NovelToon NovelToon
TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM

Status: tamat
Genre:Poligami / Janda / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:50.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julia Fajar

Sering disepelekan istri dan mertua karena dianggap tidak berguna membuat Agam akhirnya merasa jenuh, hingga dia mencari kesenangan di luar bersama teman-temannya.

Agam berkenalan dengan Melati, seorang wanita cantik yang bekerja sebagai wanita penghibur di sebuah club malam.

Melati dipaksa bekerja di sana oleh keluarga almarhum suami guna melunasi hutang dan harus membiayai semua kebutuhan keluarga.

Agam yang bermula hanya menjadikan Melati sebagai teman ngobrol, akhirnya merasa nyaman dan tertarik. Diapun mencari informasi untuk mengetahui serta mengenal wanita itu lebih jauh.

Kesabaran, perhatian, pengorbanan serta kecantikan Melati akhirnya membuat hati Agam terusik. Diapun jatuh hati dan berniat ingin menolong, melepaskan Melati dari paksaan keluarga suami dengan cara menikahinya.

Apakah Agam akan berhasil menikahi Melati? Dan bagaimanakah reaksi istri serta mertuanya?

Berkarya tidak mudah ya para sobat, jadi mohon ringankan jari untuk memberikan dukungan🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17. KETAGIHAN SELINGKUH

Niat Binsar akan bersenang-senang selama seminggu dengan Resti ternyata gagal. Istrinya menelepon minta di jemput di bandara.

Laila Raharja pulang lebih dulu, sementara anak-anak masih liburan bersama kedua orangtuanya.

Perasaan Laila tidak enak, makanya dia memilih kembali dan menemani sang suami di rumah.

Binsar mendesah, hingga membuat Resti mengernyitkan dahi sembari bertanya, "Ada masalah apa Pak?"

"Kita pulang sekarang ya Res, istriku pulang lebih awal. Dan aku harus menjemput dia di bandara."

Resti kecewa, tapi apa boleh buat. Mau tak mau mereka harus pulang.

Binsar mencium Resti, lalu dia berbisik, nanti kita cari waktu agar bisa seperti ini lagi. Bila perlu aku akan bilang ke Laila, ada bisnis yang harus aku urus di luar kota dan kita akan bersenang-senang di sana. Bagaimana Res, apakah kamu setuju?"

Resti mengangguk hingga membuat Binsar mendaratkan ciumannya kembali.

Ciuman panas pun kembali terjadi dan Binsar berkata di telinga Resti, "Masih ada waktu Res untuk satu ronde lagi. Yuk...mumpung masih sempat."

Resti bergelayut manja, dia sudah ketagihan dengan permainan-permainan yang diberikan oleh Binsar.

Setelah puas, keduanya membersihkan diri, lalu bersiap pulang.

Binsar mengantar Melati pulang ke rumahnya, baru berbalik arah menuju bandara.

Resti yang melihat pintu rumahnya terkunci jadi merasa kesal, mamanya pasti keluar rumah terus saat dirinya tidak ada di tempat.

Resti mengebel sang mama dan ternyata Helen sedang asyik berduaan dengan Dul, berondong simpanannya.

Dul mengantar Helen pulang, tapi dia tidak masuk ke dalam rumah. Dul hanya mengantar hingga di teras saja.

Resti cemberut, saat melihat sang mama di antar pulang oleh brondong. Dia bingung dengan kelakuan mamanya yang tidak jera juga habis di porotin oleh kekasih berondongnya.

"Siapa lagi itu Ma? Jangan-jangan uang mama kemaren bukannya di rampok tapi habis untuk nyenengin brondong?"

"Mana ada, kamunya ngada-ngada. Masuk yuk!"

Helen membawakan tas Resti ke dalam lalu dia mengikuti Resti yang sedang merebahkan diri di kasur.

"Kenapa cepat pulang, katanya seminggu?"

"Istrinya Binsar pulang Ma! Dan Binsar langsung seperti lembu yang di cocok hidungnya, buru-buru pulang untuk menjemputnya di bandara. Bete kan Ma!"

"Sabar lho sayang, kuasai dulu Binsar baru singkirkan istrinya, kamu akan menjadi ratu."

"Oh ya, kemaren Agam pulang, dia mengambil berkas-berkasnya."

"Mama nggak nanya dimana Mas Agam tinggal? Dia tidak mau menerima telepon ku Ma dan selalu merijek panggilan."

"Dia ternyata sudah tahu hubungan mu dengan Binsar, dia mengirimkan video ini ke hp mama. Agam menantang, jika kamu ingin mengajukan gugatan cerai dia siap menandatangani. Jumpai dia di kantor, itu pesannya."

"Oh begitu ya Ma. Sekarang Mas Agam sudah berubah total, dia bukan suami penurut lagi. Mungkin sudah ada perempuan lain di hidupnya Ma."

"Pasti, coba kamu selidiki. Tanya teman-temannya yang kamu kenal."

"Besoklah Ma, hari ini aku capek."

"Ya sudah istirahatlah, mama juga mau tidur," ucap Helen sembari meninggalkan kamar Resti.

Resti terbayang kenangannya beberapa hari ini bersama Binsar dan dia tersenyum, ternyata selingkuh terasa indah baginya.

Resti pun tidur dengan tersenyum dan dia terbangun saat ponselnya berdering.

Binsar melakukan panggilan dan Resti buru-buru mengangkat panggilan tersebut.

"Hallo sayang," sapa Binsar.

"Iya Pak, nanti malam bagaimana, apa kita bisa jalan Pak?"

"Maaf Res, belum bisa. Nanti ya aku atur waktu dulu. Besok kamu masuk ya dan kita obrolin di sana. Sudah dulu ya, istriku sebentar lagi keluar dari kamar mandi. Bisa gawat jika dia tahu! da Res, mmuach..."

Resti mencebikkan bibirnya, rasa cemburu mulai timbul di hatinya. Dia bangkit, menyambar handuk dan pergi mandi.

Malam ini dia tidak mau bete di rumah, Resti berencana ingin mengajak teman-temannya nongkrong di cafe tempat mereka biasa nongkrong.

Selesai mandi, Resti memperhatikan tubuhnya di kaca, di sana banyak tanda kepemilikan yang telah di berikan oleh Binsar. Resti kemudian memilih baju yang berkerah agar tanda di lehernya tertutup.

Resti sebelumnya telah menyamarkan tanda tersebut dengan sapuan bedak, lalu dia buru-buru memakai sepatu dan mengeluarkan mobilnya.

Helen mengejar Resti yang sudah naik ke dalam mobilnya.

"Tunggu Res! Kamu mau kemana? Baru pulang kok sudah pergi lagi, apa tidak capek?"

"Resti mau bertemu dengan teman-teman Ma, pokoknya Mama nggak usah tunggu Resti karena belum tahu jam berapa Resti akan pulang."

"Kalau begitu, Mama juga keluar Res, bete di rumah sendirian."

"Terserah Mama, tapi ingat Ma, jangan habiskan uang Mama karena kita tidak tahu bagaimana sikap Binsar nanti setelah isterinya di rumah. Apakah dia akan tetap royal atau tidak dengan kita."

"Pandai-pandailah Res, kamu harus bisa mendapatkan jatah uang bulanan. Masa iya, jadi simpanan bos tetap kere. Percuma dong?"

"Iya Ma. Besok kan aku ketemu dia, aku akan minta jatah bulanan ku. Aku pergi dulu ya Ma."

Resti pun melajukan mobilnya, lalu dia menghubungi teman-temannya untuk ngumpul di cafe biasa.

Saat di lampu merah, Resti melihat mobil Agam dan terlihat seorang wanita duduk di samping suaminya itu sambil bercanda ria.

Resti memukul stir mobil, lalu diapun mengikuti mobil Agam. Resti cemburu dan dia akan mencari tahu siapa wanita itu dan dimana suaminya tinggal.

Agam tidak tahu jika diikuti oleh Resti, dia melajukan mobilnya perlahan menuju sebuah rumah tempat Melati menitipkan Bayu.

Bayu sudah mereka ambil dengan memenuhi permintaan sang mertua yaitu melunasi sisa uang 1M yang beliau minta.

Tadi Melati menitipkan Bayu karena dia dan Agam belanja kebutuhan untuk keperluan mereka selama liburan. Besok Mereka akan berangkat.

Agam menyayangi Bayu seperti putranya sendiri. Dia merentangkan tangan saat melihat Bayu turun dari gendongan sang pengasuh.

Bayu berlari ke arah Agam sembari berkata, "Papa, mana oyeh-oyehnya?" tanya Bayu dengan logat cadelnya.

Bayu langsung memeluk Agam dan Agampun menggendong serta menciuminya. Momen itu sangat mengharukan bagi Melati. Dia tidak menyangka jika Bayu bisa langsung akrab dengan Agam.

Sementara dari balik pintu seseorang sedang mengintip adegan mesra anak dan Papa tersebut.

Resti mengepalkan kedua tangan, dia tidak menyangka jika Agam diam-diam telah memiliki seorang anak dengan perempuan lain.

Dengan lantang Resti berkata sembari masuk ke dalam rumah, "Oh...begini rupanya kelakuan mu ya Mas. Aku pikir kamu suami yang baik, ternyata aku salah! Kamu rupanya sudah punya anak dengan pelacur ini!"

"Dasar pelacur!" teriak Resti sembari menjambak rambut Melati.

"Ampun Mbak, lepaskan aku Mbak! Dengar dulu penjelasan kami," ucap Melati.

Resti tidak menghiraukan ucapan Melati, dia terus menjambak sambil meneriakkan kata pelacur.

Agam menarik tubuh Melati ke dalam pelukannya dan tanpa bisa dihindari, Resti terdorong, jatuh, hingga terduduk di lantai.

Bersambung...

1
¢ïñÐå å†hêñå✾
nggak mau di duakan malah menduakan dasar
Devi Handayani
ada yaa seorang ibu berhati iblis seperti ini😠😠😡😡😠😠
Devi Handayani
mungkin ini yg dibilang jalan takdir😇😇😇
Devi Handayani
rasainnn😏😏😏
Devi Handayani
betul pak anda pemegang kendali rumah tangga.... good job👍🏻👍🏻👍🏻😍😍
Devi Handayani
pak agam kamu orang baik semoga kedepan kamu bisa mendapat kebahagiaan😌😌😌😌
Devi Handayani
hmm kan kejadian lagi... wahhh bisa masuk nih setan bersorak soraii.... ini lah yg sering menjadi pemicu retak rumah tangga.... sadarilah para wanita hargailah suamimu karena dialah pemimpin mu😔😔😔😔😔
Devi Handayani
duh jadi isteri galak bgt yaa.... ntar klo dia dah ga cinta ama kamu baru tau rasaa🤨🤨🤨🤨🤨🤨
Devi Handayani
dosa kamu resti nolak suamimu.... jangan salahkan dia klo berpaling nanti😠😠😠😠😠😠
Devi Handayani
agam aku jadi kasian padamu.... seharusnya seorang suami dihargai dan dihormati isterinyaa..... itu yg diajarkan agama😥😥😥😥
Reader
lemot iiiih Agam, apa kurang kelakuan busuk yg selama disaksikannya dari Resti koo kurang bgt antisipatif serangan2nya ke Melati
Syfa Emilia
puas alurnya bagus
Juliatik: Terimakasih Kakak atas dukungannya, semoga berkah ya Kak🙏😘
total 1 replies
Avatar
Semangat terus..kak..
neny
masih bab 1 tp cerita nya menarik,,lanjut kan kak othor,,aq menanti kan bab2 selanjutnya nya yg lebih menarik lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!