NovelToon NovelToon
Our Destiny : Your Eyes

Our Destiny : Your Eyes

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Tamat
Popularitas:176.4k
Nilai: 5
Nama Author: Theofanny

Apakah kau percaya pada cinta?

Morgan dipertemukan dengan Vivian, seorang wanita yang pernah dia cintai dulunya. Setelah 7 tahun berpisah, akhirnya mereka bertemu.

Perjalanan cinta mereka menghadapi banyak sekali tantangan, hingga jarak dan waktu benar-benar memisahkan mereka.

Namun semakin jauh mereka dipisahkan, mereka semakin menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.

Apakah mereka berhasil dipersatukan kembali? Bagaimana perjalanan cinta mereka akan terjadi?

Penuh dengan nuansa romantis bercampur pelajaran hidup yang menarik, ikuti kisahnya disini!

Update setiap hari pukul 23:00 - 02:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theofanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Natal

Hari Natal yang hangat akan tiba besok hari, cuaca yang dingin kembali menyelimuti Kota Paris. Namun Morgan bahkan belum menyiapkan apapun untuk dekorasi Natal di apartemennya karena Morgan tidak memiliki keluarga dekat lagi dan ditambah, siapa juga yang ingin berkujung ke apartemennya karena orang yang biasanya menemani Hari Natal Morgan adalah Angela, namun Angela sedang tidak ada di Paris.

Sebenarnya Morgan mempunyai bibi dan beberapa sepupunya, namun mereka semua berada di Australia. Jadi seperti biasa, Hari Natal kali ini Morgan berpikir akan sama seperti biasanya, tidak ada perayaan atau keistimewaan apapun.

Saat Morgan sedang merenung dan menatap salju-salju yang perlahan turun, ponsel Morgan berdering, ternyata itu adalah panggilan dari Vivian yang berencana ingin membalas kebaikan Morgan dengan membantunya menyiapkan dekorasi Natal, karena beberapa hari yang lalu Vivian sungguh tersentuh dan merasa kasihan karena Morgan menceritakan masa lalunya dimana seluruh keluarga dekat Morgan telah meninggal dunia karena kecelakaan pesawat tragis yang terjadi dua tahun silam, yang dipiloti oleh kakak dari Vivian yaitu Jeremy Wisse.

“Morgan, bagaimana jika kita pergi ke supermarket untuk membeli beberapa dekorasi natal?”

Tanpa sempat dijawab Morgan, Vivian kembali melanjutkan kata-katanya

“Aku akan menemani malam Natalmu, dan keesokan harinya kau harus datang ke mansionku, Ayah & Ibuku menunggumu disana,” lanjut Vivian.

Sebenarnya Morgan ingin menolak, namun mendengar bahwa Vivian akan menemaninya dan merayakan Natal bersamanya, mengapa Morgan harus menolak jika seseorang yang dia sukai mengajaknya? Tentu saja tidak akan ditolak.

“Baiklah, aku akan menjemputmu. Bersiaplah." Morgan bersemangat dan tersenyum.

“Baiklah, aku akan menunggumu dirumahku,” tutup Vivian dan segera mengirimkan lokasi rumahnya.

Sore yang ditaburi oleh bunga-bunga salju yang berjatuhan lembut dijalan raya Kota Paris.

Dalam perjalanannya, Morgan banyak berpikir tentang Vivian, kadang Morgan tidak percaya bahwa dirinya bisa sedekat ini dengan Vivian. Mulai dari pertemuan yang konyol hingga tersenyum dan bercanda di apartemennya, hingga kejadian yang unik di mansionnya

Entah ini takdir ataupun kebetulan yang pasti Morgan merasa bahwa berada disamping Vivian terasa hangat dan menyenangkan.

Namun Morgan mengalami dilema, Morgan tahu bagaimana Angela menyukainya dengan sepenuh hati.

Menyakiti perasaan Angela bukanlah sebuah opsi yang patut diambil olehnya. Disatu sisi Morgan ingin bersama dengan Vivian yang membuatnya merasa hangat dan bahagia. Entahlah semua ini bisa membuat Morgan menjadi gila.

Morgan melihat mansion Vivian dan segera memarkirkan mobilnya diluar. Saat Morgan berjalan mendekati gerbang pagar, Vivian berlari kearah Morgan seperti melarikan diri dari sesuatu. Vivian memandang wajah Morgan sambil berlari dengan senyuman.

“Morgan, ayo kita pergi dari sini!” Panggil Vivian berlari kearah Morgan dan langsung menggenggam tangan Morgan dan membawanya masuk kedalam mobil Morgan.

“Kau terlihat terburu-buru,” ucap Morgan sambil melirik kearah Vivian yang sedang merapikan rambutnya.

“Kau tahu? Aku baru saja melarikan diri dari penjara. Aku malu mereka selalu menanyakan padaku tentang dirimu. Bahkan saat aku ingin keluarpun mereka ingin kau yang menjempuyku," jawab Vivian tertawa.

“Baiklah, kemana kita akan pergi?” Morgan menyalakan mobilnya dan mulai melaju.

“Toko perlengkapan Natal. Namun sebelumnya aku ingin mengajakmu makan malam di restoran favoritku, West Side Paris," jawab Vivian dengan wajah yang berseri.

“Baiklah bos!” Morgan tersenyuman lalu segera menuju West Side Paris yang berada sekitar 20 menit dari mansion Vivian.

Dalam perjalanan Morgan dan Vivian banyak membahas mengenai dekorasi Natalan di apartemen Morgan. Morgan banyak bercerita bagaimana kehidupannya selama ini kepada Vivian, mulai dari masa kecilnya disebuah kota kecil, hingga kariernya menjadi seorang musisi. Namun fokus Vivian menatap ke layar ponselnya mencari refrensi dekorasi Natal.

“Ah itu dia West Side Paris!” Vivian menunjuk kearah kiri disebelah sebuah taman dengan kolam yang membeku.

Morgan melihat kearah restoran itu dan melihat ornamen-ornamen Natalan yang cantik dengan sebuah pohon natal yang telah didekorasi.

“Akhirnya kita kembali ke tempat ini juga." Morgan duduk dan melihat kearah Vivian yang terlihat cantik karena membelakangi cahaya dari pohon Natal yang berada tepat dibelakang mereka. Vivian menggunakan mantel golden dengan rambut yang diikat, pesonanya terlihat ketika Morgan duduk didepannya dan memandang pipi kemudian leher Vivian.

“Morgan, sertinya Ratatoile & Beef akan cocok untuk makan malam kita." Vivian menatap Morgan yang sedang memerhatikan pesona Vivian dan kemudian melihat menu yang ditunjuk oleh Vivian.

“Baiklah, Ratatoile & Beef barbeque sepertinya enak," tutup Morgan.

Morgan duduk didepan Vivian, cahaya dari pohon Natal yang berada dibelakang Vivian benar-benar menyihir Morgan hingga jantungnya mulai berdebar.

"Kenapa kau melihatku seperti orang yang sedang jatuh cinta?" Vivian memandang kearah Morgan dengan tersenyum malu.

"Memang." Morgan menjawab dengan tidak sadar.

"Eh tidak, maksudku pohon Natal dibelakangmu sangat indah." Morgan basa-basi mencari alasan, padahal Morgan memang memerhatikan kecantikan Vivian.

"Oh astaga, aku ternyata menghalangi pohon Natal. Kau mau aku bergeser?" Vivian memandang pohon Natal dibelakangnya dan melihat kearah Morgan lagi.

"Tidak, tetaplah seperti itu, karena kau terlihat cantik seperti itu." Kali ini Morgan benar-benar tidak dapat menahan kejujurannya pada Vivian setelah melihat reaksi Vivian sebelumnya yang terlihat tersipu malu.

Waktu menunjukkan pukul 18.30 malam. Setelah mereka selesai makan malam, Vivian langsung mengajak Morgan untuk membeli ornamen Natal dan mendekorasi apartemennya malam itu juga.

Mereka tiba disebuah mall yang menyediakan dengan lengkap berbagai dekorasi Natal.

"Permisi tuan & nyonya. Ada discount spesial untuk pasangan suami-istri. Ini kuponnya." Sales wanita memberikan sepotong kupon potongan harga.

Apapun yang Vivian pilihkan untuk Morgan, ia selalu mengiyakan semua yang dipilih Vivian karena selera mereka berbeda, tidak, selera mereka saling melengkapi. Morgan menyukai hitam, Vivian menyukai putih. Morgan memilih ornamen klasik, Vivian memilih ornamen modern. Morgan menyukai pohon Natal sederhana, Vivian memilih pohon Natal yang penuh dekorasi.

2 pelayan mengikuti Vivian dan Morgan kemanapun mereka pergi selama di mall itu, karena mall tersebut adalah milik Keluarga Wisse.

"Pelayan, terima kasih telah melayani kami. Tolong kirimkan barang-barang ini semua ke Rose Apartement. Security akan mengamankan semuanya." Vivian tersenyum pada pelayan itu dan memberikan mereka tip. Morgan yang melihat Vivian sangat menghormati bawahannya membuat Morgan semakin menyukai, tidak, semakin tertarik pada Vivian.

“Aku telah meminta tolong pada mereka untuk mengirimkan semua barang-barang ini ke apartemenmu, jadi jangan khawatir,” ucap Vivian tersenyum dan menggenggam tangan Morgan lalu membawanya ke toko pakaian Natal yang berada didalam mall milik Keluarga Wisse.

Toko ini sangat luas dan bahkan tidak hanya menjual pakaian, mereka bahkan menjual kado Natal yang telah dibungkus sehingga isi dari kado itu adalah misteri.

Vivian menggandeng Morgan dengan serasi memasuki toko itu. Vivian melihat rak yang berisi syal-syal menarik,

“Morgan, apakah syal ini cocok untukku?” Tanya Vivian setelah memakai sebuah syal bergambar manusia salju. Morgan tersenyum kearah Vivian karena ternyata syal itu adalah untuk anak-anak.

Morgan berjalan beberapa langkah dari Vivian dan memilih sebuah syal berwarna putih yang dilengkapi dengan gambar hati pada bagian tengahnya.

“Aku tahu syal ini pada dasarnya sama dengan syal lainnya, namun pada syal ini ada sesuatu yang spesial yang mungkin dapat menggambarkan bagaimana sebuah perasaan dapat tersampaikan dengan benar." Morgan membentangkan tangannya disekitar tubuh Vivian dan memasangkan syal itu padanya.

Vivian menatap mata Morgan dan merasakan hatinya benar-benar berdebar dengan berlebihan, begitupun dengan Morgan yang juga menatapnya. Para pembeli dan karyawan yang melihat itu bersorak bahagia kepada Morgan & Vivian.

Morgan merasa malu ketika dilihat banyak orang sehingga Morgan dengan rasa tidak bersalah berjalan meninggalkan Vivian yang terlihat sedang mematung menikmati momen itu.

“Dasar jahat!” Vivian menyusul dan memukul lembut pundak Morgan. Mereka berdua tertawa dan tersenyum sepanjang perjalanan pulang ke apartemen Morgan.

*****

“Baiklah, ini dia saatnya mendekorasi apartemen yang menyedihkan ini!" Vivian meminta Morgan mengangkat pohon Natalnya ke tengah ruang tamu.

Setelah semua persiapan selesai dan saat mereka sedang beristirahat di sofa yang hangat.

“Oh iya, Morgan, aku telah menyiapkan hadiah untukmu dan telah kuletakkan di kamarmu. Bukalah besok pagi."

“Baiklah, tapi apakah aku akan mengantarmu pulang malam ini?” Tanya Morgan.

“Apakah kau mau merayakan malam Natal dengan sendirian lagi?” Vivian bertanya dan menatap kearah Morgan.

“Apakah aku boleh memintamu untuk tetap disini dan menemani Hari Natal ini?”

“Tentu saja aku akan berada disini malam ini dan melewati hari ini bersamamu." Vivian tersenyum dan merasa senang dapat menemani Hari Natal Morgan.

Vivian berharap Hari Natal ini akan menyenangkan dan membuat Morgan merasa memiliki seseorang yang perduli padanya.

"Angela dimana? Aku tidak melihatnya akhir-akhir ini."

"Angela sedang bertugas di Kota Seoul, Korea Selatan."

"Berarti malam ini hanya ada kita berdua disini." Jantung Vivian berdebar dan berharap Morgan menciumnya sekarang juga.

Morgan merasa sangat senang karena Vivian menemaninya melewati malam Natal, namun Morgan pandai menyembunyikan ekspresinya.

Morgan berjalan ke dapur dan membuatkan secangkir cokelat hangat untuk mereka berdua dan memberikannya pada Vivian.

Ditengah malam yang penuh kehangatan dan kelap-kelip dari cahaya pohon natal, Morgan menatap Vivian yang duduk tepat disampingnya yang menatapnya juga. Wajah Morgan perlahan-lahan mendekat kearah wajah Vivian, saat Vivian melihat hal itu Vivian perlahan menutup matanya dan juga mendekatkan wajahnya pada Morgan.

*tok-tok bunyi pintu apartemen Morgan berbunyi saat mereka hampir berciuman ....

1
Saputrii
kak bagus karya mu

yuk mampir juga di novel ku
yang berjudul
SAMA RUPA BEDA NASIB
syafridawati
aku mampir salinh dukung ya makasih
Whiteyellow
likr you
SyaSyi
hai k aku mampir membawa like utk mu
aku nyicil baca dan like nya y, aku jadikan favorite dulu
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
Ayuwidia
Tiga like

Semangat Up Kak 🌸🌸
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
Jeremy bisa aja nyuruh² william 🤭

Eh, ada si Gwen, Aerin ikut gk?

Morgan cepat sembuh ya...
kasihan vivian, apalagi dia sedang hamil 😢
kok jd kesel ya sama william😌
Hayaku Gaya
Gwen! 😱😍Woahh.. Gwennya steph bukan nih.. haha
Wah wah, pesen ngga sepanjang biasanya aja harus diselidiki.. wah 😆🤣
Hayaku Gaya
Nah bener yang ngelakuin William, ya ya alasan itu kalau aku pun mungkin akan melakukan hal yang sama..

wah wah, Cie yang di temenin Jeremy.. Cie Cie.. yang dimasakin..
YonhiarCY (Hiatus)
biasanya cewe yang susah melupakan cinta nya, tapi kalo cowo yang susah melupakan cintanya itu adalah hal yang langka sih, kesetiaan itu diliat dari cowo nya dulu, cowonya cinta sih hubungan akan baik baik saja, sabar ya Jeremu huhu😢
YonhiarCY (Hiatus)
akhirnya Vivian punya debay😭 senneg deh huhu, sudah ya sedih sedih nya, saat nya pelangi bersemi setelah badai oke huhu😭
YonhiarCY (Hiatus)
dipukul begitu tuh sakit nya ga sebanding dengan sakit hati didalam hati Jeremy tuh, huhu terluka tanpa di sentuh, menyakitkan😭
YonhiarCY (Hiatus)
menyebalkannya Morgan tuh sampe kesini lho kak, nyebelin banget, greget bgt aku sama Morgan lah😒
uhh indah bgt oemandangannya suka deh huhu😢

hai kakak, maaf ya aku baru mampir lagi huhu😭
ACILMEY
lanjut dek 👍👍
ACILMEY
aku like 👍
Jessica Jennie
Omo itu ada Gwen dari novel sebelah 😍
Elina Kauntu
Wah ternyata william pelakunya yaa 😭
Adudu Will kamu itu keren masa gitu 😭
Leni Latifah
2 like untuk karya bagusmu Pow 🥰
Machan
cepet sembuh morgan.
angela, masalah lacak melacak emang jagonya. tapi maaf, vivian udah tau.

kaget juga dia ternyata william yang melakukannya
Rola
Like hadir kk, Semongko
di tunggu respek nya. 2 like 👍👍
~Lord Biawak~
lain dimulut lain dihati,dasar angela😑😑
(Baru kali ini liat Wiliam di suruh suruh)🤣🤣

Semoga penyakit Morgan cepet sembuh,biar Vivian gak nangis-nangisan lagi🙂🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!