Sinopsis
Disukai oleh seorang mafia tampan? Tak pernah terbesit dipikiran seorang gadis sholehah yang cantik dan sederhana ini. Dia Shifa Almadinah adalah seorang gadis muda berumur 19 tahun yang lembut dan cerdas yang sedang melanjutkan kuliahnya di negara asing. Gadis yang tak pernah disentuh oleh lelaki manapun.
Revano Alzano adalah seorang mafia muda yang tampan dan dingin. Dia berumur dua tahun lebih tua dari Shifa.
Cinta dari seorang mafia muda itu tak pernah ia harapakan. Akankah cinta dari seorang mafia yang tampan dan dingin ini terbalas? Akankah Shifa menerima takdir ini atau justru menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Malam itu, Zainab sedang makan bubur ayam buatan Shifa.
“Enak sekali Shif,” ucap Zainab kepada Shifa yang sedang duduk disampingnya dan membuka kotak P3K.
“Bagaimana ini Zai ?” ucap Shifa.
“Apanya yang bagaimana Shif,” ucap Zainab bingung.
“Obat meriangnya habis. Kamu harus minum obat setelah makan.” Ucap Shifa.
“Yasudah Shif, tidak apa-apa kalau obatnya habis. Aku juga sudah baikan kok.” Ucap Zainab.
Shifa berpikir sejenak dan bangkit dari duduknya untuk mengambil jaket tebal yang selalu dia pakai saat keluar asrama.
“Kamu mau pergi kemana Shif ?” tanya Zai.
“Mau beli obat.” Jawab Shifa singkat.
“Beli obat malam-malam begini ? Sendirian lagi. Jangan Shif ! Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu Shifa,” ucap Zainab serius.
Shifa tersenyum. “Tidak apa-apa kok Zai. Mini market dekat dari asrama jadi tidak perlu khawatir lagipula hanya untuk membeli obat sebentar,” ucap Shifa.
“Tap… tap..i.” Ucapan Zainab terhenti karena Shifa.
“Biasanya kita juga sering pergi malam hari keluar asrama. Sudahlah Zai aku pergi dulu. Habiskan bubur ayamnya agar setelah aku pulang kamu langsung minum obat,” perintah Shifa.
Zainab hanya diam dan merasa khawatir terhadap Shifa. Zainab melihat sahabatnya yang sudah keluar dari kamar asrama mereka.
“Yaa Allah jaga Shifa,” Zainab bergumam dalam hati.
Zainab yang masih khawatir dengan keadaan Shifa yang sedang berada di luar melanjutkan untuk makan makanan buatan sahabatnya itu dan perlahan menghabiskannya.
***
Malam itu, Zano memutuskan untuk membeli soft drink di Mini Market terdekat dan itu tidak jauh juga dengan asrama Shifa dan Zainab.
“Aku beli beberapa obat lain juga untuk stok di kotak obat buat jaga-jaga,” ucap Shifa dalam hati. Gadis itu sedang berada di dalam Mini Market dan masih memilih jenis-jenis obat yang akan dibeli.
Zano yang sudah memarkirkan mobilnya di depan Mini Market tersebut langsung masuk ke dalam Mini Market. Dia berjalan ke bagian minuman. Dia mengambil beberapa kotak minuman yang berisi soft drink dan memasukkannya ke keranjang belanja kemudian Zano memilih beberapa soft drink dingin kesukaannya.
“Oh yaa I forgo it.” Ucap Zano dalam hati. Dia teringat akan roti kesukaan sepupunya Celine. Zano membelikan beberapa jenis roti kesukaan sepupu perempuannya itu.
“Untuk mengubah badfeelingnya,” ucap Zano pelan.
Saat Zano akan membayar barang-baragnya di kasir, tiba-tiba dia mendengar suara seorang gadis yang tak asing baginya.
“Aww..” ucap gadis itu.
“Maaf mba, saya tidak sengaja. Sekali lagi maaf yaa mba,” ucap seorang wanita yang berada di hadapan gadis itu.
“Iya mba… Sekali lagi hati-hati yaa,” ucap gadis itu dengan lembut.
“Shifa.” Ucap Zano yang terdengar juga oleh gadis itu.
Shifa hanya terkejut tak menyangka karena dia selalu bertemu dengan Zano di Mini Market tersebut.
“Shifa kamu sedang apa disini ?” tanya Zano sambil berjalan menghampiri Shifa.
“Oh… Aku sedang membeli obat kak,” ucap Shifa canggung.
“Kamu sakit ?” tanya Zano datar dan masih dengan gaya dinginnya.
“Bukan… Bukan kak. Ini buat Zainab,” ucap Shifa.
Saat Zano akan membalas ucapan dari Shifa, tiba-tiba pegawai cashier Mini Market tersebut memanggil Zano untuk memebayar barang belanjaannya.
Sebelum Zano kembali menuju cashier, lelaki itu mengambil beberapa obat yang berada di genggaman Shifa.
“Kak Zan…” Shifa terkejut dan mengikuti Zano yang sudah berada di depan cashier.
“Add these,” ucap Zano kepada salah satu pegawai cashier.
“Okay Sir,” ucap pegawai cashier tersebut.
Semua barang belanja dimasukkan kedalam satu kantung plastik termasuk obat yang dibeli oleh Shifa. Zano membayar semuanya menggunakan kartu kreditnya. Setelah itu dia membawa barang belanjaannya.
“Kenapa kakak yang bayar ? Aku bisa bayar sendiri kok kak,” ucap Shifa sambil berjalan bersama Zano yang berada disampingnya.
“Sebelum aku antar kamu pulang, kita ke resto terdekat dulu,” ucap Zano tiba-tiba yang membuat Shifa bingung.
“Mau ngapain kak ? Wait..” ucap Shifa sambil berhenti berjalan dan itu membuat Zano melakukan hal yang sama.
“Makan malam.” Ucap Zano datar.
“Aku tidak bisa. Zai sudah menungguku kak. Sorry,” ucap Shifa.
Shifa yang melihat Zano masih diam menatapnya melanjutkan perkataannya.
“Dan… Thanks a lot karena kakak sudah membayar obatnya,” ucap Shifa sedikit pelan.
Zano masih diam dan langsung berjalan keluar dari Mini Market dan menuju mobilnya.
“Kak Zan….!” Teriak Shifa.
“Apa ?” tanya Zano.
“Obatnya masih sama kakak,” ucap Shifa sedikit memaksa.
“Masuk.” Perintah Zano.
“Buat apa ?” tanya Shifa lagi.
“Aku akan antar kamu,” ucap Zano datar.
“Okay,” ucap Shifa terpaksa. Dia menuruti ucapan dari Zano karena obat yang dia perlukan masih dengan Zano.
Mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Mini Market itu.
***
“Shifa kok lama banget yaa ?” ucap Zainab yang bertanya-tanya dalam hati.
Mangkuk yang berisi bubur ayam buatan Shifa sudah habis karena Zai sudah selesai makan dari tadi.
Tiba-tiba ponsel Zainab berbunyi. Itu pertanda ada pesan masuk.
INBOX
FROM : MY BEST SHIFA ALMADINAH
Zai…. Sorrry yaa aku sepertinya telat pulang. Aku sekarang sedang bersama kak Zano. Kamu istirahat dulu yaa. Aku akan segera pulang.
Zainab yang membaca pesan Shifa merasa lega karena ternyata tidak terjadi apa-apa pada sahabatnya itu.
TO : MY BEST SHIFA ALMADINAH
Okay…. Shif. Take care yourself yaa.
Setelah Zainab membalas pesan dari Shifa, ia menyelimuti tubuhnya dan terlelap tidur.
***
“Kak Zan.. By the way thanks a lot yaa karena kakak udah bayarin obatnya,” ucap Shifa yang sudah selesai makan di salah satu resto terdekat dari asrama Shifa.
“Kamu udah katakan itu dua kali,” ucap Zano datar.
Shifa baru sadar kalau dia sudah mengatakannya tadi.
“Kamu tahu kenapa aku bawa kamu kesini ?” tanya Zano dengan gaya dinginnya.
Shifa menggeleng kepalanya pertanda tidak mengerti.
“Karena wajah kamu terlihat pucat dan aku tahu kamu pasti sibuk urusin Zainab hingga lupa makan,” ucap Zano.
Shifa sedikit terkesan dengan ucapan Zano. Dia tidak menyangka lelaki yang berada dihadapannya ini ternyata tidak seperti apa yang dibayangkan.
“Tapi kenapa dia peduli ?” gumam Shifa dalam hati.
“Kenapa ?” tanya Zano memecahkan lamunan gadis yang berada di hadapannya.
“Hah ?” Shifa bingung akan menjawab apa.
“Masih ada yang kurang ?” tanya Zano yang sudah selesai makan.
“Tidak kak. Aku hanya kepikiran Zainab. Dia sendirian di asrama.” Ucap Shifa.
Zano yang paham akan maksud Shifa segera memanggil waiter restoran itu dan membayar Billnya. Zano mengatakan sesuatu kepada waiter itu namun Shifa tidak menghiraukannya. Dia memang sedang memikirkan tentang Zainab saat ini.
“Ayo,” ucap Zano.
Shifa menurut dan mengikuti langkah Zano.
Di dalam mobil Shifa dan Zano masih diam. Zano yang dari tadi sudah membawa paper bag tidak dihiraukan oleh Shifa sehingga Zano memulai pembicaraan.
“Ini buat kamu dan Zainab.” Zano menyerahkan sebuah paper bag berwarna coklat yang di dalamnya berisi makanan.
Shifa yang baru sadar kalau Zano memesan makanan dari resto untuk dibawa pulang oleh Shifa.
“Buat apa ini kak ?” tanya Shifa gugup.
“Huh… Haruskah saya ulang ?” ucap Zano datar.
“Bu..bukan itu kak. Maksud aku untuk apa kakak pesan ini,” tanya Shifa masih gugup atas perlakuan Zano kepadanya malam ini.
“Huh…..” Zano menarik nafas dan membuangnya.
Shifa menjadi bingung dan hanya mengamati ekspresi Zano yang berada di sampingnya.
“Kapan sih gadis ini paham ?” ucap Zano dalam hati.
“Ini buat kamu dan Zainab. Zai sudah menunggumu di asrama dan ini ada beberapa Sandwich special. Jangan banyak tanya lagi,” ucap Zano dengan ekspresi dinginnya.
Kemudian Shifa menerimanya. Tak lupa juga Zano memberikan obatnya kepada Shifa. Zano menekan pedal gas dan mobil hitamnya melaju dengan cepat.
kpn rencana up lagi?
sudah saling tembak menembak
si Author malah kabur...
😃🤣
shi-za..... 😍
😁😀
hahahhiiihii author...
jgn ngeprank donk ah....
gk seru lah kl Syifa ma Arka.....
nangis kejer aqu...
Tetap dukung Zano!!!!
dukanya lbh byk....
mulai masuk bab membingungkan ni...
hihii
shifaaaaaaa
itu visual syifa, foto Author tuh... 🤣
Indonesia buangetttt...
knp si zano org Korea yaa?? 😁
Lanjut dan semangat thorquu
jgn pisahkan shi-za dong, thor...
😫😭😭
ruarrr biasa, thor....
Ttp semangat!!
😍😄
maaf....