Mila adalah seorang gadis desa yang dijual ibu tirinya , Ibu tirinya mengancam akan menjual adik perempuan satu-satunya jika dia tidak mau .
Dia dijual kepada orang yang tidak dikenal dan memberi misi untuk membuat laki-laki tampan itu jatuh cinta padanya sedangkan dia yang sudah merenggut kesucian nya .
ingin tahu apakah mila berhasil membuat laki laki tersebut jatuh cinta ?
yuk simak terus novelnya ya 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmatur rohma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makan siang
📞Mila tolong kamu sekarang antar makanan di kantin untuk tuan muda ya, bilang tuan muda minta dua porsi : perintah pak Agus kepada Mila di sambungan telepon
📞Baik pak : jawab Mila kemudian menutup teleponnya.
"Ihh..". teriak Mila sambil mengacak - acak rambutnya frustasi .
" Kenapa harus aku sih aku kan lagi makan mie , jadi gak selera deh makan ". gerutu Mila sambil aduk - aduk mie kemudian menghempaskan sendok nya ke mangkok mie karena kesel.
Dengan raut wajah yang sedikit cemberut dan kesal Mila menuju kantin mengambil menu makanan buat tuan mudanya .
" Maaf , aku disuruh tuan muda untuk mengambil menu hari ini dan tua muda minta dibawakan dua porsi ". Kata Mila kepada petugas ahli gizi perusahaan yang ada di kantin .
" Ok, sudah saya siapkan . Tapi tidak biasanya tuan muda minta dua porsi satu porsi saja terkadang tidak habis ". jawab ahli gizi tersebut sambil memberikan kotak makanan kepada Mila sambil tersenyum.
" Baiklah , terimakasih ". jawab Mila sambil tersenyum dan membungkuk dengan sopan .
.
Ahli gizi membalas mila dengan sopan pula sambil tersenyum.
" Dasar tuan muda, semua disiapkan makanan saja harus disiapkan ahli gizi dan Koki terkenal sedangkan karyawan kecilnya seperti kita hanya makan mie instant paling mentok makan gado-gado depan kantor ". Gerutu Mila di setiap jalan .
Mila mulai sadar akan getirnya hidup di kota di kelilingi orang -orang yang hanya memperdulikan dirinya sendiri . Seketika raut wajahnya berubah sedih kita dia ingat kedua orangtuanya yang selalu memberikan yang terbaik untuknya dan adik-adiknya . Matanya mulai berkaca-kaca.
Aku rindu kalian : batin Mila .
Tak terasa dia sudah sampai di depan ruangan tuan muda Mila menghela nafas panjang menyiapkan dirinya bertemu tuan muda yang berdarah dingin .
Ehem ... .
Mila berdehem mengisyaratkan dia sudah siap apapun yang terjadi . kemudian dia mengetuk pintu didepannya
Tok .tok ..
Edvan yang mendengar suara ketukan pintu menegakan tubuhnya membenarkan kerah bajunya.
" pasti gadis itu ". gumam Edvan lirih .
Edvan bersiap memposisikan dirinya di keadaan paling berwibawa.
" Masuk ". kata Edvan sedikit keras.
Mila yang mendengar aba - aba itu kemudian membuka handle pintu.
Ceklek. ...
Mila masuk kedalam ruangan menatap sosok yang berada di kursi yang sedang berpura - pura sibuk dengan laptopnya .
" Permisi tuan saya mengantar menu siang hari ini ". kata Mila sambil membungkuk sopan kemudian berjalan mendekat ke meja tuan muda .
" Baiklah taruh disana ". jawab Edvan sambil menatap Mila datar dan menunjuk meja di depan sofa .
"Siap tuan muda ". jawab Mila kemudian beranjak dan menaruh makanan di atas meja . Mila berbalik dan berpamitan sopan kepada Edvan . Namun langkahnya tercekat ketika Edvan menyuruh dia menunggu .
."Tunggu !". kata Edvan sambil beranjak dari kursinya menuju ke arah Mila yang masih membalik badan menuju pintu keluar .
Seketika dengan pelan Mila membalikkan badan sedikit takut dan gemetar karena dia takut bahwa akan dilecehkan lagi seperti kemaren - kemaren .
Edvan berjalan mendekatinya , menatapnya dengan dingin kemudian melewatinya dan menuju sofa di sampingnya .
" Kamu kemari ! siapkan makanan ini dan satu porsi ini untuk mu ". kata Edvan
" Maaf tuan saya tidak berani menerima makanan dari tuan karena itu khusus dibuatkan ahli gizi dan Koki untuk tuan ". jawab Mila sambil menunduk sopan .
Namun Mila tidak beranjak dia membuka kotak makanan dan menyiapkan untuk Edvan . Mila menelan ludah dengan kasar ketika menatap makan lezat itu . Lengkap dengan minuman sehat nya .
Makanan apa ini terlihat sangat lezat membuat perutku lapar : batin Mila sambil menelan ludahnya dengan kasar .
krucuk...krucuk ..
Perut Mila tidak bisa di ajak kompromi lagi makanan lezat itu menggugah selera makannya . Edvan tercengang dan menatap Mila dengan tajam .
.
" Maaf tuan ". kata Mila
" Ambil makanan itu !". Edvan dengan tatapan yang tetap datar.
" Tidak tuan terimakasih". jawab Mila sambil mundur satu langkah
" Apa kamu mau dipecat ? ". tanya Edvan berubah menjadi tatapan tajam .
" Maksud tuan ? ". Jawab Mila dengan tatapan yang tidak mengerti sambil mengernyitkan dahinya .
" Kamu kira aku bisa memaafkan kamu yang sudah menampar saya ? ". kata Edvan menatap Mila lagi dengan tajam sedikit menakutkan
Deg...
Jantung Mila mulai tidak beraturan ketakutannya menjadi nyata , dia kira Edvan sudah melupakan kejadian itu tapi ternyata dia masih menyimpan dendam untuk Mila .
" Maaf tuan , itu terjadi begitu saja ". Mila dengan menunduk tidak berani menatap tatapan menakutkan itu.
." Baiklah aku tidak akan memecat mu tapi dengan satu syarat tiap siang kamu harus menyiapkan menu untuk ku dan menemani aku makan . Dan jika aku butuh sesuatu kamu harus segera datang kapan pun ! ". cecar Edvan dengan tatapan yang masih tajam .
jantung Mila mulai bergetar hingga tubuh nya bergetar . keringat dingin muncul di dahi Mila dia tidak berani membantah lagi .
" Baik tuan ". kata Mila lirih sambil menunduk .
" Ok kalau begitu makanlah ". Perintah Edvan sambil mengambil kotak makanan dan mengambil sendok nya untuk memulai makan .
Mila berjalan pelan mengambil satu porsi untuknya . Edvan tersenyum dan menyuruh Mila duduk di sofa bersamanya.
" Duduklah ! ". Perintah Edvan sambil tersenyum.
" Baik tuan ". jawab Mila dengan canggung . Mila pelan duduk di sofa bersama Edvan dan membuka makanan itu dan memulai mencicipi makanan itu .
Raut wajah Mila berubah bahagia dari raut wajah yang canggung ketika dia mencicipi makanan tersebut . Dia tersenyum manis dan tanpa sadar dia mengucapkan kalau makanan itu sangat enak .
" Enak sekali ". kata Mila tanpa sadar dan memakan makanan itu dengan lahap nya .
Edvan yang melihat raut wajah mila yang bahagia dan dengan lahap dia memakan makan itu terlihat sangat senang . Edvan mengamati Mila dengan senyuman nya .
Baru kali ini aku di temani makan oleh seseorang dan menggugah selera makan ku: batin Edvan kemudian memakan makanan itu dengan lahap pula .
Tanpa sadar di samping mulut mila ada sisa makanan .Edvan tanpa sadar melihatnya , dia ingin mengusapnya dengan tisu namun dia sedikit ragu karena dia tidak ingin di tampar lagi karena salah paham. Akhirnya Edvan hanya menatap bibir Mila dan membuat Mila canggung .
" Ada apa tuan ? apa ada sesuatu ?". tanya Mila memandang ke arah Edvan dan mengusap - usap wajahnya.
.
Edvan hanya tersenyum dan mengambil tisu untuk Mila "Ada sisa makan ". kata Edvan sambil menunjuk ke arah samping bibir Mila .
Mila mengambil tisu itu dengan tersipu malu dan mengusap nya " Maaf tuan ".
Edvan tersenyum dia merasa bahagia entah mengapa dia sendiri tidak tahu , dia merasa nyaman ketika Mila menemani dia makan . Dia merasa tidak kesepian lagi dia menemukan kebahagiaan nya sedikit dari Mila semenjak mamanya pergi hingga mengobati rasa rindu yang menggebu kepada mamanya .
Tanpa terasa makanan Mila pun habis tidak tersisa begitupun dengan Edvan yang biasanya masih tersisa banyak sekarang menyisakan sedikit saja .
###
salam dari Viona😁🙃