NovelToon NovelToon
Savior System

Savior System

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Fanfic / Reinkarnasi / System / Sistem / Epik Petualangan / Anime / Fantasi Urban / Fantasi Urban-Super Soldier
Popularitas:642.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Riizer13

Agler Cullen Keen biasa dipanggil Ler ia selalu membayangkan bagaimana jika ia tiba-tiba mendapatkan kekuatan super dan menyelamatkan banyak orang.

Suatu saat dia tak sengaja melakukan perjalanan melalui dunia paralel dan mendapatkan sistem penyelamat. Pada saat itu juga ia bertanggung jawab untuk menyelamatkan orang dari bahaya, kecelakaan, bencana dll.

...
Menjadi kuat setiap harinya, dan tanpa dia sadari, dirinya sudah tak terkalahkan. Tetapi ia bingung digunakan untuk apa kekuatan yang didapatkan dari sistem.

Kemudian retakan dimensi muncul satu persatu. Monster dan makhluk aneh yang kuat mulai menghancurkan umat manusia.

Agler akhirnya tahu apa tujuan sistem yang sebenarnya.

Novel ini terdapat sedikit dunia dari film, anime, dan yang lain. Seperti Spiderman, Goblin Slayer, Naruto Shippuden dst.

Nt: Ini Novel Pertama Gua, maaf bila ada banyak kesalahan kata.
Bab 1-50 : Bahasa Gawul
Bab 50-??? : Formal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riizer13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Bermain

Seperti biasa Agler bangun di pagi hari, setelah itu ia bersiap-siap diri pergi keluar rumah untuk bertemu dua anak kecil yang ia temui semalam.

Menaiki Lamborghini-nya dan berangkat ke tempat semalam ia bertemu dengan dua anak kecil itu.

Agler melesat dengan cepat membelah lalu lintas jalanan Jakarta, tak lama kemudian Dia sampai di lampu merah tempat ia bertemu dengan anak kecil itu.

Melihat dua anak kecil sedang duduk di bangku trotoar, Agler segera meminggirkan mobilnya dan berhenti di samping jalan.

Turun dari mobil lalu menghampiri mereka berdua.

"Halo adek" sapa Agler.

"Halo bang!" sahut dua anak kecil hampir berbarengan.

"Udah lama di sini?" tanya Agler.

"Baru sampe kok bang," jawab salah satu anak kecil.

"Pasti belum makan, kan?" tanya Agler sekali lagi.

Perut mereka berdua tiba-tiba berbunyi ketika mendengar kata makan, dan membuat mereka malu pada Agler.

Melihat mereka menundukan kepala, Agler tertawa kecil dan mengelus kedua kepala mereka.

"Yauda kita sarapan dulu di tempat makanan favorit abang," ajak Agler.

"Emmm." Mereka berdua masih malu.

"Ayo, mau ikut sama abang ga?"

"Iya bang," jawab anak kecil itu.

"Ayo ikut abang."

Berjalan menuju mobil di ikuti oleh dua anak kecil itu.

Membukakan pintu mobil untuk anak kecil itu masuk ke mobil, setelah itu Agler masuk ke mobil.

Menyalakan mesin mobil lalu menancapkan gas dan melaju menuju tukang bubur langganan.

.....

Berhenti di depan tempat tukang bubur berjualan, turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk anak kecil itu keluar.

"Kemana aja mas?" Tukang bubur melihat Agler dan dua anak kecil itu turun dari mobil, lalu bertanya.

"Ada tapi jarang sarapan bang," jawab Agler.

"Ouh gitu, yauda duduk dulu mas, itu juga adek-adeknya duduk dulu," saran akang tukang bubur.

"Ayo duduk dulu," ajak Agler kepada dua anak kecil itu.

"Iya bang." Kedua anak kecil itu duduk di bangku yang kosong.

"Tiga porsi ya bang," Agler memesan bubur untuk mereka bertiga.

"Siap mas," sahut tukang bubur lalu memulai untuk membuat bubur.

Memfokuskan pada kedua anak kecil ini, dan Agler bertanya pada keduanya, "Nama kalian siapa?"

Salah satu dari kedua anak itu menjawab, "Aku Farid Ruslan bang."

"A-Aku Nayla Permadani bang," jawab anak kecil itu malu-malu.

"Oke, Kenalin nama abang Agler," kata Agler mengenalkan namanya.

Mereka berdua mengangguk sebagai tanggapan.

"Ouh iya uang yang dikasih ada di kalian kan?" tanya Agler.

"Iya bang, ada di tas selempang Nayla," ucap Farid sambil menunjuk tas yang di pakai Nayla.

"Yauda, masih ada teman-teman kamu yang seperti kalian?" Agler penasaran apakah masih banyak yang seperti mereka berdua.

"Ada sekitar 8 orang kak seumuran sama kita berdua, kita tinggal bareng satu tempat sama mereka, mereka baik banget sama kita berdua," Farid berkata dan terlihat senang.

Nayla juga menganggukkan kepalanya menandakan bahwa perkataan Farid itu benar.

"Yauda, sekarang abang mau tanya serius sama kalian berdua," ucap Agler dengan wajah yang serius.

"Tanya apa bang?" Farid dan Nayla penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan sama Agler.

"Kakak mau kalian semua jadi adik-adik angkat abang, mau jadi adik abang ga?" tanya Agler.

"Beneran bang?" Mata Farid berbinar setelah mendengar pertanyaan Agler.

Sebenarnya dia ingin mempunyai abang yang melindungi dia dan Nayla, ingin memiliki keluarga yang mengurus dirinya dan Nayla. Farid sudah capek dengan kehidupan ini tetapi demi hidup dan demi kelangsungan bersama, Farid dan Nayla harus mengamen untuk menghidupi dirinya.

"Iya beneran," kata Agler sambil melihat antara keduanya.

"Aku mau bang!" jawab Farid dengan semangat.

"Nayla gimana?" tanya Agler.

"M-mau bang," jawab Nayla yang masih malu dengan Agler.

"Oke, besok ajak teman-teman kamu dan tunggu di tempat biasa oke?" ucap Agler.

"Oke bang Agler," jawab Farid diikuti oleh Nayla yang mengangguk.

"Permisi mas ini buburnya," potong akang tukang bubur.

"Oke bang," balas Agler lalu mengambil tiga mangkok bubur dan meletakkan nya di meja.

"Yauda, kita makan dulu, nanti abang mau ajak kalian main," kata Agler

"Oke bang!"

Mereka bertiga memulai memakan buburnya masing-masing.

.....

"Gimana? udah kenyang," tanya Agler yang sudah menyelesaikan makanannya

"Udah bang hehehe," balas Farid sambil memegang perutnya.

"Yauda kita berangkat main ke mall," ajak Agler.

"Ayo!" seru mereka berdua dengan semangat.

Berjalan ke tukang bubur lalu membayar makanannya.

"Makasih loh mas kembaliannya," Tukang bubur berterima kasih karena dilebihkan bayar buburnya oleh Agler.

"Sama-sama bang, makasih juga buburnya."

"Siap mas, hati-hati di jalan."

Mereka bertiga memasuki mobil dan pergi menuju mall.

.....

Setelah sampai di Mall, Agler mengajak mereka berdua ke tempat bermain Timejon.

Mereka berdua terlihat senang dengan permainan yang ada. Di mulai dari bermain boneka capit dan Agler menggunakan kekuatan pikirannya untuk mengencangkan capitnya saat mencubit boneka, akhirnya Nayla mendapatkan 3 buah boneka, Nayla terlihat sangat bahagia.

Kemudian Agler bermain tembak-tembak an dengan Farid, lalu bermain animal kaizer dan balap motor.

Dan diakhiri dengan snapshot bersama.

.....

Setelah bermain hingga jam 11 siang, Agler membawa mereka berdua untuk membeli 10 pasang baju untuk besok. Lalu mereka pulang menuju tempat Farid dan Nayla tinggal.

"Hahaha seru banget bang tadi aku menang banyak dari abang, abang cupu mainnya," kata Farid di dalam mobil.

Mendengar perkataan Farid, Agler tidak tahu ingin emosi atau tertawa.

"Emm abang Agler makasih ya bonekanya," kata Nayla tiba-tiba berterima kasih kepada Agler.

"Hahaha sama-sama," jawab Agler lalu mengusap kepala Nayla.

"Terima kasih juga bang udah ajak kita berdua," kata Farid yang sedang memegang kartu animal kaizer.

"Iya sama-sama, yang penting kalian senang."

Agler lalu fokus menyetir mobilnya.

.....

Kemudian mereka sampai di depan rumah yang seperti gubuk. Menurut Farid ini adalah tempat dimana mereka tinggal dan tidur, turun dari mobil dan Agler melihat tempat yang begitu kumuh dan kotor.

Setelah melihat ini Agler berniat untuk menyumbangkan uangnya untuk panti asuhan dan anak yatim.

"Ya sudah, besok ajak teman-teman kalian untuk menunggu di tempat biasa, nanti abang bawa kalian ke suatu tempat. Ouh iya kakak perempuan nitip salam buat kalian." Agler berniat untuk membawa mereka ke rumah barunya yang sekarang sedang di pesan.

"Oke bang, Kakak yang perempuan kemana bang?" Farid bertanya tentang Adena.

"Kakak perempuan lagi ada urusan, mungkin besok kalian bisa ketemu kakak perempuan," jawab Agler.

"Ouh gitu bang, oke."

"Yauda. jangan nakal, abang pulang dulu, bye!" Agler berpamitan dengan mereka berdua.

"Bye bang." Farid melambaikan tangannya.

Nayla melihat abang Agler yang ingin meninggalkan mereka, tiba-tiba teringat orang tua dan saudaranya yang telah meninggalkan mereka berdua. Air mata mengalir keluar dan Nayla berlari sambil memeluk kaki Agler.

Agler terkejut dengan perbuatan gadis kecil ini, ia tidak mengira Nayla yang begitu pemalu tiba-tiba memeluknya.

"Abang janji bakal kesini lagi kan?" tanya Nayla yang menoleh ke atas melihat wajah Agler.

Melihat wajah imut yang menangis, Agler merasa sedih di hatinya, lalu Agler melepaskan pelukan Nayla dan berjongkok memandang Nayla.

"Abang janji besok ke sini lagi, Nayla jangan nangis oke," jawab Agler.

Nayla mengusap air matanya lalu mengangguk.

"Anak pintar," kata Agler kemudian mengusap kepala Nayla.

Berdiri dan berkata kepada mereka berdua, "Abang pulang dulu ya, kalian jaga diri baik-baik, besok abang ke sini lagi, bye"

"Dadah abang," kata mereka berdua serempak dan melambaikan tangannya.

"Dadah."

Agler memasuki mobil dan menyalakan mesin mobil.

Melambaikan tangan kanannya di jendela mobil ke arah mereka berdua.

Menancapkan pedal gas lalu meninggalkan Farid dan Nayla.

1
Cucu 23
huh???
Cucu 23
ingat darah keturunan PKI akan terus mengalir anak dan cucunya dan dia tetap akan menjadi Berkhianat paham gerti kamu🗿🗿☠️☠️☠️
Cucu 23
Six seven!!!
Cucu 23
dipikir-pikir kok kepikiran nya????
Cucu 23
mau melawan Duck Goober???
Cucu 23
☠️☠️☠️☠️ Gila udah gak waras nih orang ☠️☠️☠️
Cucu 23
Yare yare daze Jojo Bizzare Reference!!!!! Absolute cinema!!!
Cucu 23
andai Kalo kejadian
Cucu 23
beda server Bjir
Cucu 23
seukuran bola basket??? itu sih seperti bazoka itumah🗿🗿🗿
Axel
kok rai bukannya agler?
Axel
ceritanya bagus
Putri Rayhannisa
widg bstu
Ryoo 54
katanya pencinta Milf
Zer Han
sama kek gue tapi gue lebih parah dr ep 1 gue skip ke ep 300 an
Louis Vert
lebay jirr
Cucu 23
Dafak...!!! Bro!!!! serious!!
Cucu 23
I Am Groot
Cucu 23
Sopan santun telah hilang dan aku akan mengembalikan nya
Cucu 23
The Real Solo Madara uchiha mode
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!