NovelToon NovelToon
Guruku Suamiku

Guruku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:400.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ria Martha

Perasaan yang benci lama-lama terluluhkan oleh seorang siswa yang super duper nakal yaitu Gita. Namun ia menemukan sikap dan sifat yang berbeda dari Gita yang membuat seorang guru sangat menyukainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekal Gita

Sesampainya di kelas Gita menjadi pusat perhatian anak-anak di Kelas. Karena mobil yang ia tumpangi tadi.

"eh Lo, emang Lo numpang om om siapa? sok sok an pakai mobil berkelas kayak gitu ke sekolah. Kalau ngga mampu jangan paksain dirilah. Udah miskin ya miskin aja, jangan miskin tapi gayanya kayak anak orang kaya aja. Ngaca dulu gih, kalau kurang kaca ntar gue pinjamkan deh. Susah banget ya jaman sekarang ini harga diri selalu di injak-injak karena gaya hidup yang tidak sesuai" ucap teman Niken yang tidak suka melihat Gita sambil mengacak-ngacak buku di atas meja Gita. Gita ingat bahwa ia sudah menandatangani surat peringatan terakhir, jadi dia tidak ingin membuat ulah apalagi ia gampang emosi. Makanya ia mencoba mengontrol dirinya sendiri, Gita hanya bisa pasrah saja. Namun kejadian tersebut di lihat oleh Pak Gito dan pak Gito tidak tinggal dia, dia merekam video tersebut sebagai bahan bukti jika Gita tidak bersalah.

Setelah jam istirahat Gito pun mencari Gita, karena ia tidak ingin memberi bekal Gita di depan teman-teman Gita. Dan mereka bertemu ketika Gita keluar dari WC.

"Git.... Gita" panggil pak Gito sambil melambaikan tangannya. ketika Gita melihat ia pun langsung kabur, karena ia malu bertemu Gito.

Hingga akhirnya Gito dan Gita kejar-kejaran di koridor. Mereka tidak ingat kalau saat ini mereka sedang berada di sekolahan, semua murid dan para guru yang berada di luar ruang kantor memperhatikan Gita dan pak Gito yang berkejaran.

"Kok kayak anak kecil aja sih si Gito" ucap Yudi yang memancing emosi ibu Hila. Karena Yudi tahu kalau selama ini Hila selalu memberikan perhatian lebih kepada Gito. Ibu Hila langsung julid kepada Yudi karena tidak terima perkataan Yudi.

"itu pasti karena Gita ada salah. Gita kan selalu bikin ulah wajar aja dong" balas ibu Hila, yang mulai memanas dengan perkataan Yudi. Namun ia mencoba tetap bersabar menghadapi pak Yudi. ia tidak ingin langsung termakan emosi di depan pak Yudi

Gita akhirnya tidak bisa lari lagi karena kerah baju Gita di pegang oleh Gito.

"kamu kok lari?" tanya Gito sambil ngos ngos ngosan

"ya....... saya ngga suka aja ketemu bapak" jawab Gita dengan ngos ngosan juga dan memerah di pipinya.

"saya cuman mau kasi kamu bekal, tadi mama titip bekal untuk kamu" jawab Gito

"ha? kok bapak ngga bilang dari tadi tau gitu kan saya ngga lari kayak gini. Bikin capek saya aja" ucap Gita karena saat ini ia sangat kelaparan. ia pun mengambil kotak bekalnya dari pak Gito.

"kamu itu yang begok Gita. tadi saya panggil kamu, kamu malah lari gini." ucap Gito yang sedikit emosi.

"oh maaf lah pak. saya pikir bapak mau marahin saya karena soal semalam. Makanya saya lari-lari. Ya udah yok pak, saya lapar" jawab Gita

Mereka pun langsung pergi ke arah ruang kantor, Gito pun langsung memberi bekal kepada Gita. Namun semua guru melihat ke arah Gito dan Gita dengan tatapan yang sedikit curiga.

karena tidak ingin curiga Gita pun langsung memberi alasan.

"pak, besok saya pesan lagi ya pak. Soalnya makanan di lesahan Bu Inam enak banget pak. uangnya sudah saya transfer tadi ya pak sebelum berangkat ke sinil" ujar Gita sambil memainkan matanya supaya para guru percaya.

"oke" jawab Gito dengan gugup

Gita pun langsung keluar dari ruang guru. Seperti yang sudah di dugakan, bahwa mereka hampir curiga terhadap Gito dan gita.

"Gito, ibu kamu juga buka lesehan?" tanya pak Burhan.

"hehhee iya pak, kerja sambilan pak. biar ngga bosan aja di rumah melulu. Tapi yang kerjanya ibu inam, soalnya ibu saya barusan selesai operasi, makanya ngga di bolehin papa kerja keras" jawab Gito yang sedikit ragu. Dan semua orang baru mengerti kalau bekal yang di kasi Gito adalah pesanan Gita dan kecurigaan mereka langsung hilang.

Gito pun langsung ke WC ia tidak tahu harus berkata dan berbuat apa lagi. karena ia sedikit malu kepada para guru. Namun ini akan bersikap cuek karena ini hanyalah soal belsl

Setelah pulang sekolah, Gito pun di tawari ibu Hila.

" pak gito, ayo bareng saya aja. soalnya saya juga ingin belanja di dekat rumah pak Gito. " ujar ibu Hila

"ngga usah Bu, saya naik angkot aja. terimakasih lho Bu tawarannya" jawab Gito yang menolak secara halus.

"iya pak" ibu Hila sangat kecewa dengan Gito lalu meninggalkan Gito. Pak Yudi yang melihat dari kejauhan merasa senang karena pak Gito tidak masuk ke mobil ibu Hila

Saat Gito berada di gerbang sekolah, Gito masih melihat 2 orang tersebut berada di sebrang jalan. Gito pun langsung mencari Gita, dan benar saja Gita masih menunggu di dalam sekolah karena takut kejadian tersebut terulang lagi.

Gito pun langsung menghampiri Gita,

"Saya pulang bareng kamu aja" ucap Gito

Gita pun kaget mendengarnya.

"bapak kan ada motor. pakai motor aja, malas Gita ngantar bapak" jawab Gita

"siapa bilang kamu yang ngantar saya. nanti pulangnya ke arah rumah kamu, motor saya kan masih ada di rumah kamu" ucap Gito sebagai alasan. padahal ia tahu jika motornya sudah di antar siang ini.

"ya udah. tunggu sebentar kalau gitu, pak Seno bentar lagi datang" jawab Gita yang sedikit kesal.

"kenapa sih papa ngga suruh orang ngantar motornya. Lagian sih kenapa harus pakai motor pula, padahal bisa suruh supirnya jemput dia" benak Gita.

"jangan mikir aneh-aneh, saya ngga culik kamu pun. Saya ngga suka orang berpikiran aneh-aneh tentang saya" ucap Gito seakan tahu jika Gita mencaci makinya saat ini.

"iiiidihhh siapa pula yang mikir aneh-aneh. mungkin bapak aja yang berpikiran mesum pula" balas Gita.

"eh, saya tidak pernah berpikiran seperti itu ya" jawab Gito.

"siapa tau kan. Maklumlah jaman sekarang kna kayak gitu" balas Gita.

"udah ah. itu pak Seno, yok berangkat" ujar Gito yang melihat pak Seno keluar mobil di depan gerbang sekolah.

Tanpa mereka berdua sadari ternyata Yudi melihat mereka. Dan hal itu semakin membuat Yudi penasaran jika mereka berdua bukan hanya sekedar murid dan guru.

"pasti ada sesuatu dengan mereka berdua" benak Yudi yang masih penasaran.

Didalam mobil pak Seno pun bertanya,

" mas Gito mau di antar pulang atau masih singgah di rumah Pak Yuda?" tanya Pak Seno karena ia bingung.

"iya pak, ke rumah om Yuda aja" jawab Gito.

1
Ria Astrid Hardiana
lanjut thor
Ria Astrid Hardiana
lanjut athor . lama bnerr
kelanjutan nya..
Ria Astrid Hardiana
sangat menarik
Ria Astrid Hardiana
lanjut thor kisah nya
Qaisaa Nazarudin
Iya iyalah udah dibohongin juga mau jelasin apa lagi??mau menyangkal kejadian yg di depan mata…hadeehh..
Qaisaa Nazarudin
Aaeellaahh modus banget loe buk, Tau aja mau mepet yg tajir,,,heeiuhh..
Qaisaa Nazarudin
Mampir thor..semoga ceritanya seru ya,,,
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
kalimat nya agak berantakan Thor, ada yg terskip kayaknya
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
bapaknya Gito ...itu Guno Thor 🤪🤭
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
eciiieeee.... Gito jln² ke Megamall 🤪🤭
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
ngeselin banget si Niken niy
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
mampir thoor...
Reniajh
kapan lanjutan nya...,mudah2an cepat y
Nur Aysah
kpn up nya
Noer Anisa Noerma
menyimak dulu
erni aurelia
jadi bikin yg baca bosen
erni aurelia
terlalu lurus
Milah Sod
aku tunggu kelanjutannya
Adila Nisa Ardani
ini sperinya akal"dari Aulia sama ibu tirinya padahal bukan anaknya gito
Adila Nisa Ardani
dasar manusia ularrrrt kpan ketahunnya kalau ibu tirinya sgt jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!