Cinta Marsha
Deskripsi
“Alga-Alga , kenapa Alga jahat banget sama Malsha , Alga kan tau kalau Malsha enggak suka sama cicak ,tapi ini ahhh Alga ” rengek Marsha sembari mengibaskan-ngibas kan rok pendek nya yang di tempelin cicak oleh Arga . Arga terkikik , “Siapa suluh kamu enggak mau jadi istli aku , kan aku udah lamal kamu” sahut Arga . “Enggak mau lah kita kan masih kecil” Marsha Adelina , gadis cantik nan lembut , harus memendam perasaan nya sedari dulu kepada seorang sahabat nya , Argantara Kusuma , bad boy tampan . Marsha selalu melindungi Arga dari segala kenakalan remaja nya , pria tampan itu selalu membuat ulah , “Kamu akan Mami hukum Arga , kamu sudah berani balapan liar , ! ” pekik Mami Reta- Mami Arga . Arga menggeleng kan kepala nya , “Enggak Mi , Arga tadi kerja kelompok kok di rumah Marsha , Arga ketiduran Mi , tanya deh sama Marsha , iya kan sha !!” Arga mengedipkan sebelah mata nya menyuruh Marsha untuk mengiyakan perkataan nya . Marsha yang faham langsung tersenyum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
𝑲𝒂𝒌𝒆𝒌 𝑴𝒂𝒍𝒊𝒌 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒋𝒊𝒕 𝒑𝒆𝒍𝒊𝒑𝒊𝒔 𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒅𝒆𝒏𝒚𝒖𝒕 . 𝑨𝒑𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊 𝒅𝒊𝒂𝒈𝒏𝒐𝒔𝒂 𝒅𝒐𝒌𝒕𝒆𝒓 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒔𝒆𝒔𝒖𝒊 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂 . 𝑳𝒂𝒏𝒕𝒂𝒔 𝒂𝒑𝒂 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒖𝒅 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 𝒊𝒏𝒊 . 𝑩𝒂𝒕𝒊𝒏 𝒌𝒂𝒌𝒆𝒌 𝑴𝒂𝒍𝒊𝒌 .
𝑴𝒆𝒏𝒈𝒉𝒆𝒍𝒂 𝒏𝒂𝒇𝒂𝒔 𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒂𝒔𝒂𝒓 , 𝒌𝒂𝒌𝒆𝒌 𝑴𝒂𝒍𝒊𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒕𝒂𝒑 𝒌𝒆 𝒂𝒓𝒂𝒉 𝑴𝒂𝒓𝒔𝒉𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝒅𝒊𝒂𝒎 𝒔𝒂𝒋𝒂 .
"𝑺𝒉𝒂."
𝑴𝒂𝒓𝒔𝒉𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒐𝒏𝒈𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒕𝒂𝒑 𝒌𝒂𝒌𝒆𝒌 𝑴𝒂𝒍𝒊𝒌.
"𝑰𝒚𝒂 𝒌𝒆𝒌 ?"
"𝑺𝒆𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈 𝑺𝒉𝒂 . 𝑰𝒏𝒊 𝒋𝒖𝒈𝒂 𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒎𝒂𝒍𝒂𝒎. 𝑨𝒋𝒂𝒌 𝑶𝒎𝒊 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒑𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈 . 𝑷𝒂𝒔𝒕𝒊 𝑴𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑷𝒂𝒑𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒔𝒊𝒃𝒖𝒌 𝒄𝒂𝒓𝒊𝒊𝒏 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏" 𝒖𝒄𝒂𝒑 𝒌𝒂𝒌𝒆𝒌 𝑴𝒂𝒍𝒊𝒌 .
"𝑻𝒂𝒑𝒊 𝑽𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂 𝒌𝒆𝒌 ?"
"𝑽𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂 𝒃𝒂𝒊𝒌-𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒔𝒂𝒋𝒂 𝑺𝒉𝒂"
𝑴𝒂𝒓𝒔𝒉𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒌 𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒍𝒂 𝒏𝒚𝒂 , 𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒌𝒊𝒕 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒅𝒖𝒅𝒖𝒌 𝒏𝒚𝒂 .
"Kek , Marsha pamit pulang dulu ya . " Marsha menyalami kakek Malik dengan takjim , kakek Malik mengangguk kan kepala nya .
"Hati-hati Sha "
"Aku pamit juga ya Lik , kamu yang kuat " ucap Omi .
"Terimakasih banyak " sahut kakek Malik tersenyum . Omi hanya mengangguk , lalu Marsha dan Omi melangkah kan kaki nya berlalu dari sana .
Kakek Malik menghela nafas nya dalam , menatap punggung dua perempuan tersebut .
Di koridor rumah sakit , kedua nya tidak sengaja berpas-pasan dengan Arga dan Revan .
"Eh Omi , Marsha " sapa Arga dan Revan berbarengan , kedua nya mencium punggung tangan Omi dengan takjim .
"Kalian mau kemana ?" Tanya Omi .
"Mau jenguk Vandra , mi , kami baru aja dapet kabar , itu juga dari grup sekolah " sahut Revan sembari tersenyum .
Omi mengangguk kan kepala nya . "Tapi kayak nya kalian balik aja deh , Vandra nya baru aja siuman dari koma nya . Mungkin besok bisa kalian jenguk lagi ." Ucap Omi yang tahu betul kondisi Kavandra saat sekarang ini . Diri nya tidak ingin membuat teman-teman Kavandra terkejut dengan apa yang di alami pria itu .
Revan mengangguk kan kepala nya . "Oke deh , oiya Omi sama Marsha mau pulang ?" Tanya Revan.
Omi mengangguk , "iya ini Revan "
"Naik apa ?"
"Mungkin pesen taksi deh , soal nya sedari tadi pak Mamat di telponin enggak di angkat juga ."
"Bareng kami aja deh mi , kami bawa mobil kok" ucap Revan .
"Enggak ngerepotin ?" Tanya Omi .
"Ya enggak lah , kan Marsha juga calon istri nya Arga , ya enggak Ga " Revan menyikut lengan Arga yang sedari tadi diam .
Arga tergeragap , lalu beralih menatap ke arah Omi . "Eh--eh iya , enggak apa-apa kok mi , ini juga udah malam banget , susah dapet taksi . Lagian dari tadi om Jordan udah nelponin Arga aja ni , nanyain Marsha ada sama Arga enggak " ucap Arga .
Omi membulat kan kedua bola mata nya . "Ya ampun , Omi lupa ngasih tau Jordan, ayo Arga , Revan , Marsha , kita pulang . Nanti di dalam mobil deh Omi telpon Jordan " ucap Omi melangkah kan kaki nya di susul oleh Revan .
Sedangkan Arga masih diam tidak bergeming , Arga masih menelisik wajah Marsha yang membengkak , Arga yakin itu karena Marsha menangis sedari tadi . Ada sesak di dalam diri Arga , ketika melihat nya . Entah mengapa Arga tidak suka Marsha menangis untuk orang lain .
"Ga , yuk" ajak Marsha .
Arga tidak menyahut , pria itu membalikkan tubuh nya melangkah kan kaki nya .
Marsha menghela nafas nya panjang , entah apa yang terjadi kepada Arga , tapi bisa Marsha lihat jika Arga marah pada nya .
____oOo___
"Gila bro. Lo udah minum banyak banget " ucap seorang pria , merebut gelas yang masih berisi minuman beralkohol dari tangan Tristan .
"Berisik banget sih " Tristan meraih lagi gelas , lalu menuangkan air alkohol ke dalam nya .
"Bro"
Tristan menggeram , pria itu menatap tajam ke arah nya . "Gue bilang diam ya diam "
"Tapi "
"Bawel "
"Tris "
"Diam Bangs*at"
"Tris "
Menoleh Tristan menatap kesal ke arah teman nya itu . "Apa sih "
"Itu " tunjuk teman nya dengan dagu nya .
Tristan berdecak kesal , tapi tetap menoleh ke arah tunjuk sang teman .
Deg
Jantung Tristan berdetak kencang ketika melihat sang Mama ada di samping nya sambil bersidekap dada . Tristan sampai meneguk Saliva nya susah payah .
"Ma "
"Begini rupanya anak-anak mama ya . Tingkah nya enggak jauh beda sama Papa kamu yang udah mati itu . Mama kecewa banget sama kamu Tristan ! Mama tau kamu punya usaha club' . Dan Mama ijinin . Tapi enggak gini juga cara kamu memperlakukan diri kamu seenak nya . Kamu pikir mama kamu sudah mati , jadi kamu seenaknya saja hidup . "
"Ma --"
"Kamu , Abang kamu , dan adik kamu itu sama aja , sama-sama parasit buat kehidupan mama . Apa lagi papa kamu yang udah mati itu . Udah mati aja masih nyusahin mama "
Tristan mengepalkan kedua telapak tangan nya , sungguh Tristan sangat emosi , Tristan tidak terima jika almarhum papa nya yang sedari dulu memberikan kasih sayang kepada mereka semua harus di hina oleh sang Mama .
"Ma--"
"Kamu mau apa Tristan ? Mau bela semua nya iya ? Mama pikir kamu beda dari yang lain nya , buat mama bangga , tapi apa ? Kamu enggak jauh beda dari mereka semua nya . Buat mama sakit hati Tristan "
"Ma --"
"Apa ? Kamu --"
"MA STOP !! TRISTAN BILANG STOP YA STOP !! " Bentak Tristan yang sudah tidak tahan dengan apa yang di ucapkan sang Mama .
Mama nya tersentak , lalu menggeleng kan kepala nya dengan isakan yang sudah keluar akibat bentakan dari Tristan .
Tristan memejamkan kedua bola mata nya ketika melihat sang Mama yang sudah terisak menangis . Tristan bangkit dari duduk nya lalu berdiri , mensejajarkan tubuh nya dengan sang Mama .
"Ma --"
"Mama kecewa sama kamu TRISTAN " teriak nya , lalu berlari dari sana .
Tristan mengacak rambut nya frustasi . "Brengs*ek sialan !!!"
\_\_\_\_oOo\_\_\_
Menghela nafas nya panjang , kakek Malik membuka pintu ruang inap Kavandra . Pria tua itu lalu melangkah kan kaki nya menuju ke arah dimana sang cucu tengah terbaring di atas brangkar rumah sakit .
Kakek Malik duduk di sana , menatap wajah Kavandra yang masih tertidur pulas . Pikiran nya masih mengingat apa yang terjadi tadi .
"Kalian siapa ?" Tanya Kavandra .
Tubuh semua orang menegang ,
Dokter yang menangani Kavandra langsung menyuruh semua nya untuk keluar , diri nya akan memeriksa lebih lanjut lagi keadaan Kavandra .
Dua puluh menit sudah lewat semua nya masih menunggu sang dokter siap memeriksa kondisi Kavandra , tidak lama pintu terbuka , di sana sang dokter keluar .
"Bagaimana dokter ?" Tanya mereka semua nya .
Dokter tersebut tampak menghela nafas nya dalam . "Maaf sebelum nya , saya salah diagnosa , jika pasien saat ini mengalami amnesia . Jadi pasien tidak mengingat siapa pun " ucap sang dokter .
Deg
Semua orang terkejut bukan main , mereka sampai lemas , mendengar perkataan sang dokter .
"Dok , apa kemungkinan pasien mengingat lagi ada ? " Tanya Reni .
Dokter tersebut mengangguk kan kepala nya . "Ada , karena lambat laun , pasien pasti akan mendapatkan ingatan nya kembali . Ka--kalau begitu saya pamit dulu " seru sang dokter yang terlihat gugup sedikit ni karena tatapan dari kakek Malik .
Semua nya mengangguk , lalu menjatuhkan bokong nya ke kursi , mereka semua dengan pikiran nya masing-masing .
Sedangkan kakek Malik memicingkan mata nya , menatap punggung sang dokter , lalu kakek Malik pamit kepada mama nya Reni pergi sebentar .
"Papa mau kemana. ?"
"Papa mau ke kantin sebentar "
"Bair saya yang temani papa ya "
Kakek Malik menggeleng kan kepala nya . "Tidak usah , kamu temani Omi dan Marsha saja . Papa bisa sendiri "
"Tapi pa --"
"Papa baik-baik saja oke " ucap Kakek Malik meyakinkan .
Mama nya Reni mengangguk kan kepala nya . Lalu kakek Malik melangkah kan kaki nya pergi .
\_\_\_oOo\_\_\_