Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".
Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.
Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C-16
Surabaya
Satu tahun sudah Gilang di Mesir setelah ia selesai kuliah. Dia tidak tau apa yang telah terjadi di Indonesia. Dia tak pernah pulang sejak kepergian nya yang pertama. Hanya bertukar kabar lewat hp atau yang lain.
Entah apa yang telah terjadi pada mama. Beberapa hari ini dia jatuh sakit. Dia juga tidak memberitahukan keadaannya pada Gilang.
***************************
Bunga
Sudah seminggu ini mama di rawat. Keadaan nya juga sudah mulai membaik. Aku berharap kak Gilang segera pulang. Dan mama cepat sembuh.
"Pa kak Gilang kapan pulang" tanya ku
"Aku juga tak tahu"
"Apa dia tak mau lagi menuruti mana"
"Tidak sayang, kakakmu disana juga atas izin mama. Dua akan kembali jika urusan nya sudah selesai. Kamu jangan pikir yang aneh-aneh"
"Tapi pa, sejak kepulangan papa dan mama dari wisuda kak Gilang satu tahun yang lalu. Mama sering jatuh sakit. Hampir setiap bulan pasti mama di rawat pa. Apa papa tidak sadar hal itu"
"Itu sudah takdir dek"
"Terserah papa deh. Aku pamit dulu, ada tugas kelompok hari ini."
"Hati-hati di jalan, dan cepat lah pulang"
"Baik pa, assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam...."
Aku pun pergi ke rumah teman ku. Dimana kita akan mengerjakan tugas kelompok kami.
Segera ku selesaikan tugasku karena aku ingin segera pulang. Aku khawatir sama mama.
Kring....... Kring...... Kring......
Siapa yang menelepon ku.
Oh..... ternyata kak Gilang, ada apa ya tumben nelpon duluan.
segera ku jawab telpon tersebut.
"Assalamualaikum....." sapa ku
"wangalaikumsalam........"
"Ada apa kak, tumben banget nelpon duluan"
"Bagaimana keadaan rumah. Papa sama Mama baik-baik aja kan"
"..........."
harus ku jawab apa. Papa melarang ku untuk memberitahu kalau mama sering sakit. Tapi kalau tidak apa yang akan terjadi
"Dek.... Kenapa kamu diam aja. Jawab kakak "
"Apa kakak baik-baik aja"
"Iya, kakak baik-baik aja"
"Kenapa kakak masih disana sampai sekarang. Apa mama yang menyuruhmu"
"Tidak. Aku sudah minta izin pada mama dan papa."
"Benarkah. Pasti kakak memaksa"
"Iya. Dulu mama menentang kakak. Namun aku dan papa berhasil meyakinkan mama. Akhirnya mama menyetujuinya"
"Apa kakak kena sial setelah itu"
"Tidak"
"Benar dugaan ku"
"Apa maksudmu"
"Sejak kepulangan papa dan mama setelah wisuda mu. Mama sering sakit, setip bulan pasti dirawat di rumah sakit. Penyakit mama juga beda-beda setip bulan nya. "
"Kenapa tidak ada yang memberi tahuku"
"Papa melarang kami. Jika urusan kakak sudah selesai segera pulanglah. Aku tidak ingin melihat mama seperti ini terus"
"Baiklah. sampai kan salam ku pada mereka. Dan semoga mama lekas sembuh. Aku janji jika Abah sudah tidak membutuhkan ku lagi. Aku akan segera pulang."
"Iya kak, sudah dulu kak aku mau sampai rumah sakit. Oh ya, jangan bilang siapa-siapa kalau kamu tahu soal mama dari ku"
"Iya. Assalamualaikum"
"Wangalaikumsalam...."
Maafkan aku ma, pa. Aku tidak mau mama seperti ini terus. Mungkin kalian tidak sadar kenapa mama seperti ini. Namun aku yang dari kecil tumbuh besar dengan kakak sudah tahu sebab mama seperti ini.
Kenapa mama ngelakuin ini.
Kenapa mama mengizinkan kak Gilang jika mama tidak setuju dengan keputusan nya
Kenapa mama tidak berpikir bahwa keputusan mama adalah salah
Apa mama tak ingat
Sewaktu kecil,
Jika sekali kak Gilang sengaja tidak menuruti mama
Dia akan sial
Dan jika ia meminta sesuatu dan mama menentangnya, kak Gilang akan terus membujuk sampai akhirnya mama setuju
Namun
Apa yang terjadi
Mama sakit
Dan kejadian itu terulang lagi
Kenapa mama menurut i permintaan kakak
Dan memilih menyakiti diri mama sendiri
Semoga semua ini cepat berakhir
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏