Pernikahan tanpa cinta yang terpaksa di jalani Erich dan Julia untuk menyenangkan hati orang tua mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meisye Cristin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Minta Di Jemput
Hari ini Ricat kembali di sibukkan dengan pekerjaan kantor yang menurutnya tak perna habis, setelah selesai menyusun data-data mengenai keuangan perusahaan lelaki itu berinisiatif untuk menemui sepupunya, tak ada hal penting yang ingin di bicarakan tapi sudah jadi kebiasaan ricat saat di kantor dan ada waktu luang dia pasti akan langsung menemui sepupunya hanya sekedar menyapa ataupun mengganggunya melalui pertanyaan-pertanyaan konyol seputar pengantin baru.
Dengan bersiul panjang ricat berjalan menuju ruangan erich, saat masuk ke dalam dia tidak menemukan sosok yang di cari akhirnya dia memutuskan untuk keluar bertanya pada Asisten yang duduk di depan ruangan erich
"Pak Erichnya kemana?"
"Belum datang pak" jawab asisten itu dengan sopan, kalau ada yang bertanya kenapa ricat masuk ke ruangan erich tanpa permisi terlebih dahulu itu karena, erich sering memarahinya ketika dia bersikap formal padanya, bagi erich di manapun mereka berada ricat tetaplah sepupunya, erich tidak terlalu suka jika di perlakukan dengan formal oleh orang-orang yang dekat dengannya
"Ha? Belum datang?" merasa heran dengan pernyataan asisten yang mengatakan kalau erich belum datang, karena dalam satu bulan terakhir ini erich tidak perna terlambat untuk datang ke kantor
"Iya pak, saya juga heran padahal satu jam lagi ada meeting dengan klien penting"
"Ya sudah nanti saya yang kasih tau dia"
Ricatpun kembali ke ruangannya dan menelpon Erich
"Hallo pas kamu nelpon Cat, jemput aku sekarang di toko julia, alamatnya udah aku kirim lewat whatsapp" Lagi-lagi erich memutuskan panggilan telepon tanpa menjelaskan alasannya di mintai jemput
"Kebiasaan buruk nih dasar, untung bos kalau bukan udah aku blokir dari kehidupan hahahahaaa" ricat tertawa kesal dengan ke usilan erich, seperti itulah mereka walaupun jarang menunjukan sikap manis tapi sebenarnya mereka saling menyayangi.
"Kalau bukan karena se-jam lagi ada meeting penting gak bakal aku jemput, biar jalan kaki sekalian dasar nyebelin" Gerutu ricat sebelum akhirnya membawa mobil keluar dari parkiran kantor dan melajukan mobilnya mengikuti navigasi di google maps yang di jadikannya sebagai penunjuk arah menuju ke toko roti julia
*********
"Toko kamu ramai juga ya"
"iya mas"
"Tiap hari kaya gini?"
"Gak juga sih, kadang-kadang sepi"
"ogh, gak ada niat buat tambah karyawan baru?"
"Gak lah, aku sama putri aja bisa kok"
"Sejak kapan kamu mulai usaha ini?" Tanya erich penasaran
"Sejak aku SMA" jawab julia singkat
"Yang modalin siapa?"
"Aku sendiri, jadi dulu waktu aku masih SMP aku bercita-cita pengen punya toko baju sendiri, karna selain suka berdagang itu juga bisa menambah penghasilan jadinya aku mulai menabung uang jajan yang di kasih paman sama bibi separuhnya aku tabung untuk modal usaha ini, dan setelah aku lulus kuliah uang tabunganku cukup untuk bangun toko kecil-kecilan seperti ini ya walaupun, barang di toko aku ga sebagus seperti di mall, butik ataupun toko lainnya seenggaknya toko ini bisa membantu kelas menengah kebawah karna harga baju di toko ini cukup terjangkau."
"Halo kakak ipar" kedatangan ricat membuat obrolan panjang julia dan erich terhenti
"Hai" sapa julia
"Eh udah datang, ayok balik sekarang udah mau telah nih, lia aku ke kantor dulu ya, nanti kapan-kapan ceritanya di lanjutin" melihat ricat erich langsung menyambar jasnya.
"Iya mas hati-hati"
biar klepek2 tu erich
ijin promosi ya..
karya pertamaku
judulnya
harapan yang tak diimpikan.
yuk mampir
mohon kritik dan sarannya ya..