NovelToon NovelToon
Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Komedi
Popularitas:422
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

⚠️ Disclaimer⚠️
Untuk yang punya humor tingkat tinggi di atas ranah Bahalil Sovereign Immortal Mythic Glory Realm yang bisa menangkap esensi dari perjalanan Slamet dan Faksi-faksi di Overlord.

━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

#Fantasi
#Komedi
#Petualangan
#Respawn
#SalahPahamMassal
#KalongMania62
#BukanKonspirasi
#TapiSemuaPanik


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Ainz menatap peta di depannya. Lingkaran merah. Tanda tanya. Dua Guardian hancur. Perbendaharaan makam terancam. Dan dia masih tidak tahu siapa musuhnya.

"Sial," gumamnya pelan.

Lalu dia mengaktifkan mantra Message ke seluruh penjuru Nazarick.

"Mulai saat ini, seluruh Nazarick berada dalam kondisi kewaspadaan tertinggi."

Demiurge, yang sedang berada di ruang kerjanya, langsung menegang.

Suaranya bergetar tipis, bukan karena takut, tapi karena kekaguman yang berlebihan. "Ancaman tersebut pasti melampaui perkiraan hamba."

Ainz terdiam sejenak.

"Kita tidak tahu siapa musuh kita, Demiurge. Tidak tahu di mana dia berada. Tidak tahu kapan dia akan muncul lagi. Tapi satu hal yang pasti: dia sudah berhasil masuk ke Nazarick. Melewati semua sistem keamanan. Tanpa jejak."

Dia berhenti sejenak.

"Jika dia bisa masuk sekali, dia bisa masuk lagi. Dan lain kali, dia mungkin tidak akan muncul di Lantai Dua."

Demiurge mendorong kacamatanya. Kilatan cahaya memantul dari lensa bundar itu. Matanya menyipit, pikirannya sudah mulai bekerja.

"Hamba memahami, Ainz-sama. Musuh yang mampu membuat Anda mengeluarkan perintah demikian tentu bukan lawan biasa."

"Kesimpulan yang logis," kata Ainz.

"Demiurge, menurutmu tindakan apa yang paling tepat?"

Demiurge tidak merasa aneh dengan pertanyaan itu. Baginya, Ainz sedang menguji kemampuannya untuk merumuskan strategi sendiri.

" Sasuga Ainz-sama. Seperti yang telah Anda perkirakan sejak awal."

"Hamba menyarankan peningkatan penjagaan di seluruh lantai Nazarick."

"Fumu. Kurang lebih sejalan dengan pemikiranku."

"Laksanakan."

"Kedua, Sebas Tian."

Mendengar namanya dipanggil, Sebas yang sedang berada di ibukota Re-Estize langsung berlutut di tempatnya. Beberapa petugas istana yang kebetulan melihatnya hanya bisa saling pandang bingung.

"Ya, Ainz-sama."

"Segera tinggalkan Re-Estize dan kembali ke Nazarick. Tugas investigasimu di sana dihentikan sementara. Kembali ke makam dan pimpin pengamanan internal."

"Hamba laksanakan, Ainz-sama."

"Ketiga, Pleiades. Penempatan penuh di gerbang depan makam. Armor tempur lengkap. Jangan biarkan siapa pun lewat tanpa identifikasi yang jelas."

Di barak pelayan tempur, Yuri Alpha sudah berdiri tegak sejak mendengar titah tertinggi dari sang tuan.

"Baik, Ainz-sama. Titah Anda adalah mutlak."

Namun di tengah ketegangan tersebut, Demiurge kembali menyela. Nadanya hati-hati, seperti seseorang yang tidak ingin menambah beban pikiran penguasa mereka, tapi terpaksa.

"Ainz-sama, ada satu hal krusial yang perlu kita pertimbangkan."

"Apa?"

"Persediaan koin emas YGGDRASIL. Perintah untuk mengaktifkan seluruh pertahanan berarti monster penjaga otomatis tingkat tinggi akan terus dipanggil ke setiap koridor secara simultan. Seluruh sistem jebakan magis termahal diaktifkan tanpa henti. Gulungan dan ramuan dikonsumsi massal untuk persiapan tempur."

Demiurge berhenti sejenak.

"Jika kita mempertahankan kondisi ini selama lebih dari dua minggu, cadangan keuangan di dalam perbendaharaan Nazarick akan terkuras habis."

Keheningan berat merayap di dalam benak Ainz.

Di balik topeng tengkoraknya, Suzuki Satoru merasakan sakit kepala yang sangat familiar.

Uang.

Di dunia nyata dulu, aku stres karena uang operasional kantor.

Di dunia fantasi ini, aku masih stres karena masalah anggaran kas guild.

Tidak ada yang berubah dari nasib sialku.

Tapi dia tidak bisa menunjukkan keraguan, tidak di depan mereka.

"Lakukan, Demiurge," kata Ainz akhirnya, suaranya berat dan dipaksakan berwibawa. "Aku lebih suka jatuh miskin daripada melihat makam ini hancur."

Demiurge membungkuk dalam di ruangannya, meskipun tidak ada yang melihat.

"Hamba mengerti kebijaksanaan Anda, Ainz-sama. Seorang penguasa sejati tidak gentar mengorbankan hartanya demi melindungi rakyatnya."

Ainz tidak menjawab. Dia tidak tahu harus menjawab apa.

Sementara itu, di gerbang depan Nazarick.

Yuri Alpha berdiri tegap di samping pintu gerbang raksasa. Armor peraknya berkilau di bawah temaram obor magis. Di sampingnya, jajaran anggota Pleiades lainnya—Lupusregina Beta, Narberal Gamma, CZ2128 Delta, Solution Epsilon, dan Entoma Vasilissa Zeta—berdiri dalam formasi tempur penuh.

"Ini pertama kalinya Ainz-sama memerintahkan pengamanan sebesar ini," gumam Lupusregina, mencoba tersenyum ceria meski atmosfer di sekitarnya terasa menekan.

"Jangan bersikap ceroboh, Lupusregina," sahut Narberal dengan tatapan mata yang luar biasa dingin. "Jika Ainz-sama mengambil tindakan sebesar ini, maka ancaman tersebut nyata."

CZ Delta tidak berkata apa-apa. Mata merahnya menatap lurus ke depan perimeter, sambil memeriksa mekanisme senapan serbu magis senjata yang dianugerahkan oleh Supreme Being Garnet yang terpasang rapi di lengannya.

Solution membetulkan posisi sarung tangan kulitnya. Entoma berdiri diam di pojok. Suara serangga di balik jubah hitamnya terdengar samar.

Mereka menunggu.

Tidak ada yang tahu apa yang mereka tunggu.

Tapi mereka siap.

Di lantai-lantai bawah Nazarick, pasukan pertahanan otomatis Nazarick mulai diaktifkan.

Bukan monster biasa, melainkan entitas tingkat tinggi yang biasanya hanya muncul jika sistem mendeteksi ancaman langsung terhadap Great Tomb of Nazarick. Sekarang, mereka memenuhi setiap koridor. Di setiap ruangan. Di setiap persimpangan.

Tanpa suara. Tanpa ekspresi. Hanya binar mata merah yang menyala di kegelapan pekat.

Seorang NPC penjaga yang bertugas di Lantai Tiga bergumam pada dirinya sendiri.

"Ini tidak normal."

Tidak ada yang menjawab. Tidak ada yang tahu apa yang normal lagi.

Di tendanya, Ainz masih duduk sendirian.

Peta di depannya tidak berubah. Lingkaran merah tetap merah. Tanda tanya tetap misteri.

Shalltear hancur. Albedo hancur. Kas makam terkuras. Para Guardian bersiaga.

Dan aku masih tidak tahu siapa musuhku. Apa yang dia inginkan. Bagaimana cara menghentikannya.

Kilatan cahaya hijau memancar dari dadanya. Emosinya ditekan. Kembali datar.

Tapi rasa lelah mental tidak bisa dihilangkan.

Sama seperti saat aku harus lembur tiga hari berturut-turut di kantor dulu. Tapi ini lebih parah. Di kantor, kalau salah, aku bisa minta maaf. Di sini, jika aku salah, para Guardian-ku yang akan mati.

Ainz menatap langit-langit tenda.

Dunianya perlahan-lahan bergerak menuju kegilaan kolektif. Kepanikan. Paranoia. Ketidakpastian.

Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain duduk di sini, menunggu, dan berharap.

Cahaya hijau... tolong tenangkan aku...

Tidak ada yang menjawab.

Di tempat yang sangat jauh dari semua itu, di ibukota Holy Kingdom, seorang pria tidur meringkuk di dalam gang sempit berbau sampah.

Perutnya bunyi nyaring melantunkan nada protes akibat kelaparan.

Krik. Krik. Krik.

Slamet berguling malas di atas tanah lembab, mencoba mencari posisi tidur yang nyaman. Kaki kirinya telanjang karena sandal jepitnya tersisa sebelah.

Besok adalah hari pertama kerjanya sebagai kurir. Dia sudah mendaftar di toko logistik kumuh itu. Upahnya satu koin tembaga per paket. Cukup untuk roti keras dan air putih.

"Besok... harus benar-benar kerja," gumamnya setengah sadar, merapatkan kaos oblong lusuhnya dari tusukan angin malam.

Dia sama sekali tidak tahu bahwa di belahan benua lain, seorang penguasa undead sedang mengalami depresi korporat memikirkan kehadirannya.

Dia tidak tahu bahwa para Guardian level seratus—kini dipersenjatai World Item berharga—sedang bersiaga penuh untuk membantainya.

Yang Slamet tahu, besok pagi dia harus mulai mengantar paket.

1
🏵YI FENG🐲
Anjay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!