Dari tidak terbiasa sampai akhirnya menjadi sangat terbiasa..
Oh ya ampun aku terpesona dengan ketampanan nya dan akhirnya aku bisa mendapatkan nya. Tetapi, kenapa dia memutuskan hubungan secara sepihak begini. Tidak bisa di biarkan!aku akan membuatnya menyesal!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nh Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Tiba-tiba saja jantung nya berdebar tidak karuan ketika melihat seseorang yang dia tunggu-tunggu sedari tadi akhirnya muncul.
Betapa merasa senang sekali perasaan Risky saat itu. Sebelum nya dia tidak pernah merasakan perasaan yang seperti ini. Jika di pikir-pikir Risa semakin hari semakin terlihat cantik, apalagi jika dia mulai kembali memasang wajah kesal nya ketika ku mulai menjahili nya.
"Sudah hampir sebulan lama nya aku tak pernah menganggu nya lagi dan minggu depan sudah harus ujian" pikir Risky sembari terus memperhatikan Risa yang saat itu masuk kelas dan langsung ikut bergabung bersama teman yang lain, entah apa yang begitu menarik bagi Risa di pagi-pagi hari begini.
"Segitu nya merhatiin mantan" tegur Ridho yang membuat Risky segera mengalihkan pandangan nya ke ponsel yang sedari tadi hanya di genggam nya saja.
"Apaan sih? siapa juga yang ngeliatin dia?" ucap Risky mengelak.
"Halah ngeles aja kamu tuh kek bajaj orang jelas-jelas kelihatan kalau masih sayang gitu sama dia kenapa juga dulu malah dulu kamu lepasin?" tanya Ridho yang membuat Risky segera memukul kepala nya dengan buku yang sebelum nya di gulung lebih dulu oleh Risky.
"Apaan sih ngaco!" ucap Risky yang setelah puas memukuli Ridho, dia pun kembali memperhatikan Risa yang kali ini telah berjalan menuju kursi yang tepat ada di depan meja nya. Risa sempat menatap nya, namun dengan segera Risky memalingkan tatapan itu hingga Risa pun akhir nya telah duduk di kursi tepat di depan nya.
"Makin cantik kan?" bisik Ridho sembari menyenggol tangan Risky.
Risky hanya terdiam sembari tersenyum.
Kali ini dia tidak mengelak ataupun menjawab apa yang katakan Ridho.
Jauh di dalam hati nya tentu saja juga membenarkan.
"Risa dari dulu memang cantik dan setelah aku putus dengan nya pun dia malah semakin terlihat cantik" gumam Risky di dalam hati nya sembari memutar-mutar ponsel nya.
Karena minggu depan adalah ujian kenaikan kelas jadi untuk minggu ini biasa di sekolah mereka tidak akan mengadakan kegiatan belajar mengajar. Mereka hanya di suruh bersih-bersih ruang kelas mendapatkan pembagian kartu sekaligus tempat duduk yang menyesuaikan urutan absen.
Tidak ada kegiatan belajar mengajar dan sekolah mereka akan di liburkan sampai hari ujian tiba itu di tujukan agar para siswa tidak merasa kan stres berlebih saat akan menghadapi ujian.
Tak lama kemudian terdengar suara pengumuman panggilan untuk ketua kelas dan wakil kelas untuk mengambil kartu ujian dan pemberitahuan untuk beberapa arahan yang lain nya. Langsung saja tanpa banyak berpikir Risky langsung memanggil Risa yang duduk tepat di depan nya.
"Sa, ayo ambil kartu" ucap Risky sembari berdiri dan kini menghampiri Risa di depan nya.
"Ayo cepetan, malah diam aja gak gerak-gerak" ucap Risky lagi ketika menyadari Risa tak juga bergerak.
"Oh iya" ucap Risa dengan masih memasang ekspresi wajah bingung nya namun pada akhir nya dia pun berjalan bersampingan dengan Risky.
"Ngambil kartu nya dimana?" tanya Risa yang kini terlihat seperti berusaha bersikap biada saja.
Saat mereka berjalan bersama menuju ruang kantor banyak sekali pasang mata yang seperti sedang memperhatikan mereka berdua. Ini membuat Risa merasa, seharusnya dengan Risa bersikap baik-baik saja pada Risky itu pasti tak akan membuat pandangan orang terlihat buruk melihat nya.
"Di kantor mungkin" jawab Risky dengan santai.
"Oh iya" ucap Risa sembari tersenyum
Sejujur nya jauh di dalam lubuk hati terdalam Risky mau pun Risa. Mereka sama-sama merasa sangat senang. Sudah sangat lama mereka menanti momen dimana mereka bisa berteguran kembali dan mengakhiri perang dingin yang entah kenapa mereka bisa memulai nya.
Terlebih lagi perasaan Risky kali ini yang merasa begitu senang, Risa akhir nya mengajak nya berbicara dan berjalan di samping nya seperti ini. Rasanya dia ingin sekali merangkul Risa, namun tak mungkin Risky berani melakukan nya.
Mereka pun saling diam dengan pemikiran nya masing-masing.
Sebenarnya saat Risa beberapa kali memergoki Risky menatap nya tadi, hati nya sempat merasa ada sedikit harapan untuk kembali bersama dengan Risky. Apalagi ketika Risky mulai menegur Risa seperti tadi, Risa tidak menyangka Risky yang lebih dulu menegur nya hari ini.
Tetapi harapan itu jauh-jauh di kubur oleh Risa mengingat Risky sekarang sudah menjadi milik Risti. Jadi, harapan yang Risa buat itu mana mungkin bisa terjadi.
( cinta dan benar2 cinta )
berarti kamu benci (bener2 cinta ) sama aku tp tulus ga kira2 ?
lanjut yaa semangat