NovelToon NovelToon
Ruang Rindu Untuk Ayana

Ruang Rindu Untuk Ayana

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Mafia / Tamat
Popularitas:121.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Ayana yang baru turun dari pesawat komersil, di bandara kota paris perancis ingin mengambil kopernya di bagasi, ruang kedatangan.


Karena kecerobohannya yang tidak melihat dulu negara asalnya, ia malah salah mengambil koper milik salah seorang penumpang yang bukan berasal dari negara yang sama dengannya.



Dengan polosnya gadis ini membawa koper itu naik taksi menuju hotel yang sudah dipesannya terlebih dahulu, hingga akhirnya ia dijebak oleh seorang sopir taksi yang ingin merampoknya.




Kopernya di ambil dan ia di turunkan di tengah jalan dengan alasan taksi itu mogok, ketika ia turun taksi itu membawa kabur koper miliknya, dengan kesal ia memaki sopir taksi itu yang sudah menghilang entah ke mana.



Di hotel ia mencari nomor telepon pangkalan taksi itu yang selalu mangkal. Sebelum ia menghubungi nomor pemilik taksi itu, ia kedatangan dua orang lelaki bertubuh besar, karena tidak mengetahui kedatangan dua lelaki itu, ia membuka pintu kamarnya dan seketika mulutnya dibekap dengan kain yang sudah dicampurkan obat bius, ia pun pingsan dan dibawah ke pemimpin mafia untuk menanyakan keberadaan koper milik ketua mafia yang telah dibawanya.



"Bagaimana keadaan Ayana setelah berada di istana mafia itu yang memperlakukan dirinya seperti mata-mata?



"Apakah cinta keduanya tumbuh setelah koper milik mafia itu telah di temukan kembali?"



"Bagaimana nasib Ayana selanjutnya setelah bebas dari cengkraman lelaki mafia itu?



Yuk! ikutin terus kisah Ayana yang harus menebus koper itu dengan kesuciannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. PART 17

"Kau?"

"Dari mana saja kamu Ayana?"

"Aku mohon padamu untuk tidak berdebat James, karena aku lagi sakit saat ini." Ujar Ayana lirih.

James mempercayai kata-kata Ayana karena wajah Ayana yang tidak menggunakan makeup sama sekali, membuat wajah itu makin kelihatan sangat pucat.

Langkah Ayana sangat gontai saat berjalan menuju kamarnya. James mengikuti langkah Ayana.

"Untuk apa kamu datang lagi James?" Aku tidak ingin melihatmu lagi." Ayana meletakkan tasnya dan masuk ke dalam selimut untuk beristirahat.

"Ayana, aku sudah empat hari berada di apartemenmu, di mana kamu tidur dan menginap selama empat hari ini?" Tanya James penuh selidik.

Degg..

"Tidak mungkin aku menjawab pertanyaannya secara jujur, bisa-bisa akan menimbulkan pertengkaran antara James dan Nathan." Gumam Ayana membatin.

"Ayana, bisakah kamu menjawab pertanyaanku sayang?"

"Aku menginap di rumah temanku karena tidak ada yang mengurus aku di sini. Temanku yang menawarkan diri untuk merawatku sampai aku bisa lebih baik dan bisa pulang ke sini." Ujar Ayana berbohong.

"Ayana, mengapa kamu bisa sakit?" Apakah karena diriku, hmm?" James merapikan rambut Ayana yang menutupi wajahnya.

Air mata Ayana menetes, hatinya belum bisa menerima James yang telah menodainya.

"Aku datang ingin melamarmu Ayana. Bersiaplah sayang karena kita akan menikah Minggu depan." Ucap James dengan tenang.

"Aku tidak mencintaimu lagi James, kamu telah menyakitiku, kamu telah mengambil milikku yang paling berharga. Apalagi yang menjadi kebanggaanku James, jika semuanya sudah kau renggut." Ayana memejamkan matanya tanpa ingin menjawab pertanyaan James.

"Ayana, mengapa kamu diam saja sayang?" Bukankah kamu senang jika kita akan menikah dan aku akan membawamu ke Perancis dan hidup di sana. Kita akan memiliki anak-anak yang lucu dan kamu akan mengurus mereka tanpa bekerja lagi." Ujar James.

"Bagaimana aku bisa hidup dengan lelaki yang hanya memikirkan kepentingannya dan tidak bisa merasakan keinginanku sebagai manusia yang memiliki hak untuk dilindungi." Lagi-lagi Ayana membatin dengan terus berurai air mata.

"Ayana kalau kamu sudah sehat, kita akan melakukan fitting baju, apakah kamu mau memakai desainer lokal atau langsung ke Perancis memilih gaun pengantin yang lebih bagus di sana karena memiliki desainer yang sudah terkenal seantero dunia." Ucap James semangat namun Ayana tidak antusias sama sekali atas ajakan kekasihnya itu.

"Aku tidak ingin membahas itu saat ini James. Aku hanya ingin tidur, tolong jangan menggangguku saat ini!" Ayana menghindari wajahnya untuk tidak menatap lelaki yang saat ini terus-menerus memaksanya untuk mendengarkan semua rencana bahagia mereka untuk menikah.

"Ayana, aku tahu kamu masih sakit, tapi berita penting ini bisa menyembuhkan sakitmu. Aku ingin bertanggungjawab atas perbuatanku padamu. Jika kemarin aku tidak sopan menjamah tubuhmu tanpa ijinmu, toh pada akhirnya kita juga akan menikah bukan?" Jadi sekarang ku mohon berbahagialah sayang. Masa depan kita sudah ada di depan mata, mengapa kamu tidak menyambutnya dengan gembira, Ayana. Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku padamu, hmm?"

"Aku hanya ingin tidur, apa tidak bisa kamu membiarkan aku sebentar saja untuk istirahat." Teriak Ayana lantang, membuat sang mafia ini tersentak.

"Ayana!"

"Ok, it's ok baby!"Get some rest I won't bother you anymore. Please don't be angry honey. I love you."

James keluar dari kamar Ayana. Rupanya ia tidak bisa meluluhkan amarah Ayana yang masih tidak ingin memaafkannya walaupun ia sudah melamar gadis itu dan menikahinya dalam waktu dekat.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Karena Ayana tidak ingin berbicara dengannya lagi, James memutuskan untuk kembali lagi ke Perancis dan meninggalkan black card miliknya untuk Ayana.

Dua hari kemudian, gaun pengantin untuk Ayana di datangkan langsung dari Perancis beserta perlengkapan lainnya, seperti perhiasan, mahkota dan sepatu untuk Ayana.

Ayana melihat semua barang itu dan membiarkannya tergeletak begitu saja di ruang tamu. Gadis ini sama sekali tidak tertarik akan menikah dengan James. Entah mengapa cintanya pada James seakan sirna begitu saja.

Ayana memutuskan untuk meninggalkan apartemen milik James dan ingin kabur entah ke mana. Iapun mendatangi rumah sakit dan ingin menemui dokter Nathan.

Tok.. tok!

Ayana membuka pintu ruang kerja dokter Nathan.

"Silahkan masuk Ayana!"

"Apa kabarmu!" Apakah kamu sudah sehat?"

"Iya dokter Nathan, saya sudah merasa lebih baik. Saya ingin berbicara dengan Anda karena ini sangat penting untuk hidup saya." Ujar Ayana seraya menyerahkan surat pengunduran diri.

"Apa ini, dokter Ayana?"

"Saya ingin mengundurkan diri dokter karena tiga hari lagi saya akan menikah." Ujar Ayana yang ingin menggunakan pernikahannya sebagai alasan kuat untuk bisa keluar dari rumah sakit milik dokter Nathan.

"Apakah kamu sudah memiliki kekasih Ayana?" Mengapa pernikahanmu terkesan sangat mendadak?" Apakah kamu sedang dipaksa menikah karena tuntutan tertentu atau memang kamu mencintai kekasihmu?" Tanya dokter Nathan lebih lanjut.

"Calon suami saya orang Perancis dokter dan kemungkinan besar saya akan menetap di Perancis bersamanya karena dia memiliki perusahaan di negaranya yang tidak bisa ia tinggalkan." Ucap dokter Ayana.

Entah mengapa, dokter Nathan merasa sangat sakit mendengar Ayana sudah memiliki kekasih dan akan segera menikah.

"Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku, mengapa aku tidak senang mendengar Ayana akan menikah?" Dokter Nathan melonggarkan dasinya dan menatap wajah cantik Ayana begitu lekat.

"Kalau begitu saya permisi dokter, saya ingin segera pulang untuk menyelesaikan beberapa hal mengenai dokumen penting untuk pindah ke Perancis." Ujar Ayana lalu bergegas berdiri.

"Tunggu Ayana!"

"Apakah kamu yakin ingin menikah secepat ini dengan kekasihmu?" Tanya dokter Nathan lalu menghampiri dokter Ayana lebih dekat dengan tubuh indah milik gadis itu.

"Iya dokter, ini sudah rencana kami berdua dan kesepakatan kami yang akan menetap di Perancis untuk menghabiskan hidup kami di sana." Ujar dokter Ayana.

"Apakah kamu mencintainya dokter Ayana?" Wajah Ayana di pegang oleh dokter Nathan dan melihat kedalaman mata Ayana.

"Iya, aku mencintainya dokter Nathan." Ayana memejamkan matanya untuk tidak menatap wajah dokter Nathan yang saat ini lebih dekat dengan wajahnya.

Melihat mata Ayana terpejam, dokter Nathan mendaratkan ciumannya pada bibir Ayana. Sesaat Ayana tersentak dan ingin menolak ciuman itu, namun dokter Nathan menahan tengkuk gadis itu untuk masuk ke dalam rongga mulut Ayana.

Ayana membiarkan dokter Nathan menciumnya, ia juga merasa sangat nyaman dengan ciuman itu. Karena tidak mendapatkan perlawanan dari dokter Ayana, dokter Nathan makin memperdalam ciumannya pada Ayana hingga keduanya kehilangan pasokan oksigen.

"Ayana sayang.. aku mencintaimu!" Tolong jangan menikah dengan kekasihmu itu, aku tahu kamu tidak akan merasa bahagia bersamanya." Ucap dokter Nathan tulus kepada Ayana.

Duarrr...

🔥🔥Mohon like dan komennya sayang 🔥🔥

1
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Masiah Cia
nikahi Ayana James
Arie Chrisdiana
kok gitu ya msh jd istri org tp berduaan di dlm apartemen, ya lumrah aja klau suami marah dan semua org pasti punya pikiran macam2
Joko Subaim
q suka ceritanya bagus thor
Realme Baru
gimana suami tidak cemburu orang suami ga ada tapi terima tamu laki laki di apartemen malam" siapa saja pasti punya pikiran macam macam
Kadek Bella
tetep semangat
Labuh Ardianto
semangat thor buat up an selanjutnya
Mata Diam
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
Rosdiana Diana: maksudnya apa ya
total 1 replies
Zella Aska
ngarep si nathan
sharing_genes
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Rosdiana Diana: Ok, siap
total 1 replies
Zella Aska
lanjut
Rosdiana Diana
Hai semuanya mohon like dan komennya ya
Zella Aska
keren
Nurbiah Abidinsyah
💪💪💪
YuWie
mulai baca ini..baru nemu, semoga menarik 😀😃
Rosdiana Diana: Thanks ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!