NovelToon NovelToon
Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:458.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Najma gadis belia sebatang kara, bertemu dengan seorang Dokter tampan idola gadis di rumah sakit, bagaimana kehidupan mereka? Apakah sanggup Najma menghadapi kenyataan bahwa suaminya diinginkan banyak wanita lain...

.. Ini hanya fiksi, happy reading dear 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebimbangan Najma

"Ama,"

"Ah, tante, om," ucap Najma ketika melihat tamunya.

"Kenapa lihatnya gitu? Ga suka kami datang," ucap Samira.

"Bukan begitu, cuma kaget aja, kok tumben Om sama tante ke sini, silakan duduk Om, Tante," sahut Najma.

"Kami lewat sini tadi, rupanya kamu sudah buka toko, hebat juga pasti tabunganmu banyak ya?" ujar Indra suami Samira.

"Gak juga Om, gak seberapa, ini semua barang sisa dari kain perca yang ditinggalkan Ibu," sahut Najma.

"Pintar juga kamu, eh kamu punya uang kan? Boleh kami pinjam sebentar?" tanya Herman.

"Uang? Buat apa Om?" tanya Najma.

"Itu buat bayar kuliah Syila, tabunganmu berapa Om pinjam?" ucap Indra agak memaksa.

"Maaf Om Indra, uang saya terbatas untuk bayar karyawan sama bayar listrik," ucap Najma karena memang penghasilannya belum cukup baik sampai hari ini.

"Ya udah, kalau gitu, ini lumayan juga, biar tante jual ke teman-teman tante," ucap Samira sambil mengambil beberapa sprei dan juga taplak meja, seharga 150-500ribu per item.

Najma hanya terdiam, mengingat Samira adalah adik satu-satunya dari ibunya. Qumil yang sudah emosi akan melarang Samira membawa barang itu, namun Najma yang segera sadar mencegah Qumil.

"Udah ya kami pulang dulu Najma," Samira dan Indra akhirnya pergi.

"Ama, kamu kok diam aja sih, itu namanya penindasan, gak dipinjemin uang kok maksa," ucap Qumil yang masih emosi.

"Sabar Mil, ikhlasin aja, in syaa Allah akan dapat ganti yang lebih baik dari Allah," ucap Najma menenangkan sahabatnya itu.

.

.

.

Malam harinya, Najma menjaga toko sendirian sambil menjahit sprei lagi karena stoknya hampir kosong, Najma membawa mesin jahit portabelnya ke meja dekat kasir, agar ia bisa melayani pembeli juga, karena Risma izin pulang sore.

"Assalamualaikum,"

Najma menoleh ke arah pintu, ternyata Helena dan Yudha yang datang.

"Waalaikumusalam," sahut Najma seraya berdiri menyambut mereka.

"Ama, apa kabar?" tanya Helena sambil mencium pipi kanan kiri Najma yang tertutup cadar itu.

"Alhamdulillah baik tante, dokter Yudha apa kabar?" tanya Najma pada Yudha.

"Alhamdulillah baik juga," sahut Yudha.

"Silakan duduk, tunggu sebentar saya buatkan teh ya," ucap Najma akan berbalik badan menuju dapur belakang.

"Eh gak usah Ama, kami cuma sebentar kok," cegah Helena sambil meraih tangan Najma.

Mereka pun duduk di sofa, Helena duduk di samping Yudha, dan Najma duduk di sofa lain.

"Ada apa Tante dan dokter ke sini malam-malam, biasanya kasih kabar dulu," tanya Najma.

"Ah iya, bagaimana kemarin dengan keluarga Ardi? Ke villa ya? Kamu senang?" tanya Yudha.

"Ehm, senang sih, tapi agak canggung juga," jawab Najma.

"Oh senang ya, alhamdulillah aku bisa tenang kalau kamu senang," ucap Yudha.

"Maksudnya gimana dokter?" tanya Najma yang belum mengerti.

"Aku sudah banyak berpikir, begitu juga mama," ucap Yudha sambil memegang tangan mamanya.

"Mungkin kita terlalu jauh berbeda," lanjut Yudha.

"Oh iya, saya juga sadar saya cuma yatim piatu yang..." belum selesai Najma bicara, Yudha menyelanya.

"Bukan, bukan karena itu, masalahnya aku belum cukup baik untuk menjadi pendamping mu, ilmu agamaku masih sangat kurang, perlu banyak belajar, dan juga aku tidak bisa bersaing dengan sahabatku sendiri, karena itu aku lepaskan kamu, untuk bersama Ardi sahabatku, kurasa dia yang lebih pantas mendampingi mu," ucap Yudha.

"Ah, saya juga belum tahu ke depannya bagaimana, tapi kalau dokter Yudha sudah mundur, saya juga tidak bisa apa-apa, saya doakan, dokter Yudha mendapatkan jodoh yang lebih baik dari saya," sahut Najma.

"Semoga Najma berjodoh dengan Ardi," pungkas Yudha.

"Segalanya saya serahkan pada Allah dok, mau kak Ardi atau siapapun, yang penting bisa membawa saya lebih baik lagi," ucap Najma. Yudha sedikit tercubit hatinya, Najma memanggilnya dokter, sedangkan memanggil Ardi dengan sebutan Kakak, sungguh terlihat Najma merasa lebih dekat dengan Ardi meski tanpa disadari.

"Sangat disayangkan sebetulnya, tapi ini keputusan Yudha, dia yang akan menjalani, saya ga bisa maksa, walaupun sebenarnya saya sukaaa sekali sama kamu, tante masih boleh main ke sini kan?" ucap Helena.

"Tentu saja saya senang kalau tante ke sini," sahut Najma.

"Oh iya, kalau kamu nikah, dengan siapapun, jangan lupa undang kami ya, in syaa Allah kami akan datang," ucap wanita berjilbab desainer itu.

"Sebaliknya juga, kalau dokter Yudha menikah, jangan lupa undang saya, in syaa Allah dengan senang hati saya akan datang dan mendoakan,"

.

.

"Ama, kok ngelamun aja, ada apa? Tadi aku lihat ada mobil dokter Yudha, apa karena itu?" tanya Qumil ketika mereka bersiap tidur.

"Kamu itu kepo aja," sahut Najma.

"Yaelah, siapa tahu kamu ingin berbagi beban hidup, ada yang siap mendengar nih, plus konsultasi gratis, jarang-jarang loh," ucap Qumil dengan gaya khas nya.

"Dokter Yudha mundur Mil, dia sudah melepaskan aku," ucap Najma.

"Apa?? Yang bener Ama??" Qumil tidak percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu, pasalnya Yudha terlibat serius menyayangi Najma.

"Iya, katanya dia belum cukup baik untuk jadi pendampingku," lanjut Najma.

"Kok kasian gitu ya jadinya," sahut Qumil.

"Iya, aku kepikiran, apa aku menyakitinya, dan kalau ternyata Kak Ardi juga mundur, berarti ada sesuatu di akunya, yang membuat mereka mundur," ucap Najma lesu.

"Ye, bukan gitu Ama, berarti mereka bukan jodohmu, yakin aja kalau jodoh gak bakal kemana, minta juga petunjuk Allah, kamu kan biasa sholat malam, berdoa minta dikasih yang terbaik," tutur Qumil yang kadang bisa dewasa.

"Iya sih Mil," Najma begitu lesu.

"Tapi kesan kamu sebenarnya ke dokter Ardi gimana?" tanya Qumil.

"Belum tahu, tapi sejauh ini belum nemu sesuatu yang membuat aku ingin menolaknya, aku butuh kemantapan hati aja," sahut Najma.

"Ya udah, kita tidur dulu, nanti setelah tengah malam bangun, sholat lalu berdoa meminta kemantapan hati, aku matikan ya lampunya," ucap Qumil seraya mematikan lampu tidur di atas nakas di sampingnya.

Najma memejamkan matanya, mencoba untuk tidur, tapi tiba-tiba teringat merdu suara Ardi membaca surat Al Qolam kemarin sore, dan terbayang lagi Ardi yang keluar dari kolam renang, memandangnya. Juga teringat kata papa mamanya Ardi tadi pagi, bahwa mereka sangatlah terbuka menerimanya di keluarga mereka.

Najma tidak menunggu tengah malam, ia segera bangun dan pergi ke kamar mandi dan mengambil wudhu, kemudian sholat sunnah dan berdoa meminta petunjuk dari Allah untuk meyakinkan dirinya kembali, apakah Ardi adalah jodohnya atau hanya sebatas rasa suka yang sementara.

.

.

.

Keesokan paginya setelah apel pagi, ada yang mengirimi Ardi pesan meminta bertemu.

'Baik, jam makan siang kita bertemu di kantin rumah sakit,' balas Ardi.

1
Komariah
athur jangan babe dong yang lain
Mukmini Salasiyanti
yeeeee otw ma Ardy nihhh
Mukmini Salasiyanti
aaa
meweeekkkkkkk
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
nyimak ya thor
Soumena Mishy
pasti ibux dr Ardi tu
RJ_ rafanjulian
suka
yani suko
harusnya di jama ta'dim saja
drpd ntar kentut....khan repot
wkwkwk
Pelangi Senja
suka
Vivi Bidadari
Ga terasa sdh end ceritanya .. lanjut thour
dewi rofiqoh
Dua-duanya thor qumil and yudha lanjut akbar and nadia
Yuliana Susanti
ya..segitu aja tamatnya najma, kapan tu qumil Ama Yudha & Akbar Ama Nadia, GK sabar diaplikasi apa ya
dewi rofiqoh
Semoga babang ardi gk ada sakit parah
Vivi Bidadari
Ternyata sabrina gila ya waduh dokter cantik gila kasihan kali lah nasib mu sabrina
dewi rofiqoh
Wah si Sabrina bikin gara-gara ni...
Vivi Bidadari
Aduh ada" aja Ardi ini suka banget buat org resah.. lagian pake tlg ingin Sabrina ihh kesel kamu ga kasihan apa ama Najwa 😠
Vivi Bidadari
Ternyata Sabrina gampanga dan murahan juga 🤔

Semoga. gajadi salah paham ya Najwa kan ga tau juga kalau yg diruangan Ardi ada orang lain
Erna Ohe
bagus banget
Vivi Bidadari
Jangan sampe tergoda ya Ardi awas aja kamu kasihan. Najwa dan anak"

Jangan buat ulah ya Sabrina

ayooo dong kak semangat jarang" up date kok cuma 1 bab ga terasa. loh bacanya kalau cuma segitu. doang 😕
dewi rofiqoh
Babang ardi 👍 suami idaman
dewi rofiqoh
Selamat babang ardi.. 🎉🎉🎉
Meski bakal tambah sibuk, tetap harus perhatian ama keluarga ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!