NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:62.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07

Sore hari, suasana di kediaman keluarga Baskara jauh lebih tenang dibandingkan saat Laras pertama kali datang. Baby yang sebelumnya terus menangis kini tertidur pulas setelah disusui dan digendong cukup lama oleh Laras.

Hal itu membuat para pelayan beberapa kali melirik wanita tersebut dengan kagum. Bahkan, beberapa dari mereka tampak jauh lebih santai karena akhirnya bisa bernapas lega.

Di ruang kerja kecil yang berada di lantai satu, Evan duduk berhadapan dengan Laras.

Di atas meja telah tersedia beberapa berkas kontrak kerja.

"Jadi, secara garis besar tugasmu sederhana," ujar Evan sambil membuka salah satu dokumen.

"Laras akan menjadi pengasuh sekaligus ibu susu untuk Baby."

Laras mengangguk pelan. "Saya mengerti, Pak."

"Tapi sebelum kita menandatangani kontrak, apakah ada pertanyaan atau permintaan khusus?"

Laras terdiam sesaat. Ia memang sudah memikirkan hal ini sejak berangkat dari rumah tadi.

"Ada."

Evan mengangkat pandangannya. "Apa itu?"

Laras meletakkan cangkir teh yang sejak tadi dipegangnya.

"Saya ingin kamar saya berada di lantai bawah."

Evan tampak sedikit terkejut. "Lantai bawah?"

"Iya."

"Kenapa?"

Laras tersenyum sopan. "Saya tidak terlalu nyaman naik turun tangga terlalu sering. Apalagi kalau harus menggendong bayi."

Ia menambahkan dengan nada santai, "Lagipula saya lebih suka kamar di bawah. Rasanya lebih nyaman."

Evan mengangguk pelan, alasan itu masuk akal.

"Baik, lalu?"

"Saya juga ingin kamar Baby berada dekat dengan kamar saya."

Kening Evan sedikit berkerut. "Biasanya Baby tidur di lantai atas."

"Saya tahu." Laras tetap tersenyum.

"Tapi kalau kamar kami berdekatan, saya bisa lebih cepat merespons saat Baby menangis. Saya khawatir melewatkan tangisannya di malam hari. Apalagi usia Baby masih sangat kecil."

Evan terdiam beberapa saat. Kemudian menganggukkan kepala. "Itu justru lebih baik. Kalau begitu nanti saya minta pelayan menyiapkan kamar di lantai bawah."

"Terima kasih." Laras menjawab dengan sopan.

Namun, jauh di dalam hatinya, ia merasa lega.

Semakin dekat dengan anaknya. Semakin mudah baginya melindungi putrinya.

Evan kemudian membuka lembar berikutnya.

"Kita lanjut ke masalah gaji."

Laras mengangguk. "Saya mendengarkannya."

"Untuk tugas sebagai pengasuh, gajimu lima juta rupiah per bulan."

Laras masih terlihat tenang.

Namun, beberapa detik kemudian Evan melanjutkan, "Dan untuk tugas sebagai ibu susu, lima belas juta rupiah per bulan."

Laras berkedip.

"Ehm..."

"Jadi total yang akan kau terima dua puluh juta rupiah setiap bulan."

Sejak pembicaraan dimulai, Laras terlihat benar-benar terkejut. Bukan karena jumlahnya, melainkan karena apa yang tersirat dari nominal tersebut.

Dua puluh juta rupiah. Itu berarti keluarga ini benar-benar kesulitan menemukan seseorang yang bisa mengurus bayi itu. Mereka sangat membutuhkan ibu susu. Sangat membutuhkan seseorang untuk merawat putri kecil itu. Dan fakta tersebut membuat hati Laras terasa sedikit puas.

Setidaknya sekarang ia tahu posisinya cukup penting di rumah ini.

"Bagaimana?" tanya Evan. "Apakah nominalnya sesuai?"

Laras segera menenangkan ekspresinya.

"Tentu, dan Saya tidak keberatan."

Evan mengangguk puas. Beberapa saat suasana menjadi hening.

Hingga Laras tersenyum kecil dan bertanya dengan nada santai, "Kalau boleh tahu..."

Evan mengangkat kepala. "Ya?"

"Ibu Baby tidak menyusui sendiri?"

Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun, Laras memperhatikan dengan saksama perubahan ekspresi pria di hadapannya. Evan terlihat sedikit tidak nyaman.

"Carolin tidak bisa."

"Tidak bisa?"

"Dia seorang model." Evan menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Kariernya sedang berada di puncak. Dia harus menjaga bentuk tubuhnya. Itu keputusan bersama."

Laras mengangguk perlahan. Meski dalam hati ia hampir tertawa pahit.

'Keputusan bersama? Bohong!'

Laras tahu persis alasan sebenarnya. Karena Carolin bukan ibu yang mengandung bayi itu. Tubuh wanita itu tidak pernah mengandung. Tidak pernah melahirkan, dan tidak pernah menghasilkan ASI. Namun, tentu saja Laras tidak mengatakan apa pun.

Sebaliknya, ia tersenyum tipis.

"Jarang sekali ada ibu seperti itu."

Evan menatapnya. "Maksudmu?"

Laras terlihat berpikir sejenak sebelum menjawab.

"Biasanya wanita sangat bahagia ketika memiliki anak. Saya sering mendengar banyak pasangan melakukan berbagai cara demi mendapatkan bayi. Sampai rela menghabiskan banyak uang."

Ia tertawa kecil. "Sementara ada juga yang lebih memilih memikirkan karier."

Kalimat itu terdengar ringan. Namun, entah mengapa membuat wajah Evan berubah. Kening pria itu berkerut tipis. Tatapannya menjadi lebih tajam dari sebelumnya. Seolah ada sesuatu yang mengganggunya.

Laras menyadari perubahan itu. Tetapi ia berpura-pura tidak melihatnya. Sebaliknya, ia berdiri perlahan dari kursinya.

"Bolehkah saya melihat kamar yang akan ditempati Baby?" Pertanyaan itu langsung memecah suasana.

Evan mengalihkan pikirannya. "Tentu."

"Saya juga ingin melihat apakah ada yang perlu diubah." Laras tersenyum lembut.

"Kalau memungkinkan, setelah itu saya ingin beristirahat sekitar sepuluh menit. Malam nanti saya akan mulai mengurus Baby."

"Baik." Evan ikut berdiri. Tatapannya masih tertuju pada Laras. Wanita itu tampak tenang.

Semakin lama berbicara dengan Laras, semakin besar pula perasaan tidak nyaman yang muncul dalam dirinya. Sementara itu, Laras tetap memasang senyum tenang di wajahnya. Menyembunyikan seluruh kebencian yang selama ini ia pendam.

1
Lianty Itha Olivia
dlm cerita slalu byk org jahatnya
mimief
wkwkwkwk
aku ambil kuaci dulu Thor
mau liat keributan mereka.
panik ga,panik donk ah🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
kayaknya setelah semua masalah selesai Laras melakukan operasi lagi kewajah Amelia lagi biar makin meyakinkan kasus yang menyeret mereka biar hukumannya makin berat
mimief: kyk nya ga deh
dr percakapan elang sama Laras kemarin
mang Amelia dibikin udah ga ada
mungkin hukuman mereka malah tambah berat
total 1 replies
Oma Gavin
mampusss kalian semua
SasSya
semua akan terkuak satu persatu
kalian bersekongkol untuk menipu dan merampok Amelia
Les Tary
ga kenal dari hongkong🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣loh kok dr hongkong
total 1 replies
mimief
gas keun
habisi jangan bersisa
biar mereka merasakan neraka dunia yg dulu mereka ciptakan buat dirimu
mimief: setujuu bangett
enak amet idup kyk ga punya dosa sm sekali 😌
total 2 replies
Les Tary
Carolina wajib nyusul Evan kepenjara dulu mereka berdua telah menghancurkan hati Amelia
Jaya Fandi
luaar biasa sekali kamu lang,,semoga engkau mendapatkan jodohbyg luaar biasa sprt mama ara
SasSya
Bagus!
memainkan peran begitu epic
sampai semua orang tidak ada yg Sadar 👍
Dewi Ansyari
Tunggu saja kamu Carolin dan Evan sebentar lagi balasan buat perbuatan kalian selama ini pada Amelia akan membayar harganya
Dewi Ansyari
Bagus Tian Baskara semakin kamu emosi ,makasih Laras lebih mudah mendapatkan semua haknya,dan juga keadilan untuknya yg sebagai Amelia akan mendapatkan hak atas semaunya 😔
Dewi Ansyari
Tunggu saja kehancuranmu Evan😡😡😡
Dewi Ansyari
Akhirnya Laras benar2 bisa bebas dari kandang harimau Rvan
merry
bgss tu seret Caroline juga dan klurga y kn istri tua evan otomatis nikmati hrta ya laras dan parah laras dijadiin wadah benih mrk itu termsk nipu dan tindakan ilegal terhdp laras,,,
merry
heran sm evan harta yg dia nikmatin ko gk sdr dri gt ya 🤔🤔🤔santai ajjh
Rarik Srihastuty
aku thor, pemasaran dengan cerita Kenzo
Aisyah Alfatih: nanti aku rilis ya, tamat elang... biar nggak keteter up nya 😬😬
total 1 replies
neny
carolin ini gmn ya,,apa2 mau nya langsung beres,,percuma dng jalan tenang pun semua nya akan terkuak,,dan siap2 ajh senyum kemenangan,senyum kekuasaan dan senyum kesombongan itu sebentar lg akan hilang,,tunggu ajh
neny
heheehee,,carolina,,emng siape elo,,helloo,,ibu kandung nya tuh amelia,,cek ajh ath ke lab,,lagian km jg sebnyar lg akan nyusul evan,,🤣🤣
Makin seru ajh nih,,
Aditya hp/ bunda Lia
gak sabaaarrrrrrr ... pake banget aku mau tau gimana si Evan sama si Carolin dan bapaknya pas tau kelakuan mereka sebenarnya dan itu menghancurkan semuanya ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!