NovelToon NovelToon
Diam Diam Suka

Diam Diam Suka

Status: tamat
Genre:Romantis / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:436.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Vandra dan Mia saling menyukai diam diam. Vandra cowo gaul yang tampan yang sukanya clubbing, brantem tapi atlet karate yang berprestasi. Sedangkan Mia cewe rumahan yang pintar dan manis.

cerita ini hanya perjalanan cinta anak sma yang dipenuhi intrik intrik kecil, persaingan,
rada setia kawan dan pengungkapan cinta yang manis.

Walaupun tetap ada konflik keluarga yang mengharukan. Tentang pengorbanan ibu dan anak, dan pertentangan keluarga yang sangat kaya raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balapan Panas

Vandra yang barusan datang bersama teman temannya kaget melihat Mia juga ada di arena balapan dengan Ando.

Sudah sedekat apa mereka? batin Vandra panas. Teman temannya pun menarik nafas panjang, padahal tadi Vandra sudah tenang, kini emosinya sudah ngga terkontrol lagi.

"Eh, ada Clara, Nesa dan Laura," ucap Eri senang.

"Ada Rosa juga tuh sama Cika, dan Nurma," tambah Toni.

Selain itu juga ada gadis gadis cantik dari sekolah Vero.

"Ando, Nesa bisa laporin kita," ucap Mia cemas.

"Jangan kuatir. Dia pasti juga ngga mau rahasianya ke bongkar juga," kata Ando yakin.

Benar juga, pikir Mia dan kemudian tersenyum. Tapi senyumnya surut saat beradu pandang dengan Vandra. Cowo itu menatapnya marah.

"Kamu balap sama anak sekolahku juga?"

"Iya. Ada juga sekolah lain."

"Hati hati."

"Iya, sip."

"Mia, kamu.di sini aja. Mau di mulai balapnya," kata Ando sebelum menjalankan pelan motornya ke garis start.

Mia hanya mengangguk. Dia berharap mereka semua selamat. Matanya kembali beradu pandang dengan Vandra yang kini dihampiri Rosa, Cika dan Nurma.

Begitu juga Ando dihampiri Nesa, Clara dan Nesa.

"Jangan sampe luka,." Nesa memberi ingat.

Ando hanya tertawa mendengarnya.

"Ngapain sih kamu bawa Mia," bisik Nesa gemas.

"Tadi abis jemput les piano, trus ke sini dapat notif."

"Tante Arta lagi ga di sini?" bisik Nesa lagi.

"Nggak."

"Pantesan dibawa ke sini."

"Jangan lapor lapor Nes. Dia juga bisa ganti lapor."

"Ngancem sukanya," sungut Nesa kesal.

"Temanmu katanya suka Vandra." Mata Ando mengerling pada Clara yang masih melihat Vandra yang sedang di kerubungi teman teman sekolahnya

"Ngga berani nyamper, ada nenek sihir noh." Tunjuk Nesa pada Rosa yang nempel di bahu Vandra.

"Cewe cewe si Vero juga pada ngeliatin si Vandra. Aku sama Vero kalah ganteng, ya," kekeh Ando sambil memakai helmnya. Nesa ikut tertawa.

"Hati hati bro,." Iyan menepuk bahunya. disampingnya ada Bagus dan Oka.

"Siap," jawab Ando santai.

Vandra melirik Mia yang berdiri seorang diri sambil melihat Ando membuat hatinya semakin panas. Cewe cewe yang mengerubunginya membuatnya gerah.

"Hati hati, ya, Van," ucap Rosa lembut.

Vandra diam ngga menjawab. Kini dia fokus sama motornya. Akhirnya setelah mendengar aba aba, Vandra dan Vero mendekati garis start.

"Vandra, semangat ya," kata Clara yang masih berada di dekat Ando.

"Yang harusnya kamu dukung Ando, bukan aku," jawab Vandra datar membuat Clara malu.

""Ga pa pa Van. Bebas dukung siapa aja," bela Ando sportif.

Ya, karena anak sekolah gue juga bela Lo. Vandra hanya tersenyum dingin.

"Udah lama ga balapan," kata Vero hangat.

"Sekolah kalian udah baikan?" tanya Vero lagi.

Ando dan Vanda hanya mengangguk.

Beberapa menit kemudian, layaknya balapan fast and furius versi motor, Belinda dari selolah Vero berjalan dengan seksi ke depan.

"Three, Two,,,,,,, Go," teriaknya sambil menggoyangkan saputangannya tinggi tinggi.

Ketiga motor melaju denga cepat, saling memepet dan berkejar kejaran. Arena balap ini milik Ando, tepatnya papanya. Mengetahui anaknya doyan balap liar di jalan, sang papi membeli lahan seluas sepuluh hektar yang disulap jadi tempat olah raga gratis. Di tengah arena juga ada lapangan basket, voli, badminton dan ada juga untuk bermain skate board dan sepatu roda. Jika arena balap tidak digunakan, maka akan digunakan sebagai tempat olah raga lari.

Vandra membalap penuh emosi. Beberapa kali dia menyenggol Ando dan Vero, untung keduanya juga lincah. Mia menatap cemas tiap Vandra melewatinya. Vandra juga selalu meliriknya dingin. Akhirnya setelah berjuang sengit, Vandra berhasil melewati Ando dan Vero dalam beberapa detik saja. Vandra benar benar menggeber motornya dalam kecepatan full maksimal. Ngga memikirkan bahaya yang akan dialaminya. Sampai akhirnya konsentrasinya pecah saat melihat motor Vero yang tiba tiba oleng dan hampir menabrak Mia. Vandra dan Ando seketika mengerem mengeluarkan decitan yang memekakkan telinga hingga motor mereka pun bersenggolan karena jaraknya yamg sangat dekat. Untunglah Vero berhasil mengendalikan motornya dan menghentikannya di luar arena yang ditanami rumput runput. Semuanya pada histeris. Mia yang hampir ditabrak kaget saat tubuhnya di tarik kasar dan dipeluk dengan erat. Jika sepersekian detik saja terlambat, Mia pasti kena senggol motor yang lajunya oleng itu.

Ando dan Vandra memang saat berhenti tepat berada di dekat Mia. Ando pun buru buru berlari menghampiri Mia. Dia yang meminta Mia menunggu di situ. Ando menyesali kebodohannnya. Tapi langkahnya terhenti melihat Vandra mendahuluinya dengan sangat cepat.

Kini semua pasamg mata melihat ke arah yang sama dengan perasaan yang berbeda beda.

"Kamu gak pa pa?" tanya Vandra cemas. Dia masih memeluk Mia.

Mia ga bisa menjawab. Kejadian ini begitu cepat. Jantungnya masih berdebar keras antara takut dan gugup mendapat pelukan Vandra.

Ando menghampiri Vero yang berusaha berdiri sambil membantu mengangkat motornya. Vano teman Vero juga ikut membantu.

"Maaf, sepertinya banku geser karena benturan dengan motor Vandra," katanya sambil memeriksa motornya. Saat ini kakinya agak terpincang, tapi dia lebih memperhatikan motor ducati hitamnya yang agak lecet bodi sampingnya.

"Namanya juga balapan," jawab Ando memaklumi. Mereka juga pernah melakukan seperti Vandra.

"Cewe lo tu." Vero menunjuk dengan dagunya pada dua sejoli yang masih berpelukan.

Vero tertawa lepas. "Sepupu gue."

"Banyak banget sepupu Lo. Mana cantik cantik lagi." Vero menggelengkan kepalanya sambil ikut tertawa.

Akhirnya dengan masih gemetar, Mia menarik diri dari pelukan Vandra. Keduanya masih saling beradu tatap.

"Aku antar pulang," kata Vandra lembut.

"Aku...." kata Mia ragu. Dia menatap Ando yang berjalan menghampirinya. Saat melihat arah tatapan Mia, Vandra baru sadar. Bodoh, pasti pulang sama Ando, marahnya lagi dalm hati.

"Tolong antar Mia ke rumahku ya. Kamu tau kan?" kata Ando penuh makna.

Sial, dia tau aku ngikuti, Vandra pura pura ga acuh menutup rasa malunya.

"Gue lupa ada Lo," jawabnya datar. Tangannya pun melepaskan pelukannya di bahu Mia.

""Gue ada tugas lain," jawab Ando ngga kalah datarnya.

"Mia, bilang ke Mana aku antar Nesa dulu," lanjut Ando saat melihat Nesa menghampiri mereka bersama Clara dan Laura. Eri dan teman temannya pun menghampiri mereka.

Kata kata Ando mengurungkan niat Vandra yang mau pergi.

"Ando... " panggil Mia dengan tubuh masih bergetar.

"Antarin sampe.rumah gue, Van. Jangan hanya sampai gerbang aja," kata Ando meledek..Senyum miring terukir di wajahnya.

Gotcha!! Eri dan yang lain tertawa menyadari kalo mereka ternyata udah ketahuan oleh Ando. Vandra jadi salah tingkah.

"Mia di rumah gue dulu selama mamanya dinas," jelas Ando telak menghunjam jantung Vandra. Cemburu butanya membuatnya hampir mencelakai Mia.

"Cewe lo ga pa pa Van? Lo nafsu banget balapan malam ini," ucap Vero yang mendekat dengan kaki terpincang.

"Sorry," kata Vandra ngerasa salah melhat kaki Vero.

"Dipijat juga sembuh?" jawab Vero enteng.

"Motor Lo?" tanya Vandra ga enak.

"Bentar lagi dijemput montir. Gue duluan ya?" kata Vero sambil melambaikan tangannya.

"Ayo Nes." Ando menarik tangan Nesa supaya mengikutinya.

"Aku duluan," pamitnya pada Clara dan Laura. Kasian Clara kelihatan patah hati saat ini. Sebenarnya Nesa ingin bersama Clara, tapi paksaan sepupunya seperti ancaman buatnya.

"Vandra,,, kamu ga apa, kan?" tanya Clara memberanikan diri.

"Aku ga apa." Vandra menatap Clara yang kini sedang menatapnya.

"Kamu pulang sama Mia?" tanya Clara lagi.

Pertanyaan bodoh!

Tapi Rosa yang berada di situ juga ingin tau. Dia menatap Clara dan Mia sinis.

"Iya." Vandra merengkuh bahu Mia. Tubuh Mia masih gemetar ternyata.

"Vandra, aku ikut Ando aja," tolak Mia halus.

"Ando sudah pergi."

"Aku telpon, pasti balik lagi. Mia meraih hpnya dengan tangan yang masih genetar.

"Mau digendong atau tetap telpon?" bisik Vandra mengancam.

Karena terkejut, hp Mia sampai terlepas dari tangannya. Untung Vandra dengan cepat meraihnya sebelum beneran jatuh dan retak. Vandra tertawa kecil sambil meletakkan hp Mia langsung dalam genggaman tangannya.

"Pegang yang kuat. Jangan gemetar terus," ledekmya membuat wajah Mia merona.

"Ni motor Lo," kata Aldi yang sudah membawa motornya ke samping Vandra

"Makasih," katanya tulus. Dia menatap teman temannya penuh rasa terima kasih.

"Kita cabut Van. Ayo cewe cewe, pulang," usir Irfan sambil melangkah pergi diikuti para sahabatnya.

"Aku duluan Van. Malam minggu besok jadikan?" Clara seakan ingin mengatakan pada Mia, kalo dia ada hubungan serius dengan Vandra.

"Ya," jawab Vandra malas.

Clara tersenyum puas sambil melirik Mia yang sedang memasukkan hpnya ke tas.

"Aku pulang dulu ya. Dag Mia," kata Clara sambil melambaikan tangannya.

"Mau kemana malam minggu ini Van?" tanya Risa kepo.

"Karaoke di the lover. Bareng anak anak yang lain."

"Ooo," kata Rosa lega. "Aku sama anak cheers gabung ya," kata Rosa menawarkan diri.

"Ya," jawab Vandra singkat.

"Oke, kita pulang dulu," pamitnya sambil pergi bersama Cika dan Nurma.

1
Novano Asih
Y Allah ngakak aku 🤣🤣🤣
Novano Asih
waduh kerjasama mereka nanti Lika kena pengaruh dari Celia
Novano Asih
🤣🤣🤣kayaknya seru deh kalau Edo dibikin cerita sendiri bikin ngakak trs
Novano Asih
🤣🤣🤣mau nikah kayak mau beli tempe aja sat set
Novano Asih
hahaha ketahuan deh
Novano Asih
apa ini titik"nya lg nggak on aku 😄😄
Novano Asih
😄😄😄temen"nya pd kepo
Novano Asih
keren y semuanya saling berhubungan entah itu sahabat mantan atau sepupu
Novano Asih
kok Lika trs harusnya Elka kan🤭🤭
Rahma AR: typonya bnyk🤭
total 1 replies
Novano Asih
kalau menurutku Ando malah lebih bijak dan dewasa
Novano Asih
emang Vandra itu kelakuannya kadang dewasa kadang kayak ank kecil yg dikit"marah
Novano Asih
🤣🤣🤣
Novano Asih
Rasya Thor kok Elka😄😄
Rahma AR: iya typo🤭
total 1 replies
Novano Asih
wah jangan"Rasya
Novano Asih
😄😄😄😄
Novano Asih
bacanya sambil senyum sendiri karena tingkah ABG labil baru jatuh cinta 🤭🤭
Deandra Putri
harusnya 'jadilah istriku suatu hari nanti mia' gitu..
Deandra Putri
aduh.. main cap cip cup aja.. kayaknya kangennya berat banget yaa
Deandra Putri
kok ada sekolah serunya kayak begini yaa..
Deandra Putri
kuburan hidup2 aja deh itu nenek sihir...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!