Haikal, anak SMA yang tak sengaja mabuk dan tidur dengan Valeri. Sampai Valeri hamil. Dia ke rumah Haikal tapi Johnny, bapaknya tak mau masa depan anaknya itu hancur. jadi dia yang bertanggung jawab dan menikah dengan Valeri.
Bagaimana kisahnya nanti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 17
“Bi, saya mau pergi sebentar, Cuma ke makam mama.”
Haikal di rumah. Di kamar sejak tadi. Dia diam dan merenung disana. Tiba-tiba saja dia rindu dan teringat mamanya. Dia ingin melihat sang mama. Dia pamit kepada sang bibi, tak mau papanya nanti memarahi sang bibi. Mungkin kalau ke makam mamanya, papanya akan mengerti.
“Tapi den.”
Bibi mencoba mencegah haikal. Tapi dia sudah pergi ke luar. Dengan helm dan motornya. Haikal melajukan mobilnya dengan cepat. Dia menangis di balik helm yang dia kenakan.
Haikal sampai di makam. Dia memeluk nisan sang mama. Tak henti menangis di sana.
“mam, aku kangen. Kangen banget, aku mau ikut mama, aku mau ketemu mama. Papa juga sudah baik-baik saja dan sudah punya istri baru.”
“jemput aku ya ma.”
Haikal diam duduk di samping makam sang mama. Sampai ponselnya berdering. Dia kira dari papanya. Tapi dari temannya di grup. Ada info balapan. Haikal selalu melampiaskan semuanya di balapan.
Haikal pergi ke sana. Dia menemui teman-temannya yang sudah ada disana.
“Balapan siang bolong?” tanya Haikal kepada teman-temannya.
“Iya. Kenapa? Takut sama polisi?” tanya salah satu teman haikal.
“Enggak.”
Haikal bersiap. Lawannya juga. Dia mulai menggeber-geber motornya. Ada wanita cantik dan seksi di depan mereka. Dia membawa bendera. Berada diantara haikal dan lawannya.
“satu, dua, tiga.”
Wanita itu mulai menghitung dan menjatuhkan benderanya. Tepat ketika itu, Haikal dan lawannya menjalankan motor mereka dengan kecepatan tinggi.
Mereka saling menyelip dan balapan. Hingga haikal yang keluar menjadi pemenangnya. Mereka memberikan uang taruhannya kepada Haikal.
“Kasih ke panti yang biasa aja.” Kata haikal pada temannya, “bagi dua, kalian sama anak-anak panti. Gue cabut ya.”
Haikal selalu seperti itu. Dia pergi begitu saja dari tempat balapan. Tapi balapan yang tadi rasanya masih kurang. Haikal melajukan motornya di jalan raya dengan kecepatan tinggi.
Disisi lain ada mobil yang Valeri tumpangi. Haikal dari sisi yang lain. Brak! Kecelakaan itu terjadi dengan sangat cepat. Valeri juga tak sadar.
Motor Haikal menabrak mobil supir papanya dari atas sebaliknya ketika akan berbelok. Tabrakannya tak terhindar. Ambulace dan polisi datang. Mereka mengamankan tempat kecelakaan. Hanna dibawa ke rumah sakit terdekat. Begitu juga dengan haikal.
Johnny masih meeting. Dia mendapat kabar dari kantor, dari sekertarisnya. Haikal kecelakaan dengan valerim. Bagaimana bisa.
Johnny pergi saja dari tempat meeting, dia menuju ke rumah sakit.
“Dokter. Bagaimana?” johnny menemui dokter yang menangani mereka.
Supir dan Valeri luka ringan. Haikal menabrak pembatas jalan dan motornya hancur. Dia tak bisa diselamatkan.
“dokter, gak mungkin. Gak mungkin anak saya.” Johnny menangis. Dia jatuh berlutut di depan ruangan haikal.
Johnny masih tak percaya itu. Sampai badan kaku haikal dibawa ke ruang mayat. Johnny mengikuti sampai ke ruang nayar. Johnny memegang sendiri tubuh dingin anaknya. Banyak luka dan bekas darah, tapi sudah di bersihkan. Johnny memeluk Haikal yang sudah tak bernyawa.
“maafkan papa haikal. Tolong jangan tinggalkan papa haikal. Kamu sayang kan sama papa Haikal. Papa minta maaf, papa salah. Ini kami Cuma bercanda kan kal?”
Johnny terus menangis dan mencoba membangunkan haikal. Tapi percuma saja, tak ada gunakan. Haikal sudah benar-benar pergi.
“tuan, maaf. Pasien dengan nama Valeri, itu istri anda kan?”
Ada perawatan yang datang menemui Johnny, dia sejak tadi mencari johnny. Johnny mengangguk.
Dia keluar, polisi juga ada disana. Ternyata mereka tabrakan. Valeri juga kehilangan bayinya. Dia harus segera di operasi untuk mengeluarkan janinnya. Johnny menandatangani suratnya.
Sementara Valeri sedang ditangani di ruangannya, johnny mengurus pemakaman Haikal. Dia ingat haikal suka sekali ke makam mamanya. Jadi johnny menelepon orangnya untuk mengurus semua. Walau berat untuk johnny.
Dokter juga meminta johnny untuk menguburkan janin valeri dengan layak. Johnny memilih menguburkannya di samping sang papa, Haikal.
Valeri sudah dipindah ke ruang rawat. Tapi johnny belum bisa menemuinya. Dia sedang mengurus pemakaman.
“Kamu rindu dengan mama kan? Semoga kali ini kamu bahagia di sana dengan mama kamu.”
Johnny ada di antara makan haikal dan mendiang istrinya. Dia mengusap kedua nisan itu. Johnny juga mengganti nisan mendiang istrinya.
“Maaf kan saya, karena saya tidak bisa menjaga kamu dengan baik.”
Setelahnya johnny ke makam bayinya valeri. Dia menaburkan bunga disana.
“tapi jujur, saya mulai menyanyangi mama kanu. Boleh saya dengan dia selamanya? Alasannya bukan karena ada kamu saja selama ini. Mama kamu pasti sedih karena kamu sudah tidak ada atau bahkan bisa marah karena yang membuat kamu tak ada itu anak saya sendiri?”
Ponsel johnny berdering. Dia mendapatkan telepon dari rumah sakit. Valeri sudah siuman dan hilang kendali.
“Saya akan kesana.” Johnny segera mematikan ponselnya.
***
“Anak saya?” tanya Valeri yang memberontak di ranjangnya. Dia mencoba untuk melepas infus dan turun dari sana.
Tapi Valeri terdiam karena perutnya terasa sakit. Juga kepalanya yang diperban karena bekas kecelakaan tadi.
Johnny bergegas untuk sampai ke sana. Dia lari masuk ke ruangan Valeri. Johnny mencoba menenangkan Valeri dan memeluknya.
“maaf, kamu harus kehilangan anak kamu.” Kata johnny memeluk erat Valeri.
Valeri pingsan lagi. Dia juga terpaksa diberikan obat penenang. Valeri mulai tidur dengan tenang.
Butuh beberapa hari untuk pemulihan. Valeri meminta Johnny untuk tidak menemui dia. Dia juga belum tahu tentang Haikal.
Valeri meminta cerai dari johnny karena dia menikah untuk bayinya, bayinya sudah tak ada. Jadi dia tak butuh status dan pernikahan lagi.
Johnny ingin sekali mengatakan perasaan dia. Tapi tak pernah menemukan waktu yang tepat. Dia menjauhi Valeri untuk memberi waktu. Johnny bilang akan mengurus perceraian dia. Tapi dia tak pernah mengurusnya.
***
Valeri meminta alamat makan anaknya. Dia ke makam itu.
“sayang, maafkan mama karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik.”
Valeri mengusap nisannya. Dia tak sengaja melirik ke samping, ternyata ada nisan baru juga. Valeri kaget melihat nama dinisan itu.
Tunggu, Valeri mencoba membaca nama di nisan itu. Dia juga membaca nisan di sebelah dia. Valeri tahu dari bibi yang bekerja di rumah johnny, nama mendiang mamanya haikal.
“ini haikalnya tuan johnny? Dia meninggal? Bagaimana bisa?”
Valeri pergi dari sana. Dia duduk diam di taman dekat makam. Katanya dia mengalami kecelakaan. Valeri menemui supirnya. Dia ke rumah supir johnny yang masih istirahat, belum di pekerjakan.
“Den Haikal meninggal karena mencoba menghindari mobil kita nona. Nona saya minta maaf, karena saya-“
Dia sampai bersujud di depan Valeri. Valeri meminta supirnya johnny untuk berdiri. Semuanya sudah terjadi.
Dia ke rumah untuk menemui johnny. Tapi johnny masih ada kerjaan di luar negeri. Hanya ada. Bibi disana. Valeri menemui bibi dan bibi banyak cerita soal Johnny.
‘tuan tak henti murung setelah kepergian nona dan den Haikal. Tuan cerita ke saya kalau tuan mulai mencinta nona, bukan karena bayinya den Haikal juga.”
Valeri terdiam mendengarnya.