NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Pembawa Cinta

Ta'Aruf Pembawa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasriani

"Zahra hanya ingin menikah jika dengan kak Rafif, Abi" ucap Zahra yang membuat semua orang di ruangan itu terkejut mendengarnya

Zahra adalah anak tunggal dari pasangan Abi Ahmad dan Umi Khadijah. Kedua orangtuanya sepakat untuk menjodohkan putri satu-satunya itu dengan anak sulung sahabatnya. Tapi siapa sangka, pada akhirnya Zahra menikah dengan Rafif anak kedua dari sahabat Abinya.

Mereka menikah setelah seminggu menjalani proses ta'aruf yang batal di lakukan oleh Zahra dan anak sulung dari sahabat Abinya. Zahra memilih jalan itu untuk membantu Daffa, orang yang seharusnya di nikahkan dengannya karena Daffa saat itu juga memiliki masalah lain yang tidak memungkinkan dirinya untuk menikah dengan Zahra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangat Lucu

"Daffa, kau darimana saja?" tanya Zeline dengan wajah yang berseri-seri melihat Daffa yang baru saja masuk ke dalam apartemennya. Ia menghambur memeluk Daffa dengan sangat erat seakan baru melihat Daffa dalam waktu yang lama

"Aku baru saja kembali dari rumah" jawabnya membalas pelukan wanitanya itu

Setelah cukup lama, Daffa melepaskan pelukan Zeline dan memegang kedua bahu Zeline lalu menatapnya dengan dalam. Betapa berharganya wanita itu untuknya, pikirnya

"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Zeline merasa malu dan salah tingkah dengan tatapan mata yang begitu dalam oleh Daffa

"Apa kau ingin menikah denganku, Zeline? kita besarkan anak kita bersama dan memulai semuanya dari awal. Pergi dari tempat ini" ucap Daffa menatap dalam mata Zeline yang kini tampak berkaca-kaca, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Daffa

"Apa kau serius Daffa? aku tidak percaya bisa mendengar kata itu dari mulutmu. Apa ini mimpi?" Zeline seakan tidak mempercayai apa yang dirasakannya saat ini, ini seperti tidak nyata untuknya

"Aku serius Zeline. Tapi maaf, kita tidak bisa mendapatkan restu orangtuaku" jawabnya dengan perasaan kecewa mengingat pertengkaran dengan Mamanya tadi

"Apa kau yakin akan tetap menikah denganku tanpa restu dari orangtuamu?" tanya Zeline merasa kasihan pada kekasihnya itu. Ia tau bagaimana perasaan Daffa saat ini karena iapun sudah mengalaminya, Zeline rela meninggalkan orangtua serta kekuasaannya di Negara tempat tinggalnya hanya untuk Daffa

"Aku yakin Zeline. Aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu juga anak kita. Aku akan berusaha untuk membahagiakanmu dan anak kita. Aku juga akan berusaha membuktikan ke orangtuaku bahwa aku bisa tanpa mereka, aku akan berusaha untuk mendapatkan restu mereka juga restu orangtuamu" ucapnya dengan senyuman getir, merasa takdir seolah terus mempermainkannya

"Kita berusaha bersama untuk mendapatkan restu orangtuamu dan orangtuaku Daffa" ucap Zeline tersenyum hangat berusaha menenangkan Daffa, memberikannya pelukan pada lelaki yang telah mengunci hatinya itu

"Kemasi barang-barangmu, kita tinggalkan tempat ini malam ini juga" kata Daffa setelah melepaskan pelukannya, Zeline mengganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Daffa

***

Rafif dan Zahra baru saja selesai mengerjakan pekerjaan mereka, malam ini keduanya harus lembur karena permintaan dari klien yang mendadak berubah. Zahra menemani Rafif untuk mengerjakan beberapa dokumen penting karena Cindy, sekretaris utama suaminya itu sudah pulang sore tadi karena sedang tidak enak badan. Rafif menyuruh Cindy pulang terlebih dahulu karena merasa tidak enak jika terus membiarkan sekretarisnya itu bekerja dalam keadaan sakit

"Mau ku buatkan kopi kak?" tanya Zahra yang baru saja masuk ke dalam ruangan Rafif tanpa mengetuknya terlebih dahulu

"Bukannya kau bilang memanggilku dengan sebutan Pak Rafif di kantor?" bukannya menjawab pertanyaan Zahra, Rafif malah membuka pembicaraan baru.

"Ini sudah diluar jam kerja. Lagipula tinggal kita berdua dan beberapa tim keamanan diluar" jawab Zahra dengan cueknya sembri menghampiri Rafif yang tidak berpindah dari posisinya

"Tapi ini masih di kantor" ucap Rafif tersenyum kecil saat berhasil menggoda Zahra

"Kenapa mempermasalahkannya, kau mau kopi atau tidak?" tanya Zahra dengan kesal

"Ada apa denganmu hari ini?" Rafif berusaha menahan senyumnya karena tidak tahan melihat ekspresi Zahra yang begitu menggemaskan

"Aku menanyakan kopi kau malah membahas hal lain" Jawab Zahra mencebikkan bibirnya

"Ya sudah, buatkan saja. Jangan kemanisan" kata Rafif kemudian membuat keputusan karena takut Zahra bertambah kesal

"Baiklah" ucap Zahra datar lalu berbalik meninggalkan ruangan suaminya itu dengan wajah kesal

"Kenapa anak itu sangat lucu" gumam Rafif terus menatap Zahra hingga sosoknya kini sudah tidak dijangkau oleh matanya

***

Setelah pukul sepuluh malam, Rafif dan Zahra akhirny meninggalkan gedung kantornya dan pulang ke rumah mereka. Begitu sampai di kamar, Zahra langsung menuju ke kamar mandi berniat membersihkan badannya yang terasa begitu lengket. Sementara Rafif tengah merapikan barang-barangnya sembari menunggu Zahra selesai mandi dan bergantian dengannya

"Aku sudah selesai kak" ucap Zahra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama yang sebelumnya ia ambil di lemarinya tadi

"Istirahatlah, aku ingin mandi dulu" jawab Rafif memegang kepala Zahra yang sudah tidak tertutupi hijab dengan rambut yang masih agak basah lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar mandi

"Kenapa dia suka sekali memegang kepalaku?" gumam Zahra sembari berjalan ke arah tempat tidur dan mendudukkan tubuhnya di pinggiran tempat tidur

Selang beberapa menit, Rafif terlihat baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama. Ia mendapati Zahra sudah tertidur di atas tempat tidur dengan selimut yang berantakan, Rafif tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat istrinya itu sudah tertidur dengan lelapnya. Ia lalu berjalan mendekat ke arah Zahra

"Sepertinya dia sangat lelah" ucapnya menatap Zahra dengan tersenyum, ada rasa senang tersendiri baginya melihat Zahra tertidur begitu pulas. Ia lalu menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh Zahra yang tidak terbalut dengan kain selimut tersebut.

1
its me
kokxxx awi sihh
Journal. Lilac
salam kenal Thor, mampir ya Thor ke novelku hehe
Journal. Lilac
keren Thor lanjut
Iffa umama
wgwg berani berbuat berani tanggung jawab 😜
Nur fadillah
Waah asyik ini bacanya...makasih ya Thor sukses selalu...🙏🙏
Nur fadillah
Bahagianya...🤲🤲
Nur fadillah
Heeheee...😀😀
Nur fadillah
Bahagianya...😀😍😍
Nur fadillah
Kasihan Kak Daffa...kasih pasangan Thor biar ndak sedih...😣😣
Nur fadillah
Heeeeemmm.😀😀
Nur fadillah
So sweet banget...😀😀😍
Nur fadillah
Cinta itu susah dibayangkan...cukup untuk dirasakan...yeeeaaah...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Heeeeemmmm...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Sediiih dan bahagia jadi satu...😥😥😥
Nur fadillah
Kok sediih banget siiih...😭😭😭
Nur fadillah
Sediiih bangeet Thor...😭😭😭
Nur fadillah
Sediiih banget...😭😭😭
Nur fadillah
Weh...weh...hanyut Maaasss..🤣🤣
Nur fadillah
Selalu samawa Neng Zahra dan Mas Rafif...🤲🤲
Nur fadillah
Salam kenal ya Thor...🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!