NovelToon NovelToon
Benang Tanpa Ujung

Benang Tanpa Ujung

Status: tamat
Genre:Angst / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Kisah ini bercerita tentang seorang wanita peranakan Tionghoa yang bernama Melin sering disapa Alin dan bermarga Lim, yang memiliki seorang suami pemabukan dan juga gemar berjudi bernama Yudi atau sering dipanggil koh Judi oleh teman-teman perjudiannya.

Kekerasan dalam rumah tangga juga sering terjadi didalam keluarga Alin, apalagi jika Yudi kalah berjudi dalam keadaan mabuk.

Bagaimanakah kisah Alin dalam menjalani bahtera rumah tangganya dan apa alasan wanita itu selalu kuat menghadapi sikap suami yang selalu kasar terhadapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Hari pertama sekolah SD

Beberapa bulan kemudian.

Waktu pendaftaran sekolah dasar untuk Yuan tinggal tersisa dua bulan lagi, namun Alin masih belum memutuskan harus sekolah dimana putranya itu.

Karena dirinya begitu bingung ingin mendaftar di Sekolah dasar Swasta atau mendaftar di sekolah dasar negeri, mengingat Yudi melarangnya untuk tidak mendaftarkan Yuan di sekolah milik pemerintah.

Sebab gengsi suaminya yang tinggi dan tidak mau sampai teman-temannya itu mencibir jika anaknya itu sampai bersekolah di sekolah gratis.

"Pokoknya gua enggak mau tahu, si Yuan kudu sekolah di sekolah Swasta berapa pun biayanya!" bersikukuh Yudi.

"Sekolah dimana saja sama Koh, yang penting Yuan dapat pendidikan!" balas Alin.

"Ya jelas beda lah, sekolah gratis pasti banyak kurangnya. Gedungnya juga jelek, belom lagi mata pelajarannya pasti kurang!" ucap Yudi tidak mau tahu.

"Jangan mau terhasut ucapan orang lain Koh, memangnya orang itu yang mau bayarin pendidikan anak kita hah? Enggak kan?" balas Alin bertanya.

"Banyak ngebantah Lu, mau siapa yang ngomong kek yang jelas gua mau anak gua sekolah di swasta. Biar kagak kalah pinter sama anak yang lain! Lihat noh anak si Ah Chin. Seragamnya juga bagus," ucap Yudi membandingkan.

"Biarin aja itu kan anak orang lain, lagian pinter kagaknya anak itu tergantung anaknya sendiri belajarnya bagaimana di sekolah dan di rumah. Percuma sekolah mahal-mahal kalau anaknya pemalas tetap saja sampai gede juga jadinya pemalas!" balas Alin tidak mau kalah.

"Elu nyindir gua hah!" sergah Yudi merasa tersinggung.

"Siapa yang nyindir kokoh? Alin cuma ngomong fakta," balas Alin.

Yudi merasa geram menghadapi sikap Alin yang masih belum kapok dengan tindakan kasarnya dan masih saja berani membantah keinginannya itu.

Hingga pada akhirnya Yudi pun mencambuk Alin menggunakan ikat pinggang miliknya dan terus melakukan hal tersebut sampai Alin patuh kepada perintahnya.

"Udah Koh, sakit!" ringis Alin berusaha menangkis serangan Yudi dan berimbas pada kedua lengannya yang memerah.

"Masih berani lu ngelawan gua? Mana janji elu katanya mau nurut sama gua hah! Apa elu mau gua usir dari rumah ini!" sarkas Yudi.

"Ya Koh, ampun! Alin akan nurut," rintih Alin.

Yudi berhenti mencambuk istrinya dan melempar ikat pinggangnya itu ke sembarang arah. "Nah bagus! Baru mau nurut elu ya kalau gua udah maen tangan, padahal harusnya elu mikir Alin, digebukin itu sakit! Udah sono cepet pergi ke SD Swasta, daftarin anak gua sekolah disitu!" titahnya.

Alin mengangguk dan menghembus nafas pasrah, lalu pada akhirnya ia menurut menyekolahkan Yuan di sekolah swasta yang nilai bayarannya cukup menguras kantong.

Dan hal tersebut tentu membuat Alin harus mencari penghasilan tambahan, karena ia tidak mau sampai suaminya itu membayar pendidikan putranya dengan uang haram.

...----------------...

Keesokan harinya.

Alin telah mendaftarkan Yuan ke sekolah swasta yang diinginkan oleh Yudi, namun hal tersebut rupanya membuat Alin ketar-ketir. Mengingat biaya gedung serta biaya bulanan wajib yang nilainya cukup tinggi.

Hal tersebut membuat Alin semakin gencar mencari uang, ia sampai rela tidak tidur semalaman demi mencari uang tambahan dengan membuat sayur matang, yang akan ia tawarkan kepada ibu-ibu saat mengantar Yuan sekolah.

Seperti saat sekarang ini, Alin mencoba peruntungannya dengan menjual sayur matang demi mendapat rejeki lebih.

"Sayurnya Cik! Sayurnya Buk," ucap Alin menawarkan.

"Ada sayur apa aja Mama Yuan?" tanya An Nio, mamanya Ani.

"Ada banyak nih, Cik! Ada sayur sop baso sapi, ikan kembung pesmol, sambel ati, lihat aja Cik!" jawab Alin.

"Ini tumben bawa dagangan?" tanya Lusi, mamanya Deri.

"Ya Cik, buat tambah-tambahan Yuan masuk sekolah," balas Alin.

"Emang Yuan mau sekolah dimana? Bukannya Yuan mau sekolah di inpres?" tanya An Nio.

"Papanya Yuan mau Yuan sekolah di swasta Cik," jawab Alin tanpa ragu.

"Kirain mau masuk di inpres Cik, Ani aja mau saya sekolahin di inpres. Soalnya di swasta bayarannya mahal," ucap An Nio.

"Iya Deri juga mau saya sekolahin di inpres, sekolah swasta mah buat kalangan elit. Saya mah jujur aja kagak mampu," timpal Lusi.

Alin terdiam mendengar perkataan tersebut, memang ia ingin anaknya belajar di sekolah gratis. Namun apalah daya, tindakan kasar Yudi kepadanya kemarin membuat Alin tidak mampu menolak gengsi suaminya itu.

Beberapa saat kemudian, Alin kembali ke rumah setelah menjual semua sayur matang buatannya itu. Lalu membuka toko sembako sejenak, sebelum menjemput Yuan di sekolah. Dan Alin melakukan rutinitas melelahkan tersebut setiap hari, hingga tibalah waktu ia akan mendaftarkan Yuan ke sekolah swasta.

...----------------...

Dua bulan kemudian.

Yuan akhirnya telah lulus dari taman kanak-kanak dan ia melanjutkan pendidikannya di sekolah dasar Swasta yang terkenal cukup mahal biayanya.

Namun sesulit apapun rintangan tersebut, bagi Alin tidak lah masalah. Yang terpenting ia dapat melihat putranya itu mengenyam pendidikan dibangku sekolah dasar dan ia akan terus berjuang keras, serta bertekad kuat untuk menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.

"Mama, Kokoh pakai baju seragamnya lain?" tanya Yuan sedikit bingung.

"Ya Kokoh sekarang sudah masuk SD, jadi seragamnya sudah ganti pakai merah putih. Bukan seragam TK lagi ya," jelas Alin.

Yuan membulatkan bibirnya dan mengangguk. "Oh begitu, tapi kenapa harus pakai baju seragam ini?" tanyanya polos.

"Ya karena Kokoh sudah besar," balas Alin sekenanya.

"Terus kenapa sekolahnya pindah?" tanya Yuan lagi.

"Ya karena Kokoh sudah SD, jadi sekolahnya juga di gedung SD." jawab Alin sabar menjawab.

Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Yuan tidak henti bertanya tentang rasa penasarannya itu mengenai sekolah dasar. Dan Alin selalu berusaha menjawab setiap pertanyaan putranya itu.

Hingga tibalah mereka di sekolah swasta yang telah didaftarkan, Yuan dan Alin sama-sama masuk ke dalam halaman gedung mewah tersebut, lalu mencari kelas untuk Yuan sesuai dengan petunjuk walikelasnya.

"Mama sekolah ini besar sekali dan bagus!" seru Yuan menatap takjub sekolah dasar untuknya menuntut ilmu.

Alin tersenyum. "Ya, sekolahnya bagus. Maka dari itu Kokoh harus semangat belajarnya dan rajin ke sekolah!"

Yuan mengangguk patuh. "Tentu Mah, Kokoh akan semangat sekolah biar jadi anak pintar!"

Alin mengangguk senang dan tersenyum, ia menaruh harapan tinggi kepada Yuan agar bisa menggapai cita-cita putranya itu kelak dan menjadi pria berguna yang dapat diandalkan.

Tak berapa lama kemudian, bel sekolah berbunyi. Yuan pun berbaris bersama dengan teman-teman barunya. Sedangkan Alin menunggu di luar gerbang sambil menggendong Marlina.

Dihari pertama sekolahnya ini, Alin berencana menunggu Yuan di sekolah sampai putranya itu benar-benar mandiri. Dan dihari pertama Yuan bersekolah, Yuan menunjukkan semangatnya belajar.

Itu di tunjukkan dari cara Yuan menyapa temannya, memberi hormat kepada guru serta mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh gurunya.

Melihat hal tersebut Alin merasa tenang, ia hanya berharap tidak akan ada anak lain yang mengganggu putranya itu, karena ia takut Yuan akan kehilangan semangat belajar jika hal tersebut sampai terjadi.

Apalagi disudut sana ia melihat Yulan dengan gaya glamor menunggu putranya, sesekali menatap sinis kearahnya.

.

.

Bersambung.

1
Anonim
keren
Joan
terharu banget dengan perjuangannya Alin. sangat menginspirasi sekali
Noviyanti: terima kasih
total 1 replies
Dewi Payang
Aku suka yg berbahan ba-bi kak😁👍
Dewi Payang: Lezat😄👍
total 2 replies
Dewi Payang
Demi duit ya Tina😁😁
Dewi Payang
Ya ampun, nyumpahin pula, tar kebalik ke diri sendiri😁
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Happy Ending Novel
Ry Otw ke novel baru
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
jd bumi ngidam buah Kana
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Ini itu kisah nyata kah Kk Novi????
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Hahaha🤣🤣🤣
Ry kira kisah nyata
total 2 replies
Senajudifa
akhir penderitaan alin y thor
Senajudifa
akhirnya 😊😁😁
Senajudifa
cie cie😄😄
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Akhirnya Hendrik dan Alin
Unboxing bentar lg Marlin bakal pny dedek nih
DinDut itu pacarku🌻
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Semangat Hendrik
Cinta itu butuh perjuangan
DinDut Itu Pacarku 🌻
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Ya di tolak
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Sama aja novel Pamud Dan DinDut gk msk bab Terbaik tp Ry gk sedih 😊
Lina Zascia Amandia
Karya barunya nanti dicicil mampir ya...
Lina Zascia Amandia
Jujur saja karya ini bagus dan luar biasa, rekomendasi bagi para pembaca yg mencari sebuah karya yg sarat dgn nilai positif. Ada nilai budaya dan adat istiadat yg ditonjolkan di sini. Dari awalnya saya tdk tahu budaya dan adat orang Tionghoa, setelah Kak Author bercerita di sini, akhirnya sy tahu. Seharusnya karya seperti ini byk pembacanya, tdk vulgar, berbobot dan sekali lagi byk nilai positif yg bs dipetik dan diambil hikmahnya. Alin yg pd akhirnya mendpt karma baik atas kebaikan dan kegigihannya dlm menjalankan khdpn yg serba sulit dan penuh penderitaan, sehingga menganggap hdpnya bagai benag tak berujung. Namun Yang Maha Kuasa membalas kebaikan Alin dgn karma baik, diujung cerita bertemu seseorang yg bagai malaikat, yaitu Koh Hendrik. Di sinilah benang Alin yg tadinya tidak berujung menemukan ujungnya bersama Hendrik, yakni sebuah kebahagiaan. Semoga karya Kak Novi juga karya saya banyak dikunjungi pembaca, rekomen bgt karya ini Kak Nov..... semangat Kak Nov menghadirka karya yg byk nilai positifnya dan bisa diambil pelajarannya....
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak Novi...
total 4 replies
Lina Zascia Amandia
Ya Allah Masya Allah (kalo dlm agama sy mendapati sesuatu yg indah bagus atau mengagumkan sllu menyebut masya Allah), ceritanya sangat bagus Kak No. Kumplit, jujur saja ini karya sangat sarat dengan nilai positif dan banyak pelaaran hidup yang harus dipetik.
Lina Zascia Amandia: Sama2...
total 2 replies
Lina Zascia Amandia
Kesampaian keinginan Yuan.
Lina Zascia Amandia
Apa artinya Kak Nov...
Lina Zascia Amandia: Ohhhh itu ya. Trmksh sudah diartikan... jadi tahu deh...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!