Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghancurkan pernikahan
Erland saat ini menatap ke arah sang ayah yang masih terlihat memerah wajahnya. Kemudian ia bangkit berdiri dari kursi kerjanya dan menghampirinya. Tentu saja ia yang baru menerima kabar dari detektif, kini telah merencanakan sesuatu.
Namun, tidak memberitahu pada sang ayah karena khawatir tidak setuju dan malah akan menyuruhnya untuk tidak bertanggungjawab. Sementara rencananya adalah ingin menikahi wanita yang menjalin hubungan one night stand hingga membuatnya memiliki calon keturunan.
'Aku tidak akan membiarkan darah dagingku malah diakui oleh pria lain yang sama sekali tidak ada hubungannya,' gumam Erland yang saat ini mendaratkan tubuhnya di dekat tempat duduk sang ayah.
"Biar aku yang membalas dendam pada pria bernama Hugo Madison itu, Pa. Serahkan saja semuanya padaku." Erland bahkan kini terlihat sangat percaya diri, tapi mendapatkan tatapan aneh dari sang ayah.
Edric Felix saat ini memicingkan mata dan merasa keanehan ada pada putranya karena selama ini tidak tertarik dengan urusannya tentang musuh-musuhnya.
"Tumben kau tertarik ikut campur pada musuh Papa. Ada angin apa ini? Atau apa ada sesuatu yang kau inginkan dari Papa? Hingga membantu Papa untuk membalaskan rasa sakit hati gara-gara dikalahkan Hugo Madison." Masih tidak mengalihkan pandangan dari sosok putranya yang menurutnya tengah menyembunyikan sesuatu.
Sementara Erland saat ini hanya terkekeh geli melihat ekspresi sang ayah yang penuh kecurigaan. "Ya, memang aku menginginkan sesuatu dari Papa. Hanya saja, tidak sekarang memberitahu, tapi nanti Papa pasti tahu."
"Jangan buat Papa penasaran, Erland!" Meninju lengan putranya yang saat ini malah hanya tertawa padanya.
Erland kini bangkit berdiri dari sofa karena berpikir harus menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Itu karena besok ia berencana untuk tidak datang ke perusahaan karena ingin menghentikan pernikahan.
"Besok Papa pasti tahu. Besok Papa gantikan aku dulu di Perusahaan karena akan langsung membalaskan dendam pada pria itu. Hugo Madison akan shock melihatku dan mengetahui jika aku adalah putramu." Kemudian kembali menuju ke arah kursi kerjanya karena harus melanjutkan mengerjakan pekerjaan yang menumpuk.
Bahwa saat ini ada banyak dokumen yang harus diperiksa sebelum ditandatangani. Bahkan ia sama sekali tidak memperdulikan umpatan sang ayah yang mengungkapkan nada protesnya karena merahasiakan rencana esok hari.
"Cepat katakan pada Papa, Erland! Jangan buat orang tua penasaran!" sarkas Edrick Felix yang saat ini tengah menatap kesal pada putranya ketika telah duduk kembali di kursi kerjanya dan tidak memperdulikannya.
"Jangan bandel, Pa! Besok saja. Bukankah yang paling penting adalah Papa puas bisa melihat kehancuran seorang Hugo Madison, kan?" Erland bahkan berbicara tanpa mengangkat pandangan dari dokumen yang diperiksanya.
"Papa tidak yakin kau sehebat itu, Erland. Hugo Madison bukanlah orang sembarangan. Mana mungkin kau dengan mudah menghancurkannya." Edrick Felix memutar otak untuk mencari tahu tentang apa yang sebenarnya direncanakan oleh putranya.
Namun, meskipun berusaha, tetap tidak menemukannya. Akhirnya memilih menyerah dan tidak berniat untuk mencari tahu lagi. "Baiklah ... baiklah! Papa akan sabar menunggu besok. Hari ini sebenarnya ada acara makan malam dengan beberapa rekan bisnis, tapi Papa tidak datang karena Hugo Madison pasti menghadirinya."
"Datang saja, Pa karena Hugo Madison tidak akan datang. Dia sedang sibuk mengurus sesuatu. Percaya sama anakmu ini." Kali ini Erland mengangkat pandangannya dan mengedipkan mata pada sang ayah.
Meskipun ia tahu jika sang ayah sama sekali tidak mempercayainya, tapi tetap saja menggodanya.
"Dasar sok tahu! Memangnya kau peramal yang bisa mengetahui pikiran orang? Tapi nanti coba Papa telpon teman dan bertanya apakah Hugo datang atau tidak." Kemudian berlalu pergi dari ruangan putranya tanpa menunggu tanggapan.
Di sisi lain, Erland hanya terkekeh geli melihat tingkah sang ayah yang selalu saja meremehkannya. "Papa ... papa, lihat saja nanti setelah mengetahui jika aku benar, pasti makin heran padaku. Mana mungkin Hugo Madison datang ke acara itu saat besok adalah hari di mana pernikahan putrinya."
"Aku akan menghancurkan pernikahan itu besok jika sampai Floela berani bertingkah dengan melawanku. Bahkan papanya yang merupakan seorang Hugo Madison hebat itu tidak akan bisa berbuat apa-apa," sarkas Erland yang saat ini tengah tersenyum menyeringai.
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗