bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
"Dah,malam nih,balik yuk" Ajak Lisa kepada kedua sahabatnya.
Karena sudah malam Lisa memutuskan untuk pulang,sedangkan Jerry sudah dari tadi cabut duluan.
"Ya,udah yuk,bareng" Ujar Wanda
"Kita beda arah kali sama Lisa" Ujar Sinta
"Bareng ke parkiran,beg*" Jawab Wanda sambil menonyor kepala Sinta.
"Mau pulang atau berdebat nih" Lisa mengingatkan kedua sahabatnya.
Sebelum masuk ke mobil,ponselnya berdering,dia ingin mengangkat nya lebih dulu.
"Kalian duluan aja,gua mau angkat telpon dulu"
"Ok,kita dulu an ya" Jawab Wanda dan masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan Lisa menatap ponsel yang ada ditangan nya dan melihat siapa yang menelponnya. Ternyata yang menelpon adalah bundanya Rina.
"Hallo,bunda,assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam,Lisa kamu dimana,ini sudah malam,nak"
"Iya,bun,ini juga mau pulang,sudah ya,bun,keburu malam nanti, assalamu'alaikum"
"Iya,hati hati,waalaikum salam"
Sedangkan yang masih didalam cafe,Roy yang melihat Lisa hendak keluar bersama teman teman nya,Roy langsung berpamitan kepada kedua sahabatnya.
"Gua balik dulu ya" Pamit Roy sambil memakai hoodie nya.
"Buru buru amat lo" Ujar Arya,gak biasanya Roy buru buru pulang seperti ini.
"Dah malam,takut Bunda khawatir" Jawabnya sambil bergegas keluar dari cafe.
"Hati hati" Teriak Rendy.
Roy sejak tadi memperhatikan Lisa yang lagi menerima telpon,setelah melihat Lisa bergegas masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya,Roy juga menyalahkan sepeda motor nya.
Malam itu memang sudah malam,jalanan juga sudah sepi dari pengendara,Roy yang melihat Lisa mengemudi sendirian,Roy berinisiatif mengikutinya dari belakang dan memastikan kalau Lisa pulang dengan selamat.
Setelah menempuh beberapa menit akhirnya mobil Lisa memasuki halaman rumahnya.
Walau rumah mereka berdua berlawanan arah Roy tidak mempermasalahkan nya,asal Lisa selamat sampai rumah.
Roy sekarang sudah sampai dihalaman rumahnya,dia langsung bergegas masuk kedalam kamar nya,rumah masih sepi karena kedua orang tua nya menemui om Wijaya,ayah dari Lisa.
"Haaah" Teriak Roy kesal,
Sekarang dia sedang berfikir apa yang harus dia lakukan sekarang,setelah lama berfikir,akhirnya dia mengambil sebuah keputusan yang dia pikirkan secara matang.
Karena lelah dengan pikiran nya,akhirnya laki laki itu terlelap,dia harus mengumpulkan energi untuk menghadapi kenyataan esok hari.
******
Pagi ini Roy sudah siap dengan serangan sekolah nya dengan almameter OSIS miliknya, laki laki muda itu menuruni tangga bergabung dengan orang tua nya untuk sarapan.
"Pagi,ayah Bunda" Sapa Roy.
"Pagi,Roy,ayo sarapan nanti kamu terlambat,lo" Ujar Mia
"Masih pagi,bun,masak ketua OSIS terlambat sih,bun" Jawab Roy sambil duduk didepan sang ayah.
"Anak bunda ini selain tampan,cerdas ,disiplin dan tanggung jawab juga,bunda jadi tenang deh,apalagi kalau kamu sudah menikah nanti,anak bunda ini bisa bertanggung jawab sama istrinya" Ujar Mia panjang lebar memuji anak semata wayang nya.
Roy yang dari tadi fokus sarapan dan mendengarkan setiap kata yang keluar dari Mia,akhirnya tersendak ketika mendengar kata istri yang diucapkan Mia.
Uhuk uhuk uhuk
"Hati hati dong,nak" Ujar Mia sambil memberikan segelas air minum.
Karena selera makan,Roy memutuskan untuk pamit,
"Roy pamit dulu,yah,bun,assalamu'alaikum" Ujarnya sambil mencium punggung tangan kedua orang tua nya.
"Waalaikum salam,hati hati" Ujar Mia.
Roy berangkat menggunakan sepeda motor nya lagilagi,namun saat akan melajukan sepeda motornya tiba tiba ponsel Roy berbunyi,dia langsung mematikan motornya dan mengangkat telpon nya.
"Halll" Ujar Roy ketika dia akan mengucapkan kata hallo,sudah terpotong oleh orang yang menelponnya.
"Hallo Roy,bisa minta tolong jemput gua,soalnya kelvin sudah berangkat dari tadi"
"Oh..ok" Jawab Roy lalu mematikan panggil an dan memasukkan ponselnya ke saku celana.
"Huffg.." Kata Roy sambil menarik nafas berat, lalu memgusap wajahnya dengan kasar.
Roy yang awalnya mau pakai sepeda motornya dia urungkan,karena dia akan menjemput desi.
******
Setelah sampai di rumah Desi,Roy langsung turun dari mobilnya dan berjalan kearah rumah Desi.
"Assalamu'alaikum" Salam Roy sambil mengetuk pintu rumah itu.
"Waalaikum salamsalam,eh nak Roy mau jemput Desi,ya" Ujar nita ibu dari Desi. Roy langsung mencium punggung tangan nita.
"Iya,tan,Desi nya ada"
Belum sempat nita menjawab Desi sudah menyela duluan.
"Ayo,berangkat,bu,Desi berangkat dulu ya" Kata gadis itu,sambil mencium punggung tangan nita dan langsung keluar dari rumah.
"Tan,kami berangkat dulu,assalamu'alaikum" Ujar Roy sambil mencium punggung nita kembali.
"Hati hati" Pesan nita.
Roy membukakan pintu untuk Desi,karena sudah kebiasaan dari dulu,setelah duduk dikursi kemudi Roy melanjutkan mobilnya menuju sekolah.
Setelah sampai di sekolah Roy dan Desi menjadi pusat perhatian pagi ini. Apalagi saat Roy membukakan pintu untuk Desi.
"Bukannya dia anak buru,berani sekali dia mendekatin idola gua"
"Dia lebih cantik kali,wajar sih Roy tertarik sama dia"
"Cantik apanya,cantikan gua kali"
Itulah celotehan dari siswi siswi yang melihat kejadian itu.
disisi lain
Wanda dan Sinta yang sudah sampai duluan di sekolah,juga melihat kejadian tersebut.
"Eh,sin sin" Ujar Wanda kepada Sinta sambil mengoyangkan tubuh Sinta yang sibuk dengan ponselnya.
"Apaan sih,wan,gua lagi balas chat dari Lisa nih,jadi salah ketik terus kan" Kesal Sinta.
"Lihat deh,itukan pangeran lo yang sedang membukakan pintu buat anak baru itu" Wanda mencoba memanas manasin Sinta dengan apa yang dia lihat.
"Apa anak baru itu lagi?,siapa sih dia,kok bisa deket banget sama pangeran gua" Kesal Sinta sambil bertolak pinggang.
"Ha,ha ha,dia kan cantik,sin,pantaslah Roy naksir sama anak baru itu"
"Awas,aja anak baru itu,lagian cantikan gua kemana mana" Cerocos Sinta dengan kesal.
"Eh,ngomong ngomong,anak satu itu kemana ya" Ujar Wanda sambil mencari keberadaan salah satu temannya yang belum terlihat dari tadi.
"Gua gak tau,katanya baru mau jalan"
"Ya,ampun tuh anak,baru saja kemarin dia gak terlambat,sekarang kumat lagi" Kesal Wanda sambil menepuk keningnya.
"Lo gak tau dia aja,ngikutin mood nya kali" Jawab Sinta.
"Ayo buruan mau apel,nih" Ujar Wanda sambil menarik tangan Sinta menuju kelasnya.
*****
Setelah selesai apel,mereka di perintahkan untuk menunggu jam pelajaran,karena semua guru lagi mengadakan rapat dan tidak diperkenankan untuk bolos.
"Untung aja gak langsung masuk,jadi tuh anak gak bakalan masuk kelas" Ujar Sinta sambil memperhatikan pintu kelas dan berharap temannya itu datang.
"Iya,aman masuk kelas,tapi pasti tuh anak dapat hukuman lagi" Timpal Wanda kemudian.