NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arin sadar dari pingsannya.

Saat ini sedang berada di sebuah dimensi yang tidak lain dunianya, arwahnya seolah menjelajahi kembali dunia tempat tinggalnya. Arin menatap sudut kosong rumahnya yang tidak berpenghuni, menatap tempat yang seharusnya saat ini dia tempati.

Arin kemudian melayang ke tempat lain, dia sekarang ini berada di rumah Sean, sahabatnya yang selalu membuatnya kesal bukan kepalan. Di tembok rumah Sean masih terpampang begitu jelas fotonya bersama dengan Sean dan Meisya. Arin nampak tersenyum ketika melihat foto mereka masih ada di sana, Arin berpikir kalau saat ini arwahnya kembali ke dunianya, dia berdiri di depan fotonya sembari menatap sambil tersenyum.

Sesaat kemudian suara langkah kaki menuruni anak tangga, Arin menoleh menatap ke asal suara tersebut, terlihat di sana sosok yang begitu asing namun Arin masih bisa melihat wajah yang dulu sangat dia kenal.

"Dengarkan aku sayang, kalau pulang dari perusahaan jangan terlalu malam, ingat ini hari peringatan kematian Rin Rin." ucap si wanita.

Arin memiringkan wajahnya, menatap dua sosok yang sekarang ini wajahnya sudah berusia.

"Iya pa, nanti jangan pulang terlalu malam, aku dan adik-adikku akan pulang sore untuk memperingati hari kematian tante Rin Rin." jawab si pemuda.

Arin menatap dengan jelas tahi lalat yang ada di sebelah mata si wanita. "Kenapa aku merasa kenal banget sama wanita itu, kok dia mirip banget sama Meisya sih?" Arin menatap wajah ketiga orang yang turun dari tangga.

"Iya, aku masih mengingat betul di mana hari terakhir kita kehilangan Arin, di hari kelulusan yang seharusnya menjadi hari bahagia kita." jawab Sean.

"Oh my good.., benarkah ini temanku Sean dan Meisya?" Arin seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dia nampak memperhatikan dua orang itu dengan begitu seksama.

Sesaat kemudian dia malah tersenyum, setelah melihat sahabatnya itu sekarang sudah berubah tua, mereka nampak begitu bahagia dan telah mempunyai kehidupan.

"Aku benar-benar sangat bahagia jika kalian juga mendapatkan kebahagiaan, aku juga saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan yang ingin aku dapatkan." ucap Arin.

Ternyata di dunianya kejadian itu sudah berlalu sangat lama, kedua sahabatnya sudah menemukan kehidupan mereka dan saat ini mereka juga nampak sudah tua. Tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang memanggil nama Arin. Arin menatap ke sebuah cahaya yang begitu menyilaukan, sesaat tubuhnya tertarik oleh cahaya itu dan kemudian....,

"Dasar brengsek, beraninya kalian berbahagia di atas penderitaanku!" teriak Arin dengan suara yang begitu keras luar biasa.

Beberapa siluman yang ada di ruangan Arin mereka yang tadinya nampak begitu sedih, tiba-tiba saja wajah mereka terkejut.

"Kenapa kalian sudah tua dan meninggalkanku?!" teriaknya kembali.

Yan Yasha yang mendengar suara teriakan istrinya itu dia bergegas menepuk pipi Arin dengan lembut. "Istriku.. istriku..," panggil Yan Yasha.

Arin perlahan membuka matanya menatap sosok yang ada di depannya itu. "Eh ternyata Tuan purba ada di sini." ucap Arin sembari tersenyum melihat istrinya sudah bangun.

Yan Yasha begitu bahagia, dia langsung memeluk Arin dengan begitu erat, memeluknya sembari menepuk punggung Arin dengan begitu lembut. "Akhirnya kamu sadar, akhirnya kamu kembali padaku." ucapnya berulang kali.

"Tuan purba..," ucap lemah Arin.

"Akhirnya kamu bangun." Yan Yasha memeluk Arin.

"Aku juga berpikir aku tidak akan pernah bangun, tapi akhirnya aku bangun juga." Arin yang langsung duduk sembari menggerakkan tangannya.

Suasana yang tadi begitu menyedihkan sekarang tiba-tiba berubah menjadi penuh gelak tawa Arin menatap orang-orang yang ada di kamarnya, mereka nampak begitu sedih dengan dua mata yang sembab. "Kenapa kalian menangis apakah ada yang meninggal?" tanya Arin.

Nyonya beruang langsung memeluk Arin, begitu pula dengan nyonya katak. "Syukurlah kamu sudah sadar Arin, kami benar-benar mengkhawatirkan mu." ucap nyonya katak dan nyonya beruang. Mereka memeluk Arin dengan begitu erat.

"Tenang saja, aku tidak akan mati semudah itu, nyonya ibu beruang, nyonya katak." jawab Arin dengan senyum yang begitu lebar. Dia seolah sudah lupa dengan apa yang terjadi padanya.

Kabar mengenai Arin yang sudah tersadar itu didengar oleh Xamara, dia masih berada tidak jauh dari kamar Arin. Xamara menggenggam erat tangannya dengan begitu kuat, giginya mengerat dengan aura yang begitu menakutkan.

"Dasar brengsek, bagaimana bisa wanita itu masih tetap hidup, seharusnya wanita itu sudah mati." ucap Xamara dengan marah. dia terlihat tidak mampu menahan kegelisahan dan sakit hatinya.

"Tenanglah nona Xamara, lagi pula dia itu cuma manusia kan? jika kita sedikit bermain trik licik pasti dia akan segera meninggal." kata pelayan Xamara.

Mendengar perkataan pelayannya itu sebuah senyum ditunjukkan oleh samara, "Kamu benar dia itu cuma manusia-manusia yang beruntung bisa memasuki tempat ini. sebentar lagi akan ku buat manusia itu hancur, kalau dia tidak bisa hancur maka aku akan menghancurkannya perlahan-lahan hingga dia tidak bisa berdiri lagi." jawab Xamara yang kemudian pergi.

Setelah kondisinya sudah membaik, Arin memutuskan untuk membalas dendam kepada orang-orang yang sudah menghancurkan desa Hen. "Bagaimana kondisimu?" tanya Yan Yasha.

Arin menganggukkan kepalanya berulang kali sembari tersenyum. "Tentu saja aku baik-baik saja, lagi pula apa yang akan terjadi padaku?" jawab Arin dengan nada sedikit sombong.

Kabar mengenai bangunnya Arin sudah tersebar para prajurit kerajaan naga, tentu saja bahagia karena berkat Arin mereka bisa merasakan kehidupan lagi. Kerajaan Naga kembali hidup dengan semua penantian dan masa depan yang akan dibangun oleh kaisar naga.

*beberapa hari kemudian*

"Ratu, cepat turun!" seru nyonya beruang.

"Hais... Aku belum dapat buahnya." jawab Arin.

"Fan, Fen.. Cepat turun! Nanti yang mulia raja marah!" seru nyonya katak.

"Aduh ratu, ngapain sih ratu pakai panjat pohon segala, jika sampai Raja tahu dia pasti akan marah." ucap An.

"Kalau begitu aku akan menurunkan ratu menggunakan kekuatanku." jawab nyonya beruang.

"Iya, cepat turunkan ratu, aku akan menurunkan anak-anak. lagian kok ada sih ratu manjat pohon segala." nyonya katak. Ia nampak menggerutu panjang lebar kemudian membantu nyonya beruang menurunkan Fan dan Fen.

Siluman kelinci dan siluman tupai, dua siluman kecil itu tertawa sembari bertepuk tangan. Choci dan Juju mengambil buah-buahan yang sudah dilempar oleh Arin ke tanah.

"Tenang saja, sebentar lagi aku akan turun." jawab Arin yang kemudian melihat ke bawah.

"Hati-hati ratu!" seru An dan Nan.

"Iya, lagi pula aku sangat pandai memanjat pohon kok." ujar Arin yang kemudian melihat ke bawah. ketika dia menatap ke bawah malah tubuhnya langsung memeluk erat pohon yang dia panjat. "Aduh.. kok bisa tinggi banget ya, kok bisa aku sampai di atas sini sih?" ucap Arin yang malah kebingungan untuk turun.

*bersambung*

*nantikan novelku yang lain: Reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh.

1
Zheyra
lanjut terus kak
Zheyra
Ternyata udah beristri🤭
Zheyra
lanjut kak
Zheyra
lanjut
atiyah
hallo thor ketemu lagi.semangat terus 💪
shafrilla: terima kasih kak.😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!