NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Tuan Muda

Mengandung Benih Tuan Muda

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Single Mom / Hamil di luar nikah / Angst / Tamat
Popularitas:509.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nonny

Aku tak menyangka akan mengalami hal begitu menyakitkan. Aku di jebak oleh ibu tiriku yang aku kira baik. Dia berpura-pura sakit dan meminta aku menggantikan pekerjaannya sebagai seorang pelayan di sebuah rumah mewah. Ternyata aku di rudal paksa oleh Tuan Muda rumah tersebut, dia mengatakan jika dirinya telah membayar pada ibu tiriku untuk harga keperawananku.
Aku shock dan setelah itu aku melarikan diri jauh dari orang-orang yang aku kenal.
Tetapi kemalangan tak sampai di sini, di dalam rahimku tumbuh benih Sang Tuan Muda.
Aku membesarkan anakku sendiri, dan aku tak menyangka anakkulah yang selalu membantuku menyelesaikan setiap permasalahan hidupku.
Anakku terlahir sangat pintar, dan bisa di katakan jenius.
Anakku yang selalu membela aku di saat aku di bully di hina banyak orang karena aku hamil tanpa suami.
Anakku pula yang selalu memberikan kekuatan pada ku
Bahkan tanpa sepengetahuanku dia mencari tahu sendiri siapa ayah kandungnya.
Apakah anakku akan bertemu dengan ayah kandungnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Pernah Menyerah

Perlakuan kasar Saka pada Sandy tak lantas membuat Sandy takut padanya. Ia justru hanya tersenyum sinis pada kakaknya tersebut.

"Ka, aku sama sekali tidak menyumpahimu tapi aku bicara fakta. Karena aku bicara fakta, realnya memang seperti itu," ucap Sandy tersenyum sinis.

"Sialan kamu ya!" tangan kanan Saka di angkatnya dan akan menampar Sandy, akan tetapi hal itu di urungkan tatkala ada satu teriakan.

"Saka! apa yang akan kamu lakukan pada adikmu?" tegur Mamah Nany.

"Nggak ada, mah. Kami hanya sedang bermain saja kok, iya kan Sandy?" Saka berakting dengan mengusap pipi Sandy lantas ia memeluknya seraya berbisik sesuatu pada Sandy.

"Lihat saja ya, jika kamu macam-macam padaku, kamu tanggung sendiri akibatnya. Walaupun kamu adikku, tapi aku tidak akan segan untuk berbuat kasar padamu," bisiknya mengancam.

Setelah itu Saka berlalu pergi meninggalkan Sandy yang hanya diam terpaku. Sedangkan mamah Nany menghampiri Sandy.

"Sandy, sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara kalian berdua? mamah lihat sepertinya Saka begitu marah padamu. Apakah ada suatu perselisihan antara kalian?" tanyanya menyelidik.

"Tidak ada kok mah, seperti apa yang tadi Kak Saka katakan jika kami hanya sedang bercanda saja," Sandy pun lekas berlalu dari hadapan mamahnya karena ia tak ingin mendapatkan pertanyaan yang lebih banyak dari mamahnya.

"Sepertinya ada sesuatu yang mereka sembunyikan, aku harus menyelidiki. Gerak gerik Saka dan Sandy sangat mencurigakan sekali," batin Mamah Nany.

*********

Pagi menjelang, hari ini Nayla memutuskan untuk sejenak meluangkan waktu mengajak Adilla bermain ke taman dan tempat hiburan.

"Dilla, sekarang juga kamu bersiap-siap. Mamah akan ajak kamu main sebentar ke taman dan tempat hiburan yuk, kamu mau kan?" tanya Nayla ragu.

"Asik, jelas maulah mah. Tumben mamah ajak aku healing, biasanya mamah sibuk terus dengan dagangan mamah," ucap polos Adilla.

"Iya, Dilla. Mamah minta maaf ya, terlalu sibuk dengan kerjaan mamah. Karena tak ingin kita kelaparan dan biar kita punya tabungan untuk mamah bisa menyekolahkan kamu setinggi mungkin," ucap Nayla merasa bersalah pada Adilla.

"Ya nggak apa-apa, mah. Nggak usah baper begitu kali, ya sudah aku ganti baju dulu." Adilla berlari kecil ke kamarnya.

Selagi Nayla membersihkan halaman rumah, tiba-tiba datang Sandy.

"Selamat pagi, Nayla," sapanya.

"Pagi, Mas Sandy. Kenapa kemari lagi, bukankah aku sudah mengatakan padamu jika jangan pernah datang lagi kesini!" bentak Nayla tak suka dengan kedatangan Sandy.

Belum juga Sandy berkata, Adilla telah muncul.

"Hay, Papah Sandy. Pagi sekali datang kemari, tapi kami akan pergi. Iya kan, mah," sapanya penuh antusias.

"Memangnya kamu sama mamah mau kemana, kok papah nggak di ajak sih?" tanya Sandy menyelidik seraya melirik ke arah Nayla.

"Nggak akan kemana-mana kok, pulanglah Mas Sandy. Karena kami akan pergi ke suatu hajatan orang," Nayla menyela pertanyaan Sandy yang di tujukan pada Adilla.

"Mamah, katanya mau ajakku healing. Masa iya healingnya ke suatu hajatan, jika begitu aku tak mau ikut biarlah jaga rumah saja."

Terlihat wajah murung Adilla yang kecewa berlalu pergi.

"Aduh, bagaimana ini? aku kan cuma berbohong di hadapan Mas Sandy supaya ia pulang," batin Nayla.

"Nayla, aku tahu kamu berbohong padaku. Nay, yang berbuat salah dan dosa kan Ka Saka. Kenapa aku ikut mendapatkan kebencian darimu? Ini sungguh tak adil buatku yang tak tahu apa-apa tentang masa lalu kalian. Sudah aku katakan kemarin, jangan pernah melarang aku untuk datang kemari. Karena aku ada suatu ikatan dengan Dilla, dia itu keponakanku," ucap Sandy mencoba memberikan sebuah pengertian lagi pada Nayla.

"Ya aku tahu itu, mas. Aku hanya tak ingin bertambah buruk di mata para tetangga jika kamu terus datang kemari," ucap Nayla.

"Tak usah kamu pikirkan para tetangga, kalau kamu mau kita terhindar dari gosip. Sebaiknya kamu terima saja tawaranku untuk menikah denganku," ucap Sandy.

"Mas, sudah ya jangan bahas pernikahan. Oh iya, aku akan pergi dengan Dilla. Jadi sebaiknya Mas Sandy pulang saja." Nayla berlalu pergi dari hadapan Sandy.

Ia melangkah masuk menuju ke kamar Adilla.

"Dilla, yuk kita pergi sekarang."

"Aku nggak mau ikut, mah. Katanya

ke tempat hajatan orang kan?" tolak Adilla.

"Nggak sayang, katanya kamu itu cerdas. Masa iya nggak tahu jika mamah berkata seperti itu hanya untuk alasan saja pada, Om Sandy," ucap Nayla.

"Hem, begitu ya mah. Ya sudah yuk kita berangkat."

Pada saat Adilla dan Nayla berada di ambang pintu ruang tamu, ternyata Sandy masih ada di teras halaman.

"Mas Sandy, kenapa masih ada di sini?" tanya Nayla memicingkan alisnya.

"Aku ikut ya," pintanya memelas.

Biasanya Adilla berani berkata, tetapi sejak terjadinya insiden itu ia hanya diam saja tak ingin Nayla marah.

"Maaf mas, kami tak ingin di ganggu. Sebaiknya mas pulang saja." Nayla menuntun Adilla melangkah menuju trotoar untuk menunggu taxi on line pesanannya.

Tak berapa lama, datanglah taxi tersebut dan mereka langsung masuk ke dalam taxi. Tetapi Adilla sempat menatap iba ke arah Sandy. Hingga ia memainkan ponselnya dengan mengirimkan chat pesan ke nomor ponsel Sandy.

Drt drt drt drt

Satu notifikasi chat pesan masuk ke nomor ponsel Sandy.

[Papah Sandy jangan marah ke mamah ya, kita saat ini menuju ke taman bermain. Papah bisa menyusul tanpa mengatakan aku yang memberi tahu loh ya.]

Sandy tersenyum senang setelah membaca chat pesan dari Adilla. Ia pun melangkah ke mobilnya dan mengikuti arahan yang ada di nomor ponsel Adilla.

Hingga ia bisa tahu di mana saat ini Adilla dan Nayla berada.

Setelah sampai di taman, Adilla langsung bermain kesana kemari sesuka hati walaupun hanya seorang diri. Tetapi ia merasa bosan juga, hingga ia pun duduk di samping Nayla.

"Loh kok udahan mainnya, cape ya?" tanya Nayla heran.

"Cape sih nggak mah, tapi nggak seru karena nggak ada teman main," ucap Adilla lesu.

"Bagaimana kalau Papah yang menemani Dilla main?" tiba-tiba muncul Sandy.

Adilla tak langsung mengiyakan, ia menatap ke arah Nayla seolah meminta persetujuan. Hingga Nayla tak tega, ia pun menganggukkan kepalanya tanda mengizinkan.

"Asikkkkk ..... terimakasih ya mah. Yuk pah kita main sepuasnya."

Adilla menuntun Sandy menjauh dari Nayla dan melangkah menuju ke semua permainan yang ada di taman tersebut.

"Ya Allah, kasihan sekali anakku harus merasakan hidup seperti ini tak punya seorang ayah. Semoga saja Dilla selalu di beri kesehatan," doa Nayla di dalam hatinya.

Nayla terus saja menatap kebersamaan Adilla dan Sandy. Keduanya begitu dekat bak ayah dan anak. Tapi mereka hanya sebatas paman dan keponakan.

1
Mazree Gati
pantas saja dilla sekolah sampai tua ternyata bodoh
Mazree Gati
alah goblok nayla tolol. gaplok pake kursi apa pake balok,,sabdy juga oon ga bisa bela yg benar
Nur Adam
smgt untuk krya mu thor
Nonny: Mkch ya KK supportnya 😘😘
total 1 replies
Mazree Gati
END AJA THORR MALS BACANYA
Fay
Luar biasa
Fay
Lumayan
Lili Ismail
Thor bikin nayla happy punya keluarga
Irene
bagus ceritanya
Nonny: terima kasih KK
total 1 replies
Evy
semoga berjodoh dengan sandi...dan saka akan menyesali semua perbuatan dan perkataan yang begitu menyakiti hati Nayla..
Evy
kalo mau tes DNA bukan digunting rambutnya.tapi harus dicabut sampai ke akarnya... katanya begitu Thor...tapi ceritanya bagus kok...
Evy
gak punya hati banget tu si Tuan Muda..
Rhmad Flash
tor buat saka menyesal
Anna Khairurr
Luar biasa
Dwisur
hidup Bu bidan...
azura alesha
wow😃
azura alesha
wow😃
Eva Irawati
cerita luar biasa, ada hikmah dan pelajaran dari cerita ini indah pada akhirnya
Nonny: Terima kasih kak, salam sehat selalu. Doa yg terbaik untuk KK & family. Jika berkenan baca karya baru author judul "Benih Siapa Ini?"
total 1 replies
Nur Lela
luar biasa
Nonny: terima kasih ya kak, doa terbaik utk KK dan family. Jika berkenan baca juga karya baru author dengan judul " Benih Siapa Ini?"
total 1 replies
Nora♡~
waaaawww... cerita ini layak dapat jempol👍👍👍👍👍dan layak 5 ⭐⭐⭐⭐⭐ waaaa... ceritanya memang best.... semoga thor sukses dalam berkarya.... dan teruslah berkarya...
Nonny: terima kasih ya kak 🥰🥰🥰😘😘😘
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
katanya 20 tahun kemudian knp jdi bahas 15 tahunan trus masa Adila Bru 20/21 harusnya klu 20 tahun kemudian Adilla udah 26 tahun kerna dulu ketemu pas 6 tahun n nggak seharusnya jg 26 masih kuliah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!