NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh

Status: tamat
Genre:Sistem / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:157.4k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Arsen, seorang mafia berdarah dingin, tewas dengan tragis dan bersiap menghadapi hukuman neraka. Namun sebelum ajal menjemput, ia memohon satu kesempatan terakhir—untuk menemukan putra semata wayangnya yang telah hilang sebelas tahun silam.

Doanya terkabul, tapi dengan syarat: Arsen harus hidup kembali… dalam tubuh orang lain.

Ia terbangun sebagai Aziel—seorang remaja miskin, pencuri kecil yang kerap dirundung di sekolah. Takdir mempermainkan Arsen: tubuh barunya adalah anak kandung yang selama ini ia cari.

Dibekali sebuah Sistem, Arsen harus menjalani misi: menjadikan Aziel sebagai pria soleh dan kaya raya, agar dirinya terhindar dari neraka.

Namun menjadi anak sendiri tak semudah yang ia bayangkan. Masa lalu kelam Aziel, trauma, dan lingkungan yang keras menjadi ujian. Apalagi, jiwa mafia dalam diri Arsen terus memberontak setiap kali ia harus berlaku sabar, jujur, dan... bersujud.

Mampukah Arsen mengubah takdir anaknya—atau justru takdir itu akan menelan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Salat Subuh Rasa Salat Ied

"Maksudnya?" Ustadz Syahrul terlihat semakin heran.

"Biarkan saya yang Azan. Saya datang ke sini untuk itu," terang Aziel memasang wajah penuh harap.

"Kenapa tiba-tiba mau jadi muazin?"

'Tentu saja karena reward yang dijanjikan Sistem. Kalau bukan karena itu, ya ogah,' batinnya.

Ustadz Syahrul hanya bisa terkekeh karena tidak mendapat jawaban dari remaja yang ia tanya. "Apa kamu serius?"

"Tentu," jawab Aziel dengan muka datarnya.

"Oh, baik lah. Silakan!" Ia segera menyerahkan mikrofon kecil yang ada di tangannya.

Namun, di saat benda kecil itu telah berada di tangannya, rasa tidak percaya diri, tiba-tiba datang melanda. Ustadz Syahrul dan Joki sudah bersiap menunggu ia mengumandangkan Azan Subuh, tetapi tak kunjung disuarakan juga.

[ Cepat lakukan! Waktu Subuh bisa habis jika kau terus terlihat meragu seperti ini! ]

[ Jika dalam waktu tiga detik azan belum juga dimulai, maka misi kali ini dianggap gagal! ]

[ Dana tiga kali lipat itu dibatalkan dan saldo yang ada akan dipotong sebesar tiga puluh persen! ]

"Ekhemmm ...." Tanpa sadar, Aziel berdehem dengan keras tepat di depan mikrofon yang ia pegang.

Ustadz Syahrul memberi kode kedua tangan menggantung melambai dengan pelan. Ia seakan mengerti bahwa saat ini remaja yang masih parau itu mencoba azan untuk pertama kali.

"Jangan lupa baca basmalah!" titah Ustadz Syahrul.

[ Tiga ]

[ Dua ]

"Bismillah hirrahman nirrohim ... Allahuakbar Allahuakbar!"

ngiiiiing

Speaker mesjid itu berdenging hebat, membuat orang-orang yang tinggal di sekitarnya merasa cukup terganggu. Warga yang tadinya masih tidur dengan lelap, tersentak langsung berdiri dengan muka masam.

"Siapa itu yang azan? Kenapa beda suaranya dibanding biasa?" rutuk seseorang dari rumah yang lain lagi. Ia turut merasa terganggu.

Azan yang dikumandangkan oleh Aziel, memiliki irama yang berbeda dibanding biasanya. Tinggi rendah ketukan masih belum pas. Hal itu membuat masyarakat yang ada di sekitar mesjid cukup merasa terganggu. Ditambah lagi, soud sistem ketika berada di tangan Aziel seakan tak bersahabat dengannya. Membuat suara denging yang terasa cukup mengganggu di telinga masyarakat.

Hal ini, membuat orang-orang yang tadinya malas untuk ke mesjid di kala subuh, bergerak menuju mesjid dengan wajah kesal.

"Baaang, sekalian bawa sarung aja!" teriak istrinya yang mendapati suaminya hanya koloran menuju mesjid.

Kali ini, orang yang datang ke mesjid sangat lah ramai. Wajah mereka tampak berkerut mencoba melihat siapa yang menjadi muazin azan kali ini. Wajah itu terlihat cukup familiar bagi mereka. Wajah kesal yang tadinya merasa terganggu karena suara azan yang tidak merdu sama sekali, kini tampak semakin marah.

Ustadz Syahrul mendengar suara yang ramai dari arah luar kini memandang ke luar dengan wajah tak percaya. Ini adalah sesuatu yang sangat langka, melihat masyarakat berbondong mendatangi mesjid seramai ini kala Subuh.

"Subhanallah ... Udah kayak mau salat Ied aja nih yang datang salat Subuh." Ustadz Syahrul mengusap jenggotnya memutar kepala memperhatikan remaja yang belum menyelesaikan kumandang Azan Subuh-nya.

"Kenapa dia yang Azan, Pak Ustadz?" tanya salah satu warga yang hadir.

"Ooh, dia buru-buru datang ke sini minta izin agar bisa mengumandangkan Azan Subuh," terang Ustadz Syahrul.

"Kenapa diizinkan? Bukan kah warga sudah menentukan siapa saja orang yang boleh mengumandangkan azan?" bentak seorang pria berbadan cukup bongsor.

"Assolatukhoirumminannaum ...."

Terdengar kumandang azan yang membuat Ustadz Syahrul menjawab dengan, “Shadaqta wa bararta.” (Engkau benar dan engkau telah berbuat kebajikan)

Membuat semua orang turut hening menundukan kepala. Setelah Aziel menyelesaikan misinya, kedua tangannya ditangkup dalam keadaan gemetar. Hatinya terasa luluh, tak percaya bisa mengumandangkan azan yang dulunya seakan tak pernah ia dengar.

Usai membaca doa usai azan, Aziel segera mengambil posisi sholat sunah tanpa menyadari ada kericuhan di luar bangunan mesjid.

"Dari pada Bapak dan Ibuk hanya marah-marah, membuat amalan pagi ini sia-sia, alangkah baiknya semua yang ada di sini langsung menuju tempat berwudhu," tutur Ustadz Syahrul.

Semua yang hadir menganggukan kepala. Lalu mereka sepakat untuk menuju tempat berwudhu. Keramaian warga yang hadir saat ini, membuat tempat berwudhu berdesakan dan antri. Ustadz Syahrul kembali memandangi remaja itu yang melaksanakan salat sunah.

"Sepertinya dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain," guman Ustadz Syahrul bermonolog. Ia pun dengan segera menuju shaff depan dan melaksanakan salat sunah.

Pagi ini, untuk pertama kalinya jemaah yang melaksanakan salat subuh di mesjid ini sampai tumpah ruah. Bahkan, ada yang harus salat di beranda mesjid karena di bagian dalam mesjid sampai sesak seperti ini.

Ustadz Syahrul yang menjadi imam dalam salat berjamaah kali ini tanpa sadar meneteskan air mata merasakan haru di dalam hatinya.

Setelah selesai, Ustadz Syahrul memberikan kultum mengenai keutamaan salat subuh berjamaah.

"Saya sungguh sangat terharu melihat jemaah yang antusias mendatangi mesjid kita yang tercinta ini di kala waktu subuh. Seandainya semua tahu, siapa saja yang melaksanakan saat subuh berjamaah, maka banyak sekali yang akan dia dapatkan."

"Selain 25 pahala, keutamaan sholat subuh berjamaah adalah pahala yang lebih besar 27 derajat daripada sholat sendirian. Sabda Rasulullah SAW tentang hal ini diriwayatkan dalam hadist HR Al-Bukhari."

Jemaah yang tadinya datang dalam keadaan marah merasa terganggu akan istirahatnya yang terasa belum puas, kini mulai mencari sosok yang mereka benci itu. Tampak Aziel yang dudul di pojok bersama temannya yang mereka tahu adalah pencuri cilik.

1
Muhammad Rahman
dandy teriak dg sombong karena terkenal dg kebangaan kekayaan orangtuanya
Safira Aurora
lnjut
IKKY RAHMADANI
kak ini novel kapan end nya
SoVay: iya, tnggu ya, soalnya lagi hilang ide. mungkin bisa bagi ide? hehehe 🙈
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
aku gak suka sama dandy karna rese k banget
Aku Rajin Membaca
othornya lupa nih bikin bln ramadhan 🤣
SoVay
authornya lupa sedang bulan ramadhan. mau edit, tp lg susah signal 🤣🤣 nanti malam atau esok aja edit inj
IKKY RAHMADANI
sepertinya aziel punya calon istri nih😏
SoVay: tadi baru inget, suasananya dibikin bukan ramadhan 🤣 udah aku edit lg
total 2 replies
IKKY RAHMADANI
kecewa 1 bab
SoVay: sabar ya kak, ini baru update. moga bisa lebih dari 1 bab hari ini 😇
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
kasihan juga ya anak sekecil itu di suruh mencuri
IKKY RAHMADANI
yahh sedikit banget update nya😔
SoVay: soalnya kalau udah hari kerja ini agak susah up bnyak2 kak, tnggu lbur lagi ya 🤣
total 1 replies
goresan curahan keluh kesah
lanjut ga ini novel👉👈😅
SoVay: mau segera ditamatkan. setelah 100 hari arsen jd soleh 😇
total 3 replies
IKKY RAHMADANI
kok bisa ya kak punya ide untuk buat novel gini🤔
SoVay: dulu sempat kehilangan ide gara2 level anjlok dr 7 ke 3. makanya ga lanjut. tp kayak ada hutang, makanya selagi ada waktu luang dilanjut
total 3 replies
goresan curahan keluh kesah
udah baca sampai tamat bacot sistem
SoVay: lanjutin baca ini ya kak
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
sedih banget ceritanya sampai nangis aku
SoVay: brati apa yang aku harapkan sampai pd kakak 😇
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
kak ini bapak nya aziel beneran mati ya
SoVay: kan sejak awal misinya hanya 100 hari d tubuh aziel
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
menangis aku kak, sedih kali ceritanya😭
SoVay: yuk lanjutkan, udah ada eps baru
total 3 replies
IKKY RAHMADANI
menangis aku kak membacanya
Safira Aurora
makanannya bisa diteleport dari warung ayam aja ga si?
Safira Aurora
edisi penuh bawang
Moertini
kok berhenti Thor kan belum tamat penasaran niiiii bagaimana nasib Zein asli setelah daddy nya meninggalkan raganya semangat Thor ditunggu
SoVay: halo bunda, ceritanya udah disambung lagi. ayo dilanjutkan baca. biar ga penasaran
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!