Genre: Action, Romantis, Fantasi, petualangan dan komedi.
Seorang pembunuh nomer satu dari devisi Wolf blood, Donz Ferliano, kembali ke kota dan menjadi murid yang paling kuat di sekolah laki-laki SMA Kuroshki!. Tidak hanya itu tujuan Donz Ferliano, ingin menemukan pembunuh, Ayahnya dan ingin membalaskan dendamnya.
Ayahnya terbunuh, dalam misinya oleh sekelompok Gangsters yang berada di Kota Osako Negara Jepang.
Apakah? Donz Ferliano akan berhasil menemukan pelaku pembunuhan ayahnya? Simak baik-baik ceritanya!!
Cerita orsinil bukan plagiat.
Novel ini terinspirasi dari Film Crows zero dan High and low.
Bantu Authour kalo ada kata yang tidak sesuai atau salah, tolong di koment ya.
Soalnya Authour buat Novel sambil kerja, masih mending tiap hari updet.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WiLz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 17.Mengintip Donz dan Naomi
Donz Ferliano tidak menyangka, bahwa wanita yang ingin bertemu denganya adalah Naomi Akhira, Donz Ferliano berjalan menghampir Naomi Akhira yang sedang duduk itu.
"Naomi!" kata Donz Ferliano.
"Hai, Donz." sapa Naomi Akhira.
"Aku kira siapa, ternyata kamu wanita yang ingin bertemu itu." kata Donz Ferliano.
"Iya Donz, tadi aku cari-cari kamu gak ada, terus aku tanya orang, eh orangnya malah lari, kaya ketakutan mendengar namamu, emang ada apa sih?" kata Naomi Akhira yang binggung.
Donz Ferliano berkata dalam hatinya.
Waduh! bisa gawat, kalo Naomi tau aku di segani di sini, ini semua gara-gara aku pernah di tangkap polisi di sekolah.
"Mungkin semua murid di sini, gerogi melihat wanita, karna di sini muridnya laki-laki." kata Donz Ferliano yang berbohong.
"Oh gitu yah, ini Donz untuk mu?" kata Naomi Akhira yang memberikan kotak makan kepada Donz Ferliano.
"Apa ini Naomi?" tanya Donz Ferliano yang menerimanya.
"Itu kotak makanan untukmu." jawab Naomi Akhira yang tersenyum kepada Donz Ferliano.
"Kok! buat aku sih, ini kan punya mu." kata Donz Ferliano.
"Tidak-tidak itu buat kamu, karna kemarin kamu menolak makan malam, sekarang aku bagi makananku untuk mu." kata Naomi Akhira.
"Tapi, kalo kamu berikan kotak makanan ini padaku, terus kamu gak makan dong." kata Donz Ferliano.
"Tenang saja, aku bawa dua kotak makannya kok." kata Naomi Akhira.
"Ohiyah kenapa kamu kemari, bukannya Kamu juga sekolah." tanya Donz Ferliano.
"Sekolah ku sedang ada rapat para guru, jadi semua kelas bebas gak akan belajar, jadi dari pada pulang lebih baik ke sini, soalnya aku janji mau memberikan makanan untukmu."
"Ternyata begitu, terimakasih ya makananya, Naomi." kata Donz Ferliano.
"Sama-sama Donz, Ayo! di makan." ucap Naomi Akhira.
Donz Ferliano dan Naomi Akhira, makan bersama di bawah pohon dekat lapangan sekolah Kuroshki.
Setelah selesai pun mereka asik mengobrol sampai siang hari.
Saat itu ada tiga orang yang mengintip Donz Ferliano dan Naomi Akhira sedang berduaan di bawah pohon tersebut.
Ternyata yang mengintip adalah Mino Tamida, Kenzo dan Hyuga, mereka mengintip di balik pohon satu lagi yang berada tidak jauh dari Donz Ferliano dan Naomi Akhira.
"Mino, kenapa kita harus mengintip Donz yang sedang pacaran" kata kenzo.
"Iya, kaya gak ada kerjaan saja." kata Hyuga.
"Kau ini, liat pacarnya Donz, cantik dan putih gitu. pasti dia dapatin wanita itu pake ilmu pemikat." kata Mino Tamida.
"Iya dia memang cantik sekali." kata Hyuga
"Ah! aku pulang, males liat orang pacaran." kata Kenzo yang berjalan pergi.
"Kenzo tunggu dulu jangan pergi, kita liat Donz berani mencium wanita itu atau tidak." kata Mino Tamida.
"Kalo begitu, aku jadi penasaran." kata Kenzo yang ingin pergi langkanya pun berheti dan kambali bersama Mino Tamida dan Hyuga.
Mereka masih mengintip Donz Ferliano dan Naomi Akhira, pada saat itu Sachi yang sedang mengawasi Seniornya yang bernama Donz Ferliano melihat mereka bertiga sedang mengintip lalu Sachi menghampir mereka bertiga.
Sachi berkata dalam hatinya.
Sepertinya ada orang yang mengintip senior, aku harus menghampiri mereka, eh tapi tunggu. aku ada ide.
"Kawan, kalian sedang apa?" tanya Sachi sambil menyentuh pundak Mino Tamida.
Mereka bertiga pun melirik kebelakang dan terkejut melihat wajah Sachi yang memakai topeng seram.
"Ahhhhhh hantu." teriakan Mino Tamida, Kenzo dan Hyuga.
Sontak Mino Tamida langsung mengahajar Sachi yang mamakai topeng itu "Bukk" Sachi di hajar di wajahnya dan Sachi pun jatuh,seketika topengnya itu pun terlapas.
"Woy! siapa kau, kanapa kau mengejutkan kami dengan topeng seperti itu." kata Mino Tamida yang marah.
"Aduh, sakit sekali kepalaku." kata Sachi yang kesakitan memegang kapalanya.
"Apa kau memata-matai kami." kata Hyuga.
"Harusnya aku yang bertanya, kepada kalian kenapa kalian mengintip, seniorku." kata Sachi kepada mereka bertiga.
"Apa? Senior mu, aku tidak percaya." kata Kenzo.
"Kita hajar saja dia bagaimana?" kata Hyuga.
"Aku setuju dengan mu Hyuga, kata hajar dia." kata Mino Tamida.
"Oh, kalian mau mengajak ku bertarung, baiklah kalo begitu." kata Sachi yang berdiri dari tanah karna di hajar oleh Mino Tamida.
"Maju." kata Mino Tamida.
Meraka ber empat bertarung dam membuat keributan.
Donz Ferliano dan Naomi Akhira, mendengar suara keributan di belakang mereka.
"Suara apa itu Donz?" tanya Naomi Akhira.
"Entah, sebantar aku cek dulu ke belakang." jawab Donz Ferliano yang berjalan menuju suara ribut yang ada di belakang dekat pohon.
Donz Ferliano mendekati pohon yang ada di belakang dan melihat, Sachi bertarung dengan Mino Tamida, Kenzo dan Hyuga.
Donz Ferliano berkata dalam hatinya.
Sialan! bukanya itu Sachi di berkelahi dengan siapa? Waduh kenapa dia bertarung dengan Mino Tamida, Kenzo dan Hyuga. Ini gawat, aku harus menghentika mereka ber empat, ehh tunggu kalo aku menghampiri mereka, bagaimana dengan Naomi. tunggu dulu kelihatanya ada Takeshi yang berjalan menuju mereka berempat bertarung.
Sebaiknya aku pergi saja dari sini dengan Naomi.
Donz Ferliano pun yang ingin pegi memisahkan mereka berempat bertarung, tidak jadi karna Takeshi menghampiri mereka berempat, saat itulah Donz Ferliano pergi kembali ke tempat Naomi Akhira berada.
"Donz, suara yang di belakang itu suara ribut apa?" tanya Naomi Akhira yang penasaran.
"Ah, itu cuma suara anak-anak sedang latihan upacara." jawab Donz Ferliano yang berbohong.
"Kok, latihan upacara di belakang sekolah bukan di lapangang, aneh banget." kata Naomi Akhira yang binggung.
"Ya sudah, dari pada memikirkan begitu mending kita cari tempat lain saja, bagaimana?" tanya Donz Ferliano.
"Hmm gimana ya." kata Naomi Akhira sedang berpikir.
"Ah, kamu terlalu banyak berpikir, Ayo!" kata Donz Ferliano sambil menarik tangannya Naomi akhira dan berjalan pergi dari tempat itu.
"Eh tapi Donz kita mau ke mana?" tanya Naomi Akhira.
"Sudah ikut saja, aku akan bawa kamu ke tempat pemandangan yang indah." ucap Donz Ferliano yang berjalan sambil berpegang tangan dengan Naomi Akhira.
Sementara itu Sachi dan Mino Tamida, Kenzo dan Hyuga masih bertarung, Sachi mampu bersaing dengan Mino Tamida, Kenzo dan Hyuga.
"Kau cukup hebat juga ternyata." tanya Mino Tamida.
"Kalian bertiga juga cukup hebat!" jawab Sachi seakan meledek Mino Tamida, Kenzo dan Hyuga.
"Banyak, bacot kau terima ini." kata Kenzo yang ingin menendang Sachi.
Lalu Takeshi datang dan menghampiri mereka berempat berkalahi tersebut.
"Berhenti!!!" teriakannya Takeshi.
Kenzo yang ingin menendang Sachi pun terhenti karna teriakan Takeshi, semuanya terkejut melihat Takeshi yang datang.
Mino Tamida berkata dalam hatinya.
Bagus sekali akhirnya Takeshi datang kita bisa melawan orang itu dengan kedatangannya.
Sachi berkata dalam hatinya.
Bukan kah itu temannya senior yang bernama Takeshi, akhirnya ada teman yang bisa membantu ku.
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu