Aku berusaha tegar , berusaha untuk tidak menangis saat dalam pelukan Agung . Meski sakit tapi aku tidak boleh lemah di hadapannya, agar tidak lebih membebani dia .
Perlahan tapi pasti Kereta yang saya tumpangi mulai berjalan meninggalkan Agung yang masih berdiri di tempat terakhir dita bersama . Dan meninggalkan semua kenangan yang kita ciptakan selama satu minggu saya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kabar menyakitkan
" Gung bangun . Nanti telat " kata bapak di balik pintu kamar.
Akhirnya gue mendengar suara bapak membangunkan gue lagi . tapi hari ini rasanya malas menguasai gue . dari tadi gue masih saja berbaring di tempat tidur . gue masih saja mengharapkan pesan selamat pagi dari tante Ida seperti biasanya. tapi setelah beberapa kali gue mengecek Hp gue tidak ada pesan apapun.
" Gung kamu sakit.? " tanya bapak lagi.
bapak tiba tiba sudah ada di dalam kamar dan menempelkan tangannya di keming gue .
" enggak pak Agung sehat " jawab gue malas
" Ayo bangun dong telat loh "
" pak tunggu ! "
Sebelum bapak keluar dari kamar gue berusaha menahannya .
" Agung mau berhenti kerja , Agung mau cari kerja di luar kota pak "
Bapak terlihat kaget mendengat keputusan gue .
" kenapa gung ? kenapa harus sampai seperti ini ? " tanya bapak heran.
" Ngertiin Agung pak . kalau Agung terus di sini sampai kapanpun Agung tidak akan pernah bisa melupakan perasaan Agung. " jawab gue menjelaskan.
Bapak tidak menjawab lagi dia langsung pergi meninggalkan gue sendiri. gue berusaha untuk tidak memperdulikannya . kali ini keputusan gue sudah bulat dan tidak boleh ada seorangpun yang bisa menggugatnya.
Hari ini rencananya gue mau pergi menemui Bos untuk meminta izin berhenti bekerja di tokonya.
Jama sepuluh gue sudah siap siap untuk pergi tapi tiba tiba emak memanggil gue untuk datang ke belakang rumah. sebenarnya gue sudah tau apa yang akan di bahas tapi gue masih saja penasaran. dan benar saja di sana sudah ada bapak sedang duduk di teras belakang.
" Ada apa pak ? " tanya gue ke bapak.
" Agung kamu yakin dengan keputusan kamu ? " bapak balik bertanya.
" Sangat yakin pak. Bapak ingin Agung tidak berhubungan lagi dengan tante Ida kan ? " jawab gue tegas.
" iya Gung tapi apa harus sampai berhenti kerja dan pergi ke luar kota ? " tanya bapak lagi.
" biarkan Agung menyembuhkan luka dengan cara Agung pak " jawab gue untuk meyakinkan bapak.
setelah mencoba menjelaskan kepada bapak gue pamit pergi meninggalkan emak dan bapak yang masih berada di belakang rumah.
seolah sudah menjadi kebiasaan gue berangkat ke toko tanpa sadar mengambil jalan yang melewati rumah tante Ida. karena sudah terlanjur jauh gue tidak berniat memutar arah . awalnya gue tidak akan nengok ke rumah tante Ida. tapi dari kejauhan gue melihat ada beberapa orang dengan pakaian rapih masuk ke rumah tante Ida. karena pemasaran gue berhenti dan bertanya kepada ibu ibu yang ada di depan rumah tante Ida.
" bu maaf ini ada apa ya ko banyak orang ? " tanya gue .
" hari ini ibu Ida lamaran mas . dan kalau tidak salah sekitar satu bulan dari sekarang pernikahannya akan di langsungkan " jawab ibu itu menjelaskan
Deg jantung gue berdetak kencang , hati gue sakit seperti di remas remas , mata gue juga mulai memanas . ternyata tante ida tidak main main dengan ucapannya.
" terimakasih bu " kata gue sambil memaksakan untuk tersenyum.
Akhirnya gue melanjutkan perjalanan dengan perasaan kecewa , sakit hati dan marah kepada diri gue sendiri karena tidak bisa memperjuangkan orang yang gue sayang.
Sesampainya di toki gue langsung menemui Pemilik toko untuk menyampaikan kalau gue akan berhenti berkerja. untungnya pemilik toko tidak mempersulit keinginan gue . bahakan dia mengatakan kalau suatu hari nanti ada niat kerja di sini lagi pasti diterima .
Setelah menyampaikan ucapan terimakasih dan bersalaman, gue pamit pulang . gue juga tidak lupa menemui si Redi teman kerja gue.
" Terima Kasih ya Red lo sudah jadi teman kerja yang baik selama ini. " kata gue sebagai kata kata perpisahan setelah berhadapan dengan Redi.
" sama sama Gung. kenapa juga lo harus berhenti sih ? " tanya Redi penasaran.
" ada masalah di luar pekerjaan yang tida bisa gue ceritakan Red maaf ya . tapi kalau lo ada perlu apapun gue pasti bantu. " penjelasan gue.
......................
" Guys malam ini kita ngumpul di basecamp ya " isi chat gue di grup basecamp.
setelah sampai di rumah lagi gue mengirimkan pesan ke grup whatsapp . setelah di pikir pikir sudah hampir satu minggu gue tidak ke basecamp .
Lagu slow rock barat tahun sembilan puluhan siang ini menggema di kamar gue seakan mewakilkan perasaan patah hati yang sedang gue rasakan. Saat ini gue sedang menikmati patah hati di iringi musik yang terus menggema sampai akhirnya gue tertidur dengan sendirinya .
Ketika gue bangun musik sudah berhenti. mungkin bapak atau emak yang mematikan speakernya gue tidak mempermasalahkannya.
Jam di dinding kamar sudah menunjukan pukul empat sore. niat awalnya gue keluar kamar ingin membersikan diri. tapi ketika gue melihat bapak sedang melamun duduk di sopa gue berjalan ke arah bapak kemudian duduk di samping bapak.
" pak kenapa melamun ? Bapak masih memikirkan ucapan agung tadi pagi ya ? " tanya gue kepada bapak.
bapak tidak menjawab pertanyaan gue. tapi gue melihat mata bapak mulai berkaca kaca .
" pak maafin Agung " tanya gue lagi dengan nada penyesalan.
gue juga tidak bisa menhan tangisan gue sambil memeluk bapak.
" Agung sakit hati seperti apa yang sedang kamu rasakan sekarang sekarang ? " tanya bapak.
" apa maksud dari pertanyaan bapak .? " tanya gue.
bukannya menjawab pertanyaan bapak gue malah balik bertanya . jujur gue kaget mendengar pertanyaan bapak .
" iya sesakit hati apa kamu sekarang? Bapak lihat kamu seperti mengubah arah hidup kamu setelah kejadian malam itu. " tanya bapak lagi
" Agung tidak tau pak. anggap saja ini upaya agung untuk menyembuhkan luka Agung. " jawab gue
" jangan buat bapak merasa bersalah Gung. bapak melakukan ini semua demi kebaikan kamu. bapak tidak ingin kamu di cap buruk sama orang orang " kata bapak mencoba memberi penjelasan.
" Agung ngerti pak. bapak jangan merasa bersalah. yang dibutuhkan Agung sekarang adalah dukungan dari bapak sama emak . " kata gue untuk meyakinkan bapak.
" maafkan bapak Gung " lagi lagi bapak minta maaf
" tidak perlu minta maaf pak. Agung tau bapak melakukan ini demi kebaikan Agung. makanya Agung berusaha nurut sama bapak . meskipun Agung harus jatuh bangun untuk menata hidup lagi. Doa kan saja pak. " jawab gue kali ini untuk menenangkan bapak.
bapak kembali memeluk dan menangis di pelukan gue . baru kali ini gue melihat bapak menangis seperti ini dan itu karena gue. sebagai anak gue merasa gagal karena sudah menyakiti hati kedua orang tua gue.
Setelah keadaan biasa kembali gue pergi meninggalkan bapak untuk siap siap pergi ke basecamp.
Bapak masih di sofa ketika gue keluar dari kamar tapi sekarang raut wajahnya sudah tidak terlihat murung lagi. mungkin karena pikiran yang selama ini mengganjal di hatinya sudah bapak keluarkan.
Di basecamp seperti biasa kita tertawa , bernyanyi dan main gitar . semua beban gue seketika hilang kalau sudah bersama mereka.
" guys kalian tau tante Ida kan jandanya Om Hendrato. ? tanya Haikal tiba tiba.
Ketika gue sedang sibuk bermain game tiba tiba Haikal menanyakan tentang tante Ida.
" siapa sih yang tidak tau tante Ida janda muda kampung sebelah . Emang kenapa dia .? " tanya salah satu temen gue.
" denger denger sih minggu depan dia akan menikah lagi ." jawab Haikal lagi.
" Serius ? Laki laki mana yang beruntung bisa menikahinya.? " tanya temen gue lagi sangat pemasaran.
" kalau pastinya gue tidak tau . Tapi katanya calon suaminya orang Bandung , Duda anak satu " terang Haikal.
" ya udah sih cocok berarti mereka yang satu janda dan yang satunya lagi Duda . " jawab temen gue lagi.
Gue pura pura biasa saja mendengar teman teman gue membicarakan tentang tante Ida. Padahal gue pemasaran .
" woy Gung lo denger kan apa yang kita bicarakan.? "
tanya Haikal karen dari tadi gue tidak merespon pembicaraan mereka.
" iya denger gue, tante Ida mau menikah lagi kan sama orang Bandung kata lo " jawab gue malas.
" Gak asik lo gung " teman gue yang lain ikut menimpa.
demi ortu mu kamu tega sm kami, kmu nikah lagi, aq dan 2 anak mu trlantar Gung,, uuuhhg kalo inget masa" itu pingin tak.bejek" kamu Guuunggg... hadeeeuuuhh