NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:644.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nopani Dwi Ari

Velia harus rela menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahannya dengan Daniello. Laki-laki yang memiliki kelakuan menyimpang, sampai dimana sang ayah mertua meminta janji pada Velia agar mengubah sang anak menjadi laki-laki yang normal.

"Berjanjilah pada papah, bahwa kamu. Akan membawa anak papah ke jalan yang benar,"

"Tapi..."

Dengan memelas ayah mertua Velia Tuan Samanta memohon pada dirinya, membuat Velia tak bisa berbuat apa pun. Dan belum lagi cinta masa lalu Velia dan Daniello yang kembali, saat mereka saling cinta.

Akankah mereka bersama? Ikuti kisah Velia dan Daniello.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.17

Ello berjalan menghampiri Velia, dia menutup mata Velia yang sedang melamun. Ello tahu Velia sedang memiliki masalah.

"Ello," tebak Velia.

"Kamu tahu, wah... Daebak," ucap Ello bertepuk tangan, Velia sendiri memutar bola mata malas.

"Baru sampai?" tanya Velia basa basi.

"Ya, dan langsung kesini. Saat melihat gadis cantik melamun," goda Ello, dan langsung mendapat cubitan di perutnya.

Ello meringis dan mengusap bekas cubitan Velia yang lumayan perih, Velia melirik koper kecil yang di bawa Ello. Namun dia mengacuhkannya, dia kembali menatap Bu Laras yang berjalan ke arah mereka.

"Aku kenalin kamu ke Bu Laras, dia yang asuh aku dari bayi." Ujar Velia.

Bu Laras tersenyum pada Velia.

"Bu, aku mau kenalin suami aku ke ibu."

"Aku Daniello, panggil saja Ello." Ello mengulurkan tangannya pada Bu Laras, dan di sambut hangat oleh wanita yang mungkin seumuran dengan Papahnya.

"Kamu tampan sekali, mudah-mudahan jadi suami yang baik." Cetus Bu Laras.

"Aamiin, doakan aku dan Velia bu." Balas Ello.

"Pasti, kalian belum makan kan? Ayok kita makan, kebetulan anak ibu sudah datang. Jadi kita bisa kerumah sebentar," ujar Bu Laras.

"Iya bu, aku kangen banget masakan ibu." Ucap Velia manja.

"Kita pake mobil saja!"

"Tidak nak Ello, kita jalan kaki. Rumahnya dekat kok di sana."

Bu Laras menunjuk sebrang jalan, terlihat rumah yang lumayan asri dan sederhana. Mereka pun berjalan kaki, mobil Ello di simpan di dekat penginapan karena nanti malam mereka akan menginap di sana.

Ello mengekor Bu Laras dan Velia, yang asik bercerita terlihat binar di wajah Velia setiap kali menceritakan hidupnya. Dia pun tak menyinggung soal Ello yang penyuka sesama jenis, dia menceritakan Ello baik, dia perhatian terkadang suka bawel.

"Bagaimana aku tidak jatuh cinta padamu, jika kamu selalu membuat ku seperti ini Velia. Kamu selalu menghargai ku, dan tak pernah jijik dekat dengan ku. Berbeda dengan wanita lain yang hanya mementingkan harta saja," bisik Ello dalam hati, yang terus saja memperhatikan Velia.

Ello selalu berharap senyum Velia tak pernah hilang, tak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di rumah Bu Laras.

"Ayok masuk, maaf rumahnya kecil." Kekeh Bu Laras.

"Kecil juga nyaman bu," balas Ello.

Saat pertama Velia masuk ke dalam rumah, matanya tertuju pada foto seorang wanita cantik keturunan Sunda dan Belanda dengan senyum manisnya.

"Senyumnya mirip kamu," celetuk Ello, yang sudah berada di samping Velia.

Velia hanya tersenyum tipis, sekilas Ello membandingkan wajah Velia dan wajah wanita yang berada dalam foto tersebut.

Cantik itulah pemikiran Ello, hanya saja Velia memiliki wajah Eropa atau Inggris di banding wanita dalam foto tersebut. Namun senyum dan matanya sama persis dengan wanita dalam foto itu, dan tinggi mereka juga sama.

"Adelia Wilhelmina," ucap Bu Laras, membuat Velia mengalihkan pandangannya.

"Dia meninggal setelah melahirkan," lanjutnya lagi.

Seolah menunggu jawaban, Bu Laras membawa Velia duduk di ruang tamu. Yang menghadap jendela, sudah terdapat minuman dua bolu susu.

"Di minum nak Ello," ucap Bu Laras, dan Ello hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Kamu pasti ingin tahu kan? Siapa wanita dan bayi itu?" tanyanya pada Velia.

"Ya," jawab Velia pelan.

"Saat itu dia berusia dua puluh dua tahun, dan dia melamar bekerja ke Jakarta di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Tour and Travel saat itu. Dia di terima sebagai sekretaris, dia senang dan selalu bercerita pada ibu. Lalu suatu hari dia datang ke pada Ibu dan menangis, jika dia di perkosa oleh atasannya sendiri. Karena dia menolak cinta sang atasan, alasannya atasannya itu sudah punya anak dan istri." Jelas Bu Laras menatap ke depan.

Bu Laras melirik Velia, lalu kembali bercerita semua yang di alami oleh Adelia.

"Jadi, Adelia itu ibu ku?" lirih Velia.

"Iya dia ibu mu, Tuan Crist menikahi Adelia di sini. Saat itu usia Nona Sherlin sekitar lima atau empat tahun ibu lupa," papar Bu Laras.

Mata Velia berkaca-kaca, dia menatap foto Adelia. Kenapa daddy-nya jahat sekali pada sang ibu.

"Tuan Crist sangat mencintai Adelia, dan saat tahu Adelia hamil. Dia membawa Adeli kehadapan Nyonya Mila dan mendapatkan penolakan dari Nyonya Mila untuk menikahi Adelia, tapi Tuan Crist menikahi Adelia diam-diam. Namun sayang semua itu di ketahui oleh Nyonya Mila dan dia selalu datang ke sini, dengan semua ancamannya membuat ibu mu hamil dalam ke adaan tertekan. Tapi dia tetap merawat mu yang berada dalam kandungannya," tutur Bu Laras.

"Lalu setelah kamu lahir, ibu mu mengalami pendarahan. Sebelum meninggal Adelia menitipkan kamu pada ibu, Tuan Crist tahu. Daddy mu terpuruk kehilangan ibu mu, kemudian dia membawa mu pada Nyonya Mila awalnya menolak namun Sherlin bahagia karena dia memiliki adik, dan akhirnya Nyonya Mila menerima mu dalam pengasuhan ku."

Velia tak kuasa menahan kesedihannya, pantas selama ini Mommy Mila bersikap biasa saja. Berbeda jika dengan Sherlin, usapan lembut di punggung membuat Velia menoleh, dan tersenyum pada Ello bahwa dia baik-baik saja.

Bu Laras mengusap lembut pipi Velia.

"Kamu cucu ku Velia, walau Adelia adalah keponakan ku tapi kamu tetap cucu ku. Satu-satunya peninggalan dari Adelia dari kakak ku," ujar Bu Laras.

Velia pun memeluk Bu Laras, membuat tangisnya pecah dalam pelukan ibu asuhnya tersebut.

"Ibu akan menjadi ibu ku, walau aku tahu. Kamu adalah nenek ku, tapi aku akan menganggap mu ibu ku." Tegas Velia.

Bu Laras melepaskan pelukannya, dan mengusap air mata Velia.

"Sudah jangan menangis, besok ibu akan membawa mu ke makan Adelia. Sekarang lebih baik kamu makan dulu," ujar Bu Laras, Velia pun menurut mengikuti langkah Bu Laras menuju meja makan.

"Mari nak Ello, makanan kampung mah seadanya." Kata Bu Laras.

"Gak papa bu, Ello suka kok." Timpal Velia, membuat Ello memutar bola mata malas.

"Ya benar aku suka kok bu," sahut Ello cepat, membuat Bu Laras tersenyum.

Tumis kangkung, ayam goreng, tahu, mendoan, sambal dan nasi liwet. Itu semua anak Bu Laras yang memasak, dan Velia pun menyukai itu semua.

"Ini nasi liwet yah bu?" tanya Velia, setelah mencium aroma daun salam dan sereh di dalam nasi tersebut.

"Iya, karena di sini terbiasa ngaliwet." Jawab Bu Laras.

"Selamat makan," seru Ello dan Velia kompak.

Bu Laras pun merasa lega, setelah mengatakan semuanya pada Velia. Dia selalu merasa bersalah pada Adelia.

"Anak mu sudah dewasa Adel, semoga kamu tenang di sana." Batin Bu Laras, menatap Velia yang makan dengan lahap.

"Dan dia mendapatkan suami yang baik, dan mencintai dia." Sambungnya lagi.

"Nanti kalian menginap di sini?" tanya Bu Laras.

"Tidak bu, kami di penginapan saja. Supaya bayi kamu cepat hadir," sahut Ello dengan cepat, membuat Velia mengerutkan keningnya.

"Idih kenapa nih orang? Perasaan ku gak enak," batin Velia.

tbc...

Maaf typo jangan lupa tinggalkan jejak makasih 🙏

1
🌺🌺
ceritanya seru dan bagus
neny
cerita nya bagus,,maaf aq boom like dr bab 1 sampe bab 38,,slnya lp,,semangat kak othor 💪😘
AriNovani: Makasih kakk 🥰
total 1 replies
Virna Vaina Voona
entah apa yang merasuki mu~~~
Virna Vaina Voona
si velia pasti syik syak syok tuh.. hahaha
Virna Vaina Voona
velia nama ku waktu kecil wkwkwk
Yati Alwayss Lealy
Kecewa
AriNovani: saya lihat semua novel yg kau baca, di bilang buruk sma kecewa coba anda nulis novel biar saya nilai
total 1 replies
Yati Alwayss Lealy
Buruk
AriNovani: menurut lo yg bagus yg kaya gimana?
total 1 replies
Shifa Burhan
hebat pemikiran wanita dalam membuat novel

Dev melecehkan istri orang segitu aja hukumannya
alvaro juga menyerah istri orang untuk dilecehkan dan percobaan pembunuhan malah tidak dapat hukuman sama sekali

dan ene eng saat wanita lain yang melakukan kesalahan

keyra melakukan kesalahan pada beliau langsung diberi hukuman disekap dan dibuat menderita dan taura baru dibebaskan

aku setuju semua tokoh jahat mendapatkan kesempatan berubah tapi yang jadi masalah kenapa hanya wanita jahat yang dapat hukuman yang kejam sedangkan pria2 jahat bebas begitu saja, bahkan setelah melecehkan istri orang

ini lah sifat wanita, mereka akan kejam pada wanita lain yang jahat padanya tapi akan lembut dan tidak tega pada pria lain yang jahat padanya
AriNovani: Terima.kasih masukannya 🙏
total 2 replies
Mochi 🐣
💕💕💕
AriNovani
💙💙💙
Vien Habib
Luar biasa
Nila
Bella jangan bodoh. Hil mu bisa dihitung bulannya. Kapan kamu dilecehkan Dev.
Yani Citra: A dia
total 1 replies
Nila
Kalau Alvaro mau pasti bisa sembuh
Nila
Ello nggak tegas
Nila
Alvaro harus kasihan pada kedua orang tuannya
Nila
Alvaro butuh psikiater.nKisqh yg tragis
Nila
hancur kan Alvaro. manusia jadi- jadian menyalahi kodrat
Nila
👍👍👍💪💪
Nila
Susul istri mu El
Nila
Alvaro jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!