NovelToon NovelToon
Office Crush

Office Crush

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:241.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Scarlettema

Zidan Arkan, seorang CFO muda yang selama ini selalu mendapatkan perhatian dari banyak orang terutama kaum hawa, merasa harga dirinya terluka saat ada satu orang perempuan yang selalu mengabaikannya sejak hari pertama pertemuan mereka. Zidan berencana untuk membuat perempuan itu jatuh ke dalam pelukannya. Tapi Lalita, nama perempuan itu, baru saja bercerai dari mantan suaminya dan sedang tak ingin membuka hatinya untuk laki-laki lain yang kemungkinan besar akan menyakitinya sama seperti mantan suaminya. Berhasilkah rencana Zidan? Akankah Lalita jatuh ke dalam pelukan Zidan? Atau malah Zidan yang bertekuk lutut dihadapan Lalita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scarlettema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Ketika Lalita bangun tidur keesokan harinya, dia bingung berada di mana. Dia mengingat-ingat lagi kejadian semalam, dan sepertinya dia ingat kalau tertidur di ruang kerja. Tapi kenapa sekarang dia terbangun di atas tempat tidur di sebuah kamar? Seingatnya ini juga bukan kamarnya, karena kamarnya hanyalah standard room dengan satu buah queen size bed, tapi tempatnya terbangun ini jelas king size bed. Lalita melihat luasnya kamar tidur ini, dan dia baru paham kalau sepertinya itu adalah kamar Zidan.

Lalita bangun dan keluar dari kamar, dia tidak melihat Zidan dimanapun. Lalita melihat jam tangannya, ternyata sudah jam 9 pagi. Crap. Zidan pasti sudah berangkat dari tadi, karena jam 10 pagi ada pertemuan dengan Bank CCBO dan jam 2 siang ada pertemuan dengan Bank SMCB. Aduh, pasti Pak Zidan nanti bakalan marah banget sama aku. Semalam saja kayak macan mengamuk, padahal aku nggak melakukan kesalahan apa pun. Apalagi sekarang yang udah jelas aku melakukan kesalahan? Tertidur padahal pekerjaannya belum selesai. Lalita cukup menyesal karena mengabaikan pekerjaannya.

Lalita melihat laptopnya dalam posisi mati, padahal dia tidak mematikannya semalam. Apakah laptopnya lowbatt sampai mati? Lalita mencoba menyalakannya, ternyata baterainya masih ada. Lalu Lalita mencari di quick access folder, yang berisi file-file yang terakhir diakses. Lalita membuka file laporan keuangan yang semalam dia kerjakan, ternyata semuanya sudah selesai sesuai revisi yang diinginkan Zidan. Lalita melihat ke arah tumpukan kertas A4 yang sudah terbuka dan berkurang banyak isinya, lalu ke arah alat penjilid yang sudah berpindah tempat.

Berarti Zidan sudah menyelesaikan semua revisinya dan mencetak lalu menjilidnya, lalu pergi ke pertemuan bank seorang diri, sementara aku tertidur sampai jam 9.

Damn, apa yang aku lakukan, sih? Fix, dia pasti bakalan marah banget sama aku. Kesalahanku besar kali ini, bisa-bisa dia memecatku nanti. Aku harus berbaik hati padanya nanti, agar dia nggak memecatku, aku masih butuh pekerjaan ini*. Lalita menutup kedua matanya dengan kedua tangan yang dia sandarkan di atas meja.

Lalita menutup file laporan keuangan, lalu melihat ada file lain yang juga baru diakses, tapi dia tidak mengenali file dengan nama “My Apology” berformat video itu. Lalita membukanya, dan wajah Zidan muncul di layar dengan latar belakang tempatnya berada saat ini. Berarti Zidan baru membuat video ini tadi pagi, karena Lalita melihat di properties, file* itu dibuat jam 4.30. Lalita membuka video itu dan mengeraskan volumenya.

"Lalita, aku minta maaf atas semua yang sudah kuperbuat kepadamu. Pada awalnya aku memang berniat mengerjaimu karena kamu sudah melukai harga diriku. Tapi seiring berjalannya waktu, aku merasa nyaman jalan denganmu. Aku jadi semangat bekerja karena kamu. Tapi setelah kamu pergi meninggalkanku dengan kemarahan, aku merasa kehilanganmu dan.. aku... mulai merindukanmu. Aku.... sepertinya.... aku.... mungkin.... menyukaimu."

Lalu tampak Zidan mengacak-acak rambutnya dan mengusap-usap wajahnya yang tampak lelah.

"Aku tidak suka melihatmu jalan dan tertawa dengan laki-laki lain. Aku merasa marah, hatiku panas, dan aku.... cemburu... mungkin. Dan kamu malah menantangku, dengan mengatakan kalau kamu make love dengan laki-laki lain? Kamu bohong kan? Kamu pasti cuma bercanda. Aku sama sekali tidak mau mempercayai ucapanmu yang satu itu. Maaf kalau semalam aku marah dan bersikap kasar kepadamu. Kamu harus memaklumiku, bagaimanapun juga aku seorang laki-laki."

Zidan menarik napas panjang, lalu menghembuskannya kembali beberapa detik kemudian. Setelah hening beberapa saat, Zidan bicara lagi.

"La, please maafin aku, dan kita mulai lagi hubungan kita dari awal. Berikan aku kesempatan untuk menebus kesalahanku. Dan berikan aku kesempatan untuk menyembuhkan hatimu yang terluka karena ulah mantan suamimu, dan terutama karena ulahku."

Lalu video itu berakhir dan Lalita mematikan laptopnya. Lalita pergi meninggalkan kamar Zidan, tanpa membawa laptopnya, dan tanpa membawa ponsel pemberian Zidan semalam, tapi dia sudah membuka blokiran nama Zidan di ponselnya sendiri. Lalita kembali ke kamarnya sendiri, kemudian dia mandi lalu memesan makanan via room service. Perutnya sangat kelaparan karena belum makan apa pun sejak semalam, gara-gara Zidan marah-marah dia kehilangan nafsu makannya.

Setelah menghabiskan dua porsi makanan, Lalita membaringkan tubuhnya lagi. Semalam dia begadang sampai jam 2 pagi sebelum akhirnya ketiduran. Sekarang mumpung ada waktu, dia ingin tidur lagi. Sambil jaga kondisi, siapa tahu nanti malam dia harus begadang lagi kalau Zidan ada permintaan untuk merevisi laporan keuangan lagi. Tidak lupa Lalita berdoa agar rapat Zidan hari ini berjalan dengan lancar, supaya nanti setelah pulang kembali ke hotel tidak marah-marah lagi dan juga tidak menyuruhnya merevisi laporan keuangan lagi.

Lalita bangun dari tidur siangnya jam 3 sore. Lalu dia memutuskan untuk menghabiskan sorenya dengan berenang. Jika dipikir-pikir, dia memang sudah sangat lama tidak berenang. Lalita berenang untuk membuat dirinya relaks setelah ketegangan yang terjadi semalam. Untungnya kolam renangnya sedang sepi jadi dia bisa leluasa berenang ke sana ke mari. Dua jam kemudian, Lalita menaiki lift untuk kembali ke kamarnya. Karena kolam renang berada di lantai 3, jadi saat dia memasuki lift sudah ada lima orang di dalamnya, termasuk salah satu di antaranya adalah petugas hotel yang semalam membantunya memasang printer.

"Good afternoon, Miss Lalita," sapa petugas hotel dengan name tag Dachi di dadanya.

"Good afternoon, Dachi. I am so sorry about last night," meski bukan Lalita yang melakukannya tapi dia tetap merasa perlu untuk meminta maaf kepada petugas itu atas kelakuan kasar atasannya, yang Lalita baru tahu tadi kalau ternyata penyebabnya adalah karena Zidan cemburu melihatnya.

"It's okay. I just curious if he is your boss or your husband? He's so into you." Petugas itu menggoda Lalita. Sebenarnya kemarin mereka sudah berbincang dan petugas itu sudah tahu kalau Zidan adalah atasan Lalita.

"Not both of them. He just a psycho," jawab Lalita sambil tertawa.

"Don't let him hear it. I’ll go first. Take care, Miss Lalita, see you later," petugas hotel itu mengakhiri percakapannya saat lift berhenti di lantai 8.

"Bye, see you later," Lalita membalas lambaian tangan Dachi sambil tersenyum.

Di lantai 9, seorang laki-laki keluar. Di lantai 10, sepasang suami istri keluar. Tinggal Lalita dan seorang laki-laki di dalam lift.

"You called me a psycho?"

Lalita terkejut dan membalikkan tubuhnya, lalu melihat Zidan berdiri dan menempel di dinding lift paling belakang.

"Eh, Pak Zidan, saya hanya bercanda kok." Lalita tersenyum malu karena menyadari kalau Zidan daritadi mendengar pembicaraannya dengan Dachi petugas hotel.

"Seburuk itukah saya di matamu, La?" Zidan mengabaikan penjelasan Lalita sebelumnya. Entah kenapa Zidan tidak merasa kalau ucapan itu hanyalah sebuah candaan.

"Saya kan sudah bilang kalau hanya bercanda. Jangan dimasukkan hati dong, Pak. Btw, bagaimana pertemuannya hari ini?" Lalita mengalihkan pembicaraan.

"Better than yesterday."

"Syukurlah. Saya minta maaf semalam ketiduran, Pak, jadi tidak bisa menyelesaikan permintaan Bapak, sampai Bapak harus menyelesaikannya sendiri."

Bagaimanapun Lalita sadar kalau itu adalah kesalahannya dan dia harus minta maaf karena hal ini.

"Tidak apa-apa, kamu sudah berusaha keras sampai ketiduran. Saya hanya melengkapi sedikit saja."

Sepertinya mood Zidan sedang baik hari ini, berbanding terbalik dengan kemarin.

"Maaf ya, Pak, saya tidak bisa banyak membantu selama di sini. Saya jadi malu dan merasa bersalah sama Bapak. Apa ada yang bisa saya lakukan untuk menebus kesalahan saya, Pak?"

"Maafkan saya."

"Apa?" Lalita tidak menyangka Zidan akan mengatakan hal itu. Maksud Lalita adalah terkait pekerjaan, bukan terkait kehidupan pribadi mereka.

"Maksud saya terkait pekerjaan, Pak. Mungkin..."

"Saya tidak minta hal lain dari kamu, selain kamu memaafkan saya."

Lalita membalikkan tubuhnya membelakangi Zidan dan menatap pintu lift yang sebentar lagi akan terbuka di lantai yang dia tekan tadi.

"Kamu tidak mau memaafkan saya ya? La, apa yang harus saya lakukan agar kamu mau memaafkan saya?"

Ting. Pintu lift terbuka di lantai 15. Lalita keluar, Zidan mengikutinya di belakang.

"Richard?" Lalita melihat laki-laki itu bersandar di dinding di sebelah pintu kamarnya.

"Hai, aku pikir sibuk bekerja, ternyata habis berenang, tahu gitu aku temani tadi berenangnya." Richard sama sekali mengabaikan Zidan yang berdiri di belakang Lalita.

"Ada apa ke sini? Kok kamu bisa tahu kamarku?"

"Ada teman di sini, tadi aku minta tolong dia antar aku ke depan kamarmu. Kenapa tidak menghubungiku aku dari semalam?"

"Dia ke sini untuk bekerja, bukan bermain." Akhirnya Zidan membuka mulutnya, tidak sabar mendengarkan ucapan Richard.

"Kamu siapa?"

"Tunangan Lalita."

1
Jhonson Tjahyadi
Mr Zudan gentle and brave,,it's oke,,,
Dewie Qii
Luar biasa
Sri Widayati
😓😭
Sri Widayati
Luar biasa
Adji Purwanto
bagus ceritanya...
Ali Amril
kalau ada masalah baiknya dibicarakan dengan baik"jangan ambil kesimpulan seadidi belum tentu yg dilihat dan yg didengar sesuai kenyataan yg terjadi
Lusyana Dewi
upnya lamaaa niyy...ayoo author...semangat
Del
Tim Zidan Lalita fix❤️🤭😂
Nurus Saada Smti
aku lebih suka Lalita bersama Andrew...
Nur Hasmalawati
Aku juga lebih suka zidan sama lalita, ga tau knp, klo sama andrew kaya kurang greget gtu .. 😂😂😂
qiqiel
aku tim zidan 😁
Vina Aryaduta
akhirnya...
semangat Thor,,aku selalu nunggu updatean mu
Vie Triean Liee
ampun deh, direbutin 3 cowok itu gmnaaaaa
Del
please Zidan dong yg sama Lalita, mereka kan belum ada kata putus
yu sisca
mumet, mumet dah lalita
qiqiel
aku memilih zidan 😁
vetty christiandi
wow...wow..wow....

Lalitaaa apa rasanya diperhatiin 3 cowok gitu ? tell me please
vetty christiandi
thor aku maunya lalita sm zidan.

andrew cariin cwk lain yg baik yaaa yaa yaaa
yu sisca
berharap lalita sama zidan tapi kok kasian sama andrew
Novie Juliandini
ayo thor semangat lanjutkan...aq selalu menanti karyamu...😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!