NovelToon NovelToon
Babat Negeri Leluhur

Babat Negeri Leluhur

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Contest / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Dan budidaya abadi / Dikelilingi wanita cantik / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ebez

Cerita pengabdian untuk negeri tercinta
Kisah perjalanan hidup Panji Watugunung sang Pendekar Pedang Naga Api membaktikan diri untuk negeri tercinta yang berada diambang kehancuran karna perebutan kekuasaan antara putra putra raja

Di balik perjalanan hidup, ada kisah cinta yang melibatkan Dewi Anggarawati putri Kadipaten Seloageng dan dua adik seperguruannya

Kepada siapakah cinta Panji Watugunung akan berlabuh?? Bagaimana perjalanan nya sebagai pendekar muda jagoan dunia persilatan?

Simak kisah selengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan untuk Anggarawati

"Guru,

apa tindakan kita selanjutnya?" tanya Watugunung

"Tingkatkan kualitas latihan kalian, malam ini giliran mu Watugunung menerima ilmu Tapak Dewa Api. Siapkan mental dan tenaga dalam mu" ujar Mpu Sakri kepada Panji Watugunung

"Baik guru" Watugunung memberi hormat

Malam itu Watugunung mendapatkan ilmu Tapak Dewa Api dari gurunya..

*Blarrrr..!!!

Panji Watugunung menurunkan kedua tangan nya setara pinggang sambil menghembuskan nafas panjang..

"Bagus Watugunung, kau memang benar-benar berbakat.. Jika mampu mengkombinasikan Jurus Pedang Tanpa Bentuk dan Tapak Dewa Api tingkat 8 ini, akan sulit mengalahkan mu walau itu adalah pendekar dengan tingkat dalam setara"

Terus berlatih, tingkatkan kualitas tenaga dalam mu dan jangan jumawa menjadi pendekar" pungkas Mpu Sakri

"Murid mengerti guru" ujar Panji Watugunung

"Ayo pulang ke Padepokan, ini sudah hampir tengah malam "

Usai berkata, Mpu Sakri melesat menggunakan ajian Sepi Angin menuju Padepokan

Watugunung melompat menyusul gurunya

Walaupun baru saja mengerahkan tenaga dalam cukup banyak, namun tidak tampak raut muka lelah di wajahnya.

Sesampainya di padepokan, suasana malam begitu sunyi. Hanya 4 penjaga yang masih tampak membuka mata disana.

Watugunung segera menuju bilik di gandok barat. Sementara Resi Mpu Sakri bergegas menuju bilik tengah untuk bersemedi..

Keesokan paginya

Warigalit, Ratna Pitaloka, Panji Watugunung dan Sekar Mayang sudah berpeluh keringat

Sejak matahari terbit mereka telah berlatih gerakan silat dasar dari silat Padas Putih

Sementara itu, Dewi Anggarawati sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk mereka semua

"Kakang Watugunung,

Palapendem rebus pesenan kakang sudah siap santap nih" ucap Anggarawati sambil tersenyum membawa sepanci uwi dan singkong rebus panas

"Huhhh ada yang cari perhatian tuh kakang" sungut Ratna Pitaloka

"Iya tuh, sebel banget lihat nya"

sambung Sekar Mayang

Panji Watugunung hanya geleng-geleng kepala melihat dua adik seperguruannya itu, lalu menghentikan gerakan silatnya menghampiri Dewi Anggarawati di serambi kediaman Mpu Sakri..

Ya, sejak kedatangan Dewi Anggarawati di kediaman Mpu Sakri, Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang selalu merasa wanita itu merebut perhatian Panji Watugunung dari mereka

Melihat Watugunung berhenti, Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang langsung ikut menyusul kakak seperguruannya itu ke serambi kediaman Mpu Sakri

"Masih panas Kakang, pelan pelan makan nya ya?" ujar Anggarawati tersenyum manis seraya mengulurkan pinggan berisi beberapa potong uwi rebus

"Makasih ya Dinda Anggarawati", Watugunung tersenyum tulus

"Ah, aq juga mau" sahut Ratna Pitaloka menyambar pinggan itu

"Eh hati ha...."

"Aahhh panas..."

teriak Ratna Pitaloka

"Sudah di bilang panas, masih juga ngeyel" ucap Panji Watugunung

"Huuu dasar Kangmbok Pitaloka, tukang ngeyel" imbuh Sekar Mayang

"Apa kau bilang? Tukang ngeyel? Kau mengajakku ribut Mayang" , ucap ketus Ratna Pitaloka memandang tajam kearah Sekar Mayang

"Sudah sudah, ribut terus. Bisa tidak tenang saat makan?" potong Warigalit

"Kangmbok Pitaloka yang mulai" sergah Sekar Mayang tak mau kalah

"Masih berani kau menuduhku?" ucap Ratna Pitaloka sengit

Melihat dua adik seperguruannya masih belum selesai ribut, Panji Watugunung segera berdiri hendak pergi

"Kakang mau kemana?" tanya Sekar Mayang

"Malas dengar orang ribut melulu" Panji Watugunung beranjak meninggalkan serambi

"Ah gara gara Kangmbok, Kakang Watugunung marah"

" Bukankah kamu yang mulai duluan"

"DIAM!!!!" teriak Warigalit tak tahan mendengar adu mulut Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang

Seketika Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang diam

Sementara Dewi Anggarawati yang langsung menuju dapur setelah melihat lelaki pujaan hatinya itu ada disana

"Maafkan aku ya Kakang, gara gara aku mereka bertengkar hiks"

isak Dewi Anggarawati

Air mata bening menetes dari ujung kelopak mata indah nya

"Hei, siapa yang menyalahkan mu yayi?

Sudah jangan diambil hati" hibur Panji Watugunung seraya tersenyum dan tangan nya menghapus air mata yang mengalir

"Kakang tau hati mu lembut, mudah meneteskan air mata. Jangan nangis lagi ya, nanti hilang cantiknya loh"

Seketika wajah Dewi Anggarawati cerah, senyum manis mengembang di bibirnya

"Jadi menurut kakang aku cantik??"

"Eh iya, cantik lah. Tentu saja" jawab Watugunung canggung..

"Makasih kakang" jawab Anggarawati senang sambil berbunga bunga

Memang Watugunung sedikit memberi ruang hati nya untuk Dewi Anggarawati setelah dia tau bahwa wanita cantik itu di jodohkan dengan nya. Sebab dia tahu, sekali Panji Gunungsari menjodohkan dia pasti dia tak kan bisa menolak. Namun dia juga tidak bisa meninggalkan Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang yang sudah lebih dulu menyayangi nya.

"Kakang Wugunung..."

Suara itu membuat Watugunung dan Anggarawati, menoleh..

"Ada apa Sekar Mayang?"

"Tuh di panggil guru, katanya ada hal penting mau di sampaikan" jawab Sekar Mayang

"Kamu juga di suruh kesana" Sekar Mayang menunjuk Anggarawati

Segera Panji Watugunung dan Sekar Mayang berjalan menuju serambi depan di ikuti Dewi Anggarawati di belakang..

Sesampainya di serambi, nampak Mpu Sakri duduk bersila di kelilingi Warigalit dan Ratna Pitaloka. Panji Watugunung segera duduk. Sekar Mayang dan Anggarawati mengikuti duduk di sebelahnya..

"Ada apa gerangan guru memanggil murid? ," tanya Watugunung sopan

"Ada beberapa berita penting yang mau aku sampaikan"

Pertama untuk Anggarawati dulu"

"Iya Resi, Anggarawati menunggu.. kabar apa untuk saya? tanya Dewi Anggarawati

"Begini Nduk cah ayu,

sepekan yang lalu aku sudah mengirim surat ke kadipaten Seloageng, mengabari Tejo Sumirat bahwa putri bungsu nya ada disini.. Tinggal menunggu jawaban dari si gemblung itu, apakah kau di jemput untuk pulang atau tetap di perbolehkan tinggal di sini.." ucap Mpu Sakri

"Ampun Resi, kalau boleh saya tetap disini saja Resi"

"Loh kenapa??, bukankah hidupmu lebih enak di istana Seloageng" tanya Mpu Sakri bingung

" Saya kerasan tinggal di sini Resi"

jawab Dewi Anggarawati sambil tersenyum melirik ke arah Panji Watugunung

Mpu Sakri melihat gelagat Dewi Anggarawati tersenyum simpul

"Waktu nya pulang ya pulang saja, hidup di istana enak, disini susah tiap sarapan makan pala pendem terus" ucap Ratna Pitaloka ketus sekaligus melirik Anggarawati

"Bicara apa kamu Pitaloka? tak sopan memotong ucapan guru" sahut Warigalit heran pada sikap adik seperguruannya

"Maaf kakang" tukas Ratna Pitaloka takut takut pada Warigalit

"Hemmmm, aku tidak bisa memaksa ayahmu untuk membiarkan mu tinggal disini Dewi, tapi tidak baik juga jika kamu terlalu lama meninggalkan istana. Ayahmu itu dulunya salah satu murid Padepokan Padas Putih ini. Murid kesayangan Kakang Wanabaya"

semua orang terkejut mendengar kata Mpu Sakri termasuk Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang

"Sekarang untuk Watugunung"

"Iya guru, murid mendengarkan guru"

jawab Panji Watugunung

" Sudah hampir dua bulan Istana Kahuripan berpindah ke Dahanapura.. Semua daerah Pakuwon Dahanapura di tempati para pembesar istana Kahuripan.. Sedangkan ayahmu sudah tidak di Dahanapura sekarang,

sekarang dia di Gelang-gelang"

"Maksudnya guru? Murid tidak paham"

tanya Watugunung

"Dia sekarang menjadi Bupati Gelang-gelang"

"APAAA???!!!

Semua orang berteriak karena memang tidak ada yang tahu siapa sebenarnya orang tua Panji Watugunung kecuali Resi Mpu Sakri dan Watugunung sendiri..

"Maksud guru, ayah Kakang Watugunung itu sekarang Bupati Gelang-gelang?? " tanya Ratna Pitaloka

"Iya, Dulu dia Akuwu di Dahanapura.. Meskipun hanya Akuwu, tapi sebenarnya dia adalah kerabat keraton Kahuripan. namanya Panji Gunungsari" ucap Mpu Sakri sambil mengelus jenggotnya

Semua orang terkejut mendengar nama Panji Gunungsari,

"Tu-tunggu Resi, maksud Resi kakang Watugunung i-ini adalah Putra Panji Gunungsari?? Benarkah guru? "

Dewi Anggarawati tergagap mendengar nama Panji Gunungsari..

"Iya, dia ayah dari Watugunung"

Dewi Anggarawati segera melirik ke arah Panji Watugunung yang tenang menatap ke Resi Mpu Sakri. Hatinya langsung bahagia. Senyum manis mengembang setelah tau laki laki pujaan hatinya adalah lelaki yang di jodohkan dengan nya..

'Terimakasih Romo Adipati' batin Dewi Anggarawati

"Kenapa kau senyum senyum begitu?" tiba tiba suara ketus Ratna Pitaloka membuyarkan lamunan Dewi Anggarawati

"Huhh bukan urusan mu wekkk!!"

"Kau....!!!"

Ratna Pitaloka mengepalkan tangannya

"Sudah jangan berisik, dengarkan dulu penjelasan dari guru" Warigalit melotot ke arah Ratna Pitaloka yang langsung mungkret tanpa berani menoleh

"Ayahmu meminta ku agar mengijinkan kau mengunjungi tempat tinggal baru nya. Apa kau bersedia Watugunung??" tanya Mpu Sakri

"Murid tidak keberatan guru, namun murid minta waktu setengah purnama untuk memperdalam ilmu dan tenaga dalam murid guru? " jawab Watugunung

"Baiklah, ku ijinkan. Tingkatkan kualitas tenaga dalam mu sebelum kau turun gunung"

*bersambung*

1
carat28
hai kak, apa boleh bantu follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Munding Wangi Wastu Kencana
ini. erita jg g seru kaya stensil aja urusan perempuan mulu
Anah Suhana
Pedang Naga Api,Pedang Tulang Iblis dan Golok Iblis Air ada ditangan Panji Watugunung..
Anah Suhana
harusnya nanti lagi pedang pusaka tulang iblis bilaberhadapan lagi harus bisa diambil agar tidak meresahkan dunia persilatan dan dibawa ke perguruan padas putih atau klau tidak disimpan oleh panji sendiri..
Daniel Setyahadi
Emg sepak bola pake tendangan bebas tor 🤣
Taufan Sule Muskita
Panji Kebanyakan bini jadi oon
Taufan Sule Muskita
Luar biasa katro ini cerita, poligami terus ceritanya sangat tidak bermutu
Taufan Sule Muskita
Ini cerita kok makin aneh2 aja ya
Taufan Sule Muskita
Idih katro amat ya jadi perempuan
Taufan Sule Muskita
Lawan gerombolan serigala pake pedang biasa ini lawan Matel pake pedang pusaka katro amat😂👎😂
Gd Jaya Official
sdh brpa meme ne
Hadi Ghorib
👍👍👍
Hadi Ghorib
seraaaaaaang....
Hadi Ghorib
hdehh saapaa lagi yg minta Di nikahin
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang 😍
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang 💪
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang 🙏👍👍💪😍
Hadi Ghorib
ayo Baca ulang 🙏👍👍💪😍😄
Hadi Ghorib
ayu Baca ulang, 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!