Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.
Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.
Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.
Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Kekacauan melanda kediaman Arsyila.Ayah Arsyila yang memilih pergi dari rumah,Ayahnya sudah menjatuhkan talak pada ibunya.Ibunya juga diam-diam pergi meninggalkan rumah itu tanpa memberitahukan Arsyila.Padahal Arsyila sudah meminta izin untuk bekerja di rumah mewah dan ia baru saja semalam menginap di sana.
Ibu Arsyila tidak memikirkan anak perempuan nya lagi,ia bingung karena suaminya melontarkan kata 'TALAK' padanya.Sementara hutang nya yang masih ada di sebagian orang membuatnya gelisah,takut di kejar-kejar oleh hutang jika ia terus berada di rumah itu.
"Lebih baik aku pergi saja dari rumah ini,"Ujar ibu Arsyila sembari mengemasi barang-barangnya.
...
Arsyila tidak tau kalau rumah itu sekarang kosong.Semenjak pertengkaran hebat malam itu,ia sama sekali belum pulang ke rumah.Rumah nya sekarang sudah beralih kepemilikan karena ibu Arsyila yang tidak mampu membayar hutang dan memilih pergi dari rumah.
Uang 1M yang di dapat Arsyila dari Rey, Arsyila ingin segera pulang dan memberitahu ibunya untuk segera membeli rumah baru.Namun ia baru saja beberapa hari menginap di rumah Rey,janji nya kepada Nyonya Bella adalah ia pulang sebulan sekali.
Namun Arsyila memberanikan diri meminta izin pada Nyonya Bella.Kebetulan Arsyila sedang membuatkan jus untuk nyonya Bella.
"ini jus nya Bu,"ujar Arsyila sambil menaruh segelas jus alpukat kesukaan nya.
Arsyila tidak langsung pergi,dan diam sejenak.Membuat nyonya Bella meliriknya.
"ada apa lagi Arsyila ? Apa ada yang ingin kamu katakan?"Tanya Nyonya Bella sambil meminum jus nya.
"umm... Sebenarnya saya mau meminta izin untuk pulang menjenguk ibu saya,kalau ibu mengizinkan saya akan sangat senang sekali,"ucapnya dengan nada sopan.
"saya izinkan.Tapi kamu di antar oleh Rey ya ? Kebetulan ini kan Rey libur kerja,"ucap Nyonya Bella.
"Rey kamu dimana !"Teriak nyonya Bella.
"iya mah bentar !"jawab Rey dan segera turun dari tangga.
Rey menatap Arsyila yang sedang berdiri canggung di depan mamahnya.
"ada apa mamah manggil Rey ?"Tanya Rey agak bingung.
"ini katanya Arsyila mau pulang menjenguk ibunya.Kamu antar Arsyila yah,"ucap Nyonya Bella penuh harap.
Rey pun mengangguk setuju,ia keluar mengambil mobil.Sementara Arsyila sedang bersiap-siap sebentar di kamarnya.Dadanya tiba-tiba sesak seperti ada sesuatu yang terjadi.
Nafasnya memburu—teringat akan Ayah dan ibunya yang sempat bertengkar hebat beberapa hari yang lalu.Arsyila mempercepat langkah kaki nya menuju mobil Rey.
"kenapa kamu terlihat gelisah ? Syil,"Tanya Rey yang memegang setir mobilnya.
"aku gak tau Rey... Tapi perasaan ku tidak enak,"jawabnya dengan tergesa-gesa.
Rey menyetir dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai di rumah Arsyila.Setelah sampai sana,terlihat rumah yang gelap gulita.Semua lampu mati tapi hanya rumah Arsyila,rumah yang lain menyala semua.
"kenapa rumahku gelap gulita,Ayah ibu pergi kemana kok belum pulang padahal ini sudah larut malam,"gerutu nya sambil berjalan gugup.
Rey membututi Arsyila dari belakang.Arsyila melihat pintu rumah itu telah digembok.Di depan nya terdapat tulisan'RUMAH INI TELAH DI SEGEL'.
Arsyila masih tidak percaya dan mencoba menggedor-gedor pintu rumahnya dengan kencang.
"Ayah-ibu Buka ! Ini Arsyila,"Teriak nya sambil menangis.
"sudah Syil... Mungkin ayah-ibu mu sudah pergi dari rumah ini,"Rey merangkul pundak Arsyila.
"hiks... Hiks... Kenapa kalian tega sekali tidak mengabari Arsyila?"Arsyila duduk lemas di depan pintu rumahnya.
Arsyila seperti kehilangan arah,padahal ia pulang untuk membawa kabar gembira tapi malah ia mendapati kejutan yang membuatnya syok berat.
"udah Syil... Ayo kita pulang ke rumahku saja !"Rey mencoba menarik tangan Arsyila.
Hatinya yang kemarin hancur belum sepenuhnya sembuh,kini ia harus menghadapi kenyataan pahit lagi.Ia tak tau kemana kedua orangtua nya pergi.Arsyila mencoba menghubungi nomor Ayah dan ibunya.Namun tidak ada yang mengangkat panggilan telefon dari Arsyila.
"sudah Syil... Nanti kita pelan-pelan cari informasi tentang ayah-ibu mu yah ?"Rey mencoba menenangkan Arsyila.
Malam itu Arsyila menangis di pundak Rey,Ia sudah merasa nyaman sekarang.Tidak canggung lagi setelah kejadian malam itu di kamar Rey.Baginya sekarang,Rey adalah tempat bersandar nya saat sekarang ia sedang di timpa masalah yang bertubi-tubi.
"kasihan kamu, terus-menerus dapat masalah !"Ujar Rey dalam hati sambil menatap wajah Arsyila.
"Aku ingin mabuk lagi Rey.Kepalaku hampir pecah kalau terus-terusan memikirkan masalah !"Ucap Arsyila dengan kata-kata manja.
"udah keenakan sekarang.Iya ?"Tanya Rey sambil sedikit bergurau.
"asal sama kamu kan ?"Ucap Arsyila menatap wajah Rey.
Sekarang arah mobilnya tidak menuju pulang,namun ke sebuah penginapan milik Rey.Dan mereka membeli sebotol minuman ber-alkohol untuk mereka berdua.
"gadis manis yang polos sudah kecanduan mabuk berdua denganku,"gumam Rey pelan.
Rey telah lupa dengan masa lalu nya,karena sekarang ada gadis manja yang selalu di dekatnya.Hati Rey yang berbunga-bunga membuat nya sudah lupa dengan masa lalu nya.
Malam itu Arsyila hancur,tapi ia tidak takut lagi karena sudah ada Rey yang melindungi nya.Walaupun ia mabuk,tapi tidak sendirian.Dijaga oleh Rey malam itu,keduanya saling menikmati seteguk demi seteguk minuman ber-alkohol yang membuat pikiran nya melayang.
Arsyila terlalu berat beban fikiran yang di dapat nya.Ia tak tau harus mencari ayah-ibu nya keman,mereka pergi tanpa kabar.Padahal uang 1M yang di dapatkan dari Rey kemarin akan digunakan untuk membeli rumah baru.Namun kepergian Ayah-ibu nya secara tiba-tiba membuatnya mengurungkan niatnya.
"Rey tolong jaga aku malam ini,"Rintih Arsyila pelan.
"tenang saja Arsyila.Malam ini aku akan jadi tempat ternyaman untukmu,"jawab Rey sambil menghisap roko di jemari tangan nya.
Arsyila terlihat seperti frustasi sekali.Pantas saja ia minta mabuk malam ini, supaya ia bisa tertawa bebas tanpa beban fikiran.Setelah kepalanya sudah pusing berat,Arsyila tidur di pelukan hangat Rey.Rey menjaga tidur Arsyila sampai pagi tiba dalam pelukan hangat nya.
"kalau begini setiap hari aku jadi tambah sayang sama kamu Syil...,"ujar Rey sambil membelai rambut Arsyila yang tertidur pulas.
Kasihan sekali di umurnya yang masih muda,harus menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi.Untungnya Arsyila bertemu dengan pria yang tepat,selalu menjaga nya dan menyayangi dirinya.Melepaskan Arsyila dari jeratan hiburan malam,memberinya uang banyak supaya Arsyila tidak terjun lagi ke hiburan malam.