NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 Ruang Kubus

"Masuk," ujar Fela.

Rico mendorong pintu ruang kubus berkaca setengah buram itu.

"Nih."

Pria berusia 27 tahun itu meletakkan sebuah cup kopi premium di atas meja Fela sambil tersenyum hangat.

"Kamu kelihatan pucat, Fel. Banyak pikiran karena proyek baru?" tanya Rico, suaranya terdengar lembut, teredam aman oleh sekat ruangan.

Fela memaksakan senyum, buru-buru menegakkan tubuhnya agar terlihat profesional. "Ah, enggak kok. Cuma kurang tidur aja karena draf kemarin."

Dari luar, Kenzo yang baru berumur 18 tahun memperhatikan interaksi itu melalui bagian atas kaca yang transparan. Di matanya, Rico terlihat seperti tipikal pria dewasa mapan yang membosankan dengan kemeja flanel rapi dan jam tangan formal.

Kenzo bersedekap, mengetukkan jemarinya di atas meja Bimo dengan ritme yang tidak sabar.

"Ngapain kamu?" tanya Bimo yang melihat bocah ini tidak segera mengerjakan tugas yang diberikan Fela.

Kenzo langsung menggeser bola matanya ke arah tumpukan map itu. "Persiapan."

"Cepat kerjakan. Dia akan marah kalau kamu tidak selesai pada waktunya." Bimo mengingatkan.

Kenzo melirik "Oh, iya Bang. Aku akan garap secepatnya."

"Teman dekat, ya?" gumam Kenzo lirih. Rahangnya sedikit mengeras. Egonya sebagai remaja mendadak terusik.

Fela adalah "mainan baru"-nya yang seru, satu-satunya orang dewasa yang memohon-mohon padanya agar rahasia mereka tetap aman. Melihat Fela bisa tersenyum begitu ramah pada pria lain membuat Kenzo merasa wilayah kekuasaannya sedang diganggu.

Kenzo berdiri.

"Mau kemana?" tanya Bimo.

Bocah ini mengambil selembar kertas kosong dari printer terdekat. "Sebentar." lalu melangkah mantap menuju kubikel Fela.

Tok! Tok!

Kenzo mengetuk pintu kaca buram itu dengan tampang tanpa dosa. Begitu pintu terbuka sedikit, wajah polos buatannya langsung menyapa dua orang di dalam.

Fela terkejut. Rico ikut menoleh ke arah pintu.

"Siapa?" tanya Rico.

"Anak magang," sahut Fela singkat. "Masuk." Dia mempersilakan Kenzo masuk.

Kenzo melangkah masuk, memegang selembar kertas kosong dengan kedua tangannya dengan sikap yang dibuat-buat sesopan mungkin.

Rico menggeser tubuhnya karena kemungkinan anak magang ini ingin bicara ke Fela.

"Ada apa?" tanya Fela dengan wajah seriusnya.

"Permisi, Senior Fela," ujar Kenzo. "Saya mau minta tanda tangan untuk lembar perintah tugas analisis yang Senior berikan tadi."

Fela menatap lembaran kosong di tangan Kenzo, lalu beralih menatap wajah lempeng bocah itu.

Alibi macam apa ini?

Fela tahu betul tugas merangkum tidak butuh lembar perintah.

Rico yang duduk di kursi hadap menaikkan alisnya, merasa lucu. "Tugas pertama ya?" sapa Rico ramah.

"Iya Mas," jawab Kenzo sopan.

Dia melempar senyum tipis yang tampak begitu patuh di mata orang awam, namun terlihat sangat menyebalkan di mata Fela.

​Rico manggut-manggut, lalu menoleh ke arah Fela. "Rajin banget anak magangmu, Fel."

Fela mendengus samar. Lalu beralih ke Kenzo lagi. "Enggak perlu lembar seperti itu. Kerjakan saja langsung tugas yang aku berikan. Tugas itu biarpun terlihat sederhana, tidak bisa kamu sepelekan." Fela bicara dengan tegas.

"Tugas yang diberikan Senior Fela, apa?" tanya Rico bukan bermaksud ikut campur. Hanya ingin tahu.

"Merangkum riwayat kerja sama. Apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh klien," jawab Kenzo yang terlihat sangat mengerti apa yang akan dikerjakannya. Sedikit berbeda ketika berbicara pada Fela.

"Ow, itu bagus. Kamu akan tahu cara menangani klien nanti." Rico menanggapi dengan profesional.

Kenzo mengangguk. "Saya butuh sedikit bimbingan dari senior Fela."

Fela menatap tajam Kenzo.

"Begitu ya. Baiklah. Silakan kalian belajar bersama. Aku pergi dulu," ujar Rico pamit.

"Oh, ya." Fela mempersilakan Rico undur diri.

"Belajar yang rajin. Nanti kamu bakal jadi AE yang hebat seperti dia," ujar Rico sambil menepuk pundak Kenzo yang tingginya mirip dengannya.

"Terima kasih Senior ..." Kenzo tidak meneruskan kata-katanya. Dia pura-pura tidak tahu nama pria ini.

"Rico. Salam kenal."

"Iya, senior Rico. Aku Kenzo. Salam kenal juga."

"Aku pergi Fel."

"Ya. Terima kasih kopinya, Rico."

Rico mengangkat tangannya dan keluar.

Setelah melihat punggung Rico lenyap dari pandangan, Fela menatap Kenzo.

"Apa yang kamu mau?" tanya Fela dengan mata tajam.

"Ingin dibimbing sama Senior Fela," sahut Kenzo tenang. Sebelum dia masuk ke ruang kubus ini dia paham akan membuat Fela menggeram atau apapun itu.

"Merangkum riwayat kerja sama itu tidak butuh bimbingan. Kamu anak SMA pasti tahu apa itu merangkum." Fela menjeda kalimatnya. Kesal. "Kecuali kamu tidak pernah benar-benar belajar disekolah." Fela dalam mode menyerang. Padahal ia enggan menyerang. Namun dia kesal sekali dengan bocah ini.

Kenzo tersenyum tipis. "Bisa dibilang begitu, Senior. Aku sering bolos soalnya." Tanpa peduli imejnya, Kenzo malah mengaku.

Fela melebarkan mata. Ia pikir bocah ini akan kesentil egonya, tapi ternyata justru mengiyakan olokannya.

"Meskipun bolos kamu pasti tahu apa itu merangkum, Kenzo." Fela menggeram.

Entah kenapa Kenzo suka sekali saat namanya disebut dengan tekanan khas Fela. Itu seperti zat adiktif untuknya. Karena wanita di depannya ini seakan mengakui dengan tegas keberadaan dirinya.

Bagi Kenzo, ekspresi kesal Fela jauh lebih menarik ketimbang penjelasan panjang lebar dari guru-gurunya di kelas. Ada kepuasan tersendiri saat ia berhasil memancing emosi wanita yang usianya terpaut tujuh tahun di atasnya ini.

Di dalam ruang kubus berkaca setengah buram ini, Kenzo merasa memegang kendali penuh atas dinamika mereka. Dia sengaja mengikis jarak, menatap manik mata Fela yang berkilat marah dengan sorot mata menantang yang super tenang.

"Entahlah." Jawaban santai yang menyebalkan.

Fela menggeram. Ia kesal. "Bawa kesini salah satu map. Aku akan mengajarimu." Akhirnya Fela mengalah.

"Oke." Kenzo semangat. Ia bergegas keluar ruang kubus ini.

Melihat Kenzo muncul, Bimo menoleh. Memperhatikan anak ini memilah map dan tampak senang ketika map itu ada ditangannya.

"Mau diapain?" tanya Bimo heran. Dia akan paham kalau seandainya anak ini duduk dan mulai membaca. Karena itu artinya dia akan mulai mengerjakan tugas yang diberikan Fela. Namun ini, Kenzo justru hendak kembali ke dalam ruang kubus Fela.

"Mau belajar, Bang," katanya ringan.

"Belajar?"

"Senior Fela mau mengajariku."

"Oh dia? Memang mau? Bukannya kamu suruh mengerjakan ini semua di meja sini?" Bimo wanti-wanti karena takut dimarahi Fela.

"Iya, tapi aku mau tanya-tanya dulu. Dia kan mentorku. Biar Bang Bimo enggak capek ngajari aku." Kenzo menggunakan kata-katanya dengan tepat.

"Iya, sih." Bimo setuju.

"Sudah Bang. Aku ke ruangan senior Fela dulu." Kenzo pamit dengan suara ceria. Bimo manggut-manggut saja.

"Biarlah terserah dia, pokoknya aku sudah nasehati dia." Bimo memilih membiarkan bocah itu berjalan menuju ke ruang kubus.

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!