NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Nikah Kontrak / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:321.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Edwind dan Edmund adalah Kakak beradik kembar keturunan mafia yang sangat ditakuti di negaranya. Siapapun yang berani mengusik mereka maka akan mati mengenaskan tanpa memperdulikan apakah dia pria ataupun wanita.

Akankah ada dua gadis yang bisa menaklukkan dua pria dingin dan terkenal dengan kekejamannya?

Ikuti yuk novelku yang ke 38

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersenyum Devil

"Ada deh." Jawab Edwind.

"Tanpa kamu katakan Daddy tahu kamu mimpi apa." ucap Daddy Edward.

Edwind hanya tersenyum kemudian merekapun makan bersama namun sebelumnya mereka berdoa terlebih dahulu. Mereka makan tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.

"Maaf Dad, Mom, Edwind langsung berangkat ke kantor." Pamit Edwind sambil turun dari kursi makan begitu pula dengan Edmund.

"Edmund juga Mom, Dad." Pamit Edmund.

"Ok. Hati - hati di jalan." Jawab ke dua orang tuanya.

Edwind dan Edmund mencium tangan ke dua orang tuanya secara bergantian. Lalu mereka pergi meninggalkan mansion tersebut.

"Adara, kamu tidak berangkat ke kantor?" Tanya Mommy Alona.

"Hari ini aku dan sahabatku ingin menemui Kakak sepupunya di rumah sakit yang berada di luar negri." Jawab Adara.

"Jauh banget sampai di luar negri, kenapa tidak di rawat di rumah sakit sini?" tanya Mommy Alona.

"Kurang tahu Mom." Jawab Adara.

"Kamu pergi hanya berdua saja?" Tanya Mommy Alona.

"Iya Mom dan rencana kami pulang besok." Jawab Adara.

"Kenapa tidak ajak ke dua kakak kembarmu?" Tanya Daddy Edward.

"Adara bukan anak kecil Dad, apalagi aku dan temanku bisa bela diri jadi Mommy dan Daddy jangan kuatir." Jawab Adara.

"Daddy akan meminta enam bodyguard untuk melindungi mu dari para musuh yang tiba-tiba menyerang." Ucap Daddy Edward.

"Tapi Dad ..." Ucapan Adara terpotong oleh Daddy Edward.

"Tidak ada tapi-tapian." Ucap Daddy Edward dengan tegas.

"Baik, tapi dari jarak jauh." Ucap Adara.

"Ok, tidak masalah." Ucap Daddy Edward.

Adara hanya cemberut namun Daddy Edward tidak memperdulikan hal itu. Setelah hampir setengah jam barulah Adara berdiri kemudian mengecup punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.

"Adara pergi ya Mom." Ucap Adara.

"Ok, hati-hati di jalan." Ucap ke dua orang tuanya secara bersamaan.

Adara hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua menuju ke garasi mobil karena Adara ingin menjemput sahabatnya yang tinggal di mansion di mana mansion nya tidak begitu jauh.

Singkat cerita kini mereka berdua sampai di bandara tanpa mengetahui enam pria berseragam hitam-hitam mengikuti mereka berdua. Tanpa diketahui oleh mereka juga kalau ada dua pria lain yang berpakaian seperti biasa agar mereka tidak mengetahui kalau mereka sedang diikuti.

Hampir enam jalan perjalanan barulah mereka sampai di negara yang di tuju dan mereka langsung menuju ke hotel untuk istirahat terlebih dahulu di kamar yang sama. Setelah di dalam kamar mereka mandi secara bergantian untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.

"Cintya, kita ke rumah sakit nanti malam saja ya, soalnya aku ngantuk banget." Pinta Adara.

"Ok." Jawab Cintya singkat yang juga merasakan tubuhnya lelah.

Mereka berdua berbaring di ranjang yang sama dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas.

Detik berganti detik, menit berganti menit begitu pula dengan jam. Hingga tidak terasa sudah jam lima sore. Ke dua gadis cantik itupun membersihkan tubuhnya hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai.

"Kita makan dulu yuk setelah itu baru pergi ke rumah sakit." Ucap Cintya setelah melihat Adara sudah selesai berdandan karena dirinya pertama yang membersihkan tubuhnya.

"Mau makan di mana?" Tanya Adara.

"Nanti aku tunjukkan tempatnya dan di jamin kamu suka." Ucap Cintya.

"Ok." Jawab Adara singkat.

Merekapun pergi meninggalkan hotel tersebut menuju ke restoran dengan menggunakan taksi.

Cintya menyebutkan nama restoran setelah mereka masuk ke dalam mobil dan sopir taksi itupun hanya menganggukkan kepalanya. Tanpa di sadari oleh Cintya dan Adara kalau sopir taksi tersebut tersenyum devil.

1
Ida Nuryanti
Luar biasa
Yayuk Triatmaja: terima kasih
total 1 replies
Rswt Slv
Biasa
v3r4
Bagus ceritanya👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
Mei Mei
Luar biasa
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
Nora♡~
Cerita ini lah akak sangat suka... ceritanya walaupun ceritanya pendik tepi mantap layak dapat 5 ⭐⭐⭐⭐⭐gitu...tetap 💪💪💪thor untuk terus berkarya...
Jeankoeh Tuuk
biar pendek tapi bagus thor
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
semangat selalu dan terus lah berkarya serta sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Sama kasih kak thor..
total 2 replies
Yunerty Blessa
tak terasa cerita nya pun tamat..
makasih banyak kak thor 👍👍
Yunerty Blessa
jujur saja Edmund.. selepas kalian nikah
Yunerty Blessa
semangat kak thor
Yayuk Triatmaja: terima kasih banyak
total 1 replies
Yunerty Blessa
sabar lah Edmund
Yunerty Blessa
melakukan hubungan suami isteri 🤭
Yunerty Blessa
sekali lagi Edwind dan Edmund menembak orang yang salah.. walaupun Marbella dari orang Vincent..
Yunerty Blessa
pasti Edmund
Yunerty Blessa
jadi Vincent dendam dengan keluarga Adara..moga cepat sampai bantun
Yunerty Blessa
pasti Adara jadi orang tebusan untuk memancing agar Marbella datang
Yunerty Blessa
hati² saja
Yunerty Blessa
jangan harap pria tua
Yunerty Blessa
ikut saja mereka.. jangan dengar ayah angkat mu bicara.. Marbella pasti jodoh Edmund
Yunerty Blessa
apakah Marbella orang suruhan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!