjukan foto Brian pada Tara yang masih penasaran, "Iissshh gila sih ganteng banget laki lo," puji Tara pada Brian.
"Makanya gue kesemsem sma dia, ganteng baik lagi pokoknya gemesh gue sama dia," ucap Amara.
"Kalo om omnya kaya dia sih gue juga mau kali," ucap Tara kemudian keduanya tertawa bersama.
Tara mengehentikan mobilnya karena lampu merah menyela, dan tanpa sengaja Tara melihat kearah kirinya. Tara melihat ada lelaki yang pernah dilihatnya bersama Rindu.
"Diakan pria selingkuhan Rindu," gumam Tara.
Amara mengikuti arah mata Tara memandang, "Lo kenal dia?" tanya Amara.
"Iya, dia laki-laki yang udah buat hidup keluarga gue berantakan. Tapi siapa ya perempuan itu kaya bukan Rindu." ucap Tara memperhatikan wanita yang berada disamping pria itu wajahnya tertutup oleh punggung pria itu sehingga Tara dan Amara tak dapat melihatnya.
Kemudian mobil pria itu melaju karena lampu merah sudah berganti dengan lampu hijau.
____________
Egi masuk keruangan Brian dengan mata yang sembam karena kurang tidur, Dalam waktu semalam Egi sudah harus menemukan asisten rumah tangga dan mobil baru untuk Amara.
"Kamu kenapa Gi,?" tanya Brian yang pura-pura tak tahu.
"Nggak papa bos," ucap Egi kemudian meletakan kopi hitam buatannya untuk Brian.
"Kalau ngantuk tidur sana, saya kasih waktu satu jam dimulai dari sekarang," ucap Brian membuat Egi merasa bahagia dan dengan cepat Egi kembali keruangannya.
Brian menggelengkan kepalanya melihat tingkah Egi.
Baru beberapa menit Egi memejamkan mata bahkan Egi belum merasakan pulas sudah datang Brian masuk kedalam ruangannya, "Egi, saya harus pergi dulu sebentar ada urusan." seru Brian kemudian pergi meninggalkan kantornya.
"Aaaaaaaahhhh, booosss tadi yang nyuruh tidur siapa yaa. Kepalaku makin puyeng dan aku harus mencari bodrexun" gerutu Egi.
_______________
Amara telah selesai dengan pemotretannya dan sekarang sedang melihat hasilnya dilayar monitor.
"Weeeh lo cantik Ra pantes jadi model," ucap Tara memuji Amara. Amara tersenyum mendengar pujian dari Tara.
Setelah bekerja Amara dan Tara pergi kemampus terlebih dulu karena kelas akan segera dimulai.
Tara memarkirkan mobil Amara diparkiran kampusnya dan disana Tara bertemu dengan Nindy mantan sahabatnya. "Eh Tara lo udah bawa mobil lagi sekarang,? Bagus deh biar hidup lo nggak nyusahin orang lagi," ucap Nindy dan tentu saja ucapan Nindy telah berhasil memancing emosi Tara.
Amara menahan Tara agar tidak terpancing dan Mara segera menyeret Tara, Sebenarnya jam kuliah Tara dan Amara berbeda karena keduanya dismester dan jurusan yang berbeda.
"Ra, gue kuliah sore, gue ijin pinjem mobil lo ya buat kerumah sakit lagi gue khawatir sama bokap gue, tiba-tiba perasaan gue nggak enak." ucap Tara dan Amara mengizinkannya.
Setelah Tara pergi datang Lian menghampiri Amara dan langsung merangkul pundak Amara, "Lian tolong lepas," ketus Amara dengan tangan yang melepaskan rangkulan Lian dan keduanya berjalan beriringan.
"Muka gue masih sakit dan lo harus tanggung jawab," gerutu Lian.
"Kan kemaren udah gue obatin ya sekarang tinggal tunggu sembuhnya aja lah," sahut Amara.
"Bukan masalah itu, tapi calon tunangan gue pergi gara-gara ngira gue masih jadi anak jalanan, lo harus tanggung jawab soal itu,"
"Iya ntar gue cariin cewe buat lo," jawab Amara kemudian mendorong Lian agar pergi dan tidak mengikuti dirinya masuk kedalam kelas.
Semua yang berada didalam kelas melihat kearah Amara yang sedang mengusir Lian, Selama ini tak pernah ada yang berani berbuat demikian pada Lian karena Lian adalah pria tertampan tersadis dan terdingin dikampusnya.
Bersambung..
Yok dukung author yok dengan like love dan votenya ya kaka semua.
Dukungan dari kalian adalah semangatku^^
soalnya ini kenapa tiba2 si nana meninggal? trus melinda sakit? sama amara berhubungan sma brian? dan brian tiba2 udah cerai sma melinda?
ini apa gue yang ngelengkah2 bacanya apa gimna sii😭
tapi perasaan gue liat ulang kagak salah bacanya🥲