NovelToon NovelToon
Menantu yang Dihinakan

Menantu yang Dihinakan

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Steele

Evan Wibawa sudah terbiasa menjadi bahan hinaan keluarga Halim. Di mata mereka, ia hanya menantu miskin yang menumpang nama istrinya, Gracia. Namun satu malam di Kediaman Halim mengubah semuanya: hadiah yang dihancurkan, kebohongan yang terbongkar, dan cincin hitam yang selama ini mereka abaikan mulai menarik perhatian orang-orang yang jauh lebih berbahaya.
Di balik diamnya Evan, ada warisan keluarga Wibawa, jalur modal Apex Meridian Holdings, dan seorang ibu yang kembali dari bayang-bayang membawa bukti serta perang lama. Saat Kaleb Halim mencoba menjeratnya di HaleWorks, Evan justru menemukan pintu menuju pembalasan yang bersih, legal, dan mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Steele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Lalu rangkaian sambutan pemilik dimulai.

Gracia melihat gerbang utama bangun dalam cahaya putih sementara sedan hitam tua itu melaju di jalan privat. Otaknya mencoba memasukkannya ke kategori kesalahan, glitch, akses pinjaman, apa pun kecuali hal yang jelas.

Di belakang mereka, checkpoint luar belum selesai dengan Riley dan Blake.

Suara Riley terbawa melalui celah terbuka sebelum gerbang menutup penuh.

"Kalian baru saja membiarkan mereka masuk."

Petugas keamanan tidak meninggikan suara. "Kendaraan itu lolos protokol owner."

"Kendaraan itu lelucon."

"Sistem tidak setuju."

Blake melangkah di antara Riley dan petugas. "Jalankan lagi."

"Sudah."

"Kalau begitu sistem kalian salah."

"Tuan, otorisasi pengunjung membutuhkan konfirmasi host estate, pra-registrasi kendaraan, clearance acara bernama, atau owner clearance. Pihak Anda tidak memiliki satu pun yang aktif untuk Gate Eight Estate malam ini."

Wajah Blake mengeras. "Aku Blake Rowe."

"Saya punya ID Anda."

"Kalau begitu kamu tahu Rowe seharusnya cukup."

"Tidak untuk properti ini."

Riley kembali mengangkat kartu emas Skybridge. "Kami dari acara Apex. Blake mengatur afterparty."

"Akses sosial Skybridge tidak mengotorisasi masuk estate."

Kata-kata itu menghantam bersih hingga Gracia merasakannya di dalam mobil.

Ia menatap Evan. "Mereka bisa dengar ini?"

"Sebagian."

"Bukankah kita harus berhenti?"

"Kenapa?"

"Karena Blake akan bilang kita mempermalukannya."

"Blake mempermalukan Blake."

Sedan terus naik. Gerbang luar menutup di belakang mereka, tetapi checkpoint tetap terlihat melalui feed kamera belakang di dashboard. Evan tidak menyalakannya. Mobil itu beralih sendiri ke mode pendekatan estate.

Gracia juga memperhatikan itu.

"Mobilmu mengenal properti ini."

"Propertinya mengenal mobil."

"Itu tidak lebih baik."

Di checkpoint, Riley mengarahkan ponsel ke lampu belakang sedan. "Aku merekam ini."

Petugas sedikit berbalik. "Anda boleh merekam dari area holding sisi publik. Jangan merekam layar keamanan."

Blake melihat tablet di tangan petugas. "Tunjukkan clearance-nya."

"Tidak."

"Tidak?"

"Catatan pemilik tidak diungkap kepada pengunjung."

Petugas kedua keluar dari pos. Lebih tua. Lebih lebar. Supervisor, dilihat dari cara petugas muda memberinya ruang.

"Tuan Rowe," kata supervisor, "konvoi Anda memblokir jalur aktif. Anda bisa menunggu di holding bay sementara kami menghubungi kantor acara yang terdaftar, atau Anda bisa meninggalkan perimeter properti."

Riley membentak, "Kami adalah acaranya."

"Tidak, Bu. Anda klaim pengunjung."

Petugas muda meletakkan marka oranye di belakang coupe Blake dan mengarahkan SUV ke bay satu per satu. Tidak ada yang menyentuh mobil. Tidak ada yang meninggikan suara. Itu membuatnya lebih buruk bagi Blake. Seluruh penolakan terlihat rutin.

"Ini konyol," kata Blake. "Hubungi siapa pun yang menyetujui malam ini."

"Tidak ada acara yang disetujui atas nama Anda," jawab supervisor.

"Kalau begitu periksa Apex."

"Gate Eight Estate tidak dioperasikan staf acara Apex."

Wajah Riley mengencang pada kata estate, seolah properti itu sendiri mengkhianati unggahannya.

Gracia benar-benar menarik napas.

Evan tetap melihat jalan.

Supervisor mengetuk tablet. "Klaim pengunjung, tidak ada konfirmasi host, tidak ada pra-registrasi kendaraan, tidak ada clearance bernama, tidak ada otorisasi owner."

Setiap frasa adalah pintu yang menutup.

Rahang Blake bergerak. "Kamu tahu seberapa cepat aku bisa melakukan satu panggilan?"

"Anda dipersilakan menelepon dari holding bay."

"Ke atasanmu."

"Atasan saya menulis protokol."

Kepercayaan diri Riley goyah untuk pertama kalinya.

Sedan mencapai tikungan kedua jalan masuk. Di depan, gerbang utama berdiri di antara dua pilar batu gelap. Besinya bersih, hitam matte, dan cukup tua untuk membuat uang baru di luar terasa berisik.

Nama Gracia muncul di layar dashboard.

GUEST-SAFE ACCESS:

GRACIA HALIM

AUTHORIZED WITH OWNER RETURN

Ia berhenti bernapas lagi.

"Evan."

"Ya."

"Itu namaku."

"Ya."

Di sampingnya ada timestamp tambahan, lebih awal daripada check-in Skybridge. Evan tidak menambahkannya sebagai reaksi terhadap Riley.

"Kenapa namaku ada di sistem?"

"Karena kalau aku membawamu ke tempat berbahaya, sistem perlu tahu kamu bukan penyusup."

"Kapan kamu menambahkanku?"

Ia tidak menjawab cukup cepat.

Itu memberi tahu Gracia jawabannya penting.

Di checkpoint luar, suara Riley naik lagi. "Gracia Halim bukan owner apa pun. Dia di sini karena aku."

Supervisor melihat tabletnya. "Gracia Halim tercatat di guest-safe access."

Riley membeku.

Blake juga mendengarnya.

"Dicatat oleh siapa?" tuntutnya.

"Informasi itu tidak diungkap kepada klaim pengunjung."

Gracia menatap dashboard.

Guest-safe access tidak terasa seperti trofi.

Itu terasa seperti perisai.

Evan tidak menambahkannya sebagai dekorasi, bukan plus-one di daftar tamu sosial, bukan bukti bahwa ia memiliki sesuatu. Ia menambahkannya agar security melindunginya jika sebuah ruangan berubah buruk.

Kesadaran itu menghantam lebih keras daripada gerbang.

Pilar utama menjadi terang.

Sedan melambat sendiri.

Di belakang mereka, Riley berteriak, "Cek lagi. Tidak mungkin Evan Wibawa punya owner clearance."

Jawaban supervisor masuk melalui audio belakang, datar dan final.

"Bu, sistem sudah mengecek."

Gerbang utama membuka kunci.

Gracia melihat batang pertama bergerak.

Bukan setengah.

Bukan karena kesalahan.

Gerbang terbuka untuk mereka seperti sudah menunggu.

Dashboard menunjukkan checkpoint luar menyusut di belakang. Riley masih memegang ponsel, tetapi ia berhenti bernarasi. Tidak ada hal berguna untuk dikatakan ketika prosedur menolak dirinya dan menyambut pria yang ia ejek.

Evan melaju maju.

Di dashboard, di bawah nama Gracia, baris lain muncul:

OWNER RETURN SEQUENCE ACTIVE

Gracia melihat tangan Evan di setir.

Tangan itu stabil.

"Kamu bilang tidak menggertak," katanya.

"Aku tidak."

"Kamu juga tidak memberitahuku kebenaran."

"Tidak semuanya."

Ia melihat jalan yang menyala satu bagian demi satu.

"Berapa banyak lagi?"

Mobil melewati gerbang utama.

Di belakang mereka, rekaman Riley tidak menangkap apa pun selain gerbang yang menutup.

Di depan, Gate Eight Estate terlihat.

Dan lampu rumah menyala.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!