Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
"Sistem, bagaimana cara aku mempelajari isi dari gulungan bambu kuno ini?" tanya Bara dengan penuh antusias.
"Aku sama sekali tidak bisa membaca deretan huruf kuno aneh yang tertulis di atas bilah bambu ini."
[Menjawab Tuan.]
[Tuan hanya perlu menempelkan gulungan bambu tersebut langsung ke bagian dahi.]
[Sistem akan secara otomatis mentransfer seluruh informasinya ke dalam memori otak Tuan.]
Bara menganggukkan kepalanya paham dan langsung menempelkan gulungan bambu itu tepat di tengah dahinya.
Wush!
Gulungan bambu itu tiba-tiba hancur berubah menjadi ribuan serpihan cahaya emas dan melesat masuk menembus dahi Bara.
Rasa pusing yang cukup kuat dan mendadak langsung menghantam kepala Bara selama beberapa detik.
Ribuan gambar siluet manusia yang sedang bergerak dan informasi cara mengatur pernafasan langsung membanjiri isi otaknya.
Bara memejamkan kedua matanya kuat-kuat dan mencoba mencerna semua informasi teknik pergerakan kaki tersebut dengan fokus penuh.
Teknik Langkah Bayangan ini adalah sebuah teknik khusus untuk meningkatkan kelincahan dan kecepatan berpindah tempat secara ekstrem.
Penggunanya bisa bergerak sangat cepat hingga meninggalkan bayangan ilusi yang bisa mengecoh pandangan musuh saat dalam pertarungan hidup dan mati.
Bara membuka kedua matanya yang kini memancarkan sorot ketajaman yang luar biasa mengerikan.
Dia langsung mencoba mempraktekkan teknik gerakan tersebut di dalam ruang kamarnya yang sangat sempit.
Wush! Wush!
Tubuh Bara bergerak dari sudut dekat kasur menuju ke arah pintu kamar hanya dalam sekali kedipan mata.
Pergerakannya sangat halus seperti hantu dan sama sekali tidak menimbulkan suara langkah kaki sedikit pun di atas lantai.
"Luar biasa, kecepatan ini jelas jauh melampaui batas refleks mata manusia normal," gumam Bara menatap kakinya sendiri dengan penuh rasa takjub.
"Dengan pergerakan teknik ini, peluru dari pistol api sekalipun mungkin bisa aku hindari dengan sangat mudah."
Bara mengepalkan kedua tangannya dengan penuh rasa percaya diri yang terus meluap-luap memenuhi dadanya.
Dia kini sudah mengantongi uang miliaran, kekuatan fisik super, dan juga teknik bela diri mematikan dari dunia kultivasi.
Tidak akan ada satu pun manusia arogan di kota ini yang bisa meremehkan atau menginjak harga dirinya lagi.
Ting!
Suara dering notifikasi pesan masuk dari ponselnya memecah keheningan di dalam kamar tersebut.
Bara merogoh saku celananya dan membuka pesan yang ternyata baru saja dikirim oleh Nadhira.
"Bara, aku dan kepala penelitiku masih berada di laboratorium perusahaan sampai larut malam ini."
"Hasil uji coba awal resep milikmu benar-benar membuat kami semua hampir gila saking terkejutnya."
"Reaksi racikan herbalnya berhasil meregenerasi sel kulit mati manusia tiga puluh kali lebih cepat dari produk medis manapun yang ada di pasaran."
"Tolong datang ke kantorku besok pagi, kita harus segera menandatangani kontrak kerja sama lima puluh persen itu sebelum ada pihak luar yang tahu!"
Bara membaca deretan pesan panjang dari Nadhira itu dengan senyum kemenangan yang sangat mematikan di bibirnya.
"Umpan besarnya sudah berhasil kau telan dengan sempurna, sekarang saatnya permainan bisnis yang sesungguhnya kita mulai," bisik Bara pelan pada layar ponselnya.
Bara melempar ponselnya ke atas kasur dan merebahkan dirinya untuk beristirahat dengan tenang malam ini.
Hari esok akan menjadi hari yang sangat sibuk dan dia sudah tidak sabar melihat awal dari kehancuran bisnis milik keluarga Aris.