NovelToon NovelToon
Menikahi Calon Kaka Ipar

Menikahi Calon Kaka Ipar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:199.9k
Nilai: 5
Nama Author: R.F

"Apa kamu sudah gila?! Bagai mana bisa kamu menyuruh aku untuk meninggalkan Mas Ali?!" tanya Kinanti

"Kalau kamu mau menikah denganku aku bisa memberikan karir seperti semula." jawab Aska

Apa'kah Kinanti akan kembali pada Aska lelaki cinta pertamanya atau ia akan tetap memilih Ali suaminya yang sudah bersedia menikahinya saat Aska membatalkan pernikahan.

Apa lagi usia suaminya berbeda 5 tahun lebih muda dari Kinanti, yang membuat Kinanti menganggap kalau suaminya hanya anak kecil

Selamat membaca
Kalau tidak suka dengan semua cerita saya cukup tidak usah di baca, tidak perlu komen gima-gima, karena membuat cerita itu tidak mudah seperti membalikan telapak tangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 17 Menolak lamaran

Seperti janji Ali kemarin kalau ia pagi ini ada sidang, ia bersyukur sidang terakhir ini di menangkan olehnya karena ia memiliki bukti cukup kuat hingga hak asuh anak jatuh ke tangan Angga Septian.

Angga yang sebagai klien Ali mengucapkan terima kasih berkali-kali pada Ali karena ia bisa memenangkan hak asuh anaknya.

Setelah itu ia juga pergi ke pesantren seperti ucapannya pada istrinya kemarin malam, ia juga membenarkan pertanyaan para santri tentang pernikahanya dengan Kinanti.

Ada banyak juga yang mencibir tentang Ali yang sudah tau tentang lamaran Ning Alisah pada Ali, karena Ali yang sebagai ketua dewan santri, tapi memilih wanita karir seperti Kinanti yang jauh dari ajaran agama.

Ada banyak juga yang patah hati berjama'ah karena lelaki yang selalu mereka idolakan sekarang sudah menikah, terlebih istri Ali bukan dari kalangan pesantren, tentu mereka sangat berat kehilangan sosok Ali yang sudah menjadi contoh untuk merka.

Bukan hanya mereka Ali pun berat untuk berpisah dengan para santri yang sudah ia didik selama ini, tapi mau bagai mana lagi istrinya tidak ingin masuk ke dalam pesantren membuat ia terpaksa berhenti dari pesantren.

Belum lagi sekarang Ali merasa di hadapkan yang lebih berat lagi saat Kiai Ilham meminta ia untuk menikahi Ning Alisah untuk menjadi istri ke duanya.

"Bagai mana nak Ali, apa nak Ali menerima lamaran abi? Nak Ali sudah menikahi pilihan nak Ali sendiri, setidaknya jadikan Alisah istri ke dua nak Ali, apa lagi lelaki berpoligami juga di bolehkan dalam agama."

Ali menghela napas berat saat pertanyaan itu terlontar kembali dari Kiai Ilham.

"Saya minta maaf untuk sebesar-besarnya abi, tapi saya tidak ingin mempoligami Kinanti. Saya tidak ingin menyakiti hati salah satu dari mereka berdua, apa lagi sifat orang berbeda-beda, saya tidak mau kalau mereka saling bermusuhan karena saya, karena itu akan membuat saya sangat berdosa."

Ali.menghela napas berat sebelum ia melanjukan kembali pembicaraannya.

"Apa lagi abi juga sudah tau kalau Bunda saya menghilang sampai sekarang karena perkara poligami, jujur saja karena perkara poligami pernah menimpa Bunda saya, membuat saya tidak ingin melakukan kesalahan."

Ali berbicara sambil melirik sekilas pada Ning Alisah lalu terus menundukan pandangannya, ia melihat mata Ning Alish sudah memerah, ia tau kalau Ning Alisah akan menangis, tapi ia tidak mau melukai hati siapa pun.

Sifat keras kepala dan sifat kanak-kakan dari istrinya saja sudah membuat ia pusing sendiri, bahkan lebih pusing saat ia memecahkan sebuah khasus, apa lagi memiliki istri dua, ia bisa-bisa mengalami pusing tujuh keliling, satu istri saja harus memiliki ekstra sabar.

Belum lagi masalah poligami, sama sekali tidak pernah terbesit dalam pikiran Ali dari kecil hingga dewasa, ia ingin kasih sayangnya sepenuhnya untuk istri tercintanya yang nanti akan berjuang untuk melahirkan anak-anaknya kelak, bahkan setia dalam satu istri saja masih tidak sebanding dengan perjuangan istri yang akan melahirkan anak-anaknya kelak, jadi ia tidak akan membagi kasih sayangnya pada wanita lain.

Kiai Ilham menghela napas berat saat mendengar jawaban dari Ali. 1 tahun yang lalu Ali menolak lamaran dari putrinya dan sekarang juga Ali masih menolak lamaran dari putrinya.

"Kalau nak Ali sudah memutuskan untuk tidak akan berpologami tidak apa-apa nak, mungkin nak Ali bukan jodoh putri abi."

Kiai Ilham tidak mungkin meminta Ali untuk menikah lagi kalau Ali sudah mengaitkan dengan masa lalu.

Apa lagi menurut Kiai Ilham Ali adalah putra yang malang, tidak di harapkan oleh ke dua orang tuanya, membuat ia berpikir mungkin Ali memiliki trauma di masa lalu.

"Terima kasih abi atas pengertiannya."

Sebenarnya Ali tidak enak hati karena menolak lamaran itu untuk ke dua kalinya, tapi ia memang tidak mau berpoligami, belum lagi Kinanti adalah wanita yang sangat ia sayangi selama hidupnya selain Bundanya sendiri.

Kinanti adalah orang ke dua yang ia sayangi dari kecil, tentu saja ia tidak mau menyakiti hati Kinanti walau pun misalnya ia tidak memiliki masa lalu yang kelam.

Ali dulu pernah merasa bersalah karena menolak lamaran dari Kiai Ilham untuk Ning Alisah, dan sekarang rasa bersalah itu semakin besar karena Kiai Ilham sudah menganggap ia sebagai putranya sendiri.

Bahkan saat Ali kabur Kiai Ilham selalu menyuruh Mamang santri untuk mencarinya, kalau Mamang santri tidak menemukan ia, Kiai Ilham turun tangan untuk mencarinya dan membawa ia pulang lagi ke pesantren.

Namun Ali tau kalau Kiai lham juga tidak pernah membeda-bedakan orang salah yang akan mendapatkan hukuman, ia akan mendapatkan hukuman jika ia melanggar aturan pesantren.

"Iya sama-sama nak, harusnya abi yang minta maaf karena abi lagi-lagi meminta nak Ali untuk menjadi suami dari putri abi, tapi perlu nak Ali ingat satu hal, walau pun nak Ali memutuskan untuk berhenti mengajar di pesantren ini, jika ingin kembali ke sini lagi pintu di sini selalu terbuka untuk nak Ali dan walau pun nak Ali jauh, rasa sayang abi terhadap nak Ali tidak pernah berubah. Nak Ali tetap putra abi dan umi."

Kiai Ilham memang akan tetap menganggap Ali sebagai putranya sendiri, walau pun Ali masih tetap menolak putrinya, karena ia menggapan mungkin Ali bukan jodoh yang di tulis di Lauful mahfudz untuk putrinya.

Ning Alisah langsung pergi ke kamar tanpa berpamitan lagi, ia ingin menangis karena lelaki idamannya lagi-lagi menolak cintanya, ia tidak tau di mana letak kekurangannya hingga lelaki yang ia cintai dari usianya masih terbilang balia itu terus saja menolaknya.

Terkadang Ning Alisah berpikir wanita seperti apa yang di inginkan Ali, sampai-sampaj Ali menolaknya, bahkan Ali menolak untuk ke dua kalinya hanya demi wanita yang jauh dari ajaran agama.

Bukan hanya itu wanita yang di pilih Ali juga wanita yang selalu menerima sentuhan dari lelaki mana pun, sedangkan Ali sendiri lelaki yang selalu menjaga sentuhan wanita mau pun dan menjaga pandangannya pada wanita, membuat ia semakin tidak mengerti dengan pemikiran Ali.

Menurut Ning Alisah kalau memikirkan masalah takdir, bukan'kah manusia juga bisa merencanakan sesuatu walau pun terkadang tidak sesuai kenyataan, tapi setidaknya kalau Ali ada pikiran bersamanya sedikit saja ia sedikit bernapas lega walau pun misalnya ia tidak jadi jodohnya, ia tidak masalah.

Kiai Ilham menghela napas berat saat melihat putrinya pergi tanpa permisi. Ali juga menghela napas berat saat melihat Ning Alisah pergi begitu saja tanpa permisi, lalu ia langsung melanjutkan pembicaraannya lagi.

"Iya abi, sekali lagi terima kasih banyak karena sudah memahami saya, sebenarnya saya bukan hanya percaya kalau Kinanti adalah jodoh saya, tapi karena Kinanti adalah orang yang ingin saya lamar saat kecil, menurut saya ini adalah takdir dari Allah karena saya di pertemukan kembali dengan Kinanti, teman masa kecil sekaligus wanita yang ingin saya nikahi."

"Alhamdulilah kalau begitu nak Ali, semoga pernikahan kalian berdua selalu langgeng sampai ke surganya, amin."

"Amin, abi."

1
Tiara
gitu ya klo taat agama. istri yg harus meminta padahal di budaya adat ketimuran, istri gengsi hrs minta lebih dulu. kyk gk punya harga diri. Tapi ternyata dimata agama itu salah.
juwita
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
bagus
..
bagus ini karya
Aulia
bagus
Bayu
bagus k
Ratu Fadira
seru thor
Lea_Rouzza
waahhh seru toot,,ijin mmpir dimari
Sartini Dimitri Mah
ya ampun nyesek banget jadi kinar
Tyara Lantobelo Simal
Lanjut
Fenti
ngadi-ngadi lu 😤
Ibu Wawa
semangat thorr
Ibu Wawa
mungkin mereka brrjodoh
Syifanya
tetnyata azka emang jodohnya anisa ya..
mom mimu
dua like dan satu iklan mendarat kak, maaf ya baru mampir lagi 🙏🏻✌🏻 semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
Syifanya
slamat kinanti akhirnya jd calon ibu juga..
R.F: mksh kk
total 1 replies
Cahaya Warna
lah kan lusi anak ibu kandung aska, dan menikah dgn ayah tirinya, otomatis jd ayah dan ayahnya menikah dgn perempuan lain otomatis jd ibu tirinya, kok jd lieur masalah nasab.......dlm Islam itu ada yg namanya maqashid syariat.......
mgkn untuk membuat cerita yg berbau agama, harus mempelajarinya dulu ttg agama itu agar nggak salah kaprah......menulis dgn ilmu. ......
kristiani: aku baru tau kalau anak tiri menikahi bekas ayah tiri itu tidak boleh, yang aku tau menikahi sepupu saja boleh, asalkan adiknya perempuan dan yang menikahannya suaminya kan tidak sekandung, jadi tidak apa, jelas2 masih dekat saja bisa, lah itu tidak memiliki ikatan apa pun tidak boleh aneh
total 2 replies
Syifanya
azka takut banget kehilangan anisa sampai2 mau mnikahi anisa saat koma
Syifanya
kasihan azka.. sampai kapan cinta azka akan diuji terus thorr
Syifanya: 👍👍👍👍👍
total 2 replies
Syifanya
skarang jln azka untuk mndapatkn anisa smkin mudah karna morgan tidak mlarang azka sama skali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!