Dilarang Spam promo!!!
Promo boleh tapi jangan spam...
Diasingkan dan dikurung di bulan oleh Ayah yang dia kira Ayah kandungnya sendiri hanya karena difitnah oleh adik angkatnya membuat hati kecilnya tersakiti.
sampai suatu hari sang Ayah palsu membunuh seorang gadis hanya karena tidak sengaja menggores lengan putri kesayangannya Fedora dengan anak panah, sang kakek dari gadis tersebut mengutuk ayahnya.
Dan dia harus menunggu malam di mana bulan merah di kelilingi tujuh bintang barulah dia bisa keluar dari bulan.
"Aku kembali hanya untuk membuat kalian menderita seperti yang pernah kalian perbuat kepada... Bunda"
-Chiarina Ayla Aezar-
Namun siapa yang tahu perubahan saat di akhir. Yang dia kira adalah kebahagiaan nyatanya hanya kepedihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cute summer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan Pertunangan
Sejak saat itu Ayla memanggil Kaisar Zay dengan sebutan Ayah yang membuat hati Kaisar Zay berbunga-bunga.
hari ini Kekaisaran Arzikeil mengadakan acara pertunangan Putra mahkota Affrenda dengan nona muda Xianya Bert, anak perempuan Marquess Bert dari Kekaisaran Redlight.Sedangkan pangeran Kenzie bertunangan dengan Putri Claritia Chareeza Alexander anak Kaisar Henry yang masih berusia tiga tahun.
untuk putri Chasa dia tidak bertunangan karena masih menjalani hukuman,dia harus menunggu sampai lima tahun kemudian barulah dia bisa ditunangkan.
Rombongan dari Kekaisaran Redlight sudah sampai tiga hari yang lalu,dan hari ini rombongan Kekaisaran Dragonice dan Kekaisaran Luczuro baru saja tiba.
khusus untuk acara ini Kaisar Zay datang secara langsung tidak seperti biasanya yang datang hanyalah pangeran Marcel Van Aezar sang adik,hal ini membuat sebagian besar orang kegirangan pasalnya Kaisar Zay membawa putra satu-satunya.para bangsawan menyuruh putrinya untuk menarik perhatian pangeran Zevan agar statusnya menjadi lebih tinggi.
"Salam sejahtera untuk penguasa benua."
"salam sejahtera untuk pangeran Zevan."
semua yang berpapasan dengan Kereta milik rombongan Kekaisaran Luczuro memberi penghormatan disepanjang jalan menuju istana Kekaisaran Arzikeil.
***
Disebuah ruangan terdapat seorang pria paruh baya yang sedang berbicara dengan putrinya.
"nak sebisa mungkin kamu harus bersikap baik agar dia bisa menikahimu."ucap pria paruh baya itu.
"tenang saja ayah,wajahku sangatlah cantik mana mungkin dia bisa menolakku."jawab sang wanita dengan percaya diri.
"tapi ingatlah jangan sampai kamu menjadi selir, karena posisi Permaisuri masihlah kosong jika kamu bisa mendudukinya maka kita akan dihormati dan anakmu kelak akan menjadi Kaisar penguasa benua."ucap sang Ayah.
"ckk...Ayah aku tidak akan mau menjadi seorang selir, posisi itu terlalu rendah untukku yang sangat luar biasa ini."ucap sang wanita dengan sinis.
"baiklah jika bisa bunuh pangeran kecil itu,anak seorang selir tidak boleh menjadi Kaisar."ucap sang Ayah dengan seringai licik.
"itu mudah."jawab sang wanita sama sama menyeringai.
Kereta milik Kekaisaran Luczuro sudah memasuki gerbang istana Kekaisaran Arzikeil,Kaisar Abercio secara pribadi menyambut kedatangan sang penguasa.
"Salam Kaisar Zay lama tidak berjumpa."
ucap Kaisar Abercio dengan datar.
"Cih...sok kenal dan sok akrab."batin Kaisar Zay menatap tajam kearah Kaisar Abercio.
"hem lama tidak berjumpa juga Kaisar Abercio yang terhormat."jawab Kaisar Zay
sinis.
"kenapa?apa ada masalah yang membuatnya sinis kepadaku."batin Kaisar Abercio merasa aneh dengan sikap Kaisar Zay kepadanya.
"Salam Kaisar Abercio."ucap pangeran Zevan,khas suara anak kecil.
"oh pangeran Zevan,salam juga."
mereka semua berjalan menuju kediaman yang sudah disiapkan untuk beristirahat.
sepanjang perjalanan pangeran Zevan terus saja mengoceh tentang pendapatnya mengenai Kekaisaran Arzikeil.
"emasnya tidak semurni istana kita ternyata,dan bunga apa itu kenapa warnanya buruk sekali,dan para pelayan itu pakaian mereka sangatlah kumuh mereka lebih cocok disebut pengemis." ucapnya berkomentar tentang apapun yang dilihat nya.
"ck...bahkan banyak sekali debu disini."
"pangeran, Kekaisaran yang anda tinggali berada diatas langit karena itulah debunya tidak ada, sedangkan Kekaisaran kami terletak di atas tanah hiks."batin orang yang mendengarkan keluhan pangeran Zevan.
...Kediaman Duke Stefanus...
"ayo cepatlah bersiap Grace,ayahmu membutuhkanmu diistana Kekaisaran." ucap Duchess Xenia.
"ibu untuk apa aku dibutuhkan aku ini hanyalah anak kecil yang manis."jawab Grace menarik selimut.
"haduhh nak hari ini adalah acara pertunangan putra Kaisar Abercio,dan kamu harus menyambut para putrinya."
ucap Duchess Xenia menarik selimut Grace.
"huh baiklah baiklah aku akan bersiap." gumam Grace pasrah.
"dan Rhea kamu juga harus bersiap berangkatlah bersama Grace nanti."ucap Duchess Xenia setengah berteriak.
***
"mereka sibuk sekali."gumam Ayla sambil mengelus bulu halus Rabsy.
"tentu saja mereka itu bangsawan."gumam Rabsy menjawab.
"huh aku bahkan belum memiliki
pasangan."
"kau ini!!! jangan berkata seperti orang dewasa kau kan masih kecil dasar bocah."
ucap Rabsy memukul tangan Ayla dengan kaki kecilnya.
Ayla terus memperhatikan kegiatan orang orang mulai dari mendekor,memasak,dan tidak terlewatkan pula gosipnya,para pelayan terus bergosip mengenai wajah tampan Putra mahkota Davide Brivio Charleston yang baru menginjak usia 17 tahun yang artinya dua tahun lagi adalah pengangkatan nya menjadi Kaisar baru di Kekaisaran Dragonice.
untuk pengangkatan seorang putra mahkota menjadi Kaisar syaratnya adalah berusia 19 tahun karena dianggap sudah dewasa, tetapi berbeda jika Kaisar yang sedang berkuasa tiada,maka Putra mahkota otomatis akan menjadi Kaisar tidak peduli berapapun usianya.
seperti Kaisar Avram Giandra Charleston dia sudah menduduki tahta Kaisar sejak usianya 12 tahun karena saat itu Ayahnya meninggal karena penyakit jantung.
miris bukan?dia kehilangan masa remajanya karena itu,padahal saat itu pangeran yang merupakan adik ayahnya masih hidup dan sangatlah hebat tapi kenapa dia yang menjadi Kaisar bukannya sang paman.
yah karena sang paman tidak mau,dia sudah menjadi seorang Jenderal besar,menjadi seorang Jenderal saja sudah membuat hidupnya rumit apalagi menjadi Kaisar.
bukankah jika Kaisar meningggal Permaisurinya yang akan menggantikannya?
ayolah tidak semua Permaisuri itu pintar dan sehat,Permaisuri atau ibu Kaisar Avram saat itu dikabarkan gila karena tidak terima jika suamianya meninggal,memangnya ada yang mau dipimpin oleh orang gila?.
Ya tidak...