Novel ini mengisahkan tentang seorang wanita Cantik, populer dan sangat lugu bernama Clarisa yang mencintai seorang laki-laki arogan bernama Jackson yang terkenal sangat playboy di Kampus X.
Bagaimana kah kisah cinta mereka? apakah cinta Clarisa terbalaskan? Apakah keluguan nya juga dapat memikat hati Jackson? yuk simak saja ceritanya
Happy reading😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Person S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Ep.17
"Tidak pa, Caca tidak ingin dijodohkan" Kata Clarisa kemudian berlari ke kamarnya
"Ca, dengerin papa dulu, papa belum selesa ngomong" Teriak Arya
"Sudah pa, biarkan saja dulu, nanti biar mama yang bicara dengan Clarisa" kata Clara mencoba menenangkan suaminya.
Mau tidak mau, Arya pun mengiyakan. Dia tidak ingin memaksa Clarisa. Namun dia juga sangat ingin hubungan persahabatannya dengan Rudy terjalin semakin erat.
Tok tok
Clara mengetok pintu Clarisa beberapa kali, namun tidak ada jawaban sama sekali.
"Ca, buka pintunya sayang" teriak Clara
Namun tidak ada jawaban juga. Clara semakin khawatir.
"Ca, kalau kamu tidak membuka pintu, mama akan meminta pengawal untuk mendobrak pintu ini" Imbuh Clara.
Hening beberapa saat. Kemudian pintu terbuka. memperlihatkan Clarisa dengan mata sembab habis menangis.
"Ada apa Ma?" Tanya Clarisa
"Mama boleh masuk?" Tanya Clara kemudian Clarisa mempersilahkan mamanya untuk masuk.
"Ca" kata Clara memulai pembicaraan namun Clarisa hanya diam
"Papamu melakukan ini karena dia sayang sama kamu nak. dia ingin kamu mendapatkan yang terbaik" kata Clara
"Ma. Apa mama pernah denger Clara menentang papa sebelumnya. Tidak pernah ma. Mama suruh Caca ini itu, Caca selalu menurut. Tapi kali ini, papa sudah sangat keterlaluan. Caca masih ingin menikmati masa muda Caca. Caca ingin mengejar karir Caca dulu. Caca tidak ingin menikah secepat ini dan dengan cara seperti ini" kata Clarisa yang mulai terisak ingin mengeluarkan semua yang ada di pikirannya namun dia masih sangat menghargai kedua orang tuanya.
"Ca, kamu bahkan belum tahu dengan siapa kamu dijodohkan. Mungkin jika kamu tahu, kamu tidak akan berbicara seperti ini" kata Clara
"Tidak ma. Dengan siapapun itu, Caca tidak mau." kata Clarisa
"Hmmm. Begini saja, bagaimana jika kamu bertemu dulu dengan laki-laki itu. Setelah itu baru kamu putuskan untuk menolak atau tidak. Nanti mama akan membantumu berbicara dengan papa?" Kata Clara
"Hmmm, baiklah. Hanya bertemu saja kan? baiklah" Kata Clarisa kemudian menyeringai. Dikepalanya sudah muncul sebuah ide untuk menggagalkan perjodohan ini.
"Baiklah, sekarang mama akan bicarakan pada papamu dulu. sekarang hapus air matamu. Kamu sungguh sangat jelek ca" kata Clara
"Ihh mama, jahat banget. Anak sendiri dikatain jelek. Kalau aku jelek berarti mama juga dong" kata Clarisa
"Haha, tidak dong, mama cantik gini. Coba lihat saja sendiri di cermin. Mukamu jelek banget ca. Kayak kucing habis kejebur" kata Clara meledek
"Mama, jahat banget sama anak sendiri" kata Clarisa Manyun
"Haha, ya sudah mama pergi dulu. Kamu cuci muka sana. jangan nangis Mulu" kata Clara kemudian berlalu pergi
"Memang aku sejelek itu" kata Clarisa kemudian melihat cermin.
"Aaaa" Teriak Clarisa ketika melihat wajahnya sendiri. rambutnya acak-acakkan, lipstik di bibirnya sudah tak berbentuk lagi. Matanya begitu sembab. Dia kemudian berlari menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Clara yang mendengar teriakan Clarisa hanya terkekeh. Kemudian menuju ruang kerja suaminya.
"Mas" kata Clara yang sudah membuka pintu kerja suaminya.
"Iya sayang, bagaimana?" Tanya Arya yang sudah mendudukkan Clara dipangkuannya
"Ihh, kamu. Aku duduk di kursi saja" Kata Clara ingin beranjak. Namun pingganggnya langsung ditarik Arya sehingga mau tidak mau mereka harus tetap dalam posisi seperti itu.
"Sudah seperti ini, aku sangat merindukanmu. Jadi bagimana, apakah Clara menerimanya?" Tanya Arya yang sudah menaruh kepalanya didada istrinya manja.
"Ihh, kamu ini modus banget sih" Kata Clara Geli
"Modus sama istri sendiri nggk apa2 lah, jadi?" kata Arya tak berpindah posisi sama sekali
"Hmmm, Dia belum menerima atau pun menolak. Biarkan dia bertemu dengan laki-laki yang dijodohkan dengan dirinya terlebih dahulu, baru dia memutuskan, kita tidak boleh egois sayang. Kali ini kita harus memberikan kesempatan untuknya dalam menentukan pilihan hidupnya. Dia sudah cukup dewasa sayang" Kata Clara sambil membelai pipi Arya
"Baiklah, Tapi aku sangat yakin dia tidak akan menolak kalau tau siapa yang akan dijodohkan dengannya" Kata Arya sambil mempererat pelukannya
-Bersambung-
Visual Tokoh
Clarisa
Jackson
Ferdi