NovelToon NovelToon
Takdir Terindah

Takdir Terindah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:446.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ukhfira

Menjadi sarjana diusia yang masih muda, tentu impian semua wanita, begitu pula dengan Alesya Faihanah, seorang wanita muslimah yang bersungguh-sungguh menghabiskan waktu mudanya untuk meraih impiannya.
Ketika Alesya sedang mempersiapkan baju toga entah mengapa ia harus memakai baju pengantin secara tiba-tiba. Apakah ini menjadi TAKDIR TERINDAH bagi Alesya?, yaitu menjadi seorang mahasiswi sekaligus seorang istri.

~Cerita ini hanyalah karangan penulis semata, dan berharap dapat diambil manfaat serta pelajaran yang tertuang dalam cerita ini untuk kehidupan kita agar lebih baik lagi~

"Teruntuk kalian yang sedang membaca, jadilah pembaca yang aktif ya, aktif beri bintang dan beri komentar, Percayalah jempol kalian adalah suntikan semangat bagi saya sebagai penulis pemula yang masih belajar merangkai cerita"

{Sebelum baca cerita ini jangan lupa sholat dan baca Al-Quran dulu yak🙏}

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ukhfira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Bersemi

Bukan karena wajah cinta datang menyapa

Tetapi karena baik agamanya cinta dapat bersemi

Cintamu kepada Allah

Membuat diri ini tertoreh cinta

~Takdir Terindah ~

Ukhfira

~Cerita ini hanyalah karangan penulis semata, dan berharap dapat diambil manfaat serta pelajaran yang tertuang dalam cerita ini untuk kehidupan kita agar lebih baik lagi~

Sebelum baca cerita ini jangan lupa sholat dan baca Al-Quran dulu yah

Selamat membaca

Semoga suka

🌻🌻🌻

"Selamat datang di jus cafe kami, eh Mbak Ziva mari silahkan masuk."

Seorang perempuan dengan baju kerjanya sebagai seorang pelayan cafe sedang menyapa pelanggan yang datang ke cafe tempat kerjanya.

Pelanggan yang baru saja masuk ke dalam jus cafe tersebut bukan pelanggan sembarangan melainkan adalah Ziva sang adik dari pemilik jus cafe tempatnya bekerja.

"Terima kasih Mbak, ayo Kak Al, Kak Sil kita masuk."

Ziva yang dengan ramah membalas sapaan pelayan tersebut segera mempersilahkan kedua perempuan yang berdiri disampingnya untuk masuk kedalam bersama dirinya.

Setelah mengikuti kajian rutin yang diadakan setiap jumat sore, Alesya dan Silmi awalnya sudah ingin balik ke rumah masing-masing tetapi Ziva menahannya dan malah mengajaknya ngejus bareng alhasil mereka pun akhirnya bersama-sama menghabiskan waktu di jus kafe yang tempatnya tidak jauh dari kampus.

"Oh ya Zi itu pelayan di sini kok sudah kenal sama kamu?, kamu sering ke sini ya sampai mereka hafal sama wajah kamu." Tanya Silmi yang baru saja mendudukkan dirinya di kursi lalu diikuti oleh Alesya dan Ziva.

Ziva mengangguk mantap "Oh itu, ya memang pelayan di sini kenal semua sama Ziva, secara yang punya jus cafe ini Abang Af, Abangnya Ziva."

Silmi yang baru tahu langsung mengangguk-anggukkan kepala seakan baru mengerti mengapa pelayan di kafe tersebut mengenal Ziva ternyata abangnya Ziva adalah pemilik jus kafe tersebut.

"Oh punya Abang kamu, terus sekarang Abang kamu di mana Zi?, selama ini kamu selalu cerita tentang Abang kamu itu tapi kita nggak pernah dikenalkan, bikin kita penasaran saja."

Memang benar adanya apa yang dikatakan Silmi, Ziva selama ini selalu menceritakan tentang abangnya yang seorang pengusaha muda yang sukses tetapi tidak pernah memperkenalkan kepada Silmi.

Sementara Alesya sudah mulai was-was secara dia sudah tahu terlebih dahulu tentang abangnya Ziva yang tak lain adalah suaminya sendiri, ditambah lagi Alesya belum memberitahu Ziva bahwa ia belum berterus terang kepada Silmi tentang Afnan yang kini sudah sah menjadi suaminya dimata agama dan negara.

"Oh iya Ziva lupa ya nggak mengenalkan Abang Af ke Kak Silmi, jadi Abang Af yang selalu Ziva ceritakan dan banggakan itu sebenarnya Kak Silmi sudah kenal kok, nama lengkapnya Muhammad Afnan Rafisqy panggilannya Afnan."

"Hah?"

Silmi benar-benar terkejut setelah mendengar nama dari saudara kandung Ziva yang tak lain dan tidak bukan ternyata adalah Afnan, pangeran kampus yang hobinya suka tebar pesona. Sepertinya Silmi belum sepenuhnya percaya karena Ziva dan Afnan adalah orang yang memiliki karakter berbeda, mana mungkin selama ini dia tidak sadar berteman dengan adik dari pria yang dibencinya.

"Lho Kak Sil kenapa kok kagetnya sampai sebegitunya?"

"Jadi selama ini aku berteman sama Adik dari seorang pria yang hobinya tebar pesona?, nggak mungkin." Jawab Silmi dengan ketus bahkan langsung memalingkan muka dari Ziva.

"Hah?, pria yang hobinya tebar pesona?, maksud Kak Sil, Abang Af?"

"Iya siapa lagi." Dengan cepatnya Silmi berubah jutek kepada Ziva yang dibuat kebingungan.

Sementara Alesya hanya bisa menggigit bibir bawahnya karena dia tidak tahu harus berbuat apa, ditambah lagi dia takut Ziva membocorkan status barunya yang selama ini dia sembunyikan dari Silmi.

"Abang Af hobinya bukan tebar pesona tapi hobinya berbisnis, ini jus cafe salah satu bisnisnya." Tutur Ziva dengan polosnya.

"Asal kamu tahu ya, aku sama Alesya dari dulu nggak pernah suka sama yang namanya Afnan, dan ternyata aku malah berteman sama Adiknya."

Ziva beralih memandang kearah Alesya yang sudah gugup dan hanya bisa menampilkan senyum terbaiknya.

"Kak Al juga nggak suka sama Abang Af?" Tanya Ziva yang tidak percaya sama sekali.

"Bukan cuma nggak suka tapi benci." Timpal Silmi seakan ingin mewakilkan Alesya untuk menjawab pertanyaan Ziva.

"Nghak mungkinlah Aang Af kan-"

"Aduh sudah ya nggak usah bahas ini, kita kebsini mau ngejus kan bukan mau berdebat."

Alesya berhasil memotong pembicaraan Ziva yang belum selesai dan sepertinya Ziva ingin memberitahu kepada Silmi tentang status baru dari Alesya, untung saja Alesya tepat waktu dalam bertindak jadi dia aman saat ini.

"Tapi Al, dia itu adiknya Afnan."

"Sil memangnya kenapa kalau Ziva adiknya Afnan?, lagi pula Afnan sudah nggak tebar pesona lagi kan di kampus, dia juga sudah menikah, jadi nggak usahlah kita benci-bencian sama dia lagi."

Silmi merasa ada yang aneh dengan sikap Alesya yang tiba-tiba berubah bahkan sudah tidak ingin membenci Afnan padahal kemarin Alesya sangat membenci laki-laki yang bernama Afnan, tetapi disisi lain Silmi merasa ucapan sahabatnya itu ada benarnya, ditambah lagi Ziva sangat berbeda dengan Afnan jadi tidak seharusnya dia membenci Ziva yang tidak tahu menahu tentang perilaku abangnya.

"Ya sudah Al, terserah kamu, aku ngekor saja, yang penting kamu bahagia itu sudah membuat aku bahagia juga kok, oh ya Zi maaf ya tadi emosi aku lepas kendali."

"Iya Kak Sil nggak apa-apa kok."

Kini suasana kembali tenang dengan berdamai kedua belah pihak yang tadinya sempat berdebat karena satu perkara, hal ini membuat Alesya dapat bernapas begitu lega.

"Oh ya aku ke toilet dulu ya."

Setelah kepergian Silmi yang katanya mau ke toilet kini di meja yang mereka tempati bersisakan Alesya dan Ziva. Awalnya Alesya ingin membuka obrolan dengan Ziva tetapi keduluan Ziva yang sudah dibuat kebingungan karena permasalahannya tadi.

"Kak Al benar membenci Bang Af?"

Alesya mengangguk pelan mengakibatkan Ziva langsung kecewa dan tidak habis pikir, tetapi Alesya langsung bertindak agar adik iparnya itu tidak berpikiran yang bukan-bukan tentang dirinya.

"Zi dengerkan aku dulu, iya aku akui memang aku benci sama Abang kamu, tapi itu dulu sebelum aku menikah sama dia dan setelah aku menikah aku mencoba untuk menerimanya dan tidak membencinya lagi."

Bersyukur, itulah yang Ziva lakukan setelah mendengar langsung penjelasan dari sang Kakak ipar yang tidak membenci Abangnya lebih tepatnya sudah tidak membenci lagi.

"Alhamdulillah kalau Kak Al sudah nggak benci lagi sama Aang Af, oh ya Kak Al ngomong-ngomong Kak Sil sudah tahu belom kalau Bang Af itu suaminya Kak Al?"

Alesya menggeleng pelan membuat Ziva kebingungan karena kakak iparnya itu tidak memberitahu sahabatnya bahwa dirinya sudah menikah, aneh.

"Kamu lihat sendiri kan Zi bagaimana reaksinya Silmi setelah tahu kamu adiknya Afnan?"

Ziva mengangguk seakan mengerti dengan ucapan yang baru dilontarkan oleh sang kakak ipar.

"Apa lagi kalau dia tahu yang sebenarnya bahwa sahabatnya itu menikah dengan Afnan, bisa-bisa dia marah dan benci sama aku Zi."

Kini setelah tau alasan kakak iparnya itu menyembunyikan statusnya sebagai istri dari abangnya, Ziva pun mengerti dan ikut menyetujui keputusan yang diambil Alesya.

"Sekarang Ziva mengerti Kak Al, semoga ini memang yang terbaik, dan semoga saja Kak Sil nggak akan tahu tentang ini semua."

"Aamiin semoga saja ya Zi." Balas Alesya penuh harap.

∆∆∆∆∆

Alesya baru saja memarkirkan motornya tepat disamping mobil sedan yang sudah terparkir duluan di garasi rumahnya. Ntah mengapa dia mengulas senyuman saat memperhatikan mobil sedan yang pemiliknya adalah suaminya sendiri, Afnan.

"Rupanya dia sudah pulang duluan." ucapnya sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya yang begitu mewah nan megah.

"Assalaamu 'aikum."

Tak ada jawaban, bahkan bangunan besar yang baru saja Alesya masuki itu seperti tak berpenghuni alias sepi dan sunyi, kemanakah suaminya itu berada?

Mungkin Afnan dikamar, pikir Alesya sembari berjalan menaiki anak tangga, tetapi seketika kakinya terhenti dianak tangga pertama, dia seperti mendengar ada suara dari arah dapur, karena penasaran akhirnya Alesya membalikkan badannya menuju dapur.

Senyuman terukir diwajahnya ketika melihat seseorang sedang sibuk menuangkan sesuatu ke mangkok yang berada di meja dapur.

"Assalaamu 'aikum." Salam Alesya dengan lembut.

"Wa 'alaikumus salaam, Sya alhamdulillah kamu sudah pulang."

Afnan yang menyadari kedatangan perempuan yang dicintainya bergegas mencuci tangannya lalu melepaskan celemek yang menggantung dilehernya.

"Kamu lagi buat apa?" Tanya Alesya penasaran ketika sudah berada didekat Afnan dan menoleh kearah mangkok yang berisikan bubur kacang hijau.

"Ini aku lagi buat bubur kacang hijau, alhamdulillah sudah selesai dan qodarullah kamu sudah pulang, ya sudah ayo kita makan bareng bubur kacang hijaunya."

Alesya pun mengikuti langkah Afnan yang membawa 2 mangkok tersebut menunu meja makan yang mana berada dalam satu ruangan dengan dapur.

"Dalam rangka apa kamu buat bubur kacang hijau?." Tanya Alesya iseng.

"Hm, dalam rangka ingin, makanya aku buat, ya sudah ayo dimakan Sya mumpung masih hangat."

Afnan pun ikut duduk dikursi yang berhadapan dengan Alesya tetapi sebelum itu ia mempersilahkan sang permaisuri untuk menduduki kursi yang sudah disediakan untuknya.

Dengan membaca basmalah secara bersamaan mereka pun mencicipi bubur kacang hijau tersebut, wajah Alesya nampak berseri setelah berhasil mencicipi satu sendok kacang hijau buatan suaminya.

"Maa syaa Allah ini buburnya enak banget lho, rasa manisnya pas dan santannya juga segar."

Afnan tersenyum. "Alhamdulillah kalau kamu suka Sya, ya sudah dimakan lagi."

Tanpa malu-malu lagi Alesya kembali mencicipi bubur kacang hijau tersebut dengan suka cita.

"Ngomong-ngomong kamu kok bisa jago masak sih?, padahal kamu kan laki-laki, aku saja yang perempuan nggak begitu pintar dalam hal memasak."

Ditengah-tengah menikmati buburnya Alesya membuka obrolan dengan Afnan yaitu dia bertanya mengapa sang suami begitu jago dalam bidang memasak padahal itu bukan pekerjaannya.

"Ya karena belajar Sya, dulu saat aku masih tinggal di rumah Mami dan Papi, aku selalu membantu Mami memasak awalnya sih aku nggak niat belajar hanya sekedar ingin membantu saja soalnya aku kasihan Mami sibuk banget kalau masak, eh alhamdulillah lama-kelamaan aku malah bisa masak."

"Maa syaa Allah, anak yang baik." Puji Alesya dengan kagum akan kebaikan hati yang dimiliki oleh suaminya itu.

"Tapi kok malah kamu yang membantu Mami masak, memangnya Ziva nggak ikut membantu Mami?"

"Ziva bantu kok cuma dia jarang soalnya waktu itu dia kan sibuk sama sekolah dan ekskulnya."

Alesya pun ber-o ria setelah mendengar jawaban Afnan tentang adiknya yang tidak begitu membantu maminya memasak karena dulu sebelum Afnan memutuskan untuk memiliki rumah sendiri, sang adik masih duduk dibangku sekolah.

"Sekarang giliran aku yang tanya sesuatu sama kamu Sya."

Alesya mengangkat sebelah alisnya seakan tak percaya bahwa sang suami akan menanyakan sesuatu hal kepada dirinya.

"Mau tanya apa?" Tanyanya penasaran.

"Kamu kenapa benci sama aku?"

Pertanyaan yang dilontarkan oleh Afnan cukup membuat Alesya kaget dari mana suaminya itu tahu bahwa dirinya pernah membencinya, apa Ziva yang memberitahukannya?

"Hah?, kamu tahu dari mana kalau aku benci sama kamu." Tanya Alesya.

Afnan bingung karena Alesya malah bertanya balik kepadanya. "Aku tahu dari Shuwan, dia melihat langsung kalau kamu dan sahabat kamu si Silmi itu setiap ada aku pasti langsung menghindar, kenapa sih Sya kamu benci sama aku?, apa aku ada salah sama kamu?"

"Aku tuh benci sama kamu soalnya kamu suka tebar pesona sama perempuan-perempuan di kampus, aku nggak suka melihatnya." Jawab Alesya yang berterus terang tentang alasannya membenci Afnan.

Afnan yang mendengar alasan tersebut dibuat garuk-garuk kepala tak percaya dan dia tidak merasa suka tebar pesona kepada perempuan-perempuan di kampus mereka, tetapi mengapa istrinya menuduhnya seperti itu.

"Aku suka tebar pesona?, kata siapa Sya?, mana ada aku tebar pesona, yang ada tuh cewek-cewek kampus yang cari perhatian sama aku."

Seakan tidak terima akan tuduhan negatif yang dituduhkan kepadanya Afnan mati-matian membela diri dengan menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Alesya tertawa kecil melihat lawan bicaranya itu gelagapan dan terus meyakinkannya bahwa apa yang selama ini penilaiannya itu salah besar.

"Sya tolong dong percaya sama aku, aku nhgak pernah yang namanya tepe-tepe alias tebar pesona ke cewek-cewek di kampus yang ada mereka yang ngejar-ngejar aku, serius Sya aku nggak bohong dan aku nggak pernah membohongi kamu."

"Iya iya Pangeran kampus, sekarang aku percaya kok sama kamu, aku percaya kalau kamu nhgak tepe-tepe sama cewek-cewek di kampus, tapi mereka yang ngejar-ngejar kamu soalnya kamu kan ganteng seperti Pangeran Arab."

Afnan pun senang sekali karena ia berhasil meyakinkan Alesya bahwa dirinya tidak pernah tebar pesona ke perempuan lain tetapi kalau ke istrinya Afnan memang sering menebarkan pesona secara Alesya kan super cuek jadinya dia mencoba meluluhkan hati sang istri dengan tebar pesona hingga akhirnya hati Alesya pun luluh bahkan kini sedang memuji ketampanan paras wajah suaminya bahkan menyamakannya dengan pangeran Arab.

"Maa syaa Allah serius nih Sya aku ganteng?, serius juga nih aku seperti pangeran Arab Sya?"

Alesya langsung mengangguk sambil tersenyum membuat yang bertanya girang bukan main, secara ini hal yang perdana bagi Alesya mengakui ketampanan wajah yang dimiliki oleh Afnan.

"Tapi aku cinta sama kamu bukan karena kamu ganteng ya."

Afnan tersentak. Bagaimana tidak secara terang-terangan istrinya itu mengungkapkan perasaannya, perasaan cinta.

"Apa Sya?, kamu bilang apa?"

Seakan tidak percaya akan ucapan Alesya, Afnan mempertanyakan lagi takutnya telinganya itu salah dengar, tetapi Alesya berbicara dengan suara dan nada yang jelas jadi mana mungkin telinganya itu sudah tidak berfungsi dengan baik.

Sementara Alesya, dia langsung menutup mulutnya dengan rapat karena dia baru saja mengutarakan perasaannya kepada Afnan, ini suatu masalah besar baginya. Mengapa bisa dengan terang-terangan ia mengatakan cinta kepada suaminya yang pastinya sudah besar kepala, malu sekali rasanya Alesya saat ini.

"Memangnya aku bilang apa ya?." Tanya Alesya mencoba menetralkan debaran jantungnya yang berpacu cepat.

"Aku juga cinta sama kamu Sya." Ucap Afnan dengan begitu tulus bahkan sinar kedua matanya memancarkan binar cinta yang tulus untuk kekasih hatinya.

Alesya terdiam, tatapannya tertuju kemanik mata Afnan yang dari tadi menatapnya dengan penuh cinta.

"Jika kamu mencintaiku bukan karena kegantenganku, lalu kamu mencintaiku karena apa Sya?"

Alesya menghela napas dalam-dalam. "Aku mencintai kamu bukan karena kegantenganmu tapi karena cintamu kepada Allah, bagaimana bisa aku nggak mencintai suamiku yang begitu mencintai Robbnya."

Afnan tersenyum bahagia. "Maa syaa Allah aku sangat bersyukur Sya, karena aku bisa menjadikan kamu istriku, kamu sangat berbeda dari perempuan-perempuan di luaran sana, mereka mencintaiku karena wajahku yang ganteng tetapi kamu mencintaiku karena Allah."

Masih dengan wajah yang berseri-seri Afnan beranjak dari tempat duduknya ia pun meraih tangan Alesya untuk berdiri berhadapan dengannya dengan jarak yang begjtu dekat.

"Boleh aku memelukmu Sya?"

Alesya mengangguk. "Aku sudah halal untuk kamu peluk."

Akhirnya mereka pun berpelukan dengan penuh cinta yang bertaburan dihatinya, sama-sama saling mensyukuri atas apa yang telah Allah takdirkan untuk kehidupan mereka.

Sungguh Allah maha membolak-balikkan hati manusia, dan kini terbukti Alesya bisa mencintai suaminya yang dulu dia benci tentu itu karena adanya campur tangan Robbnya serta doa dari suaminya yang begitu tulus mencintainya.

❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

Assalamulaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Maa Syaa Allah

Gimana nih perasaannya readers

akhirnya Alesya dapat mencintai Afnan

Alhamdulillah❤

Sungguh Allah dapat membolak-balikkan hati manusia ya....

Hati Alesya yang keras bak es balok aja bisa Allah luluhkan dan akhirnya mencair

Apalagi hati kamu

Hehehe😆

Ayok yang suka plus ingin cerita cinta Alesya dan Afnan berlanjut

Vote dan komennya dulu dong

gaesss yang manesss

Ditunggu lho

Author hitung ya

Satu

Dua

Tiga

Maa syaa Allah Jazakumullah khoiron buat kalian gaesss manesss yang udah vote apalagi komen ❤❤❤

Membangkitkan semangat author banget deh untuk lanjut part berikutnya

Salam persaudaraan untuk kalian semua gaesss manesss

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

1
Amora
aamiin
Widiya _Al ahyani faccing widiyaningrum
bagus sekali dan sangat menarik
Semoga ada season 2 dari karya ini
Sofa Hamid
banyak berkarya Thor novelmu kasih pelajaran yg baik
ukhfira: Alhamdulillah terima kasih atas dukungannya reader🤗
total 1 replies
Sofa Hamid
suka banget karyamu Thor sangat mendidik utk anak2 renaja
ukhfira: Alhamdulillah terima kasih reader semoga menebar manfaat🤗
total 1 replies
Erah R Zaelani
cerita ny bagus..lanjut
ukhfira: Selamat membaca
semoga suka Kanca🤗
total 1 replies
Erah R Zaelani
suka bngtt crita nya..mendidik bngtt
ukhfira: Alhamdulillah semoga bermanfaat Kanca🤗
total 1 replies
Lia Mukarromah
kalo suaminya seperti Afnan udh Sholeh ganteng lagi.wanita mana yg gak tebar pesona
ukhfira: Betul betul betul
total 1 replies
Tihtin
thor,,belum move on dari cerita azlan dan filzah ya,,karena nama afnan sering ketukar ma azlan 😁😁
ukhfira: Masa sih???😂
total 1 replies
Karina Na
nanti masih marah nggak ya mamanya si alsya?
ukhfira: Terima kasih Kanca🤗
total 5 replies
Iloel
masya Allah...luar biasa...indahnya cinta karena Allah...
ukhfira: Maa syaa Allah indah dan berpahala tentunya💙
total 1 replies
Iloel
suka bgt dg tokoh yg bernama afnan...di novel lain ...jg ada tkoh afnan...sifatnya sama...baik,perhatian,romantis,baik akhlaknya,baik ibadahnya...mendekati 'perfect'...
ukhfira: Maa syaa Allah kira2 di dunia nyata ada juga gk ya Kanca???😁
total 1 replies
Syarifah Yanti
sangat bsgus
ukhfira: Alhamdulillah terima kasih Kanca🤗
total 1 replies
Noer Fitriani
intinya aku suka novelnya udah pakek buangeettt..
lanjut ah baca yang ke dua
ukhfira: Intinya aku mau bilang terima kasih adeq mungilku pake bangettt..
semoga suka juga sama novel yg kedua ya
total 1 replies
Noer Fitriani
bagus bak firaaa
ukhfira: Alhamdulillah Fifinnn🤗
total 1 replies
Nurhalimah
sebel tuh sama mamah nya
ukhfira: Sama Ukhfira juga Kanca😂
total 1 replies
Nurhalimah
kata nya sholehah ko sama suami ga ada ramah2 nya
ukhfira: Mohon maaf Kanca atas ketidaksukaannya kepada karakter Alesya, di sini Ukhfira sebagai author ingin meluruskan bahwa Alesya juga manusia biasa yang sering khilaf dan mungkin ini adalah kekurangannya, yaitu belum bisa menjadi istri yang baik bagi Afnan, suaminya. Tapi itu cuma diawal-awal kok, mungkin Alesya shock dengan status barunya, di akhir-akhir Alesya bisa menjadi istri yang sholihah dan ibu yang baik untuk anak kembarnya🤗
total 1 replies
Lilis Hermawati
crtanya bagus pisan seneng banget skrng baca novel yg menangkat ajaran islam😘😘
ukhfira: Alhamdulillah, semoga bermanfaat Kanca🤗
total 1 replies
Khoirotul Ni'mah
suami idaman bangett
ukhfira: Alhamdulillah🤗
total 1 replies
Khoirotul Ni'mah
suka bangetttt
ukhfira: Alhamdulillah terima kasih Kanca🤗
total 1 replies
Nurfanya Rudie Ajalah
belah duren🥰🥰🥰
ukhfira: Versi halal ya Kanca🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!