NovelToon NovelToon
MEWUJUDKAN CITA-CITA.

MEWUJUDKAN CITA-CITA.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / CEO / Kebangkitan pecundang / Kehidupan di Kantor
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: RST

Pada suatu ketika, terlihat seorang pemuda dengan pakaian yang tak layak pakai sedang berjalan. Pemuda tersebut terlihat keletihan, entah mengapa pemuda itu seperti seorang yang belum makan berhari-hari. Karena dari tubuhnya, sudah terlihat sangat kurus kering, membuat siapa saja yang melihatnya merasa kasihan.

"mah, pah. Aku telah dewasa, ternyata benar apa yang kalian katakan dulu. Dewasa sangat tidak menyenangkan, banyak masalah yang ku pendam sendiri, dan aku sangat kesepian sekarang, tak ada teman maupun keluarga yang mau membantuku disaat susah kini," ucap pemuda tersebut didalam hati.

Berjalan tidak tentu arah, pemuda bernama asli Rifki Edrea kini singgah sebentar, dia berhenti sejenak untuk melepaskan rasa lelah habis perjalanan jauh. Walaupun dia tidak memiliki uang sekarang, tetapi rifki masih memiliki persediaan air dikantung celana nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RST, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Market Anjlok.

"Kalian mau brifing dulu untuk ke kantor esok hari di luar rumah kost enggak?" ucap Fraswa bertanya sambil mengemudi.

"Bisa, lagi pula oke juga! Dan mau sampai kita nongkrong cuma membicarakan hal tidak penting!" ucap Tomi setuju.

"Bagaimana rif?" ucap Fraswa bertanya.

"Oke bang. Cuma nanti mau ke kamar dulu," ucap Rifki sambil mengangguk.

"Yaudah, kalian nanti tunggu depan rumah kost aja, kalau sudah kumpul baru lanjutkan obrolan kita itu," ucap Fraswa dengan senang.

Rifki dan Tomi lantas tersenyum. Mereka itu, kini semua terdiam. Rifki sibuk akan ponsel di tangan, dan Tomi sibuk menatap luar jendela mobil, namun untuk Fraswa itu ia sibuk akan mengemudikan mobil.

"Sialan! Kenapa bisa seperti itu?" ucap Rifki di dalam hati dengan kesal.

Market saat ini cukup tidak jelas arahnya, dan membuat Rifki meraih kekesalan atas semua yang terjadi, apalagi semua saham turun dari posisi sebelumnya cukup tinggi.

"Buy or sell?" ucap Rifki di dalam hati sambil menatap layar ponselnya.

"Kenapa bro? Terlihat tidak enak saja itu muka dari kaca!" ucap Fraswa penasaran.

"Enggak bang! Ini cuma ada sedikit gambaran market tentang harga selanjutnya!" ucap Rifki.

"Mantap! Keren dong, kini lu dapat menemui harga-harga murah di market!" ucap Fraswa.

"Tidak bang. Saat ini market malah hancur," ucap Rifki sambil menghela nafas panjang.

"Jangan bersedih, memang saat ini hampir semua perusahaan mengalami anjlok," ucap Fraswa sambil melihat Rifki melalui kaca di dalam mobil.

"Lagi juga, belum tentu mereka hancur lebih lama rif. Mending bersabar, agar nanti ada makna di baliknya!" ucap Fraswa.

"Benar itu, makna nanti setelah selesai pasti lu akan mendapatkan lebih banyak untung!" ucap Tomi memberi semangat.

Rifki lalu terdiam. Ia mencerna ucapan dari kedua seniornya, kala sudah memahami dan dapat memberi ketenangan, Rifki lantas ikut berbicara tanpa nada kesedihan.

"Bagaimana? Apa hati lu sudah tenang?" ucap Fraswa bertanya.

"Ya, kini lebih baik dari sebelumnya bang!" ucap Rifki sambil tersenyum.

"Bagus dong, mending dari pada bersedih.." ucap Tomi terhenti.

"Apa?" ucap Fraswa sambil menunggu ucapan dari Tomi.

"Pergi ke suatu tempat! Tempat asri dan nyaman!" ucap Tomi mengusulkan ide.

"Club malam?" tanya Fraswa menawarkan.

"Boleh, tapi apa bisa memang kesana?" ucap Tomi bertanya.

"Ya, tentu bisa. Sebenarnya tidak, apalagi tidak ada orang dalam," ucap Fraswa.

"Lalu bang?" ucap Rifki penasaran.

"Karena disana banyak teman-teman lama,.." ucap Fraswa terhenti.

"Sehingga nanti dapat masuk kesana!" ucap Fraswa lanjutnya.

"Serius bro?" ucap Tomi dengan semangat.

"Ya, tentu serius. Lagi pula, jika berbohong pada kalian tidak memiliki manfaat apapun," ucap Fraswa.

"Yaudah, selepas ini, kita membicarakan dulu untuk esok hari. Baru malamnya, nanti kita pergi," ucap Rifki.

"Ide bagus, mari tambah kecepatan!" ucap Fraswa sambil memegang kemudi lebih erat.

Mereka semua pun berteriak, sungguh panik melihat kecepatan mobil melebihi angka di kilometer. Apalagi melihat Fraswa seperti aneh dalam mengemudi mobil, ia tersenyum smrik bagai pembalap profesional.

Sesampainya di rumah kost. Mereka lantas turun bersama, tentu dalam keadaan sedikit mual karena cara Fraswa mengemudi.

Rifki dan lainnya, kemudian masuk ke dalam rumah kost. Rifki lalu membeli saham yang sudah di analisa di jalan sebelum kembali, ia lalu membersihkan diri ketika nanti akan duduk di depan rumah kost.

Ketika berada di dalam kamar kost. Rifki lalu membawa pakaian untuk berganti, ia lantas pergi ke kamar mandi di lantai dasar. Kala sudah membersihkan diri, Rifki kemudian kembali ke kamar kostnya.

Hidup adalah hal terindah. Apalagi jika kita hidup dalam kesuksesan yang sudah terlihat masa depan kita, mungkin akan lebih indah lagi dengan kesempurnaan.

Candlestick di market saham, saat ini belum ada kenaikkan signifikan. Namun belum juga ada penurunan lebih jauh dari resistance, jika di lihat masih biasa-biasa saja.

"Mari memulainya dengan indah!" ucap Rifki.

Modal yang di beri secara cuma-cuma oleh Fraswa berbentuk ialah uang, dan di buatkan menjadi saldo trading.

Kala sudah bersiap untuk trading. Rifki lalu melihat tanda-tanda besar dari market, ia lantas membeli saham yang sudah di tunggu olehnya kenaikkannya.

Setelah membeli saham, Rifki kemudian itu memulai memainkan ponsel. Ia belajar dari ponsel untuk membaca artikel-artikel bagus tentang bisnis di sosial media.

"Artikel bagus, tetapi cukup baik isi di dalam artikel tersebut dengan tulisan sedikit acak Adul," ucap Rifki sendirian.

Ya, saat ini Rifki sedang membaca artikel di rilis oleh penulis pemula. Disana terdapat banyak sekali artikel-artikel tentang dunia bisnis.

"Jika membangun perusahaan startup cukup keren, apalagi keuntungan di dapat sangat banyak!" ucap Rifki terkagum-kagum pada isi artikel tersebut.

"Bolehlah, nanti membuat perusahaan itu!" ucap Rifki dengan semangat dan tersenyum sendirian.

......................

Mansion keluarga Warn. Kini telah datang 6 orang pemuda-pemudi, mereka adalah Tasya dan sahabatnya, mereka datang tentu dalam keadaan mabuk dengan mulut bau alkohol.

"Bagaimana ini sab? Apa Tasya akan bangun nanti?" ucap Frans sambil menatap Tasya yang sedang terlelap.

"Bangunlah, mana mungkin tidak. Memang ia sedang sakit apa? Lagi pula, ia saat ini cuma terpulas karena alkohol," ucap felista kesal.

"Ya, baiklah jangan terlalu keras berbicaranya fel," ucap Frans sambil mengorek sedikit dalam telinga.

"Sudah stop! Berhenti ribut saat ini, mending kita biarkan Tasya Istirahat, mari turun dan mengobrol di bawah saja," ucap Sabrena.

"Oke," ucap Frans dan lainnya.

Mereka yang sekarang masih sadar, kini itu berjalan menuju lantai dasar. Setelah sampai di ruang tamu, mereka duduk dengan tenang dengan banyak cemilan dan minuman serba manis.

"Kalian besok masuk kuliah kelas kapan?" ucap felista.

"Pagi fel, kalian?" tanya Frans.

"Sama, cuma beda waktu aja! Esok ada 2 kelas, mungkin akan pulang sore hari dari kampus!" ucap Sabrena sambil menghela nafas panjang.

Ketika sedang asyik mengobrol, tiba-tiba itu mereka kedatangan pemilik mansion yang datang memakai pakaian formal.

"Hallo, selamat malam semua!" ucap pria setengah baya menyapa.

"Ada apa ini sab? kamu mengajak temanmu main?" tanya wanita setengah baya sembari tersenyum.

Sepasang suami istri tersebut, ialah orang tua kandung Sabrena. Mereka baru saja kembali setelah perjalanan bisnis cukup panjang dan lama di luar negri.

Nama pria setengah baya itu, adalah Tyron Warn, dan memiliki istri bernama Yura Bogha. Mereka memiliki 2 orang anak di usia yang sudah sangat matang menuju lansia, namun dari 2 anaknya tersebut belum ada tanda-tanda ia akan memiliki cucu.

1
ahmad sudrajat
Luar biasa
jalowos wos
Lumayan
Nrimo Ing pandum666
Luar biasa
ラマSkuy
menarik untuk masuk list fav saya 😁👍
lanjut thor
Yani Yan
lumayan
babang chabiyy
bagus
Andri S.
up lagi thorr
Jeger Widjaja
bagus broo
Adri Pratama
lanjutkan thor, jangan lama2 break nya
Shakri Aziz
Luar biasa
Baksoo Tempelenv
Visi misi di kepala setiap orang berbeda mas, anda harus mengetahui terlebih jauh teman anda sebelum memberikan sesuatu.
Was pray
frasa ternya tega juga memperalat temannya sendiri, aku kira fraswa tulus berteman dengan rifki, gak taunya ada udang dibalik rempeyek...ya gosong lah si rifki..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Was pray
tomi sok pintar biar dikira orang berpengalaman, sok tampil elegan padahal jajan aja ditraktir, malu maluin rifki dan frasyawa
Was pray
ceritanya bagus tapi sayang sudah tamat sebelum ceritanya tuntas..
Baksoo Tempelenv: Lanjut membacanya kak, saat ini sudah hadir bab-bab terbaik dari novel ini
total 1 replies
maldi Suryana
semangat bang ditunggu up nya
Millennium Earl
Sangat menghibur, aku sekarang menjadi penggemar setia dari penulis ini.
Baksoo Tempelenv: makasih atas supportnya kak
total 1 replies
Lia_Vicuña
Wuih, jadi terinspirasi.
Baksoo Tempelenv: Alhamdulillah kak, semoga nyaman dengan ide saya ini
total 1 replies
La Otaku Llorona <33
Seru banget, ayo cepat update next chapter nya thor! 🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!