NovelToon NovelToon
My Step Brother

My Step Brother

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / One Night Stand / Tamat
Popularitas:57.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mariana

Bianca Fernandez baru saja putus dengan kekasihnya yang berpacaran dengannya selama tiga tahun. Hatinya sangat hancur dan ia memutuskan pergi ke suatu tempat dan tak sengaja bertemu dengan Lucas Taylor. Ironisnya takdir kembali mempertemukan mereka yang ternyata akan menjadi saudara tiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Hiruk pikuk perkotaan tidak lagi terdengar saat Bianca menapaki sebuah pantai yang tak jauh dari kediaman Taylor. Pasir putih dan air laut yang nampak gemerlap saat menerima pantulan cahaya matahari. Pikiran-pikiran yang memberatkan pundaknya tiba-tiba menguap begitu saja di udara. Bianca memejamkan matanya membiarkan angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya. Udara di sekitar juga sangat bersih bahkan seperti memberikan terapi ketenangan bagi siapa saja yang menghirupnya.

Pandangannya beralih pada sebuah resort yang cukup mewah tak jauh darinya. Ia melangkah pergi kesana, sambil memperhatikan pasir-pasir yang ia tapaki.

Resort itu terlihat elegan namun tetap bernuansa asri. Terlihat beberapa wanita sedang menyapu halaman, dan beberapa orang yang lalu lalang.

"Permisi, apakah ada tuan Antonio Douglas?" tanya Bianca pada salah seorang dari wanita yang sedang bersih-bersih.

"Bapak sedang di dalam, Nona. Apakah anda ingin melamar pekerjaan?" Wanita itu terlihat menghentikan aktivitasnya dan berbicara dengan Bianca.

Ia mengangguk singkat, "Benar, Kak."

"Silahkan masuk saja sampai meja resepsionis. Sampai sana, Nona bisa langsung ngomong ke resepsionisnya, nanti diberitahu ke Bapak." Tutur wanita itu seraya menunjuk kedalam.

"Baik, Kak. Terima kasih banyak." Ucap Bianca sambil sedikit membungkuk.

Setelah itu, ia melangkah memasuki bangunan besar itu. Ia terpukau melihat bagian dalam bangunan itu yang sangat bagus, melebihi ekspektasinya. Terlihat lumayan banyak pengunjung yang lalu lalang membawa makanannya. Ternyata bangunan bagian depan ini di dalamnya terdapat restoran kecil dan ada juga bar kecil di sampingnya. Cat berwarna karamel mendominasi ruangan itu sehingga memberikan kesan kalem dan tidak norak, namun tetap terlihat elegan. Banyak hiasan dan miniatur yang menggambarkan tentang alam sehingga membuatnya terlihat sangat asri dan nyaman.

Bianca yang sedang begitu asyik mengagumi ruangan itu, tiba-tiba dikejutkan dengan seseorang yang berdehem di belakangnya. Ternyata orang itu adalah pemilik resort ini, Tuan Antonio.

"Eh, maaf, Tuan. Saya begitu mengagumi tampilan resort anda ini." Ujar Bianca seraya tersenyum kikuk. Ia tengah tertangkap basah oleh pemiliknya sendiri.

"Tidak apa-apa. Kamu mau wawancara untuk melamar pekerjaan kan?"

"Benar, Tuan."

"Apakah kamu sudah makan siang? Kalau belum, bagaimana kalau wawancaranya sambil makan siang?" tawar Antonio.

Bianca terkejut, ternyata calon bosnya itu adalah tipikal orang yang santai. "Apakah tidak menggangu makan siang anda, Tuan?"

Antonio menggeleng pelan, "Tentu saja tidak. Malah akan lebih rileks jika seperti itu."

Bianca pun hanya bisa mengangguk pasrah, "Baiklah, Tuan."

Mereka pun berjalan ke bagian restoran dan duduk di salah satu meja yang kosong.

"Selamat pagi, Bapak." sapa beberapa waiters yang sedang membawa pesanan pada pelanggan. Antonio tersenyum dan mengangkat tangannya. Jujur saja Bianca cukup penasaran dengan para karyawan yang memanggilnya Antonio dengan sebutan 'Bapak'.

"Selamat pagi, Bapak. Mau pesan apa?" tanya seorang pelayan yang telah berdiri di samping meja mereka dan telah siap dengan buku kecil dan sebuah pulpen di tangannya.

"Pagi, Rebecca. Saya ingin spaghetti dan satu burger, untuk minumnya cola." Jawab Antonio.

Pelayan itu beralih pada Bianca, "Kalau anda ingin memesan apa, Nona?"

"Saya Burger saja, minumnya juga cola," jawab Bianca. Pelayan itu mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.

"Kamu bawa surat lamaran pekerjaan dan CV kamu?" tanya Antonio memulai wawancara.

"Ini, Tuan." Ujar Bianca seraya menyerahkan map coklat yang berisi berkas-berkas lamarannya.

Pria paru baya itu membuka map itu dan membaca beberapa lembar surat. Saat sedang serius membaca tiba-tiba saja ada sesuatu yang membuat Antonio terkejut. Bianca heran dengan Antonio yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Ada apa Tuan?" tanya Bianca.

Antonio mengedipkan matanya sejenak, ia berusaha mengatur raut wajahnya kembali biasa.

"Tidak, tidak ada apa-apa." Jawabnya seraya memasukkan kembali surat-surat itu ke dalam map. "Mulai besok kamu ikut training selama seminggu dan bisa lanjut bekerja dengan normal." Imbuhnya.

Bianca memandang Antonio dengan mata yang berbinar-binar, ia senang bisa mendapat pekerjaan. Ia tidak menaruh sedikitpun rasa curiga karena mungkin Antonio melihat beberapa catatannya yang pernah mengelola beberapa resort. Tak lama kemudian pesanannya datang lalu mereka mulai makan bersama.

...----------------...

"Benarkah? Sesekali ajak aku kesana, aku juga ingin melihat resort itu." Hana terpukau oleh cerita Bianca mengenai resort, tempat ia akan bekerja.

"Terserah kamu saja, kalau ada waktu luang bisa main-main kesana. Kalaupun waktu kamu ada... biasanya kan sibuk latihan nembak atau olahraga. Hanya minta ketemuan buat ngobrol aja, susahnya minta ampun." Bianca memutar bola matanya jengah. Bagaimana tidak? setiap kali dirinya mengajak Hana pergi hang out, wanita itu selalu saja menolak karena sedang latihan menembak atau sedang berolahraga.

Hana memandang Bianca memelas sambil menyatukan kedua telapak tangan di depan mukanya, seperti orang yang sedang mohon ampun.

"Maafkan aku, kau tahu kan seberapa besar aku mencintai pistol dan mengangkat beban. Walaupun mereka dulu baru kamu, tapi tetap saja aku juga mencintai kamu."

Bianca bergidik ngeri, "Kalau kamu segitunya, bisa bahaya."

"Bahaya apanya? kamu mau bilang kalau bahaya karena nanti tidak ada yang suka sama aku? Lagian siapa juga yang mau disukai?"

Bianca memutar bola matanya jengah, "Terserah, deh. Aku bilang kaya gimana juga, ujung-ujungnya tidak didengarkan yah... percuma." Hana cuman cengengesan mendengar sahabatnya yang sudah pasrah dengan tingkah lakunya.

"Oh iya, akhir-akhir ini kamu aman-aman aja kan? Tidak ketemu sama orang-orang yang mencurigakan?" tanya Hana sambil menyeruput jus mangga pesanannya.

"Sebenarnya kenapa sih, Han? Kamu nanyain aku begitu terus? Apa yang kamu sembunyikan?" tanya Bianca seraya memicingkan matanya.

"Bukan apa-apa, hanya saja kau harus berhati-hati. Aku melihat di film dan di berita-berita kalau orang kaya itu banyak terjadi penculikan." Tentu saja Hana berbohong, ia sebenarnya takut kalau pamannya berencana melakukan sesuatu terhadap Bianca, belum lagi rekaman CCTV di kamarnya itu sudah dicopy oleh anak buah pamannya.

"Kau ini makin aneh, Han. Kalau film action mungkin itu normal-normal saja, tapi kalau sampai dengar kamu lihat berita, kedengarannya aneh banget."

"Aneh kalau aku khawatir sama sahabat aku sendiri?" Hana berusaha mengelak, bisa bahaya kalau Bianca terus menekannya dan akhirnya ia keceplosan.

"Tidak perlu khawatir berlebihan, aku juga melihat banyak bodyguard di rumah."

...----------------...

"Benarkah hal ini bisa terjadi?" gumam Antonio sambil melihat berkas lamaran Bianca.

Ia melihat data diri wanita itu yang memiliki ibu bernama Anastasia Fernandez. Berarti sosok yang ia cari selama ini, dengan sendirinya datang kepadanya. Pantas saja ia susah mencari mereka, ternyata sama sepertinya, Kornelia juga mengganti namanya.

"Ada apa, Bapak?" tanya seorang pria berpakaian urakan yang berjalan mendekat Antonio di ruang kerjanya.

"Cari informasi apapun dari wanita yang bernama Bianca Fernandez dan Anastasia Fernandez."

"Baik, Bapak."

...BERSAMBUNG.......

1
cacasilmi
wtf
dewi
mkasih ceritany, suka
Opan Wumbo
kok tamatnya cuma begini aja
gak seru...thor
Dian Rahmawati
akhirnya mau otw halal
Opan Wumbo
bukan soal cin2nya upnya yg lama thor kami menunggunya
Dian Rahmawati
wah mahal cincin nya
Dian Rahmawati
oh ulang tahun
Dian Rahmawati
ada rahasia apa nih ya ?
Opan Wumbo
thor jangan lama2 upnya jadi takut lupa jalan ceritanya
Mariana: Maaf banget yaaa semua readers yang nunggu updatenya... Sebulan ini lagi sibuk sama perkuliahan... autor akan berusaha semaksimal mungkin... ☺️
total 1 replies
Dian Rahmawati
bianca sama lucas udh tau ternyta
Ayden Ausky
kasih clbk thoorrr ayah+ibunya bianca dan gaby
Dian Rahmawati
wah Gabby dan Jo clbk nih
Dian Rahmawati
seru banget
Dian Rahmawati
terbongkar semua
Dian Rahmawati
bianca apa udh ingat
Dian Rahmawati
Gaby jujur
Dian Rahmawati
waw mama nya Jonathan selingkuh
Dian Rahmawati
Hana kok jdi benci gtu
Dian Rahmawati
Gabby dan Bianca saudaraan ternyata
IG : Gledekzz97
Nex thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!