NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.17 — Jejak Altar Kedua

Xiao Yun tetap berdiri di tempatnya sambil mengatur napas yang masih terasa sedikit berat. Pengalaman yang baru saja dialaminya di dalam dunia batin masih membekas begitu jelas di dalam ingatannya. Pusaran Nadi Kekosongan yang luar biasa besar, sembilan rantai penyegel yang melilitnya, hingga penglihatan mengenai peperangan kuno yang mengguncang langit dan bumi masih terus berputar di benaknya. Meskipun ia telah kembali ke ruang inti Altar Pertama, ia dapat merasakan bahwa sesuatu di dalam dirinya telah berubah secara mendasar. Perubahan itu bukan sekadar peningkatan kekuatan, melainkan sebuah pemahaman baru terhadap warisan yang kini dipikulnya.

Luo Hai memperhatikan muridnya dengan saksama. Sebagai seorang mantan Dao Master, ia dapat merasakan bahwa aura Xiao Yun telah mengalami perubahan yang sangat jelas. Aliran energi di dalam tubuh bocah itu kini jauh lebih stabil, lebih dalam, dan membawa kesan misterius yang bahkan sulit ia pahami sepenuhnya. Untuk sesaat ia hanya terdiam, seolah sedang memastikan bahwa seluruh proses pewarisan benar-benar telah berakhir tanpa meninggalkan bahaya tersembunyi.

"Aneh..." gumam Luo Hai perlahan.

Xiao Yun menoleh ke arahnya.

"Apa yang aneh, Guru?"

Luo Hai tidak langsung menjawab. Tatapannya terus mengamati tubuh Xiao Yun dari ujung kepala hingga kaki, kemudian ia menggeleng pelan sebelum akhirnya berkata dengan nada serius, "Warisan Altar Pertama memang seharusnya menyempurnakan tubuh seorang pewaris, tetapi perubahan yang terjadi padamu jauh melampaui catatan mana pun yang pernah kudengar."

"Energi di dalam tubuhmu bukan hanya menjadi lebih kuat, melainkan juga terasa jauh lebih murni."

"Aku menduga retakan yang muncul pada segel Nadi Kekosonganmu telah melepaskan sebagian kecil kekuatan yang selama ini tersembunyi."

Ucapan itu membuat Xiao Yun kembali mengingat sembilan rantai raksasa yang dilihatnya di dalam dunia batin. Retakan kecil yang muncul pada rantai pertama mungkin tampak sepele, tetapi ia sendiri telah merasakan betapa mengerikannya kekuatan yang lolos melalui celah sekecil itu. Jika suatu hari seluruh rantai tersebut benar-benar terlepas, bahkan ia tidak mampu membayangkan seperti apa kekuatan yang tersembunyi di dalam pusaran Nadi Kekosongan.

Ketika keduanya masih tenggelam dalam pikiran masing-masing, ruang inti yang telah kembali tenang tiba-tiba memancarkan gelombang energi lembut.

Bzzzz...

Suara dengungan halus memenuhi ruangan.

Xiao Yun dan Luo Hai hampir bersamaan mengalihkan pandangan ke arah tempat kristal warisan raksasa sebelumnya melayang.

Kristal sebesar kepala manusia itu memang telah hancur sepenuhnya ketika proses pewarisan dimulai, tetapi kini, tepat di tengah ruang inti, perlahan muncul sebuah cahaya hitam yang terus memadat. Cahaya tersebut berputar membentuk pusaran kecil sebelum akhirnya berubah menjadi sebuah kristal baru yang ukurannya hanya sebesar ibu jari orang dewasa.

Kristal itu melayang tenang di udara.

Permukaannya berwarna hitam bening, tetapi di bagian terdalamnya tampak sebuah pusaran perak yang terus berputar perlahan tanpa pernah berhenti. Meskipun ukurannya sangat kecil dibandingkan kristal sebelumnya, aura yang dipancarkannya tetap terasa sangat murni dan membawa kehadiran khas Nadi Kekosongan.

Xiao Yun memandangnya dengan penuh rasa ingin tahu.

"Apa itu...?"

Belum sempat siapa pun menjawab, kristal kecil tersebut tiba-tiba bergerak.

Whoosh!

Kristal itu melesat lurus ke arah Xiao Yun, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda menyerang. Tepat beberapa jengkal di depan wajahnya, benda itu berhenti dan melayang perlahan, seolah sedang memastikan identitas orang yang berada di hadapannya.

Xiao Yun mengangkat telapak tangannya secara refleks.

Begitu telapak tangannya terbuka, kristal itu perlahan turun dan mendarat dengan sangat ringan di atasnya.

Sesaat setelah terjadi sentuhan, pusaran perak di dalam kristal langsung berputar lebih cepat.

Bzzzz...

Gelombang energi lembut menyebar ke seluruh ruang inti.

Aura yang dipancarkannya terasa sangat akrab, seolah kristal kecil itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Nadi Kekosongan yang kini berada di dalam tubuh Xiao Yun.

Pada saat yang sama, cahaya hitam kembali berkumpul beberapa langkah di depan mereka.

Partikel-partikel cahaya perlahan membentuk sosok roh penjaga altar.

Namun dibandingkan sebelumnya, tubuh roh tua itu kini tampak jauh lebih transparan. Garis-garis cahaya yang membentuk sosoknya terlihat semakin tipis, seolah keberadaannya perlahan memudar setelah seluruh warisan berhasil diserahkan kepada pewaris baru.

Tatapan roh penjaga jatuh pada kristal di tangan Xiao Yun.

"Itu adalah Kristal Warisan Altar Pertama."

Suara tuanya tetap tenang, tetapi terdengar jauh lebih lemah daripada sebelumnya.

Xiao Yun memandang benda kecil di telapak tangannya dengan penuh perhatian.

"Kristal Warisan?"

Roh penjaga menganggukkan kepala perlahan.

"Warisan utama telah menyatu dengan tubuhmu, tetapi sebagian pengetahuan para pewaris terdahulu tetap disimpan di dalam kristal ini. Selama perjalananmu di masa depan, pemahaman yang tersegel di dalamnya akan terbuka sedikit demi sedikit seiring meningkatnya kemampuanmu."

Xiao Yun menggenggam kristal itu dengan hati-hati.

Ia dapat merasakan hubungan yang sangat aneh antara dirinya dengan benda tersebut. Kristal itu tidak memancarkan kekuatan yang besar, tetapi menghadirkan perasaan akrab yang sulit dijelaskan, seolah telah menjadi bagian dari dirinya sejak awal.

Roh penjaga kembali melanjutkan penjelasannya.

"Selain menyimpan warisan pengetahuan, kristal itu juga memiliki fungsi lain yang jauh lebih penting."

Tatapan Xiao Yun dan Luo Hai langsung tertuju kepadanya.

"Itu adalah kunci."

"Kunci?" ulang Xiao Yun.

Roh penjaga mengangguk.

"Kunci yang akan membimbing mu menuju altar berikutnya. Tanpa kristal itu, tidak seorang pun dapat menemukan lokasi warisan Nadi Kekosongan yang tersisa."

Mata Xiao Yun sedikit membesar.

"Jadi... masih ada altar lain?"

Senyum tipis muncul di wajah roh penjaga.

"Apakah menurutmu warisan sebesar Nadi Kekosongan hanya diwariskan melalui satu altar?"

Belum sempat Xiao Yun menjawab, kristal di tangannya tiba-tiba memancarkan cahaya hitam dan perak yang jauh lebih terang daripada sebelumnya.

Cahaya itu perlahan terangkat ke udara.

Kemudian membentuk sebuah tirai cahaya raksasa yang membentang di hadapan mereka.

Beberapa saat kemudian, garis-garis cahaya mulai saling terhubung membentuk sebuah peta yang sangat luas.

Xiao Yun langsung tertegun.

Di hadapannya kini terbentang gambaran utuh Benua Tianxu.

Pegunungan yang membelah daratan.

Sungai-sungai besar yang mengalir dari utara ke selatan.

Lautan luas yang mengelilingi benua.

Kerajaan-kerajaan besar.

Wilayah sekte-sekte kuno.

Hutan, gurun, dan berbagai daerah yang bahkan belum pernah ia dengar namanya.

Seluruhnya tergambar dengan sangat rinci di dalam peta cahaya tersebut.

Bahkan Luo Hai yang memiliki pengalaman jauh lebih luas tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

"Peta yang luar biasa..." gumamnya lirih.

Namun perhatian mereka segera tertuju pada sembilan titik cahaya yang muncul di atas peta itu.

Kesembilan titik tersebut tersebar di berbagai penjuru Benua Tianxu.

Masing-masing memancarkan cahaya hitam dan perak yang identik dengan aura Nadi Kekosongan.

"Sembilan altar..." ucap roh penjaga dengan tenang.

"Sembilan warisan."

Xiao Yun memperhatikan setiap titik itu dengan penuh perhatian.

Namun tidak lama kemudian ia menyadari bahwa hanya satu titik yang bersinar terang.

Delapan titik lainnya tertutup oleh kabut hitam pekat sehingga tidak mungkin dilihat dengan jelas.

Tiba-tiba, titik yang masih bersinar itu memancarkan cahaya lebih kuat.

Bzzzz...

Peta perlahan membesar, memperlihatkan wilayah di sekitar titik tersebut.

Pegunungan demi pegunungan muncul di hadapan mereka.

Ribuan puncak batu menjulang tinggi hingga menembus awan.

Di antara pegunungan itu tersebar tulang-belulang raksasa yang ukurannya menyerupai gunung kecil. Sebagian tertanam di dalam tanah, sebagian lagi berdiri menjulang seperti pilar-pilar purba yang telah melewati perjalanan waktu selama ribuan tahun.

Pemandangan itu memancarkan aura kuno yang luar biasa kuat.

Xiao Yun memandangnya tanpa berkedip.

"Tempat apa itu...?"

Roh penjaga menjawab dengan suara tenang.

"Itulah Pegunungan Tulang Naga."

"Wilayah kuno yang berada di dalam Kerajaan Yan Utara."

Jantung Xiao Yun berdegup semakin cepat.

Kerajaan Yan Utara bukanlah tempat yang asing baginya. Justru perjalanan menuju kerajaan itulah yang selama ini menjadi tujuan berikutnya setelah meninggalkan Lembah Iblis.

Kini ia akhirnya mengetahui bahwa bukan hanya Seleksi Sepuluh Pewaris yang menunggunya di sana.

Warisan berikutnya dari Nadi Kekosongan juga berada di wilayah yang sama.

Roh penjaga memandang Xiao Yun untuk terakhir kalinya sebelum berkata dengan nada yang lebih dalam.

"Pergilah ke sana ketika waktunya telah tiba. Altar Pertama telah memilihmu sebagai Pewaris Kesepuluh, tetapi jalanmu masih sangat panjang. Delapan altar lainnya akan menjadi ujian berikutnya, dan hanya dengan memperoleh seluruh warisan itulah rahasia sejati Nadi Kekosongan akan benar-benar terungkap."

Ruangan kembali diliputi keheningan.

Tatapan Xiao Yun tetap tertuju pada titik cahaya yang menandai Pegunungan Tulang Naga.

Tanpa disadarinya, tujuan perjalanan berikutnya kini telah ditentukan oleh warisan yang baru saja ia peroleh.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
🔵☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
🔵☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
🔵Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!