NovelToon NovelToon
Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan
Popularitas:620.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: tanuwawa

Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Time Zone

Alia membuka pintu, melihat seorang pria berbadan tinggi terhalang kepala Amira yang sedang memegang rambutnya.

" Maaf Menunggu Lama "ucap Alia dengan setelan gabungan kemeja asimetris & simple palazzo pants putih dengan sepatu kets dan tas selempang mini. Sederhana nan menawan dilihat .

Rendi langsung memeluk Amira agar bisa melihat Alia Deg .... Jantung Rendi mulai tidak karuan lagi melihat Alia yang tersenyum kepadanya.

" Tidak masalah, maaf mengganggumu dihari libur seperti ini. Amira ingin pergi bersama kita, maksud ku aku dan kau" Ucap Rendi terlihat gugup tapi dengan muka datar menahan jantung nya yang berdetak tak karuan.

Alia hanya tersenyum melihat Amira yang digendong Rendi, Omnya seperti sudah biasa mengasuh Amira.

" Tidak masalah saya sedang libur kerja hari ini, saya bisa menemani kalian untuk bermain, " Ucap Alia dan melihat Amira meminta digendong, Rendi memberikan Amira pada Alia dan tidak sengaja tangan mereka bersentuhan ada yang aneh di hati mereka berdua saat tangan saling bersentuhan seperti tersengat listrik.

Rendi buru buru menarik tangannya, " Kenapa rasanya seperti tersengat listrik ? tanya pada dirinya dalam hati"

Alia hanya tersenyum dan mengatakan hal yang sama didalam hatinya.

" Oh ya kita belum berkenalan Nama ku Rendi Wijaya Utama". ucap Rendi memperkenalkan diri, padahal Rendi sudah tahu, tapi Rendi bertanya lagi karena Alia mungkin belum tahu kalau Rendi ini adalah polisi yang kemarin.

" Alia Az-Zahra, hm Tunggu sebentar saya akan pamit dulu pada adik saya Omnya Amira tunggu saja disini ! Sambil membawa Amira, Alia membawa masuk Amira ke dalam.

Rendi heran kenapa Alia memanggil nya omnya Amira, padahal tadi sudah berkenalan. Mungkin tidak tahu harus panggil apa.

Rendi menerima telepon, lalu pergi kearah mobilnya.

" Rita mbak pergi dulu ya bersama Amira dan omnya, nanti pulangnya mbak bawa pesenan mu, ucap Alia yang masuk kedalam kamar Rita yang sedang memainkan Hp.

" Oke Mbak jangan lupa ya mbak, bawa pesanannya " Rita mencium pipi Amira lalu meminta Amira untuk Salim setelah Amira Salim , berganti Rita yang Salim ke Alia.

" Baiklah kita pergi ! ayo kita pergi Amira ? Alia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

" Daaah mbak dah Amira selamat bersenang-senang. " Ucap Rita sambil melanjutkan bermain game lagi.

" Dah aunty Rita " Ucap Amira yang digendong Alia tapi Amira berbalik memeluk Alia.

Dihatnya Rendi sedang menelepon, setelah melihat Rendi selesai Alia menghampirinya

"Ayo Kita bisa pergi sekarang " kata Alia mengajak Rendi.

Rendi mengangguk saat akan membuka pintu Rendi lebih dulu membukakannya dan mengambil Amira,lalu menyuruh Alia masuk saat akan masuk Rendi menghalangi kepala Alia agar tak terbentur atas mobil dengan tangannya. Lalu memberikan Amira di pangkuan Alia, Alia hanya tersenyum.

" Bismillahirrahmanirrahim, ayo kita berangkat," Ucap Rendi saat akan melajukan mobilnya.

Yahh Amira dengan senang begitu bersemangat diperjalanan bahkan dia banyak bertanya dan saat di lampu merah, ada anak anak yang meminta dan juga ada yang berjualan bunga. Rendi dan Alia sama sama membuka kaca mobil Rendi membuka kaca mobil nya lalu membeli bunga sedangkan Alia memberikan uang pada seorang anak kecil dengan tangan mungil Amira memberikan tidak lupa ucapan terima kasih diberikan mereka pada Alia dan Amira

Alia dan Rendi saling memandang setelah selesai dengan memberikan uang pada kedua anak yang menghampiri mobil mereka.

" Ini untukmu dan Amira, Kasihan tadi anak itu kepanasan jadi aku membelinya " Rendi memberikan seikat bunga mawar merah dan putih untuk Alia dan Amira.

" Terimakasih, ucap Alia sambil tersenyum, bilang apa Amira sama omnya ? ucap Alia

" Terimakasih om, bunganya bagus" ucap Amira

" Sama-sama sayang, kau menyukainya ? tanya Rendi pada Amira sambil melajukan mobilnya karena lampu sudah hijau.

" Iya, aku suka bunganya ! aunty juga suka kan bunganya ? tanya Amira pada Alia.

" Oh, ya aunty suka, ucap Alia sedikit gugup.

" Bunga ini ada apa saja aunty walnanya?, kan ini ada walna putih dan melah ada lagi nggak walna nya ? tanya Amira

" Bunga mawar ? hm … banyak ada berbagai warna ada warna oranye, kuning, hijau, biru,ungu, pink dan ada yang ada dua macam warnanya. Amira lebih suka warna putih atau merah bunganya ? " tanya Alia pada Amira yang dari tadi manggut-manggut mencoba mengingat warna yang disebutkan Alia.

" Hm .. hm … hm …" (pipi chubby nya mengembung membuat Alia tersenyum lebar dan Rendi melirik interaksi mereka berdua sesekali fokus mengemudi).

"Kenapa begitu susah sayang, aunty hanya bertanya kau menyukai bunga berwarna yang mana di antara yang ini ?" tanya Alia sambil menunjukan bunga yang dipegangnya dan diberikan pada Amira di kiri putih dan di kanan merah.

" Hm aunty, kalau aunty dan om lendi suka walna apa ?" tanya Amira pada mereka berdua.

Keduanya saling melihat tapi Alia tidak pernah melihat mata Rendi. Alia dan Rendi sama sama memegang warna mawar putih yang dipegang oleh Amira.

" Oh maaf " ucap Alia menarik tangannya dari tangan Rendi. Alia merasa canggung karena memegang tangan Rendi.

" Tidak masalah ", ucap Rendi dengan muka datarnya.

" Oh aunty dan om suka walna putih ? jadi amila pun akan suka walna yang ini. sambil mengambil dari tangan Rendi. ucap Amira

" Tapi bunga yang ini juga bangus sayang Mawar merah melambangkan Cinta dan kekaguman " ucap Alia

" Kalau yang putih melambangkan apa ? " Tanya Rendi agar mereka tidak terasa canggung nanti.

" Hm … mawar putih sebagai simbol cinta sejati yang turunan maknanya antara lain kesetiaan, ketulusan dan penyatuan, itu yang saya tahu.

" Hm, kau tahu banyak tentang bunga mawar ? tanya Rendi karena Alia begitu tahu tentang bunga mawar.

" Tidak, hanya membaca dari buku " ucap Alia, Alia memang tidak terlalu tahu tentang bunga. Alia hanya membaca berbagai buku untuk menambah pengetahuan nya karena Alia tidak kuliah, Alia suka meminjam buku pada Dina atau Rita.

Sampailah mereka di Time Zone, Rendi memarkirkan mobilnya terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Alia dan Amira.

" Ayo kita bermain, Amira mau langsung main saja atau mau makan dulu ?" Tanya Rendi

" Tidak aku mau main saja dulu om" jawab Amira yang tidak sabar untuk main bola.

Langsung saja Amira dan Alia menghambur ketempat bermain mandi bola Rendi dan Alia menjaga Amira sambil tertawa bersama walau tadi terlihat canggung kini suasana seperti sebuah keluarga kecil. Amira yang jatuh membuat Alia dan Rendi sama sama menangkapnya tapi lebih dulu Alia yang menangkap karena jaraknya dekat dan Rendi malah terjatuh tersangkut dengan kakinya sendiri. Membuat Amira dan Alia tertawa Rendi yang melihatnya pun sangat senang melihat mereka.

" Astaga kau baik- baik saja? " tanya Alia sambil menghentikan tawanya.

" Kau bertanya bukannya kau mentertawakan ku tadi ? tanya Rendi dengan muka pura-pura sebal.

" Maaf, bukan kah itu lucu Amira ? Om mu mau menolong malah jatuh ? tanya Alia melihat muka sebal Rendi yang terlihat dingin.

" Iya aunty om tidak sakit bukan ? tanya Amira

" Iya ini sakit " tunjuknya pada kaki yang tadi tersangkut.

" Mana ? sini biar amila tiup,Amira mendekati Rendi dan meniup kaki Rendi. Aunty tolong bantu amila kaki om sangat besar" ucap Amira sambil mencium kaki Rendi terus. Rendi tersenyum kepada Amira. Alia menjadi cemas mungkin benar Rendi kakinya sakit, saat Alia mendekat Rendi merubah senyumannya menjadi muka datar.

" Apa sakit ? Kau keseleo ? biar ku periksa sebentar akan aku panggilkan karyawan pria ucap Alia sambil berdiri.

" Tidak, aku hanya bercanda tidak usah memanggil karyawan nya, jawab Rendi jutek plus muka dingin.

" Baiklah" ucap Alia

Sarapan Yang Tertunda

Ayo Amira udah dulu yah, Amira lapar kan ? tanya Alia dibalas anggukan Amira.

Buru buru Alia membawa Amira keluar Rendi lebih dulu keluar katanya mau ambil bekal makanan dari bunda .

" Disini ! "Rendi melambaikan tangannya Alia buru-buru menghampiri Rendi

" Ayo duduk, ini makan dulu kamu dan Amira pasti sudah lapar. Rendi sudah memesan makanan lebih dulu ternyata.

Alia melihat soto kesukaannya

" Ini soto untuk mu, Amira nya sini, biar saya saja yang suapin makannya, ucap Rendi tapi membuat Alia tersenyum karena soto kesukaannya.

" Nggak usah sama saya saja, omnya Amira makan saja duluan, ucap Alia. Alia tidak tahu harus panggil apa dari tadi mereka bersama tapi tidak tahu harus panggil apa ? Abang atau kakak

"Ya sudah barengan deh, nanti giliran suapin Amira nya " ucap Rendi sambil membuka dan memakan bekal yang dibawanya sambil melihat Alia yang sedang menyuapi Amira dengan telaten setelah setengah makanan Rendi habis. Dia mengambil alih menyuapi Amira, menyuruh Alia makan dulu agar sotonya nggak dingin

" Makan dulu saja, saya setengah lagi kok, nanti giliran. tidak mau di bantah lagi oleh. Alia pun mengerti dan memakan soto yang Rendi pesan untuk nya.

"Bapak mau sotonya ? Ini terlalu banyak tanya Alia karena Rendi memakan makanan sarapan tadi pagi, mungkin belum dimakan apalagi bunda pernah bilang anaknya jika makan harus ada yang berkuah.

" Iya sedikit saja sisahkan untuk saya, mubazir jika pesan lagi tidak akan habis. ucap Rendi sambil menyuapi Amira .

" Baiklah " Alia memisahkan sotonya ke mangkuk yang Alia minta tadi pada pelayan untuk Rendi.

" Selesai makan, Rendi mengajak keduanya untuk pulang.

"Saya mau ke toko itu dulu, toko bakery Tunggu disini dulu yah". ucap Alia pada Rendi

Rendi malah ngikutin Alia yang menggendong Amira

" Loh, Mau beli juga ?" tanya Alia heran karena Rendi mengikuti nya

" Iya, mau beli juga buat di rumah. Ucap Rendi sambil berlalu

" Ya sudah, Alia pun membeli pesanan Rita dan membayar nya Rendi belum juga kembali

"Ayo sudah, kita pulang sekarang kata Rendi mengajak mereka pulang.

Mobil

Karena kelelahan Amira tidur dipangkuan Alia. Dari tadi tidak suasana terlihat hening jadi Rendi memecahkan suasana canggung mereka.

Hm, Rendi berdehem kecil sambil melirik Alia disebelahnya.

" Kau bekerja ? tanya Rendi

" Iya aku bekerja di kantor ********,jawab Alia

" kapan kau mengenal Amira ? tanya Rendi

" Waktu saya melihat anak kecil yang mengejar kucing, lalu tidak sengaja bertemu lagi karena rumah kosan saya dekat dari sini saya dan sahabat saya sering main ke sini " Ucap Alia berhenti karena sudah sampai rumah.

" Sudah sampai " Rendi sebenarnya masih penasaran tapi karena sudah sampai rumah nanti saja masih banyak waktu pikir Rendi.

Sampai lah di rumah (kosan) Alia,Rendi lalu membuka pintu mobil membawa Amira dari pangkuan Alia memindahkan nya ke kursi belakang di car seat. Alia langsung keluar merenggangkan kakinya,Rendi menutup pintu. lalu membuka bagasi menyerahkan donat yang Alia beli dan memberi 1 kantong lagi.

" Punya saya cuman satu kok, Ini nih bukan punya saya, Alia menyerah kan bungkusan nya kepada Rendi

" Nggak ambil saja itu untuk orang rumahmu, dan ini bunga mawar nya," Rendi memberikan bunga mawar yang tadi.

" Baiklah terimakasih, saya masuk dulu tak ada alasan menolak nanti jika ditolak akan panjang ceritanya.

" Tunggu ! Ucap Rendi menghentikan langkah Alia, lalu Alia berbalik lagi.

" Ada lagi ? tanya Alia

" Panggil saja Saya bang Rendi , jangan panggil omnya Amira, Ucap Rendi dengan muka yang sama, datar.

Alia hanya tersenyum , dan mengangguk

" Baiklah Bang Rendi, saya masuk dulu.

Untuk pertama kalinya Alia memanggil namanya (Rendi) walau memakai awalan bang tetapi senyuman penuh mengembang dari sudut bibir Rendi Wijaya Utama.

" Sampai ketemu besok" Rendi mengucapkan dengan yakin, Tapi sedikit pelan.

Alia mendengar suara Rendi walaupun pelan.

Tapi tetap saja Alia melangkahkan kakinya masuk menuju rumahnya.

Dalam hati Alia " Bagaimana mungkin bertemu lagi, besok saja aku akan bekerja dan akan lembur untuk mengganti hari cutinya 2 hari yang lalu, tak Mungin bertemu besok.

Setelah menunggu Alia masuk Rendi berbicara pada dirinya sendiri.

"Baiklah sampai jumpa besok ", Rendi pun masuk lalu melihat Amira yang begitu lucu saat tidur lalu melajukan mobilnya.

Kita akan bertemu besok , itu Pasti. dengan senyuman yang mengembang

*

*

*

*

*

*

~Seutas Harapan Yang Ku minta~

1
Aris Hartutik
semangat Thor nulisnya ..... ditunggu up nya
Yus Ys
asik...suka dng tokoh alia, tapi kenapa tdk sampai selesai ceritanya, biar bacanya semakin asik....semangat kk👍👍👍🥰🥰🥰🤩🤩🤩
Lia Rompas
lanjut dong thorrrr
Lia Rompas
lanjut
Athy Chayank
Lanjut thor...
Jumadin Adin
amira itu anak siapa ya
Kanza Nia
lanjut
Suriza Za
cepat update ,tak sabar nk tahu seterusnya........
Lisahin Karlina
lanjuy
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
lanjoott thorr
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
cocuit sekali.... mau Alia... jgn tolak lamaran babang Rendi
Siti Kholisoh
lanjut
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Tini Agustini
kapan lanjutnya thor udah lama nich pengen baca klanjutan kisah nya yg bikin seru.
cepet ya lanjutnya
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Sri Astuti Caem
lanjutt thooor...
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Nenni Yanti
msns lanjutan ceritany
Nenni Yanti
next thor
Mdy
ayo, dilanjut dong thor
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Elizabeth Zulfa
sbnrnya lmyan bgus critanya tp bingung bacanya...la tanda baca untuk mngawali & mngakhiri percakapan g sesuai/ kadang nyampur sama kata narasi.. jdi pmbacanya msti pinter mngira2 ini msih ikut dlm klimat prckapan/ dah g msuk..

🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..
Sri Hartaty
lanjut
Nartyana Gunawan
ceritanya panjang dan bertele tele
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!