HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Satu minggu telah berlalu, pada akhirnya Hana tidak tahan dengan sikap Velo yang mengacuhkannya, dan saat usai makan malam, Hana melihat Velo duduk santai di pinggir kolam, lalu dia langsung menghampirinya dan meluapkan kekesalannya.
''Vel, lo kenap sih masih diemin gue, padahal gue udah minta maaf sama Helen, gue juga ngelakuin itu sama Helen karna gue udah lelah, setiap hari Helen selalu ngerendahin gue, apa salah kalau gue balas dia?'' Ucap Hana panjang lebar dengan terisak.
''Hiks,, padahal gue cuma satu kali ngelakuinnya, tapi lo udah semarah itu sama gue, lo diemin gue, tapi Helen yang hampir tiap hari ngerendahin gue, lo malah tetap baik sama dia, Hiks,, mana janji lo yang mau jaga gue, mana janji lo yang akan selalu ada buat gue,, Hiks,, gue baru melampiaskan kekesalan gue sama Helen aja, lo udah gak perduli lagi sama gue, lo gak mikir apa gimana perasaan gue tiap di hina sama Helen, sakit Vel, tapi gue bisa apa, Helen punya kekuasaan gue tidak mungkin bales dia'' isak Hana.
Velo seketika termenung mendengar ungkapan kekecewaan Hana padanya, perlahan Velo sadar kalau dirinya sudah mengingkari janjinya pada Hana, yang ia ucapkan saat sama sama kecil dulu.
Perlahan Velo berdiri dan menggenggam tangan Hana. ''Maafin gue Han, gue tidak sadar kalau sikap gue udah keterlaluan'' ucapnya.
''Gue akan selalu maafin lo, tapi tolong jangan diemin gue, gue bener benar gak bisa'' lirih Hana dengan kepala tertunduk.
Velo mengangguk. ''Janji, gue gak akan diemin lo lagi'' ucapnya.
Diam diam Hana tersenyum, akhirnya Velo mau berbaikan lagi dengannya.
"Jangan sampai Velo lepas lagi" batin Hana.
Kesok harinya saat akan berangkat sekolah, Hana langsung menghampiri Velo yang baru keluar dari dalam rumah.
''Vel, gue boleh berangkat bareng?'' tanya Hana.
''Boleh'' Hana langsung tersenyum.
''Tapi gue mau jemput Helen dulu'' ucap Velo membuat senyum Hana menguap seketika.
''Oh, gak papa'' timpal Hana memaksakan senyumnya.
Seperti biasa entah itu ada Helen atau tidak, Velo selalu meminta Hana untuk duduk di jok belakang.
Saat mobil Velo baru masuk ke halaman kediaman Atmajaya, kebetulan bersamaan dengan Helen yang baru keluar rumah.
Helen tersenyum saat melihat Velo membukakan pintu mobil untuknya, namun senyumnya langsung lenyap saat melihat kaca mobil bagian belakang di turunkan
''Hai, Hel'' sapa Hana dari dalam mobil.
Namun Helen mengacuhkannya.
''Ternyata udah baikan'' ucap Helen pada Velo yang berdiri di samping pintu mobil.
''Ga apa kan, kalau Hana berangkat bareng kita?'' tanya Velo.
''Kalau gue bilang gak mau, apa lo akan nurunin Hana di sini?, tidak kan, jadi gak usah sok sokan minta persetujuanku'' sahut Helen pedas, lalu masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Velo dia hanya bisa terdiam, lalu menutup pintu mobilnya, setelah itu dia berjalan mengitari depan mobil, dan masuk ke dalam kursi kemudi.
Setiba di HSI tanpa menunggu Velo membukakan pintu untuknya, Helen langsung buka sendiri lalu keluar dan bergegas masuk ke dalam gedung sekolah.
''Vel, sepertinya Helen gak suka kalau gue bareng kalian'' ucap Hana.
''Kapan dia pernah suka sama lo, dari dulu Helen kan memang begitu'' timpal Velo.
Hana mengangguk. ''Kalau begitu besok gue berangkat naik taksi aja'' ucapnya.
''Gak usah, lo berangkat bareng gua aja'' sahut Velo.
''Terus Helen?'' tanya Hana.
''Ga Papa, lo santai saja'' jawab Velo.
Menjelang siang saat waktu istirahat tiba, di kantin Helen yang baru selesai mengambil makan siangnya, dia berbalik untuk mencari keberadaan Velo di tempat duduk biasanya, namun expresi Helen langsung muram saat melihat Hana juga ada di sana, tapi yang membuat Helen tak suka, karna saat ini sikap Velo pada Hana sudah kembali seperti semula.
''Ck, benar benar menyebalkan '' gumam Helen.
''Hel!, duduk sini!'' panggil Velo sembari melambaikan tangannya.
Helen menghampiri Velo dengan wajah masam, bahkan meletakkan piring yang di bawanya dengan agak kasar.
Prak
Velo seketika menghela nafasnya, ternyata calon istrinya ini masih marah padanya.
''Lo, kenapa lagi Hel?'' tanya Maxim.
Helen tidak menjawab, dia memilih melahap makan siangnya tanpa memperdulikan tatapan keempat orang di sekitarnya.
''Nanti pulang sekolah, kita jalan yuk'' ajak Velo sembari menyentuh lengan Helen.
Sontak Helen langsung mengembangkan senyumnya. ''Boleh, kemana?'' tanya Helen dengan semangat.
Velo seketika bernafas lega, melihat Helen kembali tersenyum padanya.
''Kamu maunya kemana?'' Velo balik bertanya.
''Em, gimana kalau ke kedai mie yang baru buka di pusat kota, yang viral itu'' jawab Helen.
''Ok'' sahut Velo.
''Vel, gue ikut ya, gue juga mau coba mienya, katanya enak'' sela Hana.
Sontak semua orang menatap Hana, begitu juga dengan Helen, expresinya langsung muram dan menatap tajam Hana.
''Heh, benalu!, lo kenapa sih, setiap gue mau pergi berdua sama Velo, lo selalu saja mau ngikut, lo gak malu apa jadi orang ketiga terus'' cecar Helen.
''Hel, kok lo ngomongnya gitu sih, kalau memang gak boleh ya sudah, ga usah segitunya'' lirih Hana.
Velo langsung mengusap punggung Helen, yang terlihat sedang di kuasai amarah.
''Helen, tenang''
''Vel, dia seperti ini gak sekali loh, setiap gue mau pergi berdua sama loe, dia itu maunya selalu ikut, dan lo apa, cuma lihat dia masang expresi sedihnya saja, lo langsung mengiyakan tanpa minta persetujuan gue'' ucap Helen mengungkapkan kekesalan yang selama ini selalu ia tahan.
''Sorry, kalau selama ini aku gak pernah mengerti kamu'' tukas Velo.
''Padahal gue gak pernah larang dia pergi berdua sama loe, tapi sebaliknya, kenapa dia gak pernah mau memberi gue dan lo waktu berdua'' imbuh Helen membuat Velo terdiam.
''Hel, jangan salahin Velo, lo salahin gue saja'' sela Hana.
Byur
Akhhh
Semua orang yang ada di sana kaget, melihat Helen tiba tiba menyiram minuman ke wajah Hana.
''Hel, lo apa apaan sih!'' sentak Maxim langsung berdiri.
''Diem, lo!'' bentak Helen menuding Maxim tepat di depan wajahnya.
''Helen sudah'' tegur Velo suarnya rendah namun penuh penekanan.
Helen langsung menolah pada Velo.
''Kenapa?, lo juga gak terima Hana gue siram, lo mau marah jug sama gue'' ketus Helen menatap tajam Velo.
''Helen, cukup!'' bentak Velo tepat di depan wajah Helen, bukannya takut Helen langsung mendorong dada Velo, membuat Velo terjatuh duduk ke kursinya.
''Lo, demi benalu kayak dia, berani bentak gue, ha!'' teriak Helen.
Velo langsung berdiri kembali.
''Hel, kamu jangan keterlaluan'' ucap Velo.
Melihat Helen dan Velo berdebat, Hana dengan sengaja menghampiri mereka.
''Helen, sudah'' ucap Hana.
Sontak emosi Helen semakin menjadi, dia langsung menarik rambut panjang Hana, membuat si empunya memekik kesakitan.
Srett
''Akhh'' pekik Hana.
Tak cukup sampai situ, Helen juga mendorong Hana hingga tersungkur ke lantai.
Brukk
''Akhh''
Melihat Helen akan menyerang Hana kembali, Velo langsung menarik tangan Helen dan mendorongnya ke samping.
Bruk
Ishhh
Helen mendesis saat pinggangnya menubruk pinggiran meja, namun yang membuat Helen sakit bukan itu, melainkan saat melihat Velo membantu Hana dan berdiri di sisinya.
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊