NovelToon NovelToon
Dipilih Menjadi Penyelamat

Dipilih Menjadi Penyelamat

Status: tamat
Genre:Time Travel / Konflik etika / Perperangan / Romansa / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Ini cerita antara Nick, Moza, dan sebuah kesepakatan.
Kesepakatan yang lahir di antara mereka mengikat satu sama lain. Moza dengan sakitnya jika menjauhi Nick secara sengaja dan tidak mau membantunya, juga dengan Nick yang memberi syarat pada Moza isinya:

Saat kau sedang membantuku, kau tidak boleh jatuh cinta.

Siapa sangka, kesepakatan tersebut membuat hidup Moza--

Nyok, kita baca saja cerita ini biar tahu hidup Moza berakhir menangis di atas kebahagiaan atau tertawa pilu di atas kesedihan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata rahasia

Ketupak ketupak ketupak..

Alunan langkah kuda berhenti tepat di depan gerbang utama Alga.

"Salam pangeran Dixon, salam pangeran Xavier." Sapa prajurit penjaga pintu gerbang utama.

"Bukakan pintunya, kami ada janji bertemu dengan ratu Ellona." Xavier membuka suara, kali ini lelaki itu mengambil alih lantaran Dixon masih belum stabil untuk di andalkan.

Kedua penjaga mengangguk, kemudian segera membuka pintu gerbang utama yang ketika terbuka masih membentang jarak dua ratus meter dengan pintu gerbang kedua.

Xavier dan Dixon melakukan perijinan masuk untuk kedua kalinya, pintu pun berhasil terbuka tapi bukan dari arah luar, melainkan dari arah dalam. Nick muncul dengan beberapa panglima berkuda langsung bertembung pandang dengan Xavier dan Dixon.

"Salam yang mulia kaisar."

"Selamat datang pangeran Dixon dan pangeran Xavier. Senang bisa berjumpa dengan anak muda yang sangat bersemangat seperti kalian."

Kedua pangeran itu tersanjung dilihat bagaimana cara mereka tersenyum. Keduanya selalu merasa bangga pada diri nya sendiri meskipun terkadang sanjungan bisa menjatuhkan seseorang. Mereka tidak peduli dengan itu.

"Maaf yang mulia kaisar, kedatangan kami ingin bertemu dengan ratu Ellona. Kami sudah membuat janji sebelumnya dengan beliau untuk membahas soal lukisan."

"Aku ijinkan kalian bertemu, namun sayang sekali aku tidak ikut berpartisipasi. Kami harus pergi ke perbatasan untuk meredamkan kisruh yang disebabkan para bandit. Ah iya, apakah kalian tahu bahwa pangeran Rexton dan pangeran Jorrel telah berkhianat? sangat disayangkan. Baru saja aku akan mengadakan kompetisi perburuan dengan konsep bertahan hidup. Siapa yang paling banyak mengumpulkan hewan perburuan, maka dia ku beri hadiah satu daerah kekuasaan."

Xavier dan Dixon tidak bisa menyembunyikan ketegangan. Mereka berdua saling bertukar pandang seolah berdiskusi apa yang harus mereka katakan.

"Kenapa diam? apa sebenarnya kalian baru mengetahuinya?"

Kuda yang dinaiki Dixon tidak mau diam. Seperti pegal-pegal atau mungkin menyuarakan isi hati sang empunya.

"Ka-mi baru mengetahuinya." Dixon bersuara, kenapa dia mesti berbohong? batin Xavier bertanya-tanya heran.

Kaisar diam sebentar, "nanti saat aku kembali, kita akan bicarakan soal ini."

Keduanya mengangguk tanpa mengurangi rasa hormat. Nick pergi setelahnya bersama para panglima tanpa pendampingan Oris.

Sedangkan Xavier dan Dixon, mereka meneruskan perjalanan untuk bertemu ratu Ellona. Awalnya istri Nick tersebut merasa heran dengan kedatangan kedua lelaki itu karena memang mereka tidak ada janji sebelumnya, tapi setelah maksud dan tujuan diutarakan, barulah sang ratu paham dan air muka ratu Ellona berubah pias.

Oh, jadi begitu rupanya. Batin Oris yang sedang mengintai.

...******...

Sementara itu,

Jorrel terpukau sampai mulutnya menganga oleh senjata klan Zhyier berupa pedang tembus pandang. Sekali sabet langsung putus sampai ke akar-akar. Senjata yang dapat terlihat saja sudah cukup berbahaya, apalagi pedang milik klan Zhyier yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Karena rumor tersebut, klan Zhyier sangat di takuti oleh lawan.

Tapi saat ini, Jorrel dan Rexton telah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa senjata mematikan klan Zhyier bukan sekadar isapan jempol. Setelah matanya diusap oleh daun serupa balakacida, mereka dapat melihat pedang melentur berukuran panjang diatas rata-rata.

Itulah letak kelebihan yang dimiliki klan Zhyier.

Ngomong-ngomong soal kelebihan, baru saja klan membocorkan kelemahannya kalau saja Rexton dan Jorrel teliti. Daun yang diusap ke mata dua pemuda itu adalah kartu as yang telah diketahui Rexton dan Jorrel. Inilah alasan klan meminumkan kedua pangeran itu ramuan anti pengkhianat.

"Luar biasa!!!" suara Jorrel yang melengking memekakkan telinga. Sedangkan Rexton hanya terdiam masih tenggelam pada kekaguman.

"Berlatihlah dengan benar jika kalian tidak mau terkena senjata sendiri."

"Aku ada pertanyaan ketua," Rexton menyelak.

"Apa?"

"Senjata ini terkenal mematikan, sedangkan latihan tidak jarang mengalami kesalahan. Apakah jika kami salah maka akan langsung mati?"

Yang di panggil ketua oleh Rexton tergelak cukup keras. Semua anggota klan juga ikutan terkekeh geli.

"Tentu saja. Sama halnya dengan racun yang telah kalian minum!"

"Racun?!" pekik kedua pangeran.

"Iya, ramuan yang ku berikan pada kalian kemarin adalah racun anti pengkhianat. Jika terdeteksi kesalahan sedikit saja, maka benda itu akan bereaksi. Sama juga dengan latihan sekarang, jika mengalami kekeliruan sedikit saja, putus lah tangan kalian. Kunci disini adalah belajar yang benar dan berfikir yang benar. Mengerti?"

"Mengerti."

"Oh iya, jangan panggil aku lagi ketua karena aku bukan ketua klan Zhyier. Aku hanyalah anggota yang bertugas memberi komando sementara."

"Apa? selama ini aku pikir kau ketuanya!" Rexton terkejut dengan pengakuan itu.

"Lalu siapa ketua klan Zhyier?" pertanyaan pamungkas ini keluar dari. mulut Jorrel.

"Besok kalian akan bertemu. Hati-hati lah dalam berbicara saat bertemu nanti, ketua tidak suka orang yang berbasa-basi."

Cukup menarik. Rexton dan Jorrel tidak tidak sabar berjumpa dengan sang ketua.

...*****...

"Hugo!"

"Hmm"

"Kau jalan seperti dikejar-kejar hutang, cepat sekali! Hugo aku rasa-- ah maaf aku salah orang." Moza cepat-cepat pergi dari sana setelah otaknya mencerna ada ketidakberesan.

"Putri Aurora, ada apa denganmu? aku adalah Hugo." Laki-laki misterius itu bersikeras memberitahu Moza kalau dia adalah pria bernama Hugo.

Bagaimana mungkin aku berganti rupa menjadi Hugo namun dia tidak mengenalnya? Apakah putri Aurora orang sakti yang tidak bisa diperdaya sihir hitam tuan Gunzo? Apakah tipuan mata ini sudah tidak manjur?

"Kau bukan Hugo. Maaf jika namamu benar Hugo, berarti hanya ada kesamaan nama saja. Kau bukan Hugo yang ku maksud. Permisi, aku sedang terburu-buru."

"Tapi aku Hugo yang kau maksud."

"Kalau begitu, sebutkan nama temanku yang aku ceritakan kelanjutannya tadi pagi."

Lelaki misterius itu salah menjawab.

"Kau bukan Hugo! berhenti mengikutiku atau kau akan babak belur!"

Hugo gadungan garuk-garuk kepala. Ia sudah melihat ke cermin, memastikan jika rupa sudah betul-betul berubah menyerupai wajah Hugo. Dia kebingungan sendiri.

"HUGO, KAU DIMANA?"

Moza terus mencari keberadaan Hugo. Gadis itu bolak-balik ke tempat yang sama hingga ke tiga kalinya. Mereka terpisah ketika mendapat tugas dari guru Hong mencari bahan obat-obatan di tengah hutan.

"Aku disini Aurora."

"Hugo!"

Kali ini yang datang pada Moza betulan Hugo. Sementara yang gadungan langsung pergi ketika Hugo asli sudah bertemu Moza.

"Hugo, aku bertemu seseorang disini selain kita berdua dan guru!"

"Benarkah? apakah kau berinteraksi dengannya?

" Iya, tadinya aku pikir dia adalah kau. Ternyata setelah aku dekati, bukan. Anehnya dia tahu namaku dan mengaku-ngaku kalau dia adalah kamu Hugo."

"Berarti kau bertemu dengan orang yang berusaha menyerupai aku Aurora. Kalau kau bisa melihat wajah aslinya, berarti kau tidak terpengaruh ilmu sihir."

"Iya kah? wah berarti aku hebat ya he he he."

"Kau memang selalu hebat." Lirih Hugo pakai volume suara yang paling terkecil.

"Apa katamu? coba katakan sekali lagi!"

Alih-alih mengulang, Hugo malah menarik Moza ke dalam pelukannya lalu--

Wusssh.

Mereka menghilang.

1
Nurul Komaria
lucu cerita akhirnya aq suka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zenun: terimakasih kak
total 1 replies
Bilqies
aku mampir nih kak, salam kenal yaa
dewidewie
🌹🌹🌹 untuk kak author 😉
dewidewie
wahhh Nick adalah kaisar tertinggi
Zenun: betuuuul
total 1 replies
dewidewie
wah serasa membaca komik jepang nihhh
Zenun: hehehehe
total 1 replies
dewidewie
aku mampir kakak , salam kenal🙏
〈⎳ FT. Zira
5iklan buat author
〈⎳ FT. Zira
semua berakhir bahagia...
moza dan aurora mendapatka jodohnya..

aahh aku padamu thorr🫰
〈⎳ FT. Zira
menolak kenyataan..😏
〈⎳ FT. Zira
semoga tidak.. kalo sampe iya, aku bakal demo sama authornya🙈
〈⎳ FT. Zira
mantu mertua kelakuannya sama 😅😅
〈⎳ FT. Zira
ini baru pertama kali bertemukah??😅😅😅
Zenun: setelah terpisah 20an rahun😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
otakku gagal traveling gegara moza😅😅
〈⎳ FT. Zira: 😅😅😅😅😅
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
yah... jangan gitu dong.. terdengar terlalu kejam
〈⎳ FT. Zira
pemikiran tersimpel ya😅😅
Zenun: yoo man
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
akhir dari Ellona kok gini sihh😢😢
〈⎳ FT. Zira: iya sih... nick nya bucin
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
jawaban nick di anggap gak penting🤭
Zenun: sungguh kasihan😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
ada penguntit🫣
Zenun: ada pengentut
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung jujur😅
Zenun: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
benda apaan sihh.. kepo nih
Zenun: semvak mungkin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!