NovelToon NovelToon
Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amwa

Terlempar ke tahun dimana Fania bertemu kembali dengan Iwan, orang yang membuat dirinya harus balas berada di situasi yang paling dia benci namun Fania sangat berterima kasih bisa hidup walau dalam tubuh orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum Percaya

Nih anak bukannya mengatakan pada ku apa dan bagaimana dia malah diam tidak mengatakan apa yang dia ketahui padaku.

" Bahwa yang mencelakai Tuan dan Nyonya adalah T.... u...... a.... n....... "

Fania juga tahu saat menyebut kata Tuan saja dia sudah mengerti siapa yang terlibat tapi kenapa khusus ini tidak di selesai kan dan malah tidak ada perkembangan nya?

" Aku tahu kenapa kamu tidak mau mengatakan jika tersangkanya itu adalah suami ku sendiri kan dan mengapa khusus ini di tutup?" tanya Fania yang ingin tahu padahal dia juga sudah tahu hanya ingin mencari kejelasan saja tentang hal ini....

" Apa yang kamu takutkan?" tanya Fania yang sudah menatap mata Al dengan tajam.

" Jika. ada kesempatan akan aku lanjutkan lagi khusus ini.... " Al tidak tahu apa yang ada di pikiran Nona sekarang yang jelas dia sudah sangat berbeda tidak seperti dahulu lagi yang mau di atur sekarang malah Nona lebih mau mengatur.

" Tapi Nona..... " Dengan nada seakan ingin mengatakan jika hal yang akan di lakukan nona pasti tidak akan berhasil karena apa mana mungkin Nona Rahma melaporkan hal ini terlebih lagi yang melakukan ini adalah Tuan Iwan sekaligus suami dari Non Rahma sendiri akan tidak mungkin kan?

" Kenapa? Kenapa kamu seakan tidak yakin terhadap ucapan ku ini?" Al jelas tidak akan pernah bisa yakin sebelum Al sendiri yang melihat jika Non Rahma akan bisa menangani masalah nya sendiri jika tidak dia yang akan merasakan rasa bersalah karena tidak bisa menjaga Non Rahma sesuai apa yang pernah dia katakan pada almarhum Tuan dan Nyonya.

" Apakah kamu masih belum percaya jika aku akan bisa mengatasi hal ini?" Al hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena apa hal yang akan di dapat kan Non Rahma hanyalah kekerasan saja dan Al tidak ingin itu terjadi lagi.

Tatapan mata Nona mengatakan jika dia ingin di turuti untuk kali ini, untuk kali ini Nona ingin pergi tapi Al takut, takut jika ucapan Nona akan berbeda seperti yang terjadi sebelum nya.

"Kamu tidak perlu takut Al, jangan terlalu memikirkan hal yang belum terjadi. "

Kenapa Nona sangat yakin akan hal itu, kenapa sih Nona itu selalu saja mengatakan pada saya jika saya tidak perlu khawatir terhadap Nona, Nona akan kembali ke rumah yang sudah layak di katakan neraka itu, dan saya harus kembali melihat penyiksaan itu terjadi lagi.

" Kamu percaya kan?" Tatapan mata Al masih saja ragu ketakutan yang menghantui dirinya.

Mengapa dia seakan tidak percaya dengan ucapan ku melihat ku dengan tatapan mata seperti itu tampaknya Al mengira jika aku ini masih lemah, apakah Rahma selemah itu hingga Al sangat khawatir padaku. Eh bukan pada wanita yang aku tempati tubuhnya. Mungkin dia lemah. Namun aku tidak akan membiarkan wanita ini di sakiti oleh laki laki gila itu. Dia harus menerima akibatnya dan membayar apa yang terjadi padaku.

" Yang terpenting kamu selalu ada di dekat ku. Itu saja sangat lebih dari cukup. "

Maksudnya Nona adalah melihat Nona yang akan di siksa setiap hari oleh Tuan Iwan. Hah itu hanya akan membuat saya senam jantung setiap hari, Nona Nona apa Nona tidak tahu jika saya ini sangat khawatir pada Nona dan Nona malah tidak menghawatirkan diri Nona sendiri. Entah kekuatan apa yang Nona miliki sekarang yang jelas tampaknya saya masih tidak akan percaya. Saya takut jika Nona akan belaga seperti sebelumnya. Dan saya tidak ingin hal itu sampai terjadi.

" Sepertinya saya pernah mendengar perkataan itu... Entah lah... " Fania merasa bingung apanya yang salah coba dengan ucapannya barusan kan tidak ada salahnya bukan?

" Jangan seperti itu lah Non, Non itu seakan akan menganggap saya ini sebagai orang yang penting. "

Sebenarnya kamu saja yang aku kenali, bagaimana aku tidak percaya dengan kamu hanya kamu yang tidak kenal siapa aku padahal aku sudah lelah mengatakan jika aku ini adalah Fania tapi rupanya meyakinkan dirimu sangatlah membutuhkan waktu.

" Sudahlah bawa aku kembali ke rumah ku. " Al tersenyum saja.

Semua sudah di masukkan dalam bagasi mobil. dan Al tampak masih ragu untuk menjalankan mobilnya menuju rumah neraka itu.

" Kenapa kamu menatap diriku seperti itu? Memang ada yang salah?" Al tidak bisa bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari Non Rahma.

" Ah tidak Non. " Jawab Al membuat Fania bingung katanya tidak ada apa pun loh kok masih tidak jalan mobilnya?

" Non bagaimana jika kita tidak udah lah ke sana.... " Fania merasa bingung nih dia yang plin plan deh.. Tadi bilangnya iya sekarang malah tidak jadi nih anak membuat dirinya kesal.

"Apa maksud nya?"

Kan..... Nih Non Rahma pasti ingin memaksakan kehendak nya lagi kan. Pasti marah nih.

" Pasti Non akan marah setelah ini..... "

" Hah!!! Kenapa juga aku marah? Katakan alasannya dulu... Apakah kamu masih takut jika aku kenapa napa? Sudah aku bilang deh dari kemarin aku akan bisa menghadapi dirinya loh. " Al ingin tertawa mendengar ucapan Non Rahma nanti dia pasti akan di pukul dan di kunci setelahnya tidak di kasih makan dan tahu tahu ngadu padanya.

"Nanti Non akan di siksa jika di sana... " Al malah ngotot tidak ingin kesana yang jelas dia tidak ingin Nona Rahma kenapa napa itu saja kok Non Rahma tidak tahu malah memaksa untuk datang ke sana.

" Al..... "

" Baiklah jika ada sesuatu bilang sama saya ya Non" Sebenarnya tidak ingin mengantarkan Nona Rahma tapi bagaimana lagi dari pada Nona Rahma marah marah lebih baik antar saja lah.

Kenapa sih meyakinkan nih anak itu begitu susah sangat susah Nah kan sekarang malah dia tidak yakin padahal dia juga tadi sudah setuju ingin mengantarkan aku pergi.

Bagaimana mengatakan pada Nona jika kembali ke rumah itu sama saja menyerahkan nyawa saja kenapa sih Nona itu tidak pernah tahu jika saya ini khawatir pada Nona.

" Jalan Al... " Al sebenarnya tidak ingin mengantarkan Nona namun bagaimana pun juga Nona juga sudah berpikir bulat.

Al menjalankan mobilnya.... Menuju ke pemukim yang sangat elit. Tidak ada pertanyaan dari Fania. Dia sangat terkesan dengan apa yang di lihatnya mungkin Iwan itu ingin menguasai apa yang jadi hak Rahma karena dia itu termasuk orang yang berkecukupan dan tinggal di perumahan elit. Wajar saja lah dia ngebet ingin menyingkirkan Rahma mungkin gara gara Rahma kaya.

Buset.....!!!! Nih pantas saja nih Iwan sangat ingin membunuh Rahma rupanya Rahma tinggalnya di perumahan elit. Dan sekarang bagaimana cara ku melawan Iwan dan selingkuhan nya itu. Pasti dia akan berbuat hal hal yang bisa mengancam nyawaku dan aku harus pastikan dia tidak akan lolos.

1
tenny
semangat Thor, wajar KL ada pembaca yg pro dan kontra
tenny
bahasanya thor lebih diperbaiki supaya lebih enak dibacanya
Marselina Bulfena
nggak nyambung cerita mutar ajah
Ambar
sabar... enggak boleh marah marah 😄
nadira ST
sumpah pengen ak pites kamu al dbilangin gak percaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!