NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Sang Mantan!

Mengandung Benih Sang Mantan!

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Obsesi / Tamat
Popularitas:100.1k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Dia pikir keputusannya untuk bercerai dengan sang Istri itu benar. Namun saat sang Istri hendak memulai kembali hidup barunya rasa tidak rela itu muncul, perasaan yang selama ini tidak pernah tumbuh, tiba-tiba berbunga, hingga Bryant menyesali keputusannya.

Mampukah Bryant kembali merebut hati Trisya? Atau Trisya akan tetap menikahi pria pilihan orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 - Munculnya rasa sayang

Tanpa sadar Bryant membawa mobilnya sampai ke-sekolah Zalia. Dia menatap gerbang yang tertutup rapat tersebut.

Namun di detik berikutnya, dia melihat Zalia keluar dari sekolah bersama Jessy kemudian di susul oleh dua orang laki-laki beda usia, mereka tampak mengobrol dan kemudian Zalia ikut ke-dalam mobil pria tersebut.

"Hah, mau pergi kemana mereka?" Bryant berputar arah lantas menghentikan mobilnya di hadapan Jessy, lantas turun dan menghampirinya secara langsung.

"Kenapa kamu menyerahkan anak Trisya pada laki-laki itu?" desak Bryant pada Jessy yang menatapnya kebingungan.

"Kamu--," Jessy mencari ingatannya tentang Bryant, dia melebarkan matanya saat mengingat siapa Bryant ini.

"Kenapa kamu diam saja, kemana pria itu membawa anaknya Trisya? Kenapa kamu mempercayakan anak-anak pada orang asing." Tegur Bryant, dia melempar pandang tak percaya disertai rasa kekhawatiran yang nampak kentara di wajahnya.

"Laki-laki tadi bukan orang asing, dia mengenal Trisya jauh sebelum aku mengenalnya. Tapi kenapa kamu harus peduli, kamu hanya sebatas bos-nya Trisya," balas Jessy dengan tatapan kesal.

"A-aku hanya merasa khawatir, kalau begitu baguslah kalau dia mengenal Trisya. Tapi tetap saja, menyerahkan anak pada orang lain itu beresiko tinggi." Bryant bersikukuh pada pemikirannya.

"Mengapa kamu disini di jam begini? Tempat ini lumayan jauh dari tempat kamu bekerja, lagi-pun ini masih jam kerja dan kamu tidak punya hubungan apa-pun dengan Trisya, selain sebagai bos dan Karyawan, tentunya." Jessy membalas perkataan Bryant dengan tatapan sengit.

"Trisya tidak pernah cerita padamu siapa aku?"

"Pernah, maka dari itu aku peringatkan kamu, jauhi Trisya!" ucap Jessy sarat akan ancaman.

"Aku tidak bisa!" tolak Bryant tegas, "aku tidak akan pernah bisa menjauh dari Trisya, dia milikku dulu mau-pun nanti."

Jessy mendengus kasar, "kamu benar-benar tidak tahu diri, kamu yang telah mencampakkan Trisya membuat Trisya menderita dan menanggung beban itu sendirian, seandainya itu tidak terjadi pasti saat ini Trisya sudah bahagia dengan Jonatan!" Bentak Jessy penuh amarah.

"Jonatan?!"

"Benar pria yang tadi bernama Jonatan, calon suami Trisya dulu. Tapi sekarang dia sudah kembali, kamu tahu maksudnya kan--," Jessy tertawa sinis.

"Aku tidak akan membiarkan Trisya menikah dengan siapa-pun, kecuali denganku, apa pun yang terjadi."

"Terserah apa yang kau inginkan, tapi yang jelas aku yakin Trisya tak akan pernah mau kembali lagi pada Pria sepertimu." Jessy berlalu masuk kedalam mobilnya meninggalkan Bryant yang tampak geram menahan amarah.

Tiba-tiba Bryant teringat sesuatu, "hey apa maksudmu dengan Trisya menanggung beban sendirian?" teriak Bryant, namun suaranya itu terbuang sia-sia, karena mobil Jessy melaju tanpa hambatan.

"Sial!" decak Bryant dengan gigi menggertak.

...----------------...

"Trisya, aku menitipkan Zalia pada Jonatan. Dia bilang ingin belajar bersama Arzan jadi aku mengijinkannya, apa kau keberatan?" tanya Jessy dari sebrang telpon.

Trisya terdiam untuk beberapa saat, jujur sebetulnya Trisya merasa tak tenang Zalia bersama Jonatan, namun dia juga tak enak hati pada Jessy, dia selalu merepotkan Jessy untuk menjemput Zalia setiap hari dan menjaganya.

"Tidak papa Jes, lagi pula dia bisa bermain bersama Arzan juga."

"Iya benar, aku takut dia akan merasa jenuh jika terus tinggal di kantorku," jawab Jessy.

"Emh Jes begini, aku ingin menyewa pengasuh untuk mengurus Zalia, aku tidak bisa selalu merepotkan mu untuk menjemput dia setiap hari, apa kau punya seorang kenalan?" tanya Trisya.

"Apa yang kau katakan? Kau bilang tidak papa menitipkan Zalia pada Jonatan, tapi apa ini? Kalau begitu sekarang juga aku akan menjemput Zalia kembali," Ucap Jessy terdengar marah.

"Hey, hey, bukan begitu maksudku Jes. Dengarkan aku, kau akan segera menikah dan mungkin kau akan punya anak secepatnya, kau akan sibuk bekerja dan mengurus Ben. Aku bukannya tak ingin bantuan-mu lagi Jes tapi, aku tidak ingin terus merepotkan mu, sebentar lagi kau akan memasuki kehidupan baru, jadi tolong jangan salah faham dengan maksudku." Trisya berusaha menjelaskan maksud ucapannya barusan, agar Jessy tak salah faham.

"Baiklah, terserah kamu saja!" jawaban Jessy terdengar ketus dan tajam.

"Ayolah Jes jangan marah, ini demi kebaikan kita bersama."

"Baiklah, baiklah. Aku tutup dulu telponnya, baye!"

"Oke Baye!" Trisya menghela napas lega, "haish, aku harus mencari dimana pengasuh untuk Zalia, atau aku hubungi saja agen penyalur pekerja," gumam Trisya sembari berpikir.

"Nona membutuhkan seorang pengasuh?" suara itu terdengar familiar, tentu saja Trisya sudah tidak terkejut lagi pada kemunculan Marc yang seperti hantu, dia akan berada dimana saja walau di tempat tak terduga sekali pun.

"Kau menguping lagi, benar-benar tidak sopan." Cibir Trisya kesal.

"Butuh bantuan?!" Marc menawarkan jasa.

"Tidak, terima kasih. Aku bisa mencarinya sendiri," tolak Trisya enggan.

"Nona, kota ini cukup luas dengan ratusan ribu penduduk yang berbeda-beda karakter, apa kau tidak takut salah memilih orang untuk menjaga putrimu?"

"Lalu, apa aku harus percaya padamu? Bisa jadi justru kau sendirilah yang ingin mencelakai putriku." Ucap Trisya.

Marc mendengus pelan, "apa mungkin aku akan mencelakai putri dari wanita yang Tuanku cintai, Nona kau tahu benar siapa aku."

"Karakter asli orang, siapa yang tahu." Balas Trisya.

"Baiklah tidak papa jika anda tidak percaya padaku, tapi ijinkan aku merekomendasikan seseorang yang bisa di percaya, dia adalah salah satu kenalanku dulu." Marc memberikan selembar foto seorang wanita paruh baya berambut sebahu berkulit sawo matang yang tampak keibuan.

"Namanya Bibi Merry, kau bisa memanggilnya begitu. Jika kau berminat hubungi saja aku, aku akan bicara padanya."

Trisya terdiam, sungguh ini pilihan yang sulit, dalam keduanya terdapat resiko yang sangat besar, jika Trisya mencari pengasuh dari luar, kemungkinan mendapat orang yang salah akan lebih tinggi, namun jika dia mempercayai Marc, resiko nya juga tidak main-main bisa jadi status Zalia akan terungkap.

'Apa yang harus aku lakukan? Ini membuatku sangat bingung, tapi aku juga takut akan resikonya. Baiklah, aku hanya perlu berhati-hati.'

"Oke aku terima, aku hanya akan menitipkan Zalia saat siang hari, setelah aku pulang kerja dia bebas."

Marc mengangguk setuju, "aku akan segera mengabarimu lagi." Trisya balas mengangguki perkataan Marc.

1
ayu cantik
bagus
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buar karya nya..
teruslah berkarya dan sehat selalu😘😘
Whidie Arista 🦋: Makasih udah mampir dan baca cerita aku, Kakak🙏😊
total 1 replies
Yunerty Blessa
aduh sudah tamat..cuba nikah dan buka puasa kan best....
apa pun makash kak thor..
Whidie Arista 🦋: wkwk, katanya malu kalau buka puasanya di kasih tahu ke pembaca🤭
total 1 replies
Yunerty Blessa
Triaya tak tinggalkan kau ....dia ada di samping mu
Yunerty Blessa
bersatu lah demi keluara yang utuh
Yunerty Blessa
akhirnya jumpa kembali....semoga Bryant dan Trisya nikah kembali..
Yunerty Blessa
sungguh besar cinta Austin terhadap Amanda..
Yunerty Blessa
sabar Bryant..
Yunerty Blessa
kesempatan Bryant pegang tangan.🤣🤣
Yunerty Blessa
Tak mungkin Trisya pilih kau Edwin.. kan ada Bryant apa tah lagi ada anak mereka
Yunerty Blessa
semangat terus Bryant
Yunerty Blessa
mantap Bryant
Yunerty Blessa
terimalah Bryant kembali untuk Zalia demi sebuah keluarga
Yunerty Blessa
Trisya masih saja ego..
Yunerty Blessa
semoga berhasil Bryant
Yunerty Blessa
yakin salah faham pasal anak tu..
yakin lah Trisya Bryant pasti akan menyelamatkan Zalia
Yunerty Blessa
Trisya salah faham....seperti nya Trisya juga mulai ada perasaan cuma dia ego..
Yunerty Blessa
sabar Jo.....susah Trisya berikan kau kesempatn karna Bryant sudah muncul....tempoh hari masih ada peluang tapi kau lepaskan..memang tiada jodoh
Yunerty Blessa
kasian Zalia..
Yunerty Blessa
sabar Trisya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!