NovelToon NovelToon
Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / CEO / Tamat
Popularitas:284.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayuza

Warning!! sebelum membaca usahakan untuk membaca terlebih dahulu "ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH"
supaya kalian tau alur ceritanya.
🌹🌹🌹🌹

Erlon yang mabuk berat membuat dirinya kehilangan kendali, sehingga tanpa sadar ia melakukan pelecehan terhadap Briana. Yang membuat Kenzo sang daddy harus rela melihatnya menikah dengan anak dari musuhnya, dari situlah kisah perjalanan cinta mereka akan dimulai.

Siapakah yang akan terlebih dahulu jauh cinta? Apakah Erlon atau Briana?
🍃🍃🍃🍃

Eeetsss!! disini juga bakal ada kisah cinta Erlan dan juga Aurora lho, penasaran seperti apa kisah mereka. Cus dibaca saja bestie. Tapi sebelum kalian baca usahakan berikan Ayuza yang mental patungan ini dukungan ya ... .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Ada Rasa

Malam semakin larut, tapi Erlon tak kunjung pulang. "Apa tuan Erlon marah, gara-gara kita ketinggalan pesawat," kata Ana yang kini merapikan tempat tidur. Ia mengira mereka tidak jadi pergi.

"Ayo, kita berangkat sekarang," ucapan Erlon membuat Ana mengelus dadanya karena ia kaget. "Kau jangan membuat drama lagi." Erlon melihat Ana tanpa ekspresi.

"Ini sudah larut malam tuan, apa sebaiknya besok pagi saja?" Ana bertanya seraya tersenyum.

Namun, Erlon menghembuskan nafas panjang. "Kita pakai pesawat pribadi, aku tidak mau terlambat ke sana." Erlon merapikan setelan jasnya. "Kenapa diam, ayo. Kau bisa istirahat di dalam pesawat."

"Apa mommy sama daddy tahu, kalau kita akan pergi kesana?"

"Kau terlalu banyak bertanya, apa susahnya mengikuti perintahku!" suara Erlon lantang. Membuat Ana melangkahkan kakinya ingin segera keluar. "Bawa berkas yang ada di atas meja itu juga!"

"Hah … maaf, saya lupa tuan," ucap Ana yang akan mengambil tas yang berisi berkas dan beberapa dokumen. "Kalau begitu, mari kita jalan tuan."

Erlon terlihat tersenyum samar. Ia menarik tangan Ana lalu m*l*m*t bibir Ana secara paksa. Sedangkan Ana membeku, ini yang ketiga kalinya Erlon melakukannya pada dirinya. Ia lantas mendorong dada Erlon. "Hentikan tuan!" pekik Ana.

Membuat Erlon menyeringai kesal.

"Kenapa? apa kau menolakku?" tanya Erlon yang kini tangannya sudah liar ingin membuka kancing baju Ana.

"Tuan, saya … ." Kalimat Ana terjeda ia bukannya menolak Erlon tapi ia saat ini sedang datang bulan, ia saat ini menelan ludah dengan gugup. "Saya tidak menolak Anda tapi, bukankah Anda tahu kalau sa–

Erlon menyengit, ia sekarang sudah mengerti. "Aku tinggal ke depan, kita berangkat besok pagi saja."

Ada apa dengan tuan Erlon, kenapa sifatnya berubah-ubah.

"Sana tidur, aku mungkin akan tidur di ruang sebelah." Erlon berbalik akan pergi tapi Ana menahan lengannya.

"Saya takut sendiri tuan, kita bisa tidur berdua, Eh … maksud saya, tuan tidur di ranjang sedangkan saya di sopa."

Erlon mendekatkan wajahnya dengan wajah Ana. Lalu ia meniup wajah Ana. "Apa kau sudah mulai menyukaiku? aku tahu dari tatapan matamu."

Ana ternganga mendengar Erlon. Karena ia juga belum yakin dengan perasaannya sendiri. “Maksud Anda apa tuan?”

Erlon mengusap bibir Ana. “Jangan tegang begitu, kau terlihat aneh.” Ponsel Erlon berdering, itu panggilan dari salah satu anak buahnya yang bertugas menjaga Firman. "Sebentar, aku angkat telpon dari rekan kerja ku dulu," ucap Erlon yang menjauh dari Ana.

Kalau tutur bahasa tuan Erlon seperti ini, enak di dengar dan juga ketampanannya jadi bertambah. Asik membatin sehingga Ana tidak sadar Erlon sudah pergi.

*

*

Erlan sedang membujuk Aurora. "Maaf, ya, bukan maksudku membentakmu tadi."

Aurora mengusap air matanya dan juga ingusnya di baju Erlan. "Kamu jahat," Aurora membelakangi Erlan. "Pergi, aku tidak mau melihat wajahmu lagi."

Erlan beranjak, ini sudah satu jam ia membujuk Aurora tapi tidak ada hasil. Aurora masih betah ngambek dikarenakan ia dibawa paksa pulang oleh Erlan di tambah Erlan sempat membentaknya di dalam mobil sewaktu mereka pulang. "Ya, susah. Aku keluar."

"Dasar tidak peka," gerutu Aurora yang kini semakin terdengar isak tangisnya. "Memang semua laki-laki sama saja."

"Aku sudah minta maaf Aurora, tapi sepertinya hatimu terbuat dari semen tiga roda. Makanya sulit sekali untuk menerima maaf."

"Tidak sekalian kamu sebut pasir, beserta kerikil," sahut Aurora yang masih membelakangi Erlan. "Tapi tunggu, bukannya hatimu yang terbuat dari semen tiga roda?"

"Aku! kamu saja kali, makanya hatimu keras," jawab Erlan yang melihat Alisa sedang mengintip di balik pintu. "Tidak usah ngintip masuk saja."

"Siapa?" tanya Aurora yang lupa, bahwa sekarang mereka tinggal bertiga di rumah itu. "Siapa Erlan? kenapa tidak menjawab pertanyaan ku."

"Wanita yang kamu ajak pulang, beberapa hari yang lalu. Aku lupa siapa namanya." Erlan mengetuk-ngetuk dahinya mencoba mengingat-ngingat.

"Namanya Alisa, ini yang sudah keseratus kalinya kamu menanyakan siapa namanya. Kutu buku hanya nama julukan mu tapi kamu bodoh."

"Maklum, di hatiku hanya ada namamu," kata Erlon yang membuat Aurora berbalik menatapnya. "Yang terukir, dengan sangat indah," sambung Erlan.

"Makan tuh gombalan, tidak mempan di hati ini yang sudah terlanjur di coret-coret dengan spidol permanen."

"Sudah selesai nangisnya, aku pamit mau kerumah daddy dulu."

Alisa yang mengintip dari balik pintu dengan cepat masuk setelah mendengar Erlan akan pergi. "Tuan, boleh saya titip buat dibelikan obat ini," kata Alisa dengan tersenyum ramah pada Erlan.

Erlan menyengit, karena ia tahu letak apotek sangat jauh. Tetapi, ia tetap mengambil bekas tampat obat yang Alisa berikan. "Kamu punya penyakit Asma?".

Alisa menunduk malu. "Iya, tuan. Sejak saya masih kecil."

Aurora sedang memperhatikan Alisa yang terlihat salah tingkah waktu bersama Erlan saja. "Pulangnya yang cepat!" ketus Aurora.

"Aku belum pergi Aurora, udah kangen aja. Ya," seloroh Erlan yang malah membuat ekspresi wajah Alisa berubah.

"Bukan begitu, aku hanya takut kalau kejadian itu terulang lagi, gimana?"

"Erlon akan selalu siap mencarimu Aurora, meskipun ke ujung dunia," kata Erlon yang kini sedang tertawa. Membuat Aurora terkesima begitu juga dengan Alisa. "Aku pergi dulu, jangan sekrol sosmed terus begadang tidak baik."

"Sepertinya, kamu lebih cocok jadi em–"

"Cocok jadi ayah dari calon anak-anak kita. Benar, 'kan," potong Erlan dengan cepat. Ia lalu mencium kening Aurora di depan Alisa tanpa malu setelah itu ia pergi.

Aurora merasakan kedua pipinya terasa sangat panas. Dia mencium keningku, oh Tuhan. Jangan biarkan aku jatuh cinta padanya, jika itu terjadi akan ada hati yang terluka.

"Nona, pipi Anda merah. Apa Anda sedang tidak enak badan?"

"Mungkin Alisa, hatiku saat ini sedang gelisah."

"Apa Anda mau dibuatkan teh? karena malam ini cukup dingin jadi yang hangat pasti enak."

"Boleh, tapi gulanya jangan terlalu banyak. Dan juga airnya jangan terlalu panas."

Alisa mengangguk dan segera keluar dari kamar Aurora tidak lupa ia menutup pintu kamar itu. Alisa berjalan menuju dapur sambil mengirim pesan ke Morgan bahwa Erlan sudah pergi. (Tuan, Anda bersiap-siaplah karena sebentar lagi Nona Aurora akan menjadi milik Anda). Isi pesan yang Alisa kirim.q

Ting, notifikasi masuk dari balasan Morgan. (Aku sedang berusaha menyadap cctv di rumah itu, kamu taburi saja obat tidur kedalam minumannya dulu).

Alisa tersenyum getir. Tangannya refles mengusap perutnya yang datar. (Baik tuan, akan saya lakukan).

Secangkir teh buatan Alisa sudah jadi, ia lalu menuju kamar Aurora tanpa mengetuk pintu Alisa masuk. "Ini tehnya Nona, seperti permintaan Anda. Diminum mumpung masih anget."

"Eh, Alisa. Makasih ya," kata Aurora yang mengambil teh itu dari tangan Alisa. Tanpa menaruh curiga ia meminumnya. "Rasanya pas di lidah." Setelah mengatakan itu pandangan Aurora menjadi buram. "Aku ngantuk sekali Alisa." Saat pandangan Aurora sudah semakin buram ia sempat melihat laki-laki dengan perawakan tinggi. "Kutu buku," lirih Aurora sebelum ia memejamkan matanya.

1
Sri Ayu
tisuku jadi habis gegara baca ini Thor😭
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau Jalang,Kenapa gak dari saat Mila kepergok wik wik dengan Firman waktu itu aja Erlon bunuh.. Firman juga kenapa masih dibiarkan dia hidup lagi? harusnya saat langsung bunuh aja,Bukan hanya motong tangannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waahhh ternyata udah MP aja nih..🤔🤔😄
Qaisaa Nazarudin
Yakin yg di kandung Mila anak mu,Orang tgah mabok mana bisa melakukan hal begituan,Bego .
Qaisaa Nazarudin
Ciihh kamu aja yg vepat tergoda,wong Ana pake baju gitu karena mau tampil di cafe,itu juga karena dia kerja..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya Erlon ini maunya apa sih? plin plan banget,Dia bisa berbuat sesukanya,Tapi marah saat Ana melakukan sesuatu yg dia suka..Bilang aja kalo kamu udah ada rasa sama Ana,Gengsi aja di gedein..
Qaisaa Nazarudin
Cuman Drama jebakan..Erlon gak sampe ngelakuin semua itu,Ini cuman akal licik nih Jalang buat ngejebak Erlon..
Qaisaa Nazarudin
Ckk dasar Jalang..
Qaisaa Nazarudin
FIRMAN..Nama tak seindah kelakuannya..sayang banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Waahh jahat Ternyata nih cewek..
Atma Inatun Nikhma
Lumayan
Erny
Kunjut dong thor mereka belum merasakan kebahagiaan hidup bersama
Erny
Benar - benar fantastis udah bikin tegang ternyata dapet kejutan yg luar biasa, lanjut thor
Erny
Lanjut thor jadi gak sabar pengen melihat pembalasan si Arlon
Erny
Sampai kapan thor kekejaman dlm cerita ini bikin jantung berdebar, begitu banyak orang yg akan menyakiti keluarga Tuan Hercules
Erny
Kalau bisa dua-duanya karena bikin penasaran thor, rupanya Erlan diam - diam mengikuti istri nya
Susi Susiyati
kok alra bngis bgt sifat sikp ya di bikin ngelawan ortunya perasaan dulu erlon g kasar2 amat sm kenzo zizi np jd Quin mafia.bar bar ngt.tp kelewat btas
Susi Susiyati
pisah kak.saat ini q masih nyesek sm kisah erlan.jd depresi bgtu😭😭😭😭
Susi Susiyati
nyesek bgt😢😢😢😭😭😭😭😭😭
Susi Susiyati
q g bisa berkata2 rasanya dunia runtuh,babang gntengku kehilangan ayang mbeb, takdir sang penulis bgtu kejam😢😢😭👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!