Kdrt? Dibenci keluarga? Hidup tersiksa? Itu semua telah aku rasakan, sakitnya hidup di bawah tekanan rumah tangga, disiksa, dan di permainkan, aku telah mengalami itu semua.
Bagiku, pernikahan pertamaku hanyalah status belaka, nyatanya, pernikahan itu adalah neraka bagiku.
Aku mencoba untuk bertahan saat itu, tapi apalah dayaku. Takdir memang tidak mengijinkan ku untuk hidup bersama dengan pria itu.
Tragedi kecelakaan yang menewaskan David-suami pertamaku, membuat aku harus benar benar merasakan kerasnya dunia. Aku harus berjuang seorang diri, mencari nafkah untuk anakku, dan juga diriku.
Hingga akhirnya, aku kembali menemukan sosok pria yang telah mengisi hari hariku, yang menemaniku, dan tanpa aku sadari telah menyelinap masuk kedalam hatiku.
Pria itu tanpa aku sadari, sedikit demi sedikit telah mengobati rasa sakit dan luka ku.
Dan dari sinilah kisah ku dimulai, kisah dimana aku harus berusaha mengobati luka di hatiku. Aku akan kembali bangkit dan menata kehidupanku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niluh Deviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan Damian
"Apa kau tengah menggodaku dengan piyama ini hm?"
"David apa yang kau lakukan?" Naluri prianya bangkit ketika nafas Joana menerpa wajahnya. Entah kenapa malam ini ia sangat menginginkannya mungkin itu efek karena beberapa hari David belum tidur dengan wanita malamnya atau bersama kekasihnya Lily.
David merasa ia membutuhkannya malam ini. David melempar tubuh Joana keatas ranjang dengan kasar. Joana menjerit dan berusaha bangun. Tapi terlambat David sudah menindih nya.
"David apa yang akan kau lakukan?" Lirih Joana.
David menyeringai. Matanya di penuhi nafsu lalu berkata dengan suara serak dan berat.
"Ayo kita penuhi keinginan ibu ku"
"D.. David"
Semalaman penuh David mengendalikan Joana di bawah tubuhnya. Dan semalaman penuh juga Joana merintih kesakitan karena perlakuan David yang sama sekali tidak manusiawi.
David melakukan semuanya dengan penuh kekasaran tidak ada kelembutan yang Joana rasakan. Berulang kali Joana memohon ampun kepada suaminya, namun nihil, semakin Joana merintih semakin David menjadi jadi.
Hingga akhirnya sang Surya hampir terbit dan mereka mengakhiri semuanya. Joana tergeletak lemas di atas ranjang dan David terlelap di samping Joana.
Di dalam hati David merasa puas. Selama beberapa kali ia meniduri wanita tidak seorang pun ia mendapatkan yang masih tersegel termasuk Lily kekasihnya.
Hingga saat itu David merasa yakin tidak ada lagi gadis perawan di muka bumi ini. Tapi keyakinan itu pudar setelah ia menggagahi tubuh Joana.
Gadis itu masih suci, dia masih perawan dan David menyukainya.
Tanpa mereka sadari mereka tidak mengunci pintu kamar mereka hingga beberapa jam kemudian.
Catrine datang membawa susu hangat kepada Joana dan David. Ia merasa kaget saat mendapati pintu kamar yang sedikit terbuka.
"Apa mereka tidak mengunci pintu" guam Catrine, tanpa berpikir panjang ia masuk kedalam kamar itu.
Alangkah terkejutnya Catrine saat melihat dua insan manusia tengah tergeletak tak berdaya di atas ranjang yang hampir tidak terbentuk itu.
Jantung Catrine berdegup kencang melihat keadaan anak dan menantunya itu. Sambil menahan senyumannya ia kembali keluar dari kamar itu.
"Catrine apa yang kau lakukan kenapa kau berlari sambil membawa susu panas?" Tanya Daniel yang terkejut melihat istrinya. Begitu pula Catrine yang terkejut mendengar Daniel yang tiba tiba menegurnya.
"Tadi aku berniat untuk membawakan mereka susu karena mereka belum sarapan pagi. Tapi, apa kau tau apa yang aku lihat tadi di sana?" Daniel menggeleng lalu membuat raut wajah yang seakan mengatakan 'Ada apa?'
"Aku melihat mereka berdua tergeletak di atas ranjang dengan keadaan yang mengenaskan" Kata Catrine sambil terkekeh kecil. Ia merasa geli melihat pemandangan itu. Ia menjadi teringat di saat saat masih menjadi pengantin baru bersama Daniel. Ia sering berakhir lemas di atas ranjang karena keperkasaan suaminya.
"Mereka pasti sangat lelah" lanjut Catrine sambil tertawa. Daniel hanya tersenyum tipis melihat istrinya.
Di lain sisi.
Seorang pria jangkung berdiri di balkon kamarnya sambil menyesap rokok lalu menghembuskan asapnya.
Ia melakukannya berulang kali hingga rokoknya habis. Wajahnya tampak begitu tenang tapi pikirannya berkecamuk dan ia sangat frustasi.
"Gloria" guam Damian menyebut nama gadis itu. "Apakah aku harus menikahi gadis itu?" Damian mengusap wajahnya dengan kasar.
Damian dan Gloria adalah teman masa kecil mereka sangat dekat hingga perpisahan mengkahiri kedekatan mereka.
Bertahun tahun berlalu kini Gloria kembali kedalam hidupnya. Gadis kecil yang dulu ia kenal sangat lucu dan menggemaskan bergigi ompong dan berkepang dua kini menjelma menjadi gadis cantik dengan tubuh indah. Giginya yang dulu ompong kini menjadi jejeran gigi yang sangat rapih. Rambutnya panjang dan berwarna pirang kulitnya yang tidak terlalu putih dan lesung pipi menambah kesan menawannya.
Tanpa di sadari Damian menarik sudut bibirnya membentuk senyuman tipis di bibirnya. "Dia sudah sangat berubah"
Damian turun dari balkonnya bersamaan dengan pintu kamarnya yang terbuka. Damian terkejut ketika gadis itu datang membawa secangkir kopi di tangannya.
Terlihat raut wajah ketakutan pada dirinya ia juga menunduk tidak berani menatap wajah Damian.
"Mo..mommy menyuruhku untuk_"
"Letakan disana" kata Damian memotong perkataan Gloria.
"Maaf telah mengganggumu" Gloria berjalan keluar dari kamar itu setelah meletakan kopinya.
"Tunggu"
Langkah Gloria terhenti.
"Ada apa? Apakah kau membutuhkan sesuatu lagi?" Damian menggeleng
"Kemarilah" tubuh Gloria gemetar ketakutan. Entah apa yang membuatnya setakut ini pada Damian. Terlebih wajah datar dan aura mengintimidasi dari Damian membuat jantung Gloria terpacu lebih cepat.
"Duduklah, jangan takut aku tidak akan membunuhmu jika kau tidak membuatku marah" kata Damian dengan suara berat khas dirinya. Gloria mengangguk patuh.
Damian tersenyum tipis memandangi Gloria. Wajahnya ketakutan membuat Damian sedikit gemas.
"Sebelumnya aku mengucapkan selamat datang kembali kekeluarga ini Gloria. Aku senang kau disini" Gloria tersenyum mendengar perkataan Damian.
Meski memiliki sifat keras kepala dan dingin seperti David. Tapi Damian juga memiliki kepribadian yang berbeda dari adiknya itu. Berbeda dengan David yang merupakan penjahat kelamin, Damian adalah pria yang tidak suka membuang waktunya untuk hal yang tidak berguna.
Damian adalah sosok pria gila kerja dan terobsesi pada kekuasaan hingga ia tidak memiliki waktu untuk semua itu.
Tapi siapa yang menyadari dibalik sikapnya yang seperti itu, sekali Damian jatuh cinta maka ia akan menjaga nya sepenuh hati. Jangankan harta ia akan merelakan jiwa dan raganya untuk wanita yang akan ia cintai itu.
Kembali kepada mereka.
"Kau sudah sangat dewasa, berapa usiamu?"
"Dua puluh enam tahun"
"Jangan sekaku itu. Bukankah kita berteman sebelumnya?"
"Da..Damian.. Apa kau tidak marah dengan keputusan orang tuamu mengenai perjodohan kita?" Damian tertawa sambil menggelengkan gelengkan kepalanya.
"Hidupku bebas tidak ada orang yang bisa menentukan kemana arahku pergi. Tentu saja aku membenci perjodohan ini" jelas Damian.
"Dan apakah kau membenciku?" Tanya Gloria dengan suara nyaris tak terdengar. Damian menaikan alisnya sebelah.
"Kenapa aku membenci mu? Aku tau perjodohan ini bukan atas keinginan darimu tapi dari orang tua kita." Damian menghela nafas panjang begitu pula Gloria. Ia merasa lega dengan jawaban Damian.
Disisi lain ia juga tidak mengerti apakah ia harus senang atau sedih karena akan dijodohkan dengan Damian. Setelah bertahun tahun berpisah tidak membuat Gloria melupakan Damian justru ia memiliki tempat khusus dihari gadis itu.
Tidak ada hari tanpa memikirkan Damian itulah yang terjadi pada Gloria. Ia selalu berpikir
'Bagaimana keadaannya sekarang'
'Seperti apa dia sekarang?'
'Apakah dia masih mengingat ku atau tidak?'
Itulah yang Gloria pikirkan. Hingga tanpa disadari hati Gloria telah memilih Damian untuk dicintai. Pria itu memiliki tempat istimewa dihidupnya.
"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang? Apa kau akan mengakhiri perjodohan ini?" Tanya Gloria. Dalam hati Gloria berdoa agar Damian tidak menghentikannya.
"Tentu saja"
Deg
Bagai tersambar petir Gloria merasa sesak didalam dadanya.
"Kenapa?"
"Bukankah aku sudah mengatakan alasannya sebelum. Ini hidupku tidak ada orang yang berhak atas kehidupanku" jawab Damian.
"Aku tau kau juga tidak mencintaiku. Bagiku kau adalah adik perempuan ku, aku menyayangimu sebagai adiku. Sampai kapanpun akan seperti itu. Kau masih sangat muda jadi pergilah dan carilah pria yang kau cintai" lanjutnya. Tubuh Gloria semakin bergetar rasa sakit didalam hatinya sangat menyiksa hingga ia kesulitan untuk bernapas.
Gloria menahan air matanya. Ia memalingkan wajahnya disaat Damian menatap nya.
"Jangan khawatir perjodohan ini tidak akan pernah terjadi" cetus David sebelum pergi meninggalkan Gloria.
"Justru itulah yang aku takutkan Damian" kata Gloria setelah kepergian Damian.
____
mari saling mendukung.
yuk mampir uga di novelku.
🙏🙏