"Om, mau makan apa? Biar aku buatkan", jawab Rayla yang sebenarnya tidak tega pada Arkhan.
"Om? Emangnya saya Om kamu apa?", celetuk Arkhan kesal.
"Tapi, Omnya Lisa kan? Nah, aku ini sebaya Lisa berarti kalau Lisa panggil Om, otomatis aku panggil Om juga dong", jawab Rayla tidak mau di salahkan.
Jawaban Rayla itu semakin membuat Arkhan kesal. Ya, dia paham jika umur mereka jaraknya agak jauh. Tapi, kan rasanya gimana gitu jika di panggil Om sama calon istri. Begitulah pemikiran Arkhan.
"Ya udah deh nggak usah jadi! Aku mau tidur aja!", ucap Arkhan ngambek dan langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Rayla.
Rayla menggigit bibir bawahnya yang hampir mengulum senyum. Rasanya lucu juga melihat pria dewasa masih mau ngambek begitu. Rayla tidak bilang apa-apa lagi dan langsung keluar dari kamar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Mawarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Motivasi Ben
Angin kencang berhembus menerpa tubuh ke empat sekawan itu. Rayla terus memandangi Lisa yang menghapus air matanya sembari berpikir maksud ucapan Lisa.
"Lisa, maafkan aku. Aku kira Zein menyukaimu", ucap Rayla merasa bersalah.
Lisa masih berusaha menghapus derai air matanya sambil menggelengkan kepalanya.
Ben berhenti berlari ketika sudah dekat dengan kedua wanita itu. Dan di ikuti oleh Zein yang berhenti di belakang Ben.
"Apa yang sebenarnya terjadi Ray? Kenapa kamu merencanakan semua ini?", tanya Lisa yang masih sedih.
"Tadi siang, Zein mengajakku jalan. Aku kira dia bilang begitu karena tahu kamu selalu bersamaku. Jadi...", Rayla mencoba menjelaskan namun di potong oleh Lisa.
"Zein mengajakmu jalan? Apa kamu tidak mengerti Ray? Yang di sukai Zein adalah kamu bukan aku", ujar Lisa dengan leher yang terasa tercekat.
Deg! Jantung Rayla menjadi tidak karuan mendengar penjelasan Lisa. Ia tidak pernah berpikir jika ada pria lain yang menyukainya.
Rayla menggenggam jemari Lisa. Hatinya benar-benar merasa bersalah. Sudah pasti Lisa merasa malu makanya menjadi seperti ini.
"Aku antar kamu pulang ya", ucap Rayla dengan raut wajah yang sedih.
Rayla menoleh ke belakang melihat 2 pria yang sedari tadi memperhatikan mereka. Ia pun menarik tangan Lisa untuk mendekati keduanya.
"Ben, Zein kami pulang ya. Maaf telah membuang waktu kalian", ucap Rayla lalu membawa Lisa pergi.
Ben dan Zein hanya bisa tertegun melihat kepergian dua gadis itu. Tidak di sangka pada akhirnya menjadi peristiwa yang memilukan.
Ben melihat ke arah Zein yang masih memandangi ke dua gadis itu hingga menghilang dari pandangannya. Ben sedikit menyunggingkan senyumannya.
"Kau masih menyukainya?", tanya Ben pada Zein.
"Jadi, kau tau kalau aku menyukainya", jawab Zein yang langsung mengerti.
"Terlihat jelas oleh mataku, bagaimana kau memandangnya ketika itu. Makanya, aku mundur agar kau bisa mendekatinya. Itu harga yang impas untuk semua kebaikanmu yang menolong ayahku hingga sembuh", jelas Ben dengan tenang sambil bersedekap dada.
Ya, ketika sebelum ujian akhir sekolah, ayah dari Ben mengalami penyumbatan di arteri jantungnya. Yang mengharuskannya untuk segera di operasi.
Operasi tersebut di lakukan untuk memasang stent atau ring pada jantungnya agar membuka arteri yang tersumbat itu. Dan pada saat itu, Ben yang dari keluarga biasa tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar biaya operasi itu.
Saat itu, Zein yang datang ke rumah sakit untuk menemui ayahnya mendengar pembicaraan keluarga Ben. Ia pun tidak sampai hati melihat kekhawatiran Ben teman sekelasnya. Dari situ Zein meminta ayahnya untuk membebaskan biaya operasi ayah Ben.
"Apa? Jadi, kau meninggalkannya begitu saja?", tanya Zein terkejut. "Tapi, kenapa sepertinya Rayla bahkan tidak marah padamu?"
"Aku juga nggak ngerti. Aku kira selama ini dia telah membenciku. Tapi, saat kami bertemu lagi bahkan senyumnya sangat lebar", jawab Ben lalu menghela napasnya.
Beberapa saat mereka diam sambil memikirkan apa yang ada di pikiran mereka masing-masing. Rayla benar-benar wanita yang sangat baik dan juga lembut. Dia juga tidak pernah bertengkar ataupun menyimpan dendam pada siapapun. Itulah yang ada di pikiran kedua pria ini.
"Hah, rasanya aku nggak mungkin harus menyakiti wanita sebaik Rayla kedua kalinya", ucap Ben dalam hati.
"Zein, kalau kamu beneran cinta pada Rayla kamu harus ungkapkan sekarang juga", usul Ben.
"Bagaimana denganmu?", tanya Zein yang merasa bersalah juga pada Ben.
"Kau tidak perlu memperdulikan aku. Hubungan kami sudah berakhir sejak lama", jawab Ben dengan tersenyum ikhlas.
Zein merasa tenang sekarang. Ben yang selama ini menghalangi dirinya untuk mengungkapkan perasaan pada Rayla akhirnya membiarkannya untuk terus mengejar Rayla.
Setelah perbincangan tersebut, keduanya pun berpencar. Zein kearah parkiran dengan penuh semangat. Sedangkan Ben berjalan dengan wajah yang sendu.
Zein mengambil ponsel dari saku celananya. Dan menghubungi seseorang. Tidak lama panggilan itu pun tersambung.
"Halo nyonya. Ada hal yang ingin saya katakan pada anda", ucap Ben pada seseorang di seberang sana.
"Oh, katakan saja. Aku memang sudah lama menunggu kabar darimu", jawab orang itu.
"Nyonya. Aku rasa aku tidak perlu bekerja dengan anda lagi. Karena tanpaku pun ada pria lain yang dari dulu menyukai Rayla..."
"Wow! Kau bosnya sekarang! Jadi, kau tidak perlu uang lagi ya? Beraninya kau memerintahku!", ucap wanita itu dengan sangat marah.
Ben hanya tertegun mendengar amarah wanita itu. Yang tidak lain adalah Cintya. Ya, Cintya berupaya mencari tahu semua tentang Rayla dan dia mendapatkan kabar jika Ben adalah pria yang di cintai oleh Rayla. Dari situ Cintya pun mengatur rencana dengan Ben. Lalu Ben akan mendapatkan uang untuk biaya pengobatan dan operasi anak pertamanya yang sedang mengalami sakit usus buntu.
Ben yang hanya orang biasa tidak mampu membiayai semuanya dengan cepat. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan uang puluhan juta yang ia butuhkan untuk pengobatan putrinya itu. Makanya, Ben pun menyetujuinya demi kesembuhan anaknya. Ia di beri waktu seminggu untuk membuat Rayla meninggalkan calon suaminya dan setelah itu Ben pun akan mendapatkan bayarannya.
Namun, di tengah-tengah rencana yang di jalaninya, Ben merasa tidak sanggup lagi untuk membohongi dan menyakiti Rayla lagi. Dia merasa berdosa melakukan hal keji pada wanita yang tidak mempunyai salah apa-apa itu.
"Dengar! Kau lanjutkan pekerjaanmu atau sepersen pun aku tidak akan membayarmu!", ucap Cintya geram.
"Apa? Tapi, nyonya..."
Tut, tut. Panggilan pun terputus. Ben lagi-lagi menghela napasnya. Wajahnya langsung terlihat sayu. Ia berjalan dengan gontai menuju rumahnya. Bahkan ia tidak memiliki kendaraan. Semuanya yang dikenakan Ben beberapa hari ini adalah hasil pinjaman dari Cintya. Dan Cintya juga menyewa tempat untuk acara reuni kemarin namun mengatasnamakan Ben.
Alya yang baru masuk pintu gerbang rumahnya melihat seorang pria yang tidak asing di matanya. Walaupun sudah malam dan di gang rumahnya tidak terlalu terang ia dapat melihat dan mengingat wajah pria itu.
"Bukannya pria itu yang tadi pagi ya?", gumam Alya sambil memperhatikan Ben.
Ben masuk kedalam rumah yang sederhana tidak jauh dari rumah Alya. Kini Alya mengerti mengapa ia merasa tidak asing saat melihat wajah Ben. Namun, hatinya bertanya-tanya untuk apa pria itu datang menemui Rayla dengan baju mahal yang bahkan gajinya sebagai kuli tidaklah cukup untuk membelinya.
Alya merasa curiga pada pria itu. Mungkin, ada maksud lain yang akan membuat bos yang dianggap kakaknya itu merugi. Tapi, Alya belum bisa memastikannya. Dan ia pun bertekad untuk menyelidikinya. Siapa tau Rayla akan semakin sayang padanya dan lebih mengutamakannya.
***
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih Iklan
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih Iklan
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih Iklan
semangat terus ya kak ❤️💐
mudah2an secepatnya Rayla dinikahi Arkhan. 🤭
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih Iklan
makasih ya Ry
Makin sulit Buat Arka utk bersama Rayla
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih Iklan
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih Iklan
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih Iklan