NovelToon NovelToon
Under The Autumn Canopy

Under The Autumn Canopy

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: air sungai

​Di bawah langit kelabu Inggris yang selalu basah oleh gerimis, Aurora "Rory" Vance melangkah masuk ke kampus paling bergengsi di Britania Raya hanya berbekal koper tua, beasiswa penuh, dan keteguhan hati. Sebagai gadis dari kalangan menengah ke bawah yang realistis dan tak punya waktu untuk urusan cinta, prioritas Rory hanya satu: bertahan hidup dan mempertahankan IPK-nya.
​Namun, tradisi Freshers' Week (PKKMB) di kampus elit ini jauh dari kata ramah. Para senior panitia yang keras dan disiplin tanpa ampun siap menyaring siapa yang pantas berada di sana. Di tengah tekanan fisik dan mental itu, Rory bertabrakan dengan Julian Edward Radcliffe senior tingkat tiga sekaligus ketua panitia kedisiplinan yang berasal dari salah satu dinasti bangsawan terpandang di Inggris.
Julian adalah definisi kesempurnaan yang dingin, tampan, cerdas, kaya, dan tak tersentuh. Namun, di balik tatapan tajam dan wibawanya yang mendominasi, Julian menyimpan beban ekspektasi keluarga yang mencekik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon air sungai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema Riset dan Langkah Pertama Zurich

Pagi di Hönggerberg selalu datang dengan udara yang begitu jernih. Dari balik dinding kaca laboratorium independen Helios, hamparan Pegunungan Alpen tampak berdiri kokoh di bawah langit biru bersih. Suara dengung halus dari mesin penguji NMR (Nuclear Magnetic Resonance) dan denting tabung reaksi menjadi ritme baru yang mengisi hari-hari Aurora Vance dan Julian Radcliffe.

Tiga bulan telah berlalu sejak kepindahan mereka ke Switzerland. Kehidupan mereka kini berjalan dalam ketenangan yang utuh, jauh dari intrik aristokrasi London maupun ancaman manipulasi Radcliffe Corp.

Di meja laboratorium utama, Rory sedang meneliti grafik absorbansi spektrofotometer Rambut cokelatnya diikat rapi ke belakang, dan jas laboratorium putih yang dikenakannya kini berhiaskan pin perak resmi berlogo Helios Research Institute Zurich.

"Persentase ikatan hidrogen pada gugus amina stabil di angka sembilan puluh sembilan koma dua persen," kata Rory tanpa berpaling dari layar monitor. Matanya berbinar cerah. "Julian, lihat ini. Efek sitotoksiknya nol."

Julian yang sedang menyusun draf kalkulasi komputasi di meja sebelah berdiri dan melangkah mendekat. Pria itu menyandarkan satu tangannya di tepi meja kerja Rory, menunduk untuk memperhatikan grafik yang ditunjuk Rory.

"Presisi yang sempurna, Dr. Vance," bisik Julian dekat di telinga Rory, suarasa baritonnya yang hangat membuat desir halus di dada gadis itu. "Formulasi ini resmi siap untuk masuk ke tahap uji pra-klinis secara penuh minggu depan."

Rory menoleh, menatap mata hazel Julian yang kini selalu memancarkan ketenangan dan rasa bangga murni. "Semua kalkulasi dasar ini tidak akan selesai secepat ini tanpa algoritma komputasi yang kamu buat malam itu di flat Oxford, Julian."

Julian menyunggingkan senyum menawan, mengulurkan jarinya untuk mengusap pipi Rory dengan lembut. "Kita adalah tim, Rory. Tidak ada kalkulasi yang berguna tanpa kejelian analisis organiknya darimu."

Lukas asisten peneliti muda mereka masuk ke dalam ruangan membawa setumpuk dokumen dan tablet digital.

"Dr. Radcliffe, Dr. Vance," sapa Lukas dengan wajah berbinar antusias. "Jurnal ilmiah pertama kita yang dikirim ke Nature Biotechnology baru saja secara resmi diterbitkan pagi ini! Versi digitalnya sudah diakses lebih dari lima puluh ribu kali oleh komunitas medis internasional."

Rory tertegun. Ia mengambil tablet yang diulurkan Lukas. Di layar digital tersebut, artikel utama jurnal Nature terpampang megah:

TERAPI REGENERATIF SARAF BERBASIS SINTESIS MOLEKUL KIRAL: SEBUAH TEROBOSAN BARU DALAM DUNIA NEUROLOGI KRITIS.

Penulis Utama: Dr. Aurora Vance & Dr. Julian Radcliffe

Institusi: Helios Research Institute, Zurich.

Di bawah judul tersebut, ulasan editorial dari para pakar sains dunia memberikan pujian tertinggi atas integritas, kejujuran etika, serta kecerdasan ilmiah yang ditunjukkan oleh kedua peneliti muda tersebut. Nama Aurora Vance yang dulu diabaikan sebagai sekadar gadis beasiswa kini tercatat secara permanen di jajaran elit ilmuwan dunia.

Julian merangkul bahu Rory dari belakang, menatap layar tablet bersama Rory. "Nama kita berdiri sejajar di sana, Rory. Bersama, tanpa ada bayang-bayang nama besar keluarga atau modal korporasi."

Rory mengusap air mata haru yang menggenang di sudut matanya. "Aku masih sering merasa ini semua seperti mimpi, Julian. Bertahun-tahun aku berjuang sendirian di St. Jude's, takut kalau besok beasiswaku hilang atau riset ini diambil orang."

Julian memutar tubuh Rory agar menghadapnya. Pria itu menatap mata cokelat jernih wanita di depannya dengan keteguhan yang tak tergoyahkan.

"Ini bukan mimpi, Aurora," bisik Julian tulus. "Ini adalah kenyataan yang kita rebut bersama dengan keberanianmu."

Siang harinya, suasana di chalet kayu mereka terasa riuh dan hangat.

Hari ini adalah perayaan kecil atas terbitnya jurnal pertama mereka sekaligus perayaan kelulusan tahap akhir rehabilitasi Ethan. Ibu Rory dan Ethan sudah memindahkan barang-barang mereka ke sebuah apartemen nyaman di dekat kawasan kota Zurich yang disewa oleh Rory dan Julian.

Gemma yang terbang khusus dari London untuk akhir pekan sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menikmati kue tar keju khas Swiss.

"Wah, gila! Udara di sini segar banget!" seru Gemma sambil meluruskan kakinya. "Di Oxford hujan terus dari kemarin! Lagipula, kamu harus lihat suasana di St. Jude’s sekarang, Rory. Profesor Evans memasang foto kalian berdua di aula utama sebagai lulusan terbaik sepanjang dekade!"

Rory yang sedang menuangkan jus buah di meja makan tertawa renyah. "Profesor Evans terlalu berlebihan, Gem."

"Sama sekali tidak berlebihan!" potong Ethan yang masuk dari teras belakang.

Remaja itu kini sudah bisa berjalan dengan tegap dan lancar tanpa bantuan alat penopang sama sekali. Postur tubuhnya makin sehat, dan senyum cerianya menyinari seluruh ruangan.

"Mbak Rory dan Mas Julian memang pahlawan," kata Ethan bangga, duduk di samping Gemma. "Di sekolah baruku di Zurich, guru sainsku bahkan menjadikan artikel Mbak Rory sebagai bahan diskusi utama kelas!"

Julian keluar dari ruangan kerja kecilnya, mengenakan kemeja santai berwarna biru muda. Pria itu menyapa Gemma dengan senyuman hangat sebuah pemandangan yang dulu sangat langka bagi siapa pun yang mengenal "Senior Radcliffe" yang kaku di Oxford.

"Terima kasih sudah datang jauh-jauh dari London, Gemma," kata Julian sambil meletakkan sepiring camilan di meja.

"Sama-sama, Senior Julian!" goda Gemma dengan kedipan mata. "Eh, maksudku calon pengantin pria!"

Pipi Rory seketika merona merah mendengar godaan sahabatnya itu. Julian hanya terkekeh pelan, melirik Rory dengan tatapan sarat akan cinta murni yang membuat dada Rory makin berdesir.

Ibu Rory melangkah dari dapur membawa mangkuk sup hangat, menatap anak-anaknya dan Julian dengan rasa haru yang tak terhingga. Kehidupan yang dulu terasa begitu berat dan p Penuh ketidakpastian kini telah berganti menjadi kedamaian yang utuh.

Sore harinya, saat matahari mulai menyusup ke balik bukit-bukit hijau, Julian dan Rory menyusuri jalan setapak kecil di tepi Danau Zurich.

Angin danau berembus pelan, membawa kesegaran udara pegunungan. Bebek-bebek danau berenang tenang di air yang bening memantulkan pendar jingga keemasan dari langit senja.

Mereka berjalan berdampingan tanpa terburu-buru. Jemari mereka saling terkunci rapat, merasakan kehangatan yang mengalir di antara dua insan yang telah melewati neraka intimidasi demi mempertahankan integritas dan cinta mereka.

"Julian," panggil Rory pelan, menghentikan langkahnya di dermaga kayu kecil yang memproyeksikan diri ke atas air danau.

Julian berhenti, berbalik menatap Rory. "Ya, sayang?"

Rory menatap cincin platinum di jari manisnya, lalu mendongak menatap mata hazel pria yang sangat dicintainya itu.

"Ibu dan Dr. Helene tadi siang bertanya padaku" kata Rory dengan senyuman malu-malu yang amat anggun.

Julian menaikkan satu alisnya, tertarik. "Tanya soal apa?"

"Soal kapan kita akan menggelar pemberkatan pernikahan kita secara resmi," bisik Rory, matanya berbinar cerah. "Dr. Helene bahkan menawarkan kapel tua berarsitektur indah di atas bukit Hönggerberg untuk acara itu."

Julian tertegun sejenak. Binar kebahagiaan yang teramat besar seketika memancar dari wajah tampannya. Pria itu menyunggingkan senyum paling indah yang pernah Rory lihat, lalu melangkah mengikis jarak di antara mereka.

Julian merangkul pinggang Rory, menariknya rapat ke dalam dekapannya.

"Kapel di atas bukit Hönggerberg..." bisik Julian, suarasa baritonnya bergetar oleh rasa haru dan cinta yang meluap. "Tanpa liputan media pesta aristokrat yang palsu, tanpa tamu-tamu politik yang berpura-pura ramah, Hanya ada kita, keluarga kita, dan orang-orang yang benar-benar mencintai kita."

"Apakah kamu menyukainya?" tanya Rory lembut, merangkulkan tangannya di leher Julian.

"Aku menyukainya melebihi apa pun di dunia ini, Aurora," jawab Julian tulus.

Julian menundukkan kepalanya, menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang mendalam, hangat, dan dipenuhi oleh janji abadi. Di bawah pendar langit senja Danau Zurich yang memukau, keheningan alam seolah menjadi saksi atas dua jiwa yang kini siap melangkah ke pelaminan bukan sebagai jaminan transaksi bisnis, melainkan sebagai pasangan sejati yang dipersatukan oleh cinta, kebebasan, dan kebenaran yang tak tergoyahkan.

1
stevany indri
maya sang cucu sj usianya sdh 50thn,,,, bgmn mgkn kejadian antara kakek Julian&nenek aurora terjd 50thn yg lalu... ada2 sj
stevany indri
aurora lahir thn 1969....kejadiannya thn 1968, bgmn mgkn terjd.... 😳
stevany indri
u maya... kakek&nenek tp u Julian junior mestinya uyut deh
Forta Wahyuni
maya tapi cucu, koq manggil ayah dan ibu n bingung thor. Julian cicit krn anak maya, hadeh suka2 thor lah. 🙏🙏🙏
Maya Elvin
siap kk👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!